Anda di halaman 1dari 7

PANDUAN KERJA

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

TAHUN 2017

UPT PUSKESMAS KARANGNUNGGAL


Jl. Raya Karangnunggal No. 12 Telp. ( 0265 ) 580 113
BAB I
DEFENISI

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dalam bahasa Inggris yaitu Integrated
Management of Childhood Illness (IMCI) adalah suatu manajemen melalui pendekatan
terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana balita sakit yang datang berobat kefasilitas rawat
jalan pelayanan kesehatan dasar, yang meliputi upaya kuratif terhadap penyakit
pneumonia, diare, campak, malaria, infeksi telinga, malnutrisi dan upaya promotif serta
preventif berupa imunisasi, pemberian vitamin A dan konseling pemberian makan.
(Depkes RI, 2004).

MTBS bukan merupakan suatu program kesehatan tetapi suatu pendekatan/cara


menatalaksana balita sakit. Sasaran MTBS adalah anak umur 0-5 tahun dan dibagi
menjadi dua kelompok sasaran yaitu kelompok usia 1 hari sampai 2 bulan dan kelompok
usia 2 bulan sampai 5 tahun (Depkes RI, 2008).

Materi MTBS terdiri dari langkah penilaian, klasifikasi penyakit, identifikasi


tindakan, pengobatan, konseling, perawatan di rumah dan kapan kembali untuk tindak
lanjut. Bagan penilaian anak sakit terdiri dari petunjuk langkah untuk mencari riwayat
penyakit dan pemeriksaan fisik. Klasifikasi dalam MTBS merupakan suatu keputusan
penilaian untuk penggolongan derajat keparahan penyakit. Klasifikasi bukan merupakan
diagnosis penyakit yang spesifik. Setiap klasifikasi penyakit mempunyai nilai suatu
tindakan sesuai dengan klasifikasi tersebut. Tiap klasifikasi mempunyai warna dasar,
yaitu merah (penanganan segera atau perlu dirujuk), kuning (pengobatan spesifik di
pelayanan kesehatan), dan hijau (perawatan di rumah) sesuai dengan urutan keparahan
penyakit (Depkes RI, 2008). Tiap klasifikasi menentukan karakteristik pengelolaan balita
sakit. Bagan pengobatan terdiri dari petunjuk cara komunikasi yang baik dan efektif
dengan ibu untuk memberikan obat dan dosis pemberian obat, baik yang harus diberikan
di klinik maupun obat yang harus diteruskan di rumah. Alur konseling merupakan
nasihat perawatan termasuk pemberian makan dan cairan di rumah dan nasihat kapan
harus kembali segera maupun kembali untuk tindak lanjut.
BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup kegiatan pelayanan anak sakit dengan penanganan MTBS


meliputi upaya kuratif, promotif dan preventif yaitu :
1. Upaya Kuratif
Yaitu suatu upaya pelayanan kesehatan bayi dan balita sakit usia 2 bulan 5 tahun
yang datang ke fasilitas kesehatan wilayah kerja Puskesmas Kertasemaya sesuai
dengan tatalaksana Manajemen Terpadu Balita Sakit dan memberi rujukan ke poli
lain atau rumah sakit bila diperlukan.
2. Upaya Promotif
Yaitu suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan keluarga untuk perilaku hidup
sehat, misalnya dengan memberikan penyuluhan mengenai pemberian ASI,
pemberian makan pada bayi dan anak melalui media penyuluhan berupa lembar
balik, Kartu Nasehat Ibu, leaflet ataupun poster.
3. Upaya Preventif
yaitu upaya mencegah suatu masalah kesehatan/ penyakit pada anak seperti
pemberian makanan tambahan-pemulihan (PMT-P) pada balita gizi kurang supaya
status balita yang diberi PMT-P meningkat, pemberian Vitamin A untuk
mencegah rabun senja, pemberian obat cacing untuk mencegah kecacingan, dan
zat besi untuk mencegah anemia.
BAB III
TATALAKSANA MTBS

