Anda di halaman 1dari 20

loyce E. (Beebe) Thompson

Bab ini memfokuskan bahasannya pada evaluasi vranita dewasa sehat yang

sedang hamil. Pelaksanaan anamnesis untuk mendapatkan

riwayat medii

dan pemeriksaan fisik pada wanita yang hamil dan tidak hamif memiliki

teknik yang serupa. Kendati demikian, pengetahuan tentang

anatomi dan fisiologi yang berhubungan dengan kehamilan

daripada pengetahuan tentang abnormalitas yang terjadi. Bab ini kan perubahan anatomi dan fisiologi yang lazim ditemukan selama

perubahan pada

lebih penting

-"^"gurl
kehamlt-

an dengan memberi perhatian khusus pada riwayat medis

nutrisi serta latihan fisik. Di dalam bab ini juga terdapat

dan anjuran terapi

informasi tentang

skrining ibu hamil untuk menemukan adanya kekerasan dalam rumah

Berikutnya adalah teknik pemeriksaat-r pidu perawatan pendahuluat-t ?*un

tanggal

tindak-lanjutnya (follorn-up). rdealnya, ibu hamil harus memulai

kunjungan

prenatalnya pada minggu ke-6 hingga ke-8 sesudah terjadinya pembuailan

(konsepsi). Bagi ibu hamil yang menjalani pemeriksaan pendahuluan

kehamilan trimester kedua atau ketiga akan disampaikan ulasan tentang

pada

manuver Leopold yang sudah dimodifikasi agar ulasan tersebut dapat mem- bantu Anda dalam memeriksa ibu dengan kehamilan yang sudah linjut.

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Ketika mulai berpikir tentang ibu hamil, mungkin Anda ingin meninjau

kembali bagian tentang anatomi dan fisiologi di dalam [Jab 8, payudara dan Aksila, dan dalam Bab 11, Genitalia wanita" selama kehamilan akan terjadi berbagai perubahan pada kelenjar tiroid, payudara, abdomen, dan peivis.

Mungkin Anda juga menemukan perubahan kecil pada kulit, seperti kloasma gravidarum dan stria pada abdomen.

selama kehamilan akan terjadi pembesaran yang moclerat pada kelenjar tiroid dan payudara yang disebabkan oleh stimulasi hormonai dan peningkatan vas- kularitas serta hiperplasia jaringan kelenjar. Mungkin terdapat nyeri tekan dan rasa kesemutan pada payudara yang membuat ibu hamil lebih peka pada saat

pemeriksaan. Pada kehamilan bulan ketiga, payudara menjadi lebih noduler

meng-

hindari ketidaknyamanan pasien ketika Anda rnemeriksa massa payudaranyi. Puting susu menjadi iebih besar dan lebih tegak. Pada pertengahan kehamiian

hingga kehamilan yang lanjuf dari puting susu dapat keluar kolostrum-sekrel

kental berwarna kuning yang kaya akan nutrien. Areola tampak berr.varna lebih

gelap dan kelenjar Montgomery terlihat lebih menonjol. Corakan pembuluh

sehinggl palpasi payudara harus dilakukan dengan hati-hati untuk

vena pada payudara akan semakin terlihat ketika kehamilan berlanjut.

BAB I2I IBU HAMIL

477

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Perubahan yang paling tampak pada abdomen adalah distensi yang terutanra

terjadi karena peningkatan uknran uterus dan fetus yang terus tumbuh. Dis-

tensi dini akibat retensi cairan dan relaksasi otot-otot abdomen dapat ditcrnu-

kan sebelum uterus rnasuk ke dalam rongga abdomen (kehamilan mi.ggu

ke-12 hingga ke-14). Pola pertumbuhan uterus serta fetus normai

harapkan cliilustrasikan pada gambar di sebelah kanan, dan di sebelah bawah

vu'rg ili-

diilustrasikan kontur abdomen primigravida dalam posisi bercliri r-rnttrk tiap, tiap trimester kehamilan.

Trimester Pertama

Trimester Kedua

Trimester Ketiga

KONTUR YANG BERUBAH PADA ABDOMEN PRIMIGRAVIDA

418

PEMERIKSAAN FISIK DAN ,A.IVVA'/A.I KTSEHATAN

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Ketika kulit meregang untuk menampung perhrmbuhan janin, pada abdomen dapat terlihat garis-garis stria yang berwarna keunguan. Linea nigrn yang me-

rupakan garis pigmentasi berwarna hitam kecokelatan yang mengikuti garis

tengah abdomen dapat terlihat dengan jelas. Tonus otot akan berkurang ketika kehamilan bertambah lanjut dan dinstttsis rekti atau keadaan terpisahnya mus- kulus rektus pada garis tengah abdomen mungkin dapat dilihat pada kehamil- an trimester yang iebih lanjut. Jika diastasis tersebut berat seperti yang terjadi pada wanita multipar:a, hanya ada lapisan kulit, fasia, dan peritoneum yanEi

menutupi sebagian besar dinding anterior uterus. Janin dapat diraba denp;an mudah melalui celah muskular ini.

