Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk meningkatkan kualitas dirinya, baik personal
maupun kolektif. Pendidikan juga merupakan suatu upaya manusia untuk memanusiakan dirinya dan
membedakannya dengan makhluk yang lain. Dengan pendidikan manusia akan dapat menjalani
kehidupannya dengan lebih baik dan bahagia. Hal inilah yang menjadikan pendidikan sangat penting
bagi setiap manusia.

Terkait dengan pentingnya pendidikan bagi setiap manusia, menyebabkan banyak dari
kalangan filosof menganggap pendidikan sebagai investasi yang sangat menguntungkan di masa
mendatang. Melalui pendidikan inilah segala potensi yang dimiliki manusia bisa dikembangkan dan
ditingkatkan yang mana nantinya dapat memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan baik
untuk dirinya sendiri maupun untuk kemaslahatan ummat.

1. Sonny Sumarsono (2003, h 4), Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung dua
pengertian. Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi.
Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu
tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua, SDM menyangkut manusia yang
mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu
melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut
menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat.

2. Mary Parker Follett Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-
tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang
diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Para filosof barat misalnya mempunyai pandangan tersendiri tentang pendidikan sebagai
investasi. Mereka menganggap bahwa pendidikan merupakan investasi yang sangat menguntungkan
bagi kemajuan ekonomi suatu bangsa. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu
pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmurkan
diri, perusahaan dan Negara. Gelar dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya
diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Pandangan pendidikan
seperti ini hanya akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun
status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab. Sehingga
menyebabkan adanya kesenjangan antara tingginya gelar pendidikan yang diraih dengan moral serta
akhlak kehidupan seseorang.

1
Pandangan filosof barat seperti diatas sangatlah berbeda sekali dengan pandangan filsafat
pendidikan islam tentang pentingnya pendidikan yang dijadikan sebagai investasi bagi setiap
manusia. Islam sebenarnya sangatlah mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan
berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya akan memunculkan
kehidupan yang maju dengan dilandasi sosial yang bermoral.

2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pendidikan dalam investasi SDM?
2. Bagaimana cara membangun SDM dalam pendidikan?
3. Bagaimana hubungan pendidikan dengan SDM?

3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pendidikan investasi SDM
2. Untuk mengetahui caramembangun SDM dalam pendidikan
3. Untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan SDM

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakikat pendidikan sebagai investasi SDM

Pengertian pendidikan pada dasarnya sangat banyak macamnya. Banyak diantara para ahli yang
mengungkapkan masing-masing pendapatnya, namun dari sekian banyak pengertian yang
diungkapkan oleh para ahli sebenarnya mengandung arti yang sama. Pendidikan diartikan adalah
salah satu usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan
baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan.
Sejalan dengan pengertian diatas, maka pendidikan memiliki tujuan yang dapat dirumuskan yaitu
sebagai usaha untuk mewujudkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang tergali, terbina dan
terlatih potensi intelektual, spiritual dan emosional, sosial dan fisiknya, sehingga dapat menolong
dirinya dan masyarakat, bangsa dan negaranya. Dengan kata lain, bahwa tujuan pendidikan adalah
membentuk manusia seutuhnya (insan kamil).[1]

Terkait dengan masalah tujuan pendidikan diatas, pendidikan sering diartikan sebagai satu
sektor yang paling penting dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang baik secara materil
maupun non materil. Semakin tinggi pendidikan sesorang maka akan semakin tinggi tingkat kualitas
hidupnya terutama dalam hal kesejahteraan hidupnya di dunia.

Contoh di Negara Amerika telah membuktikan bahwa pendidikan adalah jimat yang dapat
meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang. Hal senada juga diungkapkan oleh Schumacher, ia
menganggap bahwa pendidikan adalah sumber daya yang terbesar. Karena pendidikan mempunyai
peranan yang sangat penting dan menentukan dalam pembangunan nasional pada umumnya dan
pembangunan ekonomi pada khususnya.[3]

Dari alasan itulah, para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah
sebagai investasi sumber daya manusia dimasa depan yang dapat memberi manfaat monoter
ataupun nonmonoter. Manfaat monoter dari pendidikan adalah manfaat ekonomis yaitu berupa
tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu
dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan yang berada di bawahnya sedangkan manfaat
nonmonoter adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi,
kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan
kesehatan yang lebih baik.

