Anda di halaman 1dari 16

PEMBAHASAN

2.1 Teknologi Terapan Dalam Pelayanan Persalinan

2.2 Macam Macam Alat Dalam Pelayanan Kebidanan


A. Management Nyeri Dengan Zid Bath
1. Pengertian Zid Bath ( Kompres )
Pemeriksaan suhu merupakan salah satu pemeriksaan yang
digunakan untuk menilai kondisi metabolisme dalam tubuh,
dimana tubuh menghasilkan panas secara kimiawi melalui
metabolism darah.
Kompres atau Zid bath adalah bantalan dari meteri lainnya
yang dilipat-lipat, dikenakan dengan tekanan, kadang-kadang
mengandung obat dan dapat bersih ataupun kering, panas ataupun
dingin.
a. Kompres Hangat
Memberikan rasa hangat pada daerah tertentu dengan
menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada
bagian tubuh yang memerlukan. Kompres hangat diberikan
satu jam atau lebih.
b. Kompres Dingin
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kompres adalah kain
pembebat yang dibasahi dengan air dingin (es, dan sebagainya)
untuk menyejukkan kepala dan sebagainya.
2. Tujuan pemberian kompres :
a. kompres panas
Pada umunya bertujuan untuk meningkatkan perbaikan dan
pemulihan jaringan.
Tujuan khususnya yaitu :
1. memperlancar sirkulasi darah
2. mengurangi rasa sakit
3. memberi rasa hangat, nyaman, dan tenang pada klien
4. merangsang peristatik usus
5. memperlancar pengeluaran eksudat
b. Kompres dingin
1. menurunkan suhu tubuh
2. mencegah peradangan meluas
3. mengurangi kongesti (akumulasi abnormal atau
berlebihan dari cairan tubuh)
4. mengurangi perdarahan setempat
5. mengurangi rasa sakit pada daerah setempat

3. Mekanisme kompres terhadap tubuh (Barbara R Hegner, 2003)


Kompres panas dan dingin mempengaruhi tubuh dengan cara yang
berbeda.
a. Kompres dingin mempengaruhi tubuh dengan cara
1. Menyebabkan pengecilan pembuluh darah
(Vasokonstriksi).
2. Mengurangi oedema dengan mengurangi aliran darah
ke area.
3. Mematirasakan sensasi nyeri.
4. Memperlambat proses kehidupan.
5. Memperlambat proses
inflamasi/peradangan(bengkak,kemerahan )
6. Mengurangi rasa gatal.
b. Kompres Panas (diatermi) mempengaruhi tubuh dengan
cara
1. Memperlebar pembuluh darah (Vasodilatasi).
2. Memberi tambahan nutrisi dan oksigen untuk sel dan
membuang sampah-sampah tubuh.
3. Meningkatkan suplai darah ke area-area tubuh.
4. Mempercepat penyembuhan.
5. Dapat menyejukkan
4. Derajat suhu air untuk kompres (Wolf, 1984)
a. Dingin sekali dibawah 13C (55F)
b. Dingin 10 18C (50 65F)
c. Sejuk 18 26C (65 80F)
d. Hangat kuku 26 34C (80 93F)
e. Hangat 34 37C (93 98F)
f. Panas 37 41C (98 105F)
g. Sangat panas 41 46C (105 115F)