Banyak perubahan anatomi berlangsung dalam pelvis selama perjalanan ke-

hamilan. Diagnosis dini kehamiian sebagian ditegakkan berdasarkan

di dalam vagina dan uterus. Dengan merrinekatr-rya

vaskularitas di seluruh bagian pelvis, vagina akan bern,arna kebiruan atau

ungu. Dinding vagina tampak lebih tebal dar-r mengalami rugasi yang lebih

dalam karena bertambahnya ketebalan mukosa, pelonggaran jaringan ikat dan hipertrofi sel-sel otot polos. Sekret vagina menjadi kental, berwarna putih, dan

lebih banyak. Niiai pH vagina menjadi lebih asam karena keqa Lactohacilhts

perubahan-perubahan

pada

acidophilus akibat peningkatan kadar glikogen di dalam epitelium vagina. Per- ubahan pH ini akan membantu melindungi ibu hamil terhadap beberapa jenis

infeksi vagina, tetapi peningkatan kadar glikogen dapat juga menyebabkan

Iebih tingginya angka insidensi kandidiasis vaginalis (lihat hlm. 412).

Uterus merupakan organ yang paling terpengaruh selama kehamilan. Pada awal kehamilary uterus akan kehilang- an sifat kenyal dan resistensi yang

normalnya dimiliki oleh uterus yang

nongravid. Pelunakan pada istmus

yang dapat diraba, disebut tanda

Hegar, merupakan tanda diagnostik yang dini untuk kehamilan. Tanda Hegar diilustrasikan dalam gambar di

sebelah kanan ini.

Lunak

TANDA HEGAR

Dalam perjalanan kehamilan selama 9 bulan, berat dan ukuran uterus meng-

alami peningkatan. Beratny4 tumbuh dari 2 ounce menjadi 2 pon dan

pening-

katan berat ini terutama terjadi karena sel-sel otot yang bertambah besar, jaringan fibrosa serta elastik yang semakin banyak dan peningkatan yang sangat besar pada ukuran serta jumlah pembuluh darah dan limfe. Ukuran

uterus meningkat hingga 500 sarnpai 1000 kali lipat dengan kapasitas lebih-

kurang 10 liter pada akhir kehamilan.

Ketika tumbuh, uterus mengalami perubahan bentuk dan posisi. Uterus non- gravid dapat memiliki posisi anteversi, retroversi, atau retrofleksi. Hingga usia kehamilan 72minggu, uterus yang gravid tetap berada di dalam rongga pang- gul. Tanpa bergantung pada posisinya yang semula, uterus yang membesar dapat menjadi anteversi dan segera mengisi ruangan yang biasanya ditempati oleh kandung kemih; keadaan ini akan memicu frekuensi buang air kecil yang sering. Pada usia kehamilan 12rninggu, uterus akan menjadi lurus serta keluar

dari dalam rongga panggul dan dapat diraba ketika melakukan palpasi

abdomen.

BAB I2 r IBU HAI,4IL

419

ANATOMI DAN FISIOLOGI

usus ke ara-h lateral serta superior

penyangganya; keadaan ini terkadang me-

nimbulkan rasa nyeri pada kuadranbawah. Untuk mengadaptasi perlurnbuhan

serta posisi janin, uterus cenderung mengadakan rotasi ke kanan guna menye- suaikanr':ya dengan struktul rektosigmoid yang berada di sebelah kiri pelvis.

dan meregangkan ligamentr-rm

Uterus yang membesar akan mendorong

Serviks juga terlihat dan teraba cukup berbeda. Pelunakan serta sianosis yang mencolok akan terjadi pacla saat awal sekali sesudah pembuahan dan ken-rudj-

an berlanjut di sepanjaag

kehamilan (tandn ChadtLrlclc). Kanalis servikalis akan

(nLucotrs plug) yanglengket dan clapat meiindungi janin

yang sedang berkembang itur terhadap infeksi. Nfukosa yang berwarna merah

dan halus seperti beiudrti di sekitar os serviks lazim ditemukan selama ke- hamilan dan dianggap normal.

