Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
ISK adalah adanya bakteri pada urin yang disertai dengan gejala infeksi.
Ada pula yang mendefinisikan ISK sebagai gejala infeksi yang disertai adanya
mikroorganisme patogenik (patogenik : yang menyebabkan penyakit) pada
urine, uretra (uretra : saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan
dunia luar), kandung kemih, atau ginjal.
ISK sering terjadi pada bayi dan anak-anak kecil dan merupakan suatu
keadaan yang perlu dicermati karena 5% dari penderitanya hanya
menunjukkan gejala yang amat samar dengan risiko kerusakan ginjal yang
lebih besar dibandingkan anak-anak yang sudah lebih besar. Pengenalan awal,
pengobatan yang tepat dan mengetahui faktor dasar yang mempermudah
infeksi lebih jauh penting untuk mencegah perjalanan penyakit untuk menjadi
pyelonefritis atau urosepsis dan menghindari sekuele akhir seperti jaringan
parut pada ginjal dan gagal ginjal.1
ISK dapat terjadi pada 5% anak perempuan dan 1-2% anak laki-laki.2
Kejadian ISK pada bayi baru lahir dengan berat lahir rendah mencapai 10-100
kali lebih besar dibanding bayi dengan berat lahir normal (0,1-1%). Sebelum
usia 1 tahun, ISK lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Sedangkan
setelahnya, sebagian besar ISK terjadi pada anak perempuan. Rasio ini terus
meningkat sehingga di usia sekolah, kejadian ISK pada anak perempuan 30
kali lebih besar dibanding pada anak laki-laki. Dan pada anak laki-laki yang
disunat, risiko ISK menurun hingga menjadi 1/5-1/20 dari anak laki-laki yang
tidak disunat.