5. Cara penggunaan kompres


a. kompres panas basah
persiapan alat
1. kom berisi air hangat (40-46c)
2. bak steril berisi 2buah kasa beberapa potong dengan
ukuran
3. kasa perban/kain segitiga
4. pengalas
5. sarung tangan bersih di tempatnya
6. bengkok 2buah (satu kosong, satu berisi larutan Lysol
3%)
7. waslap 4 buah
8. pinset anatomi 2 buah
9. korentang
Cara kerja
1. Dekatkan alat-alat kedekat klien
2. Perhatikan privacy klien
3. Cuci tangan
4. Atur posisi klien yang nyaman
5. Pasang pengalas dibawah daerah yang akan dikompres
6. Kenakan sarung tangan lalu buka balutan perban bila
diperban. Kemudian, buang bekas balutan ke dalam
bengkok kosong
7. Ambil beberapa potong kasa dengan pinset dari bak
seteril, lalu masukkan ke dalam kom yang berisi cairan
hangat.
8. Kemudian ambil kasa tersebut, lalu bentangkan dan
letakkan pada area yang akan dikompres
9. Bila klien menoleransi kompres hangat tersebut, lalu
ditutup/dilapisi dengan kasa kering. selanjutnya dibalut
dengan kasa perban atau kain segitiga
10. Lakukan prasat ini selama 15-30 menit atau sesuai
program dengan anti balutan kompres tiap 5 menit
11. Lepaskan sarung tangan
12. Atur kembali posisi klien dengan posisi yang nyaman
13. Bereskan semua alat-alat untuk disimpan kembali
14. Cuci tangan
15. Dokumentasikan tindakan ini beserta responnya.

Hal yang perlu diperhatikan :

b. Kain kasa harus diganti pada waktunya dan suhu


kompres di pertahankan tetap hangat
c. Cairan jangan terlalu panas, agar kulit jangan sampai
kulit terbakar
d. Kain kompres harus lebih besar dari pada area yang
akan dikompres
e. Untuk kompres hangat pada luka terbuka, peralatan
harus steril. Pada luka memar atau bengkak, peralatan
tidak perlu steril yang penting bersih.
b. Kompres panas kering menggunakan buli-buli panas
Persiapan alat :
a. buli-buli panas dan sarung
b. termos berisi air panas/termometer air panas
c. lap kerja

Cara kerja
1. Cuci tangan
2. Lakukan pemasangan telebih dahulu pada buli-buli
panas dengan cara : mengisi buli-buli dengan air
panas, kencangkan penutupnya kemudian membalik
posisi buli-buli berulang-ulang, lalu kosongkan
isinya. Siapkan dan ukur air yang di inginkan (50-
60c)
3. Isi buli-buli dengan air panas sebanyak kurang lebih
setengah bagian dari buli-buli tesebut.
Lalu keluarkan udaranya dengan cara :
a. Letakkan atau tidurkan buli-buli di atas meja atau
tempat datar.
b. Bagian atas buli-buli di lipat sampai kelihatan
permukaan air di leher buli-buli
c. Kemudian penutup buli-buli di tutup dengan
rapat/benar
d. Periksa apakah buli-buli bocor atau tidak lalu
keringkn dengan lap kerja dan masukkan ke dalam
sarung buli-buli
4. Bawa buli-buli tersebut ke dekat klien
5. Letakkan atau pasang buli-buli pada area yang
memerlukan
6. Kaji secara teratur kondisi klien untuk mengetaui
kelainan yang timbul akibat pemberian kompres
dengan buli-buli panas, seperti kemerahan, ketidak
nyamanan, kebocoran.
7. Ganti buli-buli panas setelah 30 menit di pasang
dengn air anas lagi, sesuai yang di kehendaki
h) Bereskan alat alat bila sudah selesai
8. Cuci tangan
9. Dokumentasikan

Hal-hal yang perlu di perhatikan :

1. Buli-buli panas tidak boleh diberikan pada klien


pendarahan
2. Pemakaian buli-buli panas ada bagian abdomen,
tutup buli-buli mengarah ke atas/samping
3. Bagian kaki, tutup buli-buli mengarah ke
bawah/samping
4. Buli-buli harus diperiksa dulu/cincin karet pada
penutupnya

Kompres Hangat dilakukan:


