Anda di halaman 1dari 4

PERSEKUTUAN

(PEMBUBARAN KARENA PERUBAHAN PEMILIKAN)

Bubar: asosiasi mula-mula telah berubah (ada sekutu yang meninggal, sekutu keluar,
keputusan pengadilan tentang pembubaran, masuknya sekutu baru).

Pembubaran persekutuan tidak berarti penghentian usaha.

KONDISI-KONDISI YANG BERAKIBAT PEMBUBARAN


1. Pembubaran karena Tindakan Sekutu
Jangka waktu perjanjian habis atau tercapainya tujuan yang ditetapkan.
Persetujuan bersama.
Pengunduran diri sekutu.
2. Pembubaran Karena Ketentuan Undang-Undang
Meninggalnya salah satu sekutu.
Sekutu atau persekutuan mengalami kebangkrutan.
Kejadian yang membuat cacat hukum terhadap persekutuan atau sekutu.
Perang.
3. Pembubaran karena Keputusan Pengadilan
Ketidakmampuaan sekutu dalam memenuhi kewajibannya.
Sikap sekutu yang merugikan persekutuan.
Perselisihan antar sekutu.
Kelanjutan perusahaan tidak lagi menguntungkan.
Alasan lain (mis; kecurangan).

MASUKNYA SEKUTU BARU


1. Perolehan Kepentingan melalui Pembelian
Kepentingan sekutu baru sebesar hak pemilikan yang dibeli dari sekutu
lama.
Tidak ada penambahan aktiva persekutuan akibat masuknya sekutu baru.
Contoh: A memiliki hak pemilikan di Persekutuan A & B sebesar Rp. 40.000. A menjual
separuh hak pemilikannya kepada C.
Jurnalnya:
Modal A Rp. 20.000
Modal C Rp. 20.000

Apabila sebelum pembelian terjadi dilakukan revaluasi aktiva, maka revaluasi dicatat
lebih dahulu (mis: dicatat dalam akun goodwill)
Goodwill XX
Modal A XX
Modal B XX

2. Perolehan Kepentingan melalui Investasi


Kepentingan sekutu baru sebesar investasi atau sesuai persetujuan
sekutu lama.
Ada penambahan aktiva persekutuan.
Jurnalnya:
Kas XX
Modal C XX

2.1. Investasi dengan Pemberian Bonus bagi Sekutu Lama


Contoh: Persekutuan A dan B bermodal Rp. 30.000,-. C bergabung dengan investasi
Rp. 12.000,- untuk kepentingan (pemilikan).
Modal baru = 30.000 + 12.000 = 42.000
Modal C = x 42.000 = 10.500 (sisanya dibagi sama rata A dan B)
Jurnalnya:
Kas 12.000
Modal A 750

.
Modal B 750
Modal C 10.500
2.2. Investasi dengan Pemberian Goodwill bagi Sekutu Lama
Contoh: Persekutuan A dan B bermodal Rp. 30.000,-. C bergabung dengan investasi
Rp. 12.000,- untuk kepentingan (pemilikan).
Modal baru = 4 x 12.000 = 48.000
Goodwill = 48.000 (12.000 + 30.000) = 6.000
Jurnalnya:
Goodwill 6.000
Modal A 3.000
Modal B 3.000
Kas 12.000
Modal C 12.000

Apabila pembagian laba untuk sekutu baru sebesar proporsi kepentingannya


(kepemilikannya), dan untuk sekutu lama sama seperti rasio semula, maka metode
bonus maupun metode goodwill memberikan hasil yang identik.
Bila proporsi pembagian laba untuk sekutu baru > proporsi kepentingannya,
metode bonus lebih menguntungkan bagi sekutu baru.
Bila proporsi pembagian laba untuk sekutu baru < proporsi kepentingannya,
metode goodwill lebih menguntungkan bagi sekutu baru.