Cohn (1979) mengartikan investasi sebagai Upaya untuk meningkatkan nilai tambah barang
ataupun jasa di kemudian hari dengan mengorbankan nilai konsumsi sekarang. Investasi sendiri tidak
hanya menyangkut dengan uang sebagai modal utama untuk menghasilkan keuntungan dimasa
depan, tetapi juga mencakup kualitas manusia berupa pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill)
dan kecakapan yang dimiliki seseorang.

3
Makna investasi ini memiliki arti yang relevan dengan pendidikan, karena dengan adanya
pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan serta sikap seseorang akan semakin positif
dan bertambah. Siapa saja yang berinvestasi melalui pendidikan akan merasakan atau memetik
manfaatnya di kemudian hari atau di masa depan.[4]

Oleh karena itulah, pendidikan merupakan investasi yang sangat penting dalam menghadapi
masa depan dunia secara global. Karena pendidikan menciptakan keajaiban dan perubahan baik
untuk diri sendiri, masyarakat maupun Negara dan bahkan dunia. Hal ini sejalan dengan pernyataan
Nelson Mandela (Pejuang Anti Apartheid) dari Afrika Selatan Education is the most powerful
Weapon which you can use to change the world.

B. Membangun sumber daya manusia


Untuk menyiapkan generasi emas, pendidikan tetap menjadi jalan utama. Dalam hal ini,
pendidikan untuk semua (education for all) menjadi pekerjaan yang perlu dituntaskan. Bukan
sekadar pemerataan, tetapi juga peningkatan kualitas. Upaya tersebut yaitu seperti melakukan
gerakan pendidikan anak usia dini serta penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar. Di
samping itu perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi
negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki
keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik.
Periode saat ini sebagai upaya menyiapkan generasi untuk berpuluh-puluh tahun
mendatang. Generasi masa depan harus dipersiapkan sejak sekarang. Pendidikan harus terus
berikhtiar membangun generasi bangsa yang cakap secara intelektual, anggun secara moral, dan siap
menghadapi tantangan zamannya. Pendidikan juga harus mampu melahirkan generasi bangsa yang
memiliki jiwa dan pikiran besar untuk membangun negerinya. Di sisi lain, yang juga perlu disadari,
pendidikan bukan tanggung jawab pemerintah/negara semata. Pendidikan sebagai jalan kemajuan
negeri ini harus menjadi komitmen dan kesadaran bersama.
Generasi muda Indonesia jangan merasa kalah dengan bangsa asing. Dengan level kualitas
yang dimiliki, generasi muda Tanah Air memiliki kualitas yang hampir sama dan mampu bersaing di
level internasional. Hanya saja, terkadang generasi muda Indonesia memiliki kelemahan dalam tiga
hal yaitu komunikasi dalam Bahasa Inggris, inovatif dan jiwa kewirausahaan, dan terakhir soft skill
yang mencakup penilaian terhadap kemampuan diri sendiri.
Permasalahan dunia dan permasalahan nasional yang semakin komplek menuntut kita untuk
senantiasa belajar agar tidak gagap terhadap perubahan. Jumlah penduduk yang semakin meningkat,
cadangan energi yang kian menipis, ragam budaya yang berbeda, konflik internal dan internasional
mengharuskan kita untuk senantiasa belajar. Fakta yang ada memperlihatkan bahwa pendidikan
konvensional pada saat ini kurang memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah yang ada
malah semakin memperlebar kesenjangan yang ada. Pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan
alternative yang dapat memberikan warna baru dalam dunia pendidikan. Selain itu upaya
peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat juga dilakukan dengan cara yang lain, yaitu :

1. Meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia


2. Menambah lapangan kerja yang memadai
3. Peningkatan perekonomian Indonesia

4
Arah pembangunan sumber daya manusia di indonesia ditujukan pada pengembangan
kualitas sumber daya manusia secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental,
penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai
oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Dengan kata lain, pengembangan sumber daya
manusia di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ), kecerdasan sosial (EQ) dan
kecerdasan spiritual (SQ).