1. Pada radang persendian
2. Pada kekejangan otot
3. Bila perut kembung
4. Bila ada bengkak (abses) akibat pemberian suntikan
5. Bila pasien kedinginan (misalnya akibat narkose,
iklim atau ketegangan dll)
6. Pada bagian tubuh yang abses
7. Bila ada haematoom Sekilas Info

c. Kompres basah
Kompres basah diberikan pada bagian tubuh untuk
memberi efek lokal. Kompres dingin sering kali digunakan
untuk meredakan perdarahan dengan cara mengkonstriksi
pembuluh darah, meredakan inflamasi dengan
vasokonstrisi, dan meredakan nyeri dengan memperlambat
kecepatan konduksi saraf, menyebabkan mati rasa, dan
bekerja sebagai counterirritant
1. Kompres dingin basah dengan larutan obat anti septic:
Persiapan alat
a. Mangkok bertutup steril
b. Bak steril berisi pinset steril anatomi 2buah
c. Cairan anti septic berupa PK 1:4000, revanol
1:1000 sampai 1:3000 larutan betadin
d. Pembalut dan sampiran bila perlu
e. Perlak, pengalas dan kain kasa (bila perlu)
Cara Kerja :
a. Dekatkan alat ke dekat klien
b. Pasang sampiran
c. Cuci tangan
d. Pasang perlak pada area yang akan di kompres
e. Mengocok obat atau larutan bila terdapat endapan
f. Tuangkan cairan kedalam mangok steril
g. Masukkan beberapa potong kasa kedalam
mangkok
h. Peras kain kasa tersebut dengan menggunakan
pinset
i. Bentangkan kain kasa dan letakkan kasa di atas
area yang dikompres dan di balut
j. Bentangkan kain kasa dan letakkan kasa di atas
area yang dikompres dan di balut
k. Bereskan alat-alat setelah selesai tindakan
l. Cuci tangan
m. Dokumentasikan

Hal yang perhatikan :

1. Kain kasa harus sering dibasai agar tetap basah


2. Pada luka bakar kotor kasa diganti tiap 1-2 jam
3. Perhatikan kulit setempat/sekitarnya. Bila terjadi
iritasi segera laporkan
4. Pada malam hari agar kelembapan kompres
bertahan lama, tutupi dengan kapas sublimat.

d. Kompres dingin basah dengan air biasa/air es


Kompres basah adalah balutan kasa basah yang
sering diletakkan di atas luka terbuka. Kompres kasa dan
kemasan basah dapat diberikan dalam bentuk panas atau
dingin.
Tujuan
1. Membersihkan luka
2. Mengobati luka
3. Mencegah kekeringan pada luka tertentu
Persiapan alat :
1. Kom kecil berisi air biasa/air es
2. Pengalas dan sampiran (bila perlu)
3. Beberapa buah waslap/kain kasa dengan ukuran
tertentu Cara Kerja :
1. Dekatkan alat-alat ke klien
2. Pasang sampiran bila perlu
3. Cuci tngan
4. Pasang pengalas pada area yang akan dikompres
5. Masukkan waslap/kain kasa kedalam air biasa atau air
es lalu diperas sampai lembab
6. Letakkan waslap/kain kasa tersebut pada area yang
akan dikompres
7. Ganti waslap/kain kasa tiap kali dengan waslap/kain
kasa yang sudah terendam dalam air biasa atau air es.
8. Diulang-ulang sampai suhu tubuh turun
9. Rapikan klien dan bereskan alat-alat bila prasat ini
sudah selesai
10. Cuci tangan
11. Dokumentasikan

Hal yang harus diperhatikan :

1. Bila suhu tubuh 39c/lebih, kompres dilipat paha/ketiak


2. Pada pemberian kompres dilipat paha, selimut
diangkat dan dipasang busur selimut di atas dada dan
perut klien agar seprei atas tidak basah
6. Kontraindikasi
a. Kontraindikasi pemberian kompres panas, yaitu:
1. Pada 24 jam pertama setelah cedera traumatik. Panas akan
meningkatkan perdarahan dan pembengkakan
2. Peradarahan aktif. Panas akan menyebabkan vasdilatasi
dan meningkatkan perdarahan
3. Edema noninflamasi. Panas meningkatkan permeabilitas
kapiler dan edema.
4. Tumor ganas terlokalisasi. Karena panas mempercepat metabolisme
sel, pertumbuhan sel, dan meningkatkan sirkulasi, panas dapat
,mempercepat metastase (tumor sekunder)
5. Gangguan kulit yang menyebabkan kemerahan atau lepuh.
Panas dapat membakar atau menyebabkan kerusakan kulit
lebih jauh.
b. Kontraindikasi pemberian kompres dingin, yaitu:
1. Luka terbuka dengan meningkatkan kerusakan jaringan
karena mengurangi aliran ke luka terbuka
2. Gangguan sirkulasi. Dingin dapat mengganggu nutrisi
jaringan lebih lanjut dan menyebabkan kerusakan jaringan.
Pada klien dengan penyakit raynaud, dingin akan
meningkatkan spasme arteri
3. Alergi atau hipersensitivitas terhadap dingin. Beberapa
klien memiliki alergi terhadap dingin yang
dimanisfestasikan dengan respon inflamasi (mis, eritema,
hive, bengkak, nyeri sendi, dan kadang-kadang spasme
otot), yang dapat membahayakan jika orang tersebut
hipersensitif.

