Anda di halaman 1dari 12

SOP PENANGGULANGAN DBD

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD PUSKESMAS Tresna Setia Permana


NIP: 196008261988031003
SURADE
1. Pengertian Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang di
tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes
albopictus yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus
Dengeu dari penderita DBD lainnya terutama menyerang
anak-anak, ditandai dengan panas tinggi, perdarahan dan
dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini termasuk salah
satu penyakit yang dapat menimbulkan wabah.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan
penanggulangan dbd
3. Kebijakan SK KEPALA PUSKESMAS SURADE
NO:
4. Referensi Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue
di Indonesia
5. Prosedur/ 1. Penemuan suspek penderita DBD baik aktif dan pasive
angkah-langkah di unit pelayanan kesehatan dengan gejala tidak ada
tanda kedaruratan dilakukan uji Tourniquet dan
dilakukan pemeriksaan laboratorium atau RDT.
2. Jika hasil positif dengan Jumlah trombosit
100.000/l, penderita di rujuk ke Rumah Sakit.
3. Selanjutnya dilakukan Penyelidikan Epidemiologi di
wilayah penderita dan apabila memenuhi kriteria fogging
maka dilakukan pengasapan
4. Jika hasil positif dengan Jumlah trombosit >
100.000/l, penderita tidak perlu di rujuk cukup
dilakukan kontrol dan tetap dilakukan Penyelidikan
Epidemiologi di wilayah penderita apabila memenuhi
kriteria fogging maka dilakukan pengasapan Dan jika
hasil negatif maka akan diberikan pengobatan sesuai
simptomatis.
5. Jika ditemukan penderita dengan tanda kedaruratan
atau penderita dari Rumah Sakit, PE dilaksanakan
berdasarkan laporan dari RS ( S0 dan hasil
laboratorium.
7.Hal yang perlu -
diperhatikan
8.Unit terkait UGD, Rawat Inap, Rawat Jalan ( Poli Umum, Poli Gigi, Poli
KIA/KB ), Pelayanan Obat, Loket.
8. Dokumen terkait -
9. Rekaman
historis N Yang diubah Isi Tanggal mulai
perubahan O Perubahan diberlakukan

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI
DEMAM BERDARAH DENGUE
(DBD)
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD Tresna Setia


PUSKESMAS Permana
NIP:
SURADE 196008261988031003

1. Pengertian Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dengue
yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Agipty
2. Tujuan 1. Sebagai acuan dalam pelacakan kasus DBD.
2. Menurunkan angka kejadian dan kematian karena penyakit
DBD.
3. Kebijakan Permenkes Nomor 45 Tahun 2014
4. Referensi Buku Standar Puskesmas
5. Prosedur/ 1. Petugas menerima laporan dari pelapor tentang adanya kasus

angkah-langkah DBD.
2. Petugas menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan termasuk
surat tugas.
3. Petugas mendatangi lokasi penderita.
4. Petugas melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik penderita.
5. Petugas memeriksa jentik dan kasus panas lain dirumah
penderita dan pada 20 rumah sekitar rumah penderita dan
dengan radius 100 meter serta melakukan larvadisasi (bila
perlu).
6. Petugas mengisi formulir penyelidikan epidemiologi DBD,
formulir W1 dan W2.
7. Petugas melapor ke Dinas Kesehatan dengan menyertakan
formulir PE DBD, Formulir W1 dan W2 serta hasil pemeriksaan
hasil laboratorium darah (bila perlu)
8. Pasien kasus panas lain dirujuk ke puskesmas atau rumah
sakit untuk penanggulangan lebih lanjut.
9. Petugas melakukan koordinasi lintas sektor untuk rencana
tindak lanjut penanganan kasus DBD.
10. Rencana Tindak Lanjut dapat berupa penyuluhan, PSN, dan
atau pengasapan/ fogging.
11. Data pasien dicatat di register pasien
12. Dilakukan kurun waktu 1X24 jam setelah laporan diterima.

