Anda di halaman 1dari 1

Judul Proposal Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kepatuhan

Penelitian Cuci Tangan Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah


Sakit Puri Raharja Denpasar
Latar Belakang Perilaku cuci tangan perawat merupakan salah
satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap
kesehatan perawat dalam pencegahan terjadinya infeksi
nosokomial. Sebagian besar infeksi dapat dicegah
dengan prilaku mencuci tangan. Perawat memiliki andil
yang sangat besar terhadap terjadinya penyebaran
infeksi karena perawat berinteraksi secara langsung
dengan pasien selama 24 jam (Sulianti, 2008).
Banyak faktor yang berhubungan dengan
perilaku cuci tangan perawat. Menurut Tohamik (2003)
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan
perawat terhadap tindakan pencegahan infeksi (cuci
tangan) adalah faktor internal meliputi karakteristik
individu (jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, masa
kerja, tingkat pendidikan), faktor psikososial (sikap
terhadap penyakit, ketegangan kerja, rasa takut dan
persepsi terhadap resiko), faktor pengetahuan, faktor
motivasi dan kesadaran. Faktor eksternal meliputi
faktor organisasi manajemen, faktor fasilitas, faktor
tempat tugas, dan faktor bahan cuci tangan terhadap
kulit.
Rumah Sakit Puri Raharja Denpasar saat ini
sedang menggalakkan perilaku cuci tangan khususnya
pada perawat. Namun berdasarkan pengamatan,
diketahui bahwa hampir 50% perawat di ruang rawat
inap, tidak melakukan cuci tangan sesuai dengan
prosedur (SPO). Alasan yang dikemukakan
diantaranya keterbatasan waktu, kurang paham dan
kurang praktis. Kondisi seperti ini tentu saja akan
beresiko memunculkan kasus-kasus infeksi nosokomial.
Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik
meneliti hubungan pengetahuan dan sikap terhadap
kepatuhan cuci tangan perawat di Ruang Rawat inap
Rumah Sakit Puri Raharja Denpasar.