B. Terapi Panas ( hot pack)

1. Pengertian Hot Pack


Terapi panas merupakan terapi dengan menggunakan panas.
Pemberian panas adalah memberikan rasa hangat pada bagian
tubuh yang memerlukan, sedangkan kompres adalah salah satu
metode fisik yang digunakan untuk menurunkan suhu tubuh bila
anak demam yang sudah dikenal sejak zaman dulu. Kompres
panas membantu meredakan sakit yang berhubungan dengan
radang sendi dan otot kaku dengan mengurangi ketegangan dan
melancarkan aliran darah.

2. Tujuan
a. Untuk meningkatkan sirkulasi pada daerah tertentu.
b. Untuk meningkatkan rasa nyaman dan relaksasi.
c. Untuk mempercepat pengeringan luka.
d. Untuk memanaskan bagian tubuh tertentu.
e. Untuk mempercepat penyembuhan.
f. Untuk merangsang peristaltik usus.

3. Panas antara lain dapat diberikan kepada seorang penderita dengan


perantara:

a. Kendi
Antara lain terdapat kendi yang terbuat dari batu atau
logam. Pada penggunaannya kendi ini diisi dengan air
mendidih, namun pada kebanyakan hal tersebut sudah tidak
dipergunakan lagi. Yang sekarang digunakan adalah kendi
yang dilebur padat, yang dapat diisi dengan air atau paraffin.
Kendi ini dipanaskan sampai mencapai suhu 90C atau
dipertahankan pada suhu tersebut dalam sebuah pemanas
kendi.
b. Kantung Air Panas
Kantung air panas merupakan kantung karet dapat
ditutup dengan sekrup diperlengkap dengan penutup karet /
sebuah lempeng karet. Kantung diisi dengan air yang panasnya
80C. Air yang mendidih akan merusak kantung yang terbuat
dari bahan karet. Kantung air panas diisi air panas sampai 1/3
penuh.

Peralatan yang diperlukan :


1) Kantung air panas.
2) Air panas.
3) Kantung atau sarung flannel (misalnya sarung kecil).
4) Handuk.
Cara Kerja :
a. Periksalah keadaan kantung air panas.
b. Isi kantung air panas dengan sejumlah air panas yang
dibutuhkan.
c. Hilangkan udara yang terdapat dalam kantung air panas
dengan meletakkan kantung air panas secara mendatar, leher
mulut kantung sedikit ditinggikan, turunkan perlahan hingga
udara dalam kantung terdorong oleh air keluar.
d. Tutup kantung dengan skrup penyumbatnya.
e. Keringkan bagian luar dan dalam leher mulut kantung.
f. Periksa kantung air panas bocor ataukah tidak.
g. Pasang kantung/ sarung flannel untuk membungkus kantung
air panas.
h. Letakkan kantung itu pada kaki penderita / tempat lain yang
diinginkan dan tidak boleh pada bagian tubuh yang telanjang.
i. Pada penggunaan yang berlangsung lama, jangan sampai lupa
memeriksa kulit penderita pada tempat diletakkannya kantung.

