Anda di halaman 1dari 1

H.

PENGERTIAN QIYAS

Qiyas menurut bahasa adalah ukuran ,perbandingan sedangkan qiyas menurut istilah
adalah memepersamakan hukum suatu perkara yang belum ada kedudukan hukumnya
dengan perkara yang sudah ada hukumnya karna adanya illat ( persamaan antara
parkara yang ada hukumnya dan yang belum ada hukumnya ) .
Akantetapi mengenai kias ,maka tidak disyaratkan kebulatan para ulama karena setiap
orang bisa mengadakan qiyas berdasarkan pandangannya sendiri pada setiap peristiwa
yang terjadi yang tidak ada ketegasan hukumnya dalam al-quran hadis dan ijma
.dengan demikian maka qiyas merupakan sumber hukum islam yang paling subur
dalam menetapkan suatu hukum peristiwa peristiwa cabang . dari itu kita bisa
menggunakan qiyas sebagai sumber hukum yang keempat.

I. KEKUATAN QIYAS SEBAGAI HUJJAH

Para ulama menetapkan kias sebagai hujjah dengan mengambil dalil dari al-quran
diantaranya adalah QS. surat annisa ayat 59 yang berbumyi ,

: (.
59 )
Hai orang- orang yang beriman tatilah allah dan taatilah rasul nya dan ulil amri diantara
kamu .kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
kepada allah (Al-quran ( dan rasul (Sunnahnya ( .(annisa 59 (
Alasan ulama memakai ayat ini sebagai sebagai kekuatan kiyas bisa dijadikan hujjah
hukum karena Allah SWT. Telah memerintahkan kita untuk mengembalikan
permasalahan yang diperselisihkan dan yang dipertentangkan kepada allah dan
rasulnya,jika tidak menemukan hukum yang ditetapkan dari permasalahan tersebut
dalam al-quran dan assunnah dan ulil amri .
J. UNSUR-UNSUR QIYAS
1. Al ashlu ,kejadian yang hukumnya disebut dalam nas yang disebut juga al maqisy
alaih, almahmuul alaih, dan almusyabbah bih (yang digunakan sebagai ukuran
,perbandingan atau yang digunakan sebagai perbandingan atau yang dipakai untuk
menyamakan .
2. Al faru kejadian yang hukumnya tidak disebut dalam nas maksudnya untuk
disamakan dengan alashlu dalam hukumnya
3. Alhukmul ashliy hukum syara yang dibawa oleh nas dalam masalah asal . tujuannya
adalah menjadi hukum dasar bagi nasalah baru .
4. Al-illah alasan yang dijadikan dasar bagi hukum asal ,yang berdasarkan adanya illat
itu pada masalah baru maka masalah baru itu disamakan dalam masalah asal pada
hukumnya.