7.Hal yang perlu -


diperhatikan
8.Unit terkait Pengelola Surveilans atau petugas lain yang sudah diberi
wewenang.
10. Dokumen 1.Buku pedoman penatalaksanaan DBD
terkait 2.Surat Tugas
3.Formulir PE DBD
4.Formulir W1 dan W2
5.Buku Register DBD

11. Rekaman
historis N Yang diubah Isi Tanggal mulai
perubahan O Perubahan diberlakukan

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD Tresna Setia


PUSKESMAS Permana
NIP:
SURADE 196008261988031003

1. Pengertian Pemeriksaan jentik berkala adalah pemeriksaan tempat-

tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang


dilakukan secara teratur oleh petugas kesehatan atau kader

atau petugas pemantau jentik (jumantik). Kegiatan ini

termasuk memotivasi masyarakat dalam melaksanakan PSN

DBD. Dengan kunjungan yang berulang-ulang disertai

penyuluhan diharapkan masyarakat dapat melaksanakan

PSN DBD secara teratur dan terus menerus.

2. Tujuan Menurunkan angka kesakitan penyakit demam

berdarah yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah

vektor DBD, serta meningkatkan Angka Bebas Jentik

(ABJ) sesuai dengan standar minimal ABJ ( 95%)

dengan memaksimalkan peran serta warga dan tokoh

masyarakat.
3. Kebijakan Permenkes Nomor 45 Tahun 2014
4. Referensi Buku Standar Puskesmas
5. Prosedur/ 1. Petugas memberikan sosialisasi kepada
angkah-langkah kader/perwakilan RT tentang tata cara pelaksanaan
pemantauan jentik
2. Petugas membagikan format pengisian data jentik
kepada masing-masing perwakilan RT, sekaligus
dengan pembagian abate
3. Kader/perwakilan RT melakukan tugasnya untuk
memantau dan mencatat jentik ke setiap rumah,
serta membagikan larvasida (abate)
4. Petugas menginformasikan waktu pengumpulan
format data jentik kepada kader/perwakilan RT
5. Petugas menerima data jentik dari
kader/perwakilan RT
6. Petugas merekap semua data jentik yang telah
terkumpul dan segera menghitung Angka Bebas
Jentik
7. Petugas melaporkan hasil perhitungan ABJ ke
Dinas Kesehatan Kota

7.Hal yang perlu -


diperhatikan
8.Unit terkait Promosi Kesehatan
12. Dokumen
Format Pemantauan Jentik
terkait
13. Rekaman
historis N Yang diubah Isi Tanggal mulai
perubahan O Perubahan diberlakukan

PEMBERANTASAN SARANG
NYAMUK DEMAM BERDARAH
DENGUE (PSN DBD )
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD Tresna Setia


PUSKESMAS Permana
NIP:
SURADE 196008261988031003

1. Pengertian Pemberantasan Sarang Nyamuk Deman Berdarah


Dengue adalah gerakan yang dilakukan secara serentak
dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk
memberantas sarang nyamuk.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah - langkah dalam
melakukan PSN DBD untuk menurunkan populasi
nyamuk penular demam berdarah dengue (Aedes
Aegepty) serta jentiknya.
3. Kebijakan SK KEPALA PUSKESMAS SURADE
NO:
4. Referensi 1. KEPMENKES nomor 581/MENKES/SK/VII/1992
tentang pemberantasan penyakit Demam
Berdarah.
2. PERMENKES RI No.2269/MENKES/PER/XI/2011
tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS).
5. Prosedur/ 1. Petugas Korwil Menyiapkan peralatan PSN
angkah-langkah 2. Petugas Korwil berkoordinasi dengan lintas sektor,
kader, RT/RW untuk melakukan monitoring dan
kunjungan rumah
3. Petugas Korwil tingkat Kelurahan dan tingkat RW
melakukan monitoring kegiatan PSN oleh kader
jumantik
4. Petugas Korwil tingkat Kelurahan dan tingkat RW
melakukan pemeriksaan jentik di bak mandi
warga (khususnya jentik Aedes Aegepty) secara
sampling 10 rumah
5. Petugas korwil tingkat Kelurahan dan tingkat RW
melakukan pencatatan jumlah jentik yang
ditemukan disetiap bak mandi rumah.
6. Petugas Korwil Melaporkan hasil monitoring
kegiatan PSN jumantik dan melaporkan hasil
pemeriksaan jentik secara sampling 10 rumah
kesie Kesling Kecamatan