c. Bantal Listrik
Bantal listrik jarang sekali dipergunakan. Misalkan saja seorang
penderita membutuhkannya, maka hendaknya kita selalu
mengingat hal- hal berikut ini:
1) Sebelum kita memakainya, lebih dahulu harus ada pemeriksaan
apakah kawat, steker dan sakelarnya baik keadaannya.
2) Panaskan bantal kecil pada kedudukan yang paling tinggi,
kemudian biarkan terlebih dahulu menguap (di luar tempat tidur
penderita).
3) Selanjutnya pasanglah sakelar pada kedudukan arus listrik yang
paling rendah, usahakan agar sakelar tidak sampai berada di bawah
selimut penderita dan jaga pula agar tidak dapat bersentuhan
dengan air.
4) Harus diamati agar penderita tidak sampai mengubah kedudukan
sakelar yang sudah ditetapkan tadi.

d. Selimut Listrik
Cara penggunaan selimut listrik sama seperti penggunaan bantal
listrik
e. Lampu Infra Merah
Lampu infra merah merupakan sebuah sumber panas dengan sinar
tertentu yang dipancarkan. Sinar infra merah dipancarkan pada
tubuh panderita untuk memperoleh rasa hangat pada tubuhnya.

4. Keuntungan dan kerugian terapi panas


a. Keuntungan
1) Memenuhi kebutuhan rasa nyaman pada klien.
2) Mudah dan Praktis.
3) Memberikan rasa hangat.
4) Mengurangi dan membebaskan rasa nyeri.
b. Kerugian

1) Pada 24 jam pertama setelah cedera traumatik. Panas akan


meningkatkan perdarahan dan pembengkakan.
2) Perdarahan aktif. Panas akan menyebabkan vasodilatasi dan
meningkatkan Perdarahan.
3) Edema noninflamasi. Panas meningkatkan permeabilitas kapiler
dan edema.
4) Tumor ganas terlokalisasi. Karena panas mempercepat
metabolisme sel, pertumbuhan sel, dan meningkatkan sirkulasi,
panas dapat, mempercepat metastase (tumor sekunder).
5) Gangguan kulit yang menyebabkan kemerahan atau lepuh. Panas
dapat membakar atau menyebabkan kerusakan kulit lebih jauh.

C. Terapi Dingin ( Cold Pack)

1. Pengertian
Terapi dingin dikenal sebagai cryotherapy yang bekerja pada
prinsip pertukaran panas. Hal ini terjadi ketika menempatkan objek
pendingin dalam kontak langsung dengan objek suhu yang lebih
hangat, seperti es terhadap kulit. Objek dingin akan menyerap panas
dari objek yang lebih hangat. Setelah cedera, pembuluh darah akan
memberikan oksigen dan nutrisi kepada sel-sel yang rusak. Sel-sel di
sekitar cedera meningkatkan metabolisme dalam upaya
mengkonsumsi lebih banyak oksigen.
Ketika seluruh oksigen digunakan, sel-sel akan mati serta
pembuluh darah yang rusak tidak bisa membuang sampah. Sel darah
dan cairan meresap ke dalam ruang di sekitar otot yang
mengakibatkan pembengkakan dan memar. Saat es ditempelkan
akan menyebabkan suhu jaringan yang rusak menurun melalui
pertukaran panas dan menyempitkan pembuluh darah lokal. Hal ini
memperlambat metabolisme dan konsumsi oksigen, sehingga
mengurangi laju kerusakan. Proses tersebut menghentikan transfer
impuls ke otak yang mendaftar sebagai nyeri. Kebanyakan terapi dan
dokter menyarankan untuk tidak menggunakan terapi panas setelah
cedera, karena hal ini akan memiliki efek sebaliknya dari terapi
dingin. Panas meningkatkan aliran darah dan melemaskan otot-otot.
Hal itu baik untuk meredakan ketegangan otot, tetapi hanya akan
meningkatkan rasa sakit dan pembengkakan cedera dengan
mempercepat metabolisme. Terapi dingin harus selalu digunakan
sesegera mungkin setelah cedera terjadi. Terapi dingin dilakukan
sekitar 15 hingga 20 menit selama 48 jam.

2. Tujuan Umum :
a. Menurunkan suhu tubuh.
b. Mengurangi rasa nyeri.
c. Mengurangi atau menghentikan pendarahan.
d. Mencegah perluasan infeksi.
e. Mengurangi odema.
f. Luka menjadi bersih.