terisi oleh su ntbat mtrkus

\f/aktu dalarn MasalahUmum Kehamilan

Penjelasan dan Efek pada Tubuh lbu

Tidak menstruasi

Sepaniang

{anrenore)

keharnilan

Nausea dengan

Trimester pertama

atau tanpa

vomitus

Nyeri t*kan,

Tfimesrer pertarna

kesemutan

pada payudara

Penurunan berat

Trimester pertama

badan

Kadar estrogen, prog€s{eron, dan humcr chariont gonadatraphln yang rerus {inggi sesudah {ertilisasi sel telur akan membangun endomerium untuk mendukung Perketnbangan .

kehamilan, mencegah mensffuasi, dan pengelupasan dinding endometrium.

Keadaan yang mungkin menyebabkannya adalah perubahan hormonal pada kehamilan yang memperlambat peristalsis di seluruh traktus Gl, perubahan fungsi pembau dan, pengecap, pertumbuhan uterus, ataupun faktor emosional. lbu hanril dapat mengalami penurunan berat yang sedang ( I -2,5 kg) dalam trimester Prtama.

Hormon kehamilan akan menstimulasi pentumbirhan faringan payudara' Ketika payudara membesar di sepaniang kehamilan, ibu hamii dapat mengalami rasa pegal pada punggung

sebelah atas akibat peningkaen berat badannya. Teriadinya peningkatan aliran darah di seluruh payudara iuga rneningletkan tekanan pada iaringan tersebut.

lika mengalami nausea dan vomitus, seorang ibu hamil mungkin normal pada awa'l

kehamilannya (lihat nausea di atas)

'i "

'

Nyeri pada lipat

Trimester ke-2:

paha/abdomen

kehamilan

bawah

l4-20 minggu

Sering buang air

Trimester

kecil

pertama/keriga

{nonpatologi$

Pertumbuhanuterusyan8cepatciiawaltrimesterkeduarr-renimbulkanpenekanandan

regangan pada ligamentum teres ucer-i sehingga teriadi spasme ketika pasien melakukan' :

gerakan secara tiba-tiba atau berganti posisi

Pada keadaan ini teriadi peningkatan volume darah dan laiu filrasi di dalam ginial yang disertai dengan peningkatan produksi urin. Karena ruangan untuk kandung kemih meniadi

lebih sedikit akibat penekanan uterus yang terus tumbuh (trirnester pertama) atau akibat penurunan kepala ianin (trimeste;- ketiga), ibu hamil periu lebih sering

mengosongkan kandung kemihnya,

Perasaan mudah

lelah

Edema

Trimester Perubahan cepat pada kebutuhan energi; perubahan hormonal (pr<rgesteron memiliki

pertama/ketiga

Trimester ketiga

etek sedatif); pada trimester ketiga, kenaikan berat badan, perubahan mekanika Serakal'

dangangguantidurturutmenimbulkanPerasaanmudahlelah.:

Pada keadaan ini terjadi peningkatan tekanan vena di dalam tungkai, obstruksi aliran

limfatik; dan penurunan tekanan osmodk koloid plasma.

Nyeri ulu hati;

konstipasi

Pegal pada

Pun8gung

{nonpatotogik)

Leukore

{keputihan)

420

Di

sepanjang

kehamilan

Di

sepaniang

kehamilan

Di sepaniang

kehamilan

Relaksasi siingter esofagus bawah memungkinkan isi lanrbunS mengalir balik ke dalam " ,,. '

esofagus pars distal. Penurunan motil;tas tral<tus Gt yang disebabkan oleh hormon' hormon kehamilan akan memperlambat per:istalsis daR menyebabkan konstipasi. Konstipasi dapat menyebabkan hemoroid atau rnernperpar:ah hemoroid yang sudah ada,

Relaksasi persendian serta ligamentum yant diinduksi secara hormonal dan lordosis: : . , ringanyang diperlukan untuk nrengimbangi pertumbuhan uterus kadang-kadang r

mengakibatkan perasaan pegal pada punggung sebelah bawah. Penyebab patologiknya

harus disingkirkan dahuiu

Peningkatan sekresi dari epiteiium ."*ik, d"n vagina yang disebabkan oleh honnonleffi!, vasokongesti pada kehamilan menyebabkan pengeluaran sekret vagina yang berwarna

putih sr.rsu, tetapi tanpa geiala {asintomatik}.

