Anda di halaman 1dari 3

1. Cari contoh reduktor dan oksidator!

Jawaban:
Oksidator Reduktor
MnO2 H2
MnO4- H2S
CrO42- X-
Cr2O72- L
ClO3- Fe2+
BrO3- Sn2+
IO3- Cr2O42-
HNO3 NO2-
H2SO4 SO32-
H2O2 AsO43-
H+ S2O32-
O3 CO2

2. Mengapa nanopartikel emas muncul pada pick 520 nm?


Jawaban:
Hal itu karena larutan nanopartikel Au (AuNPs) tampak berwarna merah. Sehingga Pada
spektra absorpsi sinar tampak, SPR nanopartikel Au (AuNPs) secara spesifik muncul pada
panjang gelombang 520 nm. Namun absorpsi pada panjang gelombang tersebut dapat
mengalami pergeseran merah atau biru, tergantung pada bentuk, ukuran, orientasi
nanopartikel, jarak antar nanopartikel, danjuga kondisi dielektrik di sekitarnya. Perubahan
warna koloid AuNPs dalam air dari merah menjadi biru dapat diamati jika terjadi agregasi
yang signifikan hingga terbentuk klaster Au.
3. Mengapa nanopartikel perak dengan warna kuning muncul pada pick 420 nm?
Jawaban:
Sebab warna kuning yang dimiliki nanopartikel perak (AgNPs) menghasilkan puncak SPR
pada 420 nm. Dimana warna kuning tersebut mengindikasikan terbentuknya nanopartikel
perak sebagai hasil dari fenomena SPR. Adapun dalam analisis serapan SPR, frekuensi dan
lebar pita serapan SPR bergantung pada bentuk dan ukuran partikel logam dan juga konstanta
dielektrik dan medium sekitar partikel logam. Meningkatnya intensitas serapan SPR dapat
dihubungkan dengan peningkatan jumlah partikel dalam medium realsi.
4. Ringkas jurnal
Jawaban:
Judul Jurnal: Deteksi Kolorimetri Ion Mercury(II) dalam larutann encer menggunakan
Nanopartikel Perak.
Nanoteknologi merupakan inovasi teknologi yang menarik dari penelitian yang
berkaitan dengan bidang produksi, ukuran, dan bentuk. Nanosains dan nanoteknologi
merupakan kajian ilmu dan rekayasa material dalam skala nanometer yang sedang
dikembangkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Salah satu bagian nanoteknologi yang
merupakan aspek penting adalah nanopartikel karena sudah diaplikasikan dalam berbagai hal
yang tak terhitung banyaknya.
Diantara semua sintesis nanopartikel, sintesis nanopartikel logam perak dan emas
paling banyak mendapat perhatian karena dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Seperti halnya, untuk analisis konsentrasi merkuri dalam
lingkungan, digunakan suatu nanopartikel emas atau pun nanopartikel perak sebagai sensor
kolorimetrik yang menguntungkan dengan biaya murah dan deteksi cepat merkuri dalam
lingkungan. Metode analisis dengan nanopartikel emas maupun perak ini mengubah
konsentrasi analit ke dalam perubahan warna, yang memiliki potensi yang sederhana di
bidang kualitatif dan kuantitatif melalui deteksi kolorimetri atau mata telanjang. Dengan
demikian, metode kolorimetri menggunakan AgNPs dan AuNPs telah terbukti menjadi alat
yang menjanjikan untuk memantau tingkat merkuri, terutama di area sangat polusi.
Sebagaimana dalam jurnal ini, suatu sintesis baru kimia ramah lingkungan dari
nanopartikel perak (AgNPS) diperkenalkan dengan biaya murah, cepat dan metode analisis
yang mudah diguanakan untuk deteksi ion merkuri. Penelitian ini hadir untuk membahas
lapoaran pertama dari biosintesis AgNP menggunakan ektraak jambu air untuk menggantikan
bahan kimia beracun dan diaplikasikan untuk deteksi kolorimetri raksa. Ekstrak buah berair
dari jambu air itu digunakan pertama kali sebagai bioreduktor untuk sintesis AgNPS yang
stabil.
Adapun eksperimen dilakukan dengan mempersiapkan bahan terlebih dahulu, seperti
perak nitrat, buah jambu air segar yang diperoleh dari pasar lokal Indonesia serta bahan lain
yang diperlukan. Kemudian, dibuat biosintesis nanopartikel perak dengan merebus 50 gram
jambu air yang telah dipotong-potong dalam 50 mL air selama 15 menit dengan suhu 80oC.
Setelah mendidih, kemudian dipisahkan dari padatan kecil yang tersisa dengan penyaringan
melalui kertas saring Whatman untuk mendapatkan ekstraknya.
Lalu, larutan berair dari 1Mm AgNO3 sudah disiapkn dalam labu erlenmeyer dan
volume ektrak buah yang sesuai ditambahkan untuk mereduksi ion Ag(I) menjadi Ag(0).
Produksi AgNPS dapat diselesaikan selama 30 menit dengan bantuan iradiasi cahaya
matahari. Sintesis nanopartikel perak (AgNPS) yang telah dibuat mempunyai warna kuning
kecoklatan dengan resonansi permukaan plasmon pada puncak 420 nm yang telah diuji
dengan biospectrometer Uv-Visible.
Selanjutnya deteksi kolorimetri ion raksa dilakukan dengan cara menambahkan ion
raksa dalam sampel cair ke dalam AgNPS yang telah disediakan. Pada penelitian ini, AgNPS
diuji untuk diaplikasikan sebagai sensor kolorimetri pada deteksi ion Hg(II). Dimana
penambahan ion Hg(II) kemudian mengubah warna AgNPS menjadi tidak berwarna.
Perubahan warna tersebut sebanding dengan konsentrasi ion Hg(II). Metode ini menunjukkan
selektivitas yang baik dan kepekaan terhadap ion Hg(II). Metode ini telah berhasil diterapkan
untuk penentuan ion Hg(II) dengan persisi lebih baik 5%.