C. Hubungan pendidikan dengan Sumber daya manusia

Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek


kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural, dengan tujuan utama
meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan
tersebut peranan pendidikan amatlah strategis. Pendidikan mampu menciptakan sumber daya
manusia yang berkualitas. Untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus
dilakukan. Karena dengan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dapat memberikan
multiplier efect terhadap pembangunan perekonomian.

.Pendidikan sebagai Investasi bagi Pembangunan Nasional Isu mengenai sumber daya
manusia (human capital) sebagai input pembangunan ekonomi mencoba menjelaskan hubungan
antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan. Teori human
capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi
banyak manfaat, antara lain: diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, efisiensi produksi,
peningkatan kesejahteraan dan tambahan pendapatan seseorang apabila mampu menyelesaikan
tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan di
bawahnya.

Pendidikan merupakan investasi penting dalam menghadapi masa depan dunia secara
global. Untuk itu, pendidikan harus dapat menyiapkan generasi muda abad ke-21 yang unggul,
berdaya saing tinggi dan mampu bekerjasama guna mencapai kemakmuran bagi setiap negara dan
dunia. Namun, Pembangunan tidak akan bisa tumbuh dengan baik walaupun peningkatan mutu
pendidikan atau mutu sumber daya manusia dilakukan, jika tidak ada program yang jelas tentang
peningkatan mutu pendidikan dan program ekonomi yang jelas.

Mengingat pentingnya peran pendidikan tersebut, maka investasi modal manusia melalui
pendidikan di negara berkembang sangat diperlukan walaupun investasi di bidang pendidikan
merupakan investasi jangka panjang secara makro, manfaat dari investasi ini baru dapat dirasakan
setelah puluhan tahun. Keterbatasan dana mengharuskan adanya penetapan prioritas dari berbagai
pilihan kegiatan investasi di bidang pendidikan yang sesuai, dalam jangka panjang akan mendorong
laju pertumbuhan ekonomi. Investasi yang menguntungkan adalah investasi modal manusia untuk
mempersiapkan kreativitas, produktivitas dan jiwa kompetitif dalam masyarakatnya.

5
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Pendidikan sangat penting untuk membangun investasi SDM untuk meningkatkan kualitas
diri baik personal,maupun kolektif untuk menunjang kehidupan yang lebih baik dan bahagia.

Upaya untuk meningkatkan SDM dapat dilakukan dengan ara sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia


b. Menambah lapangan kerja yang memadai
c. Meningkatkan perekoomian di indonesia

Adapun Hubungan pendidikan dengan SDM sangat berkesinambungan yang mencakup


seluruh kehidupan masyarakat,termasuk aspek sosial,aspek ekonomi,politik dan kultural dengan
tujuan meningkatkan kesejahteraan bangsa secara keseluruhan. Hubungan yang diperoleh antara
lain: Kondisi kerja yang baik,efesiensi,produksi,peningkatkan kesejahteraan dan tambahan
pendapatan seseorang apabila mampu menyelesaikan tingkat pendidikan yang lebih tinggi
dibandingkan pendapatan kelulusan tingkat bawah.

6
DAFTAR PUSTAKA

As Said, Muhammad. 2011. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: MITRA PUSTAKA.


Aziz, Abd 2009 . Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta : Penerbit TERAS komplek POLRI Gowok.

Daulay, Haidar Putra. 2009. Pemberdayaan Pendidikan Islam. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Direktorat Jendral Pendidikan Islam. 2006. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang
Pendidikan. Jakarta : Departemen Agama RI.

Suwarno. 1982. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta: BINA AKSARA.


Tafsir, Ahmad. 2006. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Offset.