PEMFRIKSAAN FISIK DAN RIWAYAT KESEHATAN

RIWAYAT MEDIS

ovarium dan tuba falopii juga mengalami perubahary namun hanya sedikit

yang dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik. Pdda awal kehamilan, kor-pus luteum-yaitu folikel dalam ovarium yang sudah melepaskan sel telurnva-

mungkin cukup menonjol untuk teraba sebagai nodul kecii pada ovarium yang

terlibat; namury korpus luteum akan menghilang pada pertengahan kehamilari

Tuba falopii harus diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan

tuba (lihat hlm. 415).

RIWAYAT MEDIS

r

r

r

r

Keluhan dan geiala kehamilan

Pajanan terhadap zat beracun, pengg&naan obat terlarang, kekerasan rumah cangga

Riwayat komplikasi pada kehamilan sebelumnya

Penyakit kronis pada pasien atau anggota keluarga

Riwayat yang akurat sangat penting dalam menilai kesehatan ibu hamil.

Riwayat ini juga akan menentukan urutan dan isi pemeriksaan fisik yang ter- utama ditujukan untuk memastikan kecurigaan wanita terhadap kehamilan-

nya. Biasanya ibu hamil memiliki banyak pertanyaan untuk Anda

kehamilannya dan memerlukan perhatian dokter yang dapat memahami

mengenai

semrra keluhannya.

Pada ktrnjungan pertama, fokuskan perhatian Anda pada riwayat kondisi ke- sehotan ibu yang sekarnng dan faktor-faktor risiko untuk terjadinya seti4p keada- an yang dapat membawa akibat yaftg merugikan bagi ibu ataupun jini-nnya

yang seclang berkembang. Tanyakan terrtang keluhan dan gejala kehamilan, seperti nyeri tekan pada payudara, mual atau muntah (nausea atau vomitus), sering buang air kecif perubahan kebiasaan buang air besar (defekasi), dan

perasaan mudah lelah (lihat tabel pada hlm. 420). Tinjau kembali sikapnya

terhadap kehamilan, dan apakah wanita tersebut memang berencana untuk

melanjutkan kehamilannya sampai aterm. Pelajari pola makan dan kualitas gizinya. Apakah ia merokok atau minum minuman beralkohol? Bagaimana

penghasilan dan ruang lingkup sosialnya?

Meskipun stres, sebaiknya dikenali dan ditangani sebelum pembuahary tanya- kan apakah terdapat sumber-sumber yang menyebabkan stres tingkattinggi? Jika ibu hamil itu bekerja, apakah terdapat pajanan dengan obat-obat terato- genik atau dengan zatberacun? Bagaimana tentang penggunaan obat-obatan terlarang? Apakah terdapat riwayat kekerasan dalam rumah tangga yang se- makin memuncak selama kehamilan?

Bagaimana tentang kehamilnn sebelumnya, karena permasaiahan obstetrik yang dahulu cenderung dapat terjadi kembali? Pernahkah pasien mengalami kom- plikasi yang hebat selama kehamilannya atau permasalahan dalam persalinan atau pelahiran bayinya? Apakah pasien pernah melahirkan bayi yang prematur atau yang mengalami retardasi pertumbuhan? Tanyakan pula tentang rizoayat

penyakit dahulu, khususnya penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau

kelainan jantung. Anda juga harus meninjau kembali riuayat kelunrganyn pada

semua keadaan seperti ini.

selain itu, dokter harus mendapatkan informasi yang diperlukan untuk meng-

hitung perkiraan usia kehomilon dalam minggu berdasarkan tanggat. perkiraan usia

kehamilan tersebut kini dihitung dalam satuan minggu sejak dari (1) hari

BAB I2 I IBU HAMIL

427

PENYULUHAN DAN KONSELING KESEHATAN

pertama haid (menstruasi) terakhir (HPHT) yang dikenal dengan istilah ilsla

menstruasi, dan (2) tanggal pembuahan jika tanggal ini diketahui (usia konsepsil

pembualnn). Usia menstruasi paling sering digunakan untuk menghitung usia kehamilan berdasarkan tanggal. HPHT juga dipakai dalam menghitung per-

kiraan tanggal persalinan atau waktu yang diperhitungkan bagi persalinan dan

kelahiran cukup bulan untuk wanita dengan siklus menstruasi yang teratur

selama 28-30 hari. Perkiraan tanggal persalinan ini dapat ditentukan dengan menambahkan angka 7 pada HPHT, mengurangi bulannya dengan angka 3

dan menambahkan angka 1. pada tahunnya (rumus Naegele). Informasi ini sering menjadi salah satu pertanyaan pertama yang diajukan oleh ibu hamil

pada saat memeriksakan diri untuk memastikan kehamilannya.