7.Hal yang perlu -


diperhatikan
8.Unit terkait Wilayah kerja Puskesmas Surade
14. Dokumen
-
terkait
15. Rekaman
historis N Yang diubah Isi Tanggal mulai
perubahan O Perubahan diberlakukan
PENANGGULANGAN KEJADIAN
LUAR BIASA PENYAKIT DBD

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD Tresna Setia


PUSKESMAS Permana
NIP:
SURADE 196008261988031003

1. Pengertian Penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) penyakit DBD


adalah upaya penanggulangan yang meliputi
pengobatan/perawatan penderita, pemberantasan vektor
penular DBD, penyuluhan kepada masyarakat dan
evaluasi/penilaian penanggulangan yang dilakukan
diseluruh wilayah yang terjadi KLB
2. Tujuan Sebagai pedoman langkah-langkah untuk penanggulangan
kejadian luar biasa (KLB) penyakit DBD
3. Kebijakan SK KEPALA PUSKESMAS SURADE
NO:
4. Referensi DepartemenKesehatan RI,
DirektoratJenderalPengendalianpenyakitdanpenyehatanlingk
ungan, 2005, Pencegahandanpemberantasandemamberdarah
dengue di Indonesia
5. Prosedur/ Petugas melakukan penanggulangan kejadian luar biasa
angkah-langkah (KLB ) penyakit DBD Bila terjadi KLB/wabah dilakukan
penyemprotan insektisida (2 siklus dengan interval 1
minggu ), PSN DBD, larvasidasi, penyuluhan di seluruh
wilayah terjangkit, dan kegiatan penanggulangan lainya yang
diperlukan, seperti : pembuatan posko pengobatan dan posko
penanggulangan, penyelidikan KLB, pengumpulan dan
pemeriksaan spesimen serta peningkatan kegiatan surveilans
kasus dan vektor, dan lain lain,
a. Pengobatan/perawatan penderita
Penderita DBD yang berat dirawat dirumah Sakit atau
Puskesmas yang mempunyai fasilitas perawatan,
b. Pemberantasan vektor
1) Pengasapan (fogging/ULV)
a) Pelaksana Petugas dinas kesehatan
kapupaten/Kota, Puskesmas dan tenaga lain
yang telah dilatih,
b) Lokasi meliputi seluruh wilayah terjangkit
c) Sasaran rumah dan tempat tempat umum
d) Insektisida sesuai dengan dosisi
e) Alat Mesin fogging atau ULV.
f) Cara pengasapan/ULV dilsksanakan 2 siklus
dengan interval satu minggu.
2) Pemberantasan sarang nyamuk DBD
a) Pelaksana Masyarakat di lingkungan masing
masing.
b) Lokasi meliputi seluruh wilayah terjangkit dan
wilayah sekitarnya dan merupakan satu
kesatuan epidemologi.
c) Sasaran semua tempat potensi bagi perindukan
nyamuk, tempat penampungan air, barang
bekas, lubang pohon/pembangunan dan
tempat umum.
d) Cara melakukan 3 M plus.
3) Lavarsidasi
a) Pelaksana tenaga dari masyarakat dengan
bimbingan petugas puskesmas/Dinas
Kesehatan Kota.
b) Lokasi meliputi seluruh wilayah terjangkit.
c) Sasaran tempat penampungan Air (TPA) di
rumah dan tempat tempat umum.
d) Larvasida sesuai dengan dosis.
e) Cara larvasidasi dilakukan di selurugh wilayah
KLB.
c. Penyuluhan kesehatan masyarakat
Dinas kesehatan kota bersama Puskesmas menyusun
rencana kegiatan penyuluhan, pelaksanaanya
dikoordinasikan oleh Bupati/Walikota setempat,
kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat (PKM)
meliputi :
1) Pertemuan dengan lintas sektor terkait
Kemendikbud, Kemenag, Pemprov,
Pemkot/Pemkab, kecamatan, Kelurahan, dan lain
lain,
2) Penyuluhan dilaksanakan di sekolah (melalui guru
UKS), tempat ibadah, tempat pemukiman melalui
PKK,
3) Penyuluhan melalui ketua RT/RW,
d. Penilaian penanggulangan kejadian luarbiasa ( KLB )
1) Penilaian Operasional
Penilaian operasional ditunjukan untuk
mengetahui presentase pemberantasan vektor dari
jumlah yang direncanakan,
2) Penilaian epidemologi
Penilaian ini ditunjukan untuk mengetahui dampak
upaya penangulangan terhadap jumlah penderita
dan kematian DBD. Penilaian epidemologi
dilakukan untuk membandingkan data
kasus/kematian DBD sebelum dan sesudah
penanggulangan KLB,
7.Hal yang perlu -
diperhatikan
8.Unit terkait a. Lintas Sektoral
b. Pelayanan umum
c. Kesling
16. Dokumen
-
terkait
17. Rekaman
historis N Yang diubah Isi Tanggal mulai
perubahan O Perubahan diberlakukan
FOGGING