2.3. Investasi dengan Memberikan Bonus bagi Sekutu Baru


Contoh: Persekutuan A dan B bermodal Rp. 30.000,-. C bergabung dengan investasi
Rp. 12.000,- untuk 40% kepentingan (pemilikan).
Modal C = 40% x (30.000 + 12.000) = 16.800
Bonus = 16.800 12.000 = 4.800.
Jurnalnya:
Kas 12.000
Modal A 2.400
Modal B 2.400
Modal C 16.800

2.4. Investasi dengan Memberikan Goodwill bagi Sekutu Baru


Contoh: Persekutuan A dan B bermodal Rp. 30.000,-. C bergabung dengan investasi
Rp. 12.000,- untuk 40% kepentingan (pemilikan).
Modal baru = 100/60 x 30.000 = 50.000
Goodwill = 50.000 (30.000 + 12.000) = 8.000.
Jurnalnya:
Kas 12.000
Goodwill 8.000
Modal C 20.000

KELUARNYA SALAH SATU SEKUTU


1. Pembayaran kepada Sekutu yang Keluar dengan Jumlah Melebihi Saldo
modalnya
2.1. Bonus untuk Sekutu yang Keluar
Contoh: A, B, dan C masing-masing dengan modal Rp. 10.000,-, dengan rasio
pembagian laba 50% : 25% : 25%. C keluar dengan dibayar Rp. 11.500,-.
Bonus = 11.500 10.000 = 1.500 (ditanggung A dan B dengan perbandingan 50 : 25)
Jurnalnya:
Modal A 1.000
Modal B 500
Modal C 10.000
Kas/Utang 11.500

2.2. Goodwill untuk Seluruh Sekutu


Contoh: A, B, dan C masing-masing dengan modal Rp. 10.000,-, dengan rasio
pembagian laba 50% : 25% : 25%. C keluar dengan dibayar Rp. 11.500,-.

.
Goodwill untuk C = 11.500 10.000 = 1.500
Goodwill total = 100/25 x 1.500 = 6.000
Jurnalnya:
Goodwill 6.000
Modal A 3.000
Modal B 1.500
Modal C 1.500

Modal C 11.500
Kas/Utang 11.500

Atau: Goodwill hanya untuk sekutu yang keluar (alasan konservatism)


Jurnalnya:
Modal C 10.000
Goodwill 1.500
Kas/Utang 11.500

2. Pembayaran kepada Sekutu yang Keluar dengan Jumlah Kurang dari Saldo
modalnya
2.1. Bonus untuk Sekutu yang Bertahan
Contoh: A, B, dan C masing-masing dengan modal Rp. 10.000,-, dengan rasio
pembagian laba 50% : 25% : 25%. C keluar dengan dibayar Rp. 8.500,-.
Bonus = 10.000 8.500 = 1.500 (dibagi A dan B dengan perbandingan 50 : 25)

Jurnalnya:
Modal C 10.000
Modal A 1.000
Modal B 500
Kas/Utang 8.500

2.2. Penurunan Goodwill akibat Keluarnya Sekutu


Pembayaran yang lebih rendah Rp. 1.500,- dianggap sebagai penurunan saldo akun
goodwill persekutuan.
Jurnalnya:
Modal C 10.000
Goodwill 1.500
Kas/Utang 8.500

Atau : Keluarnya salah satu sekutu berakibat turunnya goodwill untuk seluruh sekutu
Goodwill untuk C = 10.000 8.500 = 1.500
Goodwill total = 100/25 x 1.500 = 6.000
Jurnalnya:
Modal A 3.000
Modal B 1.500
Modal C 10.000
Goodwill 6.000
Kas/Utang 8.500

SALAH SATU SEKUTU MENINGGAL DUNIA


Alternatif:
1. Persekutuan dibubarkan, perusahaan dilikuidasi.
2. Kedudukan sekutu yang meninggal dilanjutkan ahli warisnya.
3. Perusahaan dilanjutkan oleh sekutu yang masih hidup, kepada ahli waris
sekutu yang meninggal diberikan hak sekutu yang meninggal dari berbagai
alternatif:
Pembayaran dari aktiva persekutuan.
Pembayaran dari sekutu yang masih hidup.
Pembayaran dari klaim asuransi persekutuan oleh sekutu yang ada
yang memperoleh hak kepemilikan sekutu yang meninggal.

.
.