Usia kehamilan (dalam minggu) pada saat pemeriksaan akan memberitahu-

kan kepada Anda tentang perkiraan besar uterus jika HPHT-nya normal,

tanggalnya diingat dengan tepat, dan pembuahan benar-benar sudah teriadi.

Anda harus sudah memperkirakan ukuran ini sebelum memeriksa ibu hamil.

Kemudian, Anda dapat membandingkan ukuran perkiraan Anda berdasarkan tanggal itu dengan apa yang Anda palpasi dalam pemeriksaan bimanual atau pemeriksaan abdomen jika kehamilan berusia di atas 14 minggu. Besar uterus ditentukan berdasarkan teraba atau tidaknya uterus jika uterus masih berada dalam rongga panggul atau berdasarkan tinggi fundus uteri jika uterus sudah

berada di atas simfisis pubis. jika terdapat perbedaan, Anda perlu mencari

penyebab perbedaan tersebut. Penetapan tanggal kehamilan yang akurat se-

baiknya dilakukan sejak dini dan hal ini turut memberikan kontribusi dalam

pengambilan keputusan yang baik dan akan dilakukan jika janin tidak tumbuh dengan baik, jika terdapat suspek persalinan prematur atau jika kehamilannya

melebihi usia kehamilan 42 minggu. Jika ibu hamil tidak dapat mengingat HPHT-nya atau rnempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur, Penentuan tanggal kehamilan dilakukan dengan palpasi dan pemantauan selanjutnya

terhadap kurva pertumbuhan (lihat 418) bersamaan dengan gerakan ianin

yang pertama kalinya. Pada sebagian kasus, USG merupakan sarana tambah-

an yang tepat untuk menetapkan tanggal tersebut pada kehamilan dini.

Ketika mulai mempersiapkan pasien untuk menjalani pemeriksaan fisik, tanya- kan kepadanya apakah dia pemah menjalani pemeriksaan dalam yang lengkap. Jika belum, luangkan sedikit waktu Anda untuk menjelaskan apa saia yang

termasuk dalam pemeriksaan dalam dan upayakan agar pasien mau bekerja

sama dalam setiap komponen pemeriksaan tersebut' Menjelaskan apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda temukan sangatlah penting jika Anda hendak

memperkuat hubungan dengan pasien dan membantunya dalam memahami

perubahan yang terjadi dalam tubuhnya, responsnya terhadap kehamilan, serta cara terbaik untuk menjaga kesehatannya. jangan lupa untuk bertanya dengan cara yang sensitif dan menjaga kerahasiaannya bila pasien pernah mengalami penyerangan seksual karena hai ini dapat menyebabkannya untuk menolak setiap akan dilakukan pemeriksaan dalam.

PENYULUHAN DAN KONSELING

KESEHATAN

r

btzt

r Kenaikan berat badan r Exercise (latihan fisik)

r Skrining untuk kekerasan rumah tangga

A.r.,

PEMERIKSAAN FISIK DAN RIWAYAT KESEHATAN

PENYULUHAN DAN KONSELING KESEHATAN

Kor-rseling gizi clan exarcise atarr latihan fisik merupakan hal yang

bagi keserhatan ibu hamil serta bayinya. Lakukan pcnilaian statui

penting

gizi ibu

hamil pada kunjr-rngan prenatal yang pertama, tcrnrasuk riwayat konsumsi

makanan, pengukuran tinggi serta berat badan, dan skrining arremia dengan

mengecc:k nilai hematokritnya.

h,rpa irntuk mcnggali kebiasaan ilan

sikap ibu hamil terhadap pola makan tlai.r kcnaikan berat batian serta pe-

n.rakaian supiernen vitamirr dan mirrcral

perencanailn gizi yang tepat menumt pilihan kebr-rclavaan ibu. pastikan

Jangan

vang rlibtrtuhk;rnnva.

Kembangkan

adanya peningkatan yang seimbang pada aslrpan kalori dan prrotein karena

meng-

hasilk;rn energi jika ibu hamil tidak mengonsumsi ctrkup-r kalori ciari makai-

protein akan digunakan bukan untuk perir-rmbuhan, melainkan untuk

annva. Ibu hamil dengan penghasilarr yang rendah harus dibar-rtu dalam

mernperoleh makanan tambahan. Pada setiap kali kr-rnjr-rngan, lakukan pe-

kenaikan berat b;rdan clan tinjau kembali sasaran gizi

rnantauan terhadap

bagi ibu hamil yang berisiko.

