Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

Judul Acara Identifikasi Informasi Proyeksi Pada Peta


Nama Zulfian Isnaini Cahya Nilai Total Laporan :
NIM 16/397520/GE/08399
Kelompok Praktikum Selasa pukul 15.00-17.00
1. Muamar Nandika Baharain
Asisten
2. Rosyita Alifiya
Komponen Penilaian Laporan dikumpulkan pada

A : Pretest A: Tanggal : Jam :

B : Kegiatan Praktikum B: Praktikan Asisten

C : Laporan Praktikum C:

D : Tugas D:
() (...)

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Memahami konsep proyeksi peta untuk kajian kartografis.
2. Dapat menggunakan peta, baik peta cetak maupun virtual.
3. Dapat membaca informasi proyeksi pada peta.
4. Dapat menjelaskan karakteristik proyeksi yang dipergunakan pada peta.
5. Dapat membedakan penggunaan proyeksi peta pada lokasi lintang yang berbeda.
Nilai

MEDIA PEMBELAJARAN
1. Peta wilayah di sepanjang garis ekuator (zona tropis)
2. Peta wilayah di lintang tengah (zona subtropis)
3. Peta wilayah di lintang atas (zona kutub)
4. Album proyeksi peta.
5. Alat tulis.
6. Komputer dan printer
7. Perangkat lunak pengolah data
Nilai

TINJAUAN PUSTAKA
Bentuk bumi dapat di representasikan salah satunya dengan globe. Globe merupakan representasi
bentuk muka bumi yang dirubah skalanya dari ukuran bumi asli tanpa terdapat distorsi. Globe dapat
mempertahankan jarak relatif, sudut, luas dan bentuknya seperti yang terdapat pada bentuk bumi asli.
Representasi bumi dengan menggunakan globe merupakan representasi yang paling realistis
dibandingkan dengan yang lainnya.Penggambaran 2 unsur gratikul yaitu lintang dan bujur pada globe
menempati posisi yang sesuai. Representasi bentuk bumi dengan globe memiliki kelemahan
diantaranya adalah biaya yang diperlukan untuk pembuatan globe mahal dan sulit dalam proses
pembuatannya, kegunaan globe hanya bersifat secara global tidak dapat digunakan untuk wilayah
atau daerah yang spesifik, globe tidak praktis untuk dibawa ke lapangan dan pengukuran matematis
seperti jarak, arah dan luas sulit untuk dilakukan pada bidang lengkung(globe) serta belahan bumi
yang dapat diamati pada satu waktu hanya sebagian saja tidak dapat seluruhnya diamati pada satu
waktu sekaligus.
Kekurangan yang terdapat pada globe dapat diatasi dengan memindahkan detail yang terdapat