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD Tresna Setia


PUSKESMAS Permana
NIP:
SURADE 196008261988031003

1. Pengertian Kegiatan pemberantasan nyamuk penyebab Demam


Berdarah Dengue (DBD) disuatu wilayah dengan hasil
Penyelidikan Epidemiologi Positif menggunakan insectisida
dalam bentuk asap dengan radius 100 meter sebanyak 2
siklus dengan interval 1 minggu.
2. Tujuan Fogging Fokus dilakukan untuk memutus mata rantai
penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan mencegah
terjadinya KLB dilokasi tempat tinggal penderita DBD dan
rumah/bangunan sekitar serta tempat-tempat umum
berpotensi menjaadi sumber penularan DBD lebih lanjut.
3. Kebijakan SK KEPALA PUSKESMAS SURADE
NO:
4. Referensi
5. Prosedur/ 1. Mempersiapkan alat dan bahan pelaksanaan fogging.
2. Mencampurkan insektisida sesuai dengan dosis yang
angkah-langkah
ditentukan ke dalam Pelarut (Pertamina Dex)
menggunakan gelas ukur yang sudah disediakan dan
pastikan insektisida tercampur rata.
3. Memasukan BBM (Pertamax) kedalam tangka bahan bakar
dan memastikannya terisi penuh sebelum mesin fogging
digunakan.
4. Memasukan insectisida yang sudah dilarutkan kedalam
tangki insektisida dan menutupnya kembali dengan
dengan rapat.
5. Memastikan bagian-bagian mesin seperti pipa larutan,
tabung pengasap, tutup tangki bahan bakar, tangki
insektisida sudah terpasang dengan benar serta
kencangkan semua mur dan baut.
6. Hidupkan mesin fogging dengan memompa dan mengatur
tombol kran bensin secukupnya, apabila mesin dalam
keadaan baik akan segera hidup segera hidup.
7. Tunggu beberapa saat sampai mesin hidup dengan
sempurna dan buka kran larutan insektisida, maka
larutan akan mengalir dan segera tersembur dalam bentuk
asap.
8. Pengsapan dimulai dari rumah bagian belakang lalu depan
dan untuk rumah yang bertingkat dimulai dari lantai atas
dan dilakukan dengan radius 100 meter dari rumah
penderita.
9. Selanjutnya di luar rumah jangan melawan arah angin,
bila angin berlawanan dengan arah dengan penyemprot,
moncong mesin fogging diarahkan ke belakang
membentuk sudut < 30(hampir sejajar dengan
permukaan tanah).
10.Selesai fogging, semua bagian yang terkena larutan/cairan
bahan kimia harus dibersihkan dan kosongkan tangki
bahan bakar serta tangki insectisida. Biarkan mesin
dingin kembali.
11.Pengasapan dilakukan 2 siklus dengan interval waktu 5-7
hari.

7.Hal yang perlu -


diperhatikan
8.Unit terkait 1. Program Kesehatan Lingklungan
2. Program Surveilans
3. Seksi Kesmas Kelurahan
4. RT, RW dan Kelurahan yang bersangkutan.
18. Dokumen
-
terkait
19. Rekaman
historis N Yang diubah Isi Tanggal mulai
perubahan O Perubahan diberlakukan