Kenaikan ber;.rt badan yang ideal selama kelramilar-r harrus mengikuti sr,ratg pclla, yaitu kenaikan yang sangat sedikit dalar-n trirnestelpertama, peningkat- an vang cepat dalam trimester kedua, dan neningkatan yang sedikit lambat

dalam trimester ketiga. Ibu hamil harus ditimbang pac-la seti.rp kali

dan hasil-hasil penin-rbangannya dip;ambarkan pada sebuah grafik (Ka1tu

MenLrjr"r Sehat trntuk ibu hamil) yang nantirrya dapat dipakai sebagai

kunjr_rngan

tinjauar-r

ulang dan bahan diskr,rsi oleh ibu hamil tersebut be.rsama clengan petugas

keschatau yang mera\,vatnya.

Kategori Rasio Berat Badan terhadap Tinggi Badan Sebelum Hami!

Rendah (lMT < 19,8)

Normal (l!4T I 9,8-26,0)

Tinggi (lMT 26,0*29,0) Obesitas (lMT >29,0)

Kenaikan Total yang Dianjurkan

Lb (pounds)

2B-4A

25-35

! 5-25

>t5

t2,5-18

r 1,5- t6

7,0- I t,5

>7,4

Angka-angka ini digunakan untuk kehamilan tunggal. Kisaran bagi wanita yang rnengandung bayi kembar adalah 35-45 lb (16-20 kg). Remaia puteri yang berusia muda (<2 tahun

sesudah menarkhe) harus berusaha menaikl<an berat badannya hingga mencapai batas atas kisaran tersebut. wanita yang bercubuh pendek (<62 inci atau <157 cm) harus berusaha

menaikkan berat badannya hingga mencapai batas bawah kisaran tersebut,

lnstitute of Medicine. Nutrition during Pregnancy. Part i, Weight Gain. Committee on Nutritional

Status uring Pregnancy and Lactation, Food and Nutrition Board, National Academy press, Washington, DC, 1990.

Latihan fisik merupakan bagiarr penting cl.rlrln gaya hidup banyak wanita.

Pedoman dalam pelaksanaan latihan bisa saling bertentangan, tetapi rekomen- dasi the American College of Obstetrics and Gynecology (199a) menyebutkan bahwa dalam keadaan tidak adanya penyulit obstetrik atau medis, kebanyakan

ibu hamil dapat melakukan latihan yang sedang untuk menjagir kebugaran kardiorespiratorik dan muskular selama periode kehamilan dan postpartum. Ibr,r hamil yang berolahraga secara teratur sebeh,rm kehamilannya, clapat me- lanjr-rtkan latihannya dengan latihan fisik yang ringan l'ringga sedang, dan se- baiknya dilakukan dalam periode waktu vang singkat dengan frekuensi tiga

kali seminggu. Ibu hamil yang memlilai latihan fisiknya pada saat hamil, harus

lebih berhati-hati dan mempertimbangkan program yang dikembangkan se-

cara khusus bagi ibu hamil. sesudah trimester pertama, ibrr hamil harus

meng-

hindari latihan dalam posisi tubuh berbaring telentang yang dapat menekan

BAB I2 I IBU HAMIL

423

PENYULUHAN DAN KONSELING KESEHATAN

vena kava inferior dan menurunkan aliran darah ke plasenta. Ibu hamil harus berhenti berlatih pada saat merasa lelah atau tidak nyaman dan menghindari

kenaikan suhu yang berlebihan (oaerheating) serta dehidrasi' Karena pusat gra- vitasinya mengalami pergeseran dalam trimester pertama, sarankan kepada-

nya bahwa latihan fisik yang dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan tubuh bukanlah pilihan yang bijaksana.

Kehamilan mungkin merupakan saat wanita menghadapi kemungkinan

yang lebih besar untuk dilecehkan oleh pasangannya atau ketika pola ke- kerasanmungkin semakin sering terjadi sehingga dengan cepat meningkatkan

risiko kegugurary bayi dengan berat badan lahir rendatu dan juga perawatan

antenatal yang terlambat. Pelecehan atau kekerasan pada masa kehamilan berkisar dari 8-22"/' dan dapat mengakibatkan terjadinya pembunuhan ibu. Para ahli menganggap bahwa skrining universal adalah tindakan yang secara