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 1 dari 7


PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

pada bidang lengkung(globe) ke bidang datar(peta) yang disebut dengan proyeksi peta. Proses
perhitungan matematis jarak, arah dan luas dapat dilakukan lebih mudah pada peta, biaya yang
dibutuhkan relatif lebih murah dan produksi peta dapat diproduksi secara massal. Peta yang dibuat
menggunakan proses proyeksi peta akan terdapat distorsi di dalamnya. Distorsi pada peta dapat
berupa jarak, sudut, area atau luas dan bentuk. Distorsi muncul pada saat proyeksi peta dilakukan.
Tampilan gratikul pada saat dilakukan proyeksi peta berubah sesuai dengan proyeksi yang digunakan.
Proses proyeksi peta yang dilakukan memerlukan tahapan-tahapan yang perlu dipahami.
Tahapan pertama adalah pemahaman tentang representasi bumi sebagai penyederhannaan dari apa
yang ada di lapangan. Realita bentuk bumi di lapangan terdapat relief-relief yang tidak beraturan pada
topografi permukaan yang disebut dengan geoid. Tahapan yang kedua adalah pemahaman tentang
proses pemroyeksian bentuk geoid bumi ke dalam bentuk yang lebih beraturan yaitu model bumi
spherical dan atau ellipsoidal. Tahapan yang ketiga merupakan tahapan transformaasi atau perubahan
gratikul yang ada pada bidang lengkung ke bidang datar. Tahapan ketiga digunakan bertujuan untuk
memindahkan koordinat yang ada dalam bidang lengkung ke bidang datar. Menurut Wongsotjitro S,
1982 Faktor yang penting dalam Ilmu proyeksi peta adalah cara memindahkan keadaan dari
permukaan bumi ke bidang datar peta.
Proyeksi peta dapat dikelompokkan atau diklasifikasikan berdasarka penggunaan bidang proyeksi
yang digunakan yaitu, proyeksi azimuthal yang menggunakan bidang proyeksi berupa bidang datar,
proyeksi conical menggunakan bidang proyeksi kerucut dan proyeksi cylindrical menggunakan bidang
proyeksi berupa silinder atau tabung. Klasifikasi proyeksi peta juga dapat dilihat melalui jenis
persinggungan bidang proyeksi dengan globe, yaitu saling bersinggungan(tangensial) dan saling
berpotongan(secantial). Berdasarkan faktor sumbu bidang proyeksi trhadap sumbu bumi, klasifikasi
proyeksi peta adalah normal atau ekuatorial, oblique dan transversal. Distorsi-distorsi yang terdapat
ketika proyeksi dilakukan dapat diminimalisir menggunakan jenis proyeksi ekuivalen, ekuidistant dan
konformal.
Menurut Standar Nasional Indonesia,2010 datum merupakan sistem acuan yang digunakan
untuk perhitungan atau perbandingan survei. Terdapat dua jenis datum yaitu datum horisontal dan
vertikal. Penggunaan peta dilakukan melalui tiga tahapan. Tahapan tersebut adalah membaca peta,
menganalisi peta dan menginterpretasi peta. Tahapan membaca peta diharapkan pembaca dapat
memahami arti-arti simbol dan membaca informasi tepi peta. Tahapan kedua adalah analisi peta,
diharapkan pada analisi peta pembaca dapat menentukan objek yang terdapat pada peta dan tahapan
yang terakhir adalah interpretasi peta , pada tahapan interpretasi peta pembaca diharap mampu
untuk menjelaskan informasi-informasi yang terdapat di dalam peta tersebut.
Nilai

LANGKAH KERJA

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 2 dari 7


PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

1. Mempersiapkan alat dan bahan


2. Mengambil 3 peta yang menyajikan wilayah di Ekuator, lintang tengah dan kutub.
3. Mengidentifikasi informasi tepi ketiga peta tersebut dan mengisi keterangan terkait proyeksi
peta.
4. Mencari informasi karakteristik proyeksi tersebut.
5. Membahas praktikum secara komperehensif
6. Memasukkan hasil evaluasi belajar ke dalam pembahasan
Nilai