Pelaksanaan Pelayanan Balita Sakit umur 2 Bulan - 5 Tahun


A. Penilaian dan Klasifikasi Anak Sakit
Penilaian, klasifikasi dan menentukan tindakan :
1. Memeriksa tanda bahaya umum
2. Kemudian tanyakan keluhan utama :
a. Apakah anak menderita batuk atau sukar bernafas ?
b. Apakah anak menderita diare ?
c. Apakah anak demam ?
- Klasifikasi malaria
- Klasifikasi campak
- Klasifikasi demam berdarah
d. Apakah anak mempunyai masalah telinga
e. Memeriksa status gizi
f. Memeriksa anemia
g. Memeriksa imunisasi dan vitamin A
3. Menilai masalah keluhan lain
B. Pengobatan
1. Mengajari ibu cara pemberian obat oral dirumah.
a. Antibiotik oral
b. Antimalaria oral
c. Parasetamol
d. Vitamin A
e. Zat besi / tambah darah
f. Obat cacing
2. Mengajari ibu cara mengobati infeksi dirumah
a. Mengobati infeksi mata dengan tetes/ salep mata
b. Mengeringkan telinga dengan kain/ kertas penyerap
c. Mengobati luka dimulut dengan gentian violet
d. Meredakan batuk dan melegakan tenggorokan dengan bahan yang
aman
3. Pemberian pengobatan ini hanya diklinik
a. Antibiotik intramuskular
b. Suntikan artemeter untuk malaria berat
c. Mencegah agar gula darah tidak turun
4. Pemberian cairan tambahan pada diare
a. Rencana Terapi A : penanganan diare dirumah
b. Rencana Terapi B : penanganan dehidrasi ringan/ sedang dengan oralit
c. Rencana Terapi C : penanganan dehidrasi berat
5. Pengobatan lanjutan
a. Pemberian tablet zinc untuk penderita diare
b. Pemberian cairan pra rujukan untuk demam berdarah dengue
c. Tindakan pra rujuk anak sangat kurus disertai diare
C. Konseling Bagi Ibu
1. Makanan
a. Menilai cara pemberian makan anak
b. Anjuran makan untuk anak sehat maupun sakit
c. Menasehati ibu tentang masalah pemberian makan
2. Cairan
Meningkatkan pemberian cairan selama anak sakit
3. Kapan harus kembali
Menasehati ibu kapan harus kembali
4. Menasehati ibu tentang kesehatan sendiri
5. Menasehati ibu tentang penggunaan kelambu untuk pencegahan malaria
D. Pelayanan Tindak Lanjut
1. Pneumonia
2. Diare Persisten
3. Disentri
4. Malaria (Daerah Resiko Tinggi atau Resiko Rendah)
5. Demam mungkin bukan malaria (Daerah Resiko Rendah atau Tanpa
Resiko Malaria)
6. Campak dengan komplikasi pada mata atau mulut
7. Mungkin DBD/ Demam : Mungkin bukan DBD
8. Infeksi Telinga
9. Masalah pemberian makan
10. Anak Kurus
11. Anemia
BAB IV
DOKUMENTASI

A. Pencatatan
1. Buku register pelayanan MTBS
2. Buku rekapan harian
3. Buku pencatatan pemberian terapy
4. Buku catatan kunjungan balita dengan gangguan tumbuh kembang dan gizi
kurang
5. Buku visum

B. Pelaporan
1. Pelaporan Bulanan merupakan hasil kunjungan balita sakit dan yang ditangani
dengan MTBS selama 1 bulan lalu dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten
Tasikmalaya sebelum tanggal 5 setiap bulan.
2. Pelaporan Tahunan merupakan jumlah kunjungan balita sakit dan yang ditangani
dengan MTBS serta klasifikasi penyakitnya selama 1 tahun dan disimpan sebagai
arsip kegiatan pelayanan.

Karangnunggal, 2016

Mengetahui,

Kepala UPT Puskesmas Karangnunggal Bidan Koordinator

dr. H. Syarhan, MM Hj. Elis Resnawati S.Tr.Keb


NIP :19691201 200212 1 004 NIP : 19740619 200604 2 012