etis penting dilaksanakan karena para wanita yang berhasil selamat dari

tindak kekerasan sering kali mengungkapkan penS;alaman mereka kepada petugas kesehatan sebelum menceritakannya kepada keluarga, pemuka ag)ama, ataupun sahabat mereka. Tidak ada satu wanita Pun yang boleh di- sakiti. Persoalan keamanan dan hukum juga melingkupi kekerasan rumah

tangga, tetapi wanita harus mendapat dukungan dan kesempatan untuk

menceritakan setiap bentuk pelecehan atau kekerasan dalam suatu kunjungan

antenatal yang aman dan mengutamakan privasinya. Pertanyaan penting

yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan skrining kekerasan dan

pelecehan adalah kapan saat yang tepat untuk bertanya, bagaimana meng-

angkat persoalan itu, dan bagaimana kita merespons ketika ada wanita yang mengungkapkan bahwa dirinya telah dilecehkan. Bertanya langsung dengan

cara yang tidak menghakimi dan dalam suasana atau keadaan yang meng-

utamakan privasi pasiery dianjurkan pada setiap kunjungan antenatal. Pe-

ngesahan respons yang positif dan menandai daerah cedera apapun di suatu peta tubuh sangat disarankan. Hal paling penting dalam situasi pengakuan

korban pelecehan, tanyakan kepada wanita tersebut apa yang dapat Anda

lakukan untuk menolongnya. Tawarkan informasi tentang tempat berlindung

yang aman, pusat-pusat konseling, nomor telepon hotline yang dapat di- hubunginya sewaktu-waktu*, dan berbagai sumber bantuan lain ketika ia memerlukannya. Petunjuk terdapatnya kekerasan fisik dapat pula muncul

dari perilaku korban pada saat menjalani wawancara atau terlihat dari

seringnya perjaniian kunjungan diubah pada menit-menit terakhir untuk

menghindari agar tanda memar atau cedera lain tidak terdeteksi'1

*National Domestic Violence Hotline: 1'-800-7 99-SAFE (7233)

National Domestic Violence Resource Center; 1-800-537 -2238.

424

PEMERIKSAAN FISIK DAN RIWAYAT KESEHATAN

PENYULUHAN DAN KONSELING KESEHATAN

CONTOH ABNORMALITAS

Perhatikan, pada awalnya Anda mungkin menggunakan kalimat untuk menguraikan hasil

pemeriksaan yang Anda lakukanl kemudian Anda akan memakai ungkapan. Gaya penulisan di bawah ini rnengandung ungkapan yang tepar untuk kebanyakan catatan medis. lstilah-

istilah asing akan diielaskan berikutnya dalam bagian Teknik Pemeriksaan .

"Abdomen: Tidak tampak jaringan parut bekas operasi. Bising usus akti{ Abdomen

lunak, tidakada nyeri tekan; tidakteraba hepatosplenomegali atau nrassa. Fundus ceraba 2 iari di bawah umbilikus; bentuk urerus ovoid dan perunukaannya licin.

Frekuensi detak iantung janin I 44. Tidak terdapat adenopati inguinalic. Genitalia eksterna: terdapar sikarriks bekas episiotorni pada garis tengah. Tidak terdapat lesi,

sekret atau tanda-anda infeki. Pemeriksaan bimanual: serviks pada garis tengah, lunak;

uiung iari dapat rnasuk ke dalam os serviks eksterna, os interna tertutup. Tidak

terdapat nyeri goyang serviks; tidak terdapat massa pada adneka. Fundus uteri membesar sesuai dengan usia kehamilan ?0 minggu, berada di garis tengah, dan licin;

tonus vagina berkurang."

ATAU

"Abdomen: Tampak iaringan parut bekas operasi yang letaknya rendah dan transversal.

Bising usus akrif, Abdomen lunak, tidak ada nyeri tekan; ildak teraba hepatosplenomegali atau massa. Fundus: sedikit teraba di atas simfisis publs. Detak jantung ianin tidak terdengar. Tidak terdapat, adenopati inguinalis. Pemeriksaan bimanuat: serviks pada garis tengah, lunak, os interna serviks teftutup. Tidak terdapat

nyeri goyang serviks; Ovarium kanan teraba, ovariurn'kiri tidak teraba; tidak terdapat

massa lain padaadneksa. Fundus uteri berada dalarn posisi anfeversi, membesar sesuai

dengan usia kehamilan 14- I 6 minggu; tonus vagina sedang."