HASIL DAN PEMBAHASAN


Posisi absolut pada peta merupakan posisi yang ditentukan melalui garis lintang dan garis bujur.
Wilayah-wilayah yang terdapat di muka bumi memiliki posisi absolut yang berbeda-beda. Letak lintang
yang berbeda-beda mengakibatkan terdapatnya penggunaan proyeksi peta yang berbeda pula.
Petadengan wilayah yang terletak pada lintang yang berbeda-beda memerlukan jenis proyeksi yang
berbeda pula untuk mempertahankan kesesuaian yang terdapat pada bidang lengkung. Wilayah yang
terletak pada ekuator lebih cocok menggunakan bidang proyeksi silinder karena bidang proyeksi tepat
bersinggungan pada bola bumi di daerah ekuator. Wilayah dengan lintang 45 o-sebaiknya menggunakan
proyeksi kerucut karena letak persinggungan pada proyeksi kerucut terletak di wilayah 45 o. Wilayah
kutub dipryeksikan menggunakan jenis proyeksi azimuthal yaitu bidang proyeksinya berupa bidang
datar, bidang proyeksi azimuthal digunakan pada wilayah kutub karenapersingungan antara bidang
proyeksi dengan globe berada pada wilayah kutub.
Suatu negara dapat memilih ellipsoid tertentu sebagai datum untuk pembuatan peta di
wilayahnya dengan petimbangan posisi koordinat wilayah tersebut dengan posisi koordinat pada
ellippsoid yang digunakan. Ellipsoid yang berbeda akan mengakibatkan ukuran jari-jari yang berbeda
pula sehingga letak koordinat juga akan berbeda. Datum memiliki peranan yang penting sebagai
dasar/referensi pembuatan peta topografi.
Peta wilayah Sambas menggunakan proyeksi Lambert Conical Orthomorphic (LCO). Proyeksi LCO
merupakan proyeksi yang persinggungannya menyinggung bola bumi(globe). Peta wilayah Sambas
mempertahankan jarak dan sudut sehingga distorsi yang diminimalkan terjadi adalah jarak, sudut yang
dinamakan dengan proyeksi ekuidistant. Peta wilayah Reykjavik menggunakan proyeksi yang sama
dengan peta wilayah Sambas dan juga mempertahankan jarak dna sudutnya. Peta Antartic Region
menggunakan Azimuthal dimana proyeksi tersebut menggunakan bidang datar sebagai bidang
proyeksinya.
Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan peta adalah proses perhitungan matematis
jarak, arah dan luas dapat dilakukan lebih mudah pada peta, biaya yang dibutuhkan relatif lebih murah
dan produksi peta dapat diproduksi secara massal, dengan menggunakan peta dapat menggambarkan
seluruh permukaan bumi. Kelemahan peta adalah dalam proses pembacaan peta dibutuhkan
pengetahuan yang khusus untuk membaca peta, tidak semua orang dapat membuat peta, terkadang
peta yang dibuat sulit untuk menyampaikan informasi yang seharusnya dapat dengan mudah
dipahami oleh pembaca peta.
Semua peta memiliki kesalahan Peribahasa tersebut menggambarkan bahwa setiap pta yang
dibuat akan selalu terdapat kesalahan-kesalahan di dalamnya. Hal tersebut dapat terjadi karena peta
dibuat dengan meminimalisir satu aspek kesalahan saja. Aspek tersebut berupa jarak, sudut, area dan
bentuk. Proyeksi yang digunakan untuk meminimalisir kesalahan jarak, sudut merupakan proyeksi
ekudistan, proyeksi yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi pada luas area disebut
ekuivalen dan proyeksi yang dimaksudkan untuk mempertahankan bentuk adalah konform.

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 3 dari 7


PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

Nilai

KESIMPULAN
1. Konsep proyeksi peta untuk kajian kartografis adalah memindahkan keadaan dari detail bumi
yang ada pada bidang lengkung(globe) ke bidang datar berupa peta.
2. Penggunaan peta baik peta cetak maupun peta virtual menggunakan tahapan-tahapn yang
sama yaitu pembacaan peta, analisis peta dan interpretasi peta. Tahapan-tahapan tersebut
dilakukan dalam proses membaca peta.
3. Peta memiliki informasi proyeksi di dalamnya. Cara membaca informasi proyeksi tersebut
dengan membaca informasi yang terdapat di bagian tepi peta.
4. Proyeksi yang digunakan pada suatu peta memiliki karakteristik masing-masing berdasarkan
jenis proyeksi yang digunakan sesuai wilayah yang dimuat dalam peta tersebut.
5. Peta dengan posisi lintang yang berbeda menggunakan proyeksi yang berbeda pula karena
bertujuan untuk mengurangi distorsi yang terjadi. Pada wilayah ekuator menggunakan
proyeksi silinder, pada wilayah lintang 45 o menggunakan proyeksi kerucut dan pada daerah
kutub menggunakan proyeksi azimuth.
Nilai

DAFTAR PUSTAKA
1. SNI 19-6724-2002.Jaringan Kontrol Horisontal
2. Wongsotjitro Soetomo.1982.Ilmu Proyeksi Peta.Yogyakarta:Yayasan Kanisius
Nilai