3. Suhu dingin antara lain dapat diberikan dengan mempergunakan


peralatan:
a. Kompres Es
Ke dalam sebuah baskom, masukkan beberapa bongkah es yang
berukuran kecil. Kita memakai dua kompres untuk tujuan yang sama,
kita dapat pula mempergunakan sarung tangan pengusap badan yang
basah yang kita letakkan di atas bongkah es tersebut. Gunakan
kompres es secara bergantian dan mendinginkannya secara berurutan,
dengan cepat. Kompres yang kita pergunakan tidak boleh terlalu
basah, sehingga airnya menetes.
b. Kantung Es dan Kerah Es
Kantung es adalah sebuah kantung karet yang tipis, yang ditutup
dengan mempergunakan sebuah sumbat sekrup dan sebuah cincin
karet atau sebuah lempeng karet. Hal yang sama berlaku juga bagi
kerah es, hanya bentuknya saja yang berbeda dan ia dipergunakan
khusus untuk leher. Sebuah kantung es harus didinginkan kembali
pada waktunya, yaitu sebelum es yang terakhir mencair. Berapa
cepatnya es itu akan mencair, bergantung pada suhu penderita dan
suhu sekitarnya.

4. Peralatan yang diperlukan :


1) Kantung es atau kerah es.
2) Potongan es yang kecil- kecil.
3) Peniti atau penusuk es.
4) Sarung kecil yang terbuat dari bahan flannel.
5) Handuk.

5. Cara Kerja :
1) Sebelum dipergunakan, periksa dahulu keadaan kantung dan
kerah es.
2) Potongan es kecil- kecil dari lemari es, dimasukkan ke dalam
baskom. Jika diperlukan potongan es yang lebih kecil lagi, kecilkan
dengan menggunakan peniti atau penusuk. Untuk mengerjakannya
membutuhkan alas bersih. Jika terdapat ujung yang runcing,
Tumpulkan dengan membilasnya di bawah pancuran, kemudian isi
kantung es.
3) Air yang berasal dari es mencair dan udara yang terdapat di
dalam kantung es harus di keluarkan.
4) Tutup kantung atau kerah es.
5) Setelah bagian luarnya dikeringkan, periksa kantung es jika
terjadi kebocoran. Kemudian masukkan kantung tersebut ke dalam
sarung kecil yang terbuat dari bahan flanel. Kantung tidak boleh di
letakkan diatas kulit telanjang pasien.
Keuntungan dan Kerugian Terapi Dingin
a. Keuntungan
1) Alat dan bahan mudah ditemukan dan digunakan di rumah.
2) Murah.
3) Persiapan yang sedikit.
4) Baik untuk luka ringan yang hanya memerlukan terapi dingin untuk
satu samapi dua hari.
b. Kerugian
1) Es sebagai bahan dari terapi dingin mudah jatuh serta sulit untuk
menjaga es di tempat.
2) Es cepat mencair dan dapat membuat berantakan terutama jika
melakukan terapi dingin di tempat tidur.
3) Es diterapkan pada permukaan sendi secara terbatas.
4) Hanya dapat diterapkan untuk jangka waktu yang singkat (10-20
menit).
5) Sulit digunakan untuk cedera yang lebih besar atau setelah operasi
karena berbagai alasan.
DAPTAR PUSTAKA

Eko,Nurul W. 2010. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.


Yogyakarta : Pustaka Rihana
Prasetyo,Nian,Sigit. 2010. Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Jakarta :
Graha Ilmu
Widyanti,W.2004. Majalah Keperawatan (Nursing Journal of Padjadjaran
University), Bandung : Program Studi Ilmu Keperawatan. hal 81
Kozier,Barbara. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan:Konsep,Proses,
dan Praktik/Penulis Volume I. Jakarta:EGC
Hegner, B.R.2003. Asisten Keperawatan Suatu Pendekatan Proses
Keperawatan, Edisi 6, Jakarta:EGC.hal 231-236, 363