BAB I2 T IBU HAMIL

Menjelaskan pemeriksaan terhadap ibu dengan kehamilan ketiga yang sehar pada usia kehamilan 20 minggu

Menjelaskan pemeriksaan ter- hadap ibu hamil sehat yang melaporkan usia kehamilannya

20 minggu, tetapi dari hasil

pemeriksaan konsisten dengan

usia kehamilan l6 minggu

425

TEKNIK PEMERIKSAAN

CONTOH ABNORMALITAS

TEKNIK PEMERIKSAAN

Sebagaimana halnya dengan semua pasien, ketika memulai pemeriksaan

pada ibu hamil, perlihatkan perhatian Anda terhadap ken1r6p1anan dan rasa

privasinya selain juga kebutuhan individual dan kepekaannya. Sia;rkan per-

alatan pemeriksaan yang diperlukan dalam jangkauan Anda. Jika beium pernah menemui pasien sebelumnya, perlihatkan betapa Anda menghormati

haknya untuk dilayani dengan penuh martabat dengan bertanya ientang

riwayat kesehatannya sebelum Anda memintanya mengenakatr pakaian pe- riksa. Minta pasien untuk mengenakan pakaian periksa yang dapat dibuka di

bagian depannya sehingga memudahkan pemeriksaan payudara dan abdo-

men yang gravid. Cara menutupi bagian tubuh pada pemeriksaan abdomen dan pemeriksaan dalam serupa dengan yang sr-rdah dibahas dalam bab-bab sebelumnya.

Pengaturan Posisi. Pengatr.rran posisi tubr,rh sangat pentin!i s.r.rt melakukan

pemeriksaan abdomen ibu hamil di samping pembcrian waktu tambahan dan perhatian yang diperlukan untuk melakukarr palpasi uterus scrta mendengar-

kan detak jantung janin. Posisi setengah cludurk dengan kedua lutr.rt ditekuk,

seperti diperlihatkan di bawafu ini akan memberik;-rn keny.rmanan paling besar

bagi pasien selain melindunginya terhadap efek negatif yang ditimbulkan oielr

berat uterus yang gravid pacla organ-organ abdomen dan pembr-tluh darah.

Posisi setengah duduk ini terutama penting pada saat memeriksa ibu hamil dengan usia kehamilan yang lanjut. Periode berbaring pada punggung yang

lama harus dihindari karena dalam posisi ini, uterus akan berada langsung di atas kolumna vertebra wanita tersebut dan dapat menekan aorta desendens serta vena kava inferior yang selanjutnya akan mengganggu aliran balik darah vena dari pembuluh darah ekstremitas bawah dan panggul. Karena itu, palpasi abdomen harus dilakukan secara efisien dalam kaitannya dengan waktu dan hasilnya.

Hipotensi yang terjadi ketil<a

berbaring telentang merupakan

bentuk penurunan sirkulasi yang

berat dan dapat membuat ibu

hamil mengalami gejala seperti

perasaan berputar (vertigo)

dan mau pingsan.

Anjurkan kepada pasien untuk duduk kembali sesaat sebelum Anda melanjut-

kan pemeriksaan dengan pemeriksaan dalam (aaginal toucher). Kesempatan ini juga akan memberikan waktu kepada pasien untuk kembali mengosongkan

kandung kemihnya. Namury jangan lupa memberi tahu pasien untuk duduk

sebentar untuk penyesuaian diri dengan perubahan posisi sebelum memboleh-

kannya berdiri. Pemeriksaan dalam juga harus dilakukan dengan cepat. Semua

prosedur pemeriksaan yang lain harus dilakukan saat pasien berada dalam

posisi duduk atau berbaring pada sisi kiri tubuhnya.

426

PEMERIKSAAN FISIK DAN RIWAYAT KESEHATAN

TEKNIK PEMERIKSAAN

CONTOH ABNORMALITAS

Peralatan. Tangan pemeriksa merupakan "alat" pertama untuk memeriksa

ibu hamil; tangan yang akan memeriksa harus hangat dan kuat, namun

berhati-hati dan lembut dalam melakukan palpasi, Kapan pun dimungkinkary jari-jari tangan pemeriksa harus disatukan dan rata dengan jaringan abdomen

atau pelvis untuk mengurangi ketidaknyamanan. Demikian pula, semua sentuhan dan palpasi harus dikerjakan melalui kontak lembut yang terus-

menerus pada kulit dan bukan dengan gerakan meremas atau gerakan yang mendadak. Permukaan palmaris ujung jari-jari tangan yang lebih peka akan

memberikan informasi dengan jumlah yang paling banyak. Hindari bagian-

bagian tubuh wanita yang terasa nyeri ketika disentuh hingga akhir peme-

riksaan.

Spekulum ginekologi digunakan untuk inspeksi serviks serta

vagin