Peta Variabel Keterangan


1 Judul Peta Sambas
Klasifikasi Peta Referensi
Skala Peta 1:200.000
Nomor lembar peta XIII-XIV/44-45
Wilayah yang dipetakan Ekuator

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 4 dari 7


PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

Instansi pembuat peta AMS (US Army Map Services)


Batas area peta Atas : 200 LU
Bawah : 120 LU
Kiri : 220 BT
Kanan : 300 BT
Sistem koordinat peta UTM
Proyeksi yang digunakan LCO
Datum horisontal yang digunakan
Datum vertikal yang digunakan
Capture tampilan peta
2 Judul Peta Reykjavik
Klasifikasi Peta Referensi
Skala Peta 1:5000
Nomor lembar peta G 6434 R 45 1943 .US
Wilayah yang dipetakan Reykjavik
Instansi pembuat peta AMS (US Army Map Services)
Batas area peta Atas : 09o 17 00
Bawah : 07o 02 30
Kiri : 20o 29 54
Kanan : 23o 29 36
Sistem koordinat peta UTM
Proyeksi yang digunakan LCO
Datum horisontal yang digunakan Ellipsoid
Datum vertikal yang digunakan
Capture tampilan peta
3 Judul Peta Antartic Region
Klasifikasi Peta Peta Tematik
Skala Peta 1:68.000.000
Nomor lembar peta 803121A1 (R02207) 3 DS
Wilayah yang dipetakan Lintang Atas (Kutub)
Instansi pembuat peta AMS (US Army Map Services)
Batas area peta Atas : 3000 N
Bawah : 3000 S
Kiri : 9000 E
Kanan : 9000 W
Sistem koordinat peta Geografis
Proyeksi yang digunakan Azimuthal Equal -Area
Projection
Datum horisontal yang digunakan WGS 1984
Datum vertikal yang digunakan WGS 1984
Capture tampilan peta
1. Tabel Identifikasi informasi tepi peta 3 wilayah yang berbeda.

Perbandingan Karakteristik proyeksi yang digunakan pada 3 wilayah yang berbeda


Proyeksi Peta 1 Proyeksi Peta 2 Proyeksi Peta 3
Nama Azimuthal Equal-Area Plate carree Mercator
proyeksi
Bidang Azimuthal Silinder Silinder
proyeksi

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 5 dari 7


PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

Klasifikasi Equivalent Equidistant Konform


proyeksi
Sifat gratikul Garis meridian Garis meridian dan Jarak dari garis paralel tidak
merupakan garis lurus paralel berupa garis sama dan semakin
yang memanjang mengecil pada ekuator.
yang memotong kutub
setengah dari ekuator,
dengan sudut asli. garis paralel berjarak
Garis paralel melingkar sama antara satu sama
lain.
dengan titik pusat berada
di kutub, semakin
menjauh dari kutub jarak
antar garis semakin
sempit.
Distorsi yang Distorsi yang paling kecil Distorsi area dan bentuk Distorsi semakin besar
terjadi berada pada dua paralel terjadi. pada wilayah yang
menjauhi ekuator.
pertama, semakin jauh
dari titik pusat distorsi
semakin besar.
Nama Johann Henirich Erastosthenes Gerardus Mercator
pengembang Lambert
proyeksi
pertama kali
Lokasi Kutub Ekuator Ekuator
wilayah yang
dipetakan
Keunggulan Distorsi minimal di Distorsi minimal di Distorsi minimal di wilayah
wilayah kutub wilayah ekuator ekuator
Keterbatasan Keluar atau menjauh dari Menjauhi ekuator Wilayah kutub terjadi
kutub distorsi semakin distorsi semakin besar distorsi yang sangat besar
karena letak yang jauh dari
besar
ekuator
Gambar
jaring-jaring
proyeksi

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 6 dari 7


PRAKTIKUM PROYEKSI PETA [GKP 0102]

Laboratorium Kartografi Fakultas Geografi UGM 2016| Halaman 7 dari 7