Anda di halaman 1dari 18

D.

Perkalian Dan Pembagian Pecahan


Untuk mengikuti lomba memasak, Indira dan kelompoknya diwajibkan membawa
bahan-bahan untuk memasak. Dalam kelompok Indira tersebut, Indira dan seorang
temannya, Mawar, ditugasi temannya untuk membawa beras dua pertiga kilogram.
Indira dan Mawar sepakat bahwa masing-masing dari mereka akan membawa setengah
dari beras tersebut. Berapa kilogram beras yang akan dibawa oleh Indira?

Untuk menjawab permasalahan tersebut, kita dapat menggunakan operasi perkalian


pada pecahan. Indira akan membawa setengah dari dua pertiga kilogram beras, yang
dapat dituliskan 1/2 2/3 kg. Berapakah hasil kali 1/2 dan 2/3? Untuk menjawabnya,
kita dapat menggunakan konsep luas persegi panjang sebagai berikut.

Perhatikan persegi panjang warna hijau! Persegi panjang tersebut memiliki panjang 2/3
dan lebar 1/2. Dari gambar di atas, dengan jelas kita dapat mengetahui bahwa luas dari
persegi panjang tersebut adalah 2/6 bagian dari persegi satuan. Karena luas persegi
panjang adalah panjang dikali lebar, maka kita dapat memperoleh 2/3 1/2 = 2/6.
Sehingga, beras yang akan dibawa oleh Indira adalah 2/6 atau 1/3 kg.

Apa yang dapat kita simpulkan dari permasalahan di atas? Sebelum kita masuk ke
kesimpulan, perhatikan beberapa contoh perkalian pecahan lainnya berikut.
Dari gambar 1 kita dapat memperoleh bahwa 2/5 dikali 3/4 sama dengan 6/20. Pada
gambar 2, 7/8 dikali dengan 3/4 sama dengan 21/32. Sedangkan pada gambar 3, kita
dapat memperoleh bahwa 4/6 dikali dengan 5/6 sama dengan 20/36. Ketiga perkalian
pecahan di atas dapat dituliskan sebagai berikut.

Apa yang dapat kita amati dari perkalian di atas? Bagaimana dengan pembilang dan
penyebut dari pecahan hasil perkalian? Pada perkalian pertama, pembilang dari hasil
perkaliannya adalah 6, yang sama dengan 2 3, yaitu perkalian dari pembilang
pecahan-pecahan yang dikalikan. Sedangkan penyebut dari hasil perkaliannya adalah
20, yang sama dengan 5 4, yaitu perkalian dari penyebut pecahan-pecahan yang
dikalikan. Demikian juga pada operasi perkalian kedua dan ketiga.

Hasil kali dua pecahan merupakan pecahan yang pembilang dan penyebutnya secara
berturut-turut merupakan perkalian dari pembilang dan penyebut pecahan-pecahan
yang dikalikan.

Untuk lebih memahami mengenai perkalian pecahan, perhatikan beberapa contoh


berikut.
Bagaimana dengan perkalian yang melibatkan bilangan asli atau pecahan campuran?
Untuk kasus ini, kita harus mengubah bilangan asli dan pecahan campuran tersebut ke
dalam pecahan biasa. Perhatikan contoh berikut!

Perkalian Pecahan dengan Bilangan Bulat

Kalikan bilangan bulat dengan pembilangnya saja. Jangan ubah penyebutnya. Jika hasil perkalian lebih
besar dari penyebut, jadikan pecahan campuran
Contoh 1:

2 x 4/9 = 8/9
Contoh 2:

Untuk membuat sebuah kaos dibutuhkan 2/3 m kain. Jika ingin dibuat 5 buah kaos maka berapa m kain
yang dibutuhkan?

Jawab : 2/3 x 5 = 10/3 = 3 1/3 m


Contoh 3: (dibagi dulu)

2/7 x 14 = 2 x 14/7 = 2 x 2 = 4
Perkalian Pecahan Campuran dengan Bilangan Bulat
Kalikan pengali dengan masing-masing bilangan bulat dan pecahan pada pecahan campuran,
kemudian jumlahkan.

Contoh 1:

Jika hasil perkalian pecahan menghasilkan sebuah pecahan dengan pembilang yang nilainya lebih dari
penyebut maka sobat sesuaikan dengan cara seperti contoh berikut:

Perkalian Pecahan Biasa dengan Pecahan Biasa

Untuk operasi perkalian tipe pecahan biasa dengan pecahan biasa cara mengerjakannya cukup mudah.
Sobat hanya perlu:

Kalikan pembilang dengan pembilang dan kalikan penyebut dengan penyebut.

Contoh:

3/4 x 5/13 = (3 x 5)/ (413) = 15/52

Jika dalam perkalian ada yang sama antara pembilang dan penyebut maka sobat bisa mencoretnya
terebih dahulu
Contoh:

3/7 x 7/23 > angka 7 kita coret > 3/23

Jika diantara pembilang dan penyebut pecahan yang dikalikan terdapat faktor pembagi yang sama sobat
bisa melakukan penyederhanaan. Ini akan memudahkan penghitungan.

Contoh

sobat dapat menyederhanakannya dengan cara

Untuk perkalian pecahan biasa lebih dari dua, caranya sama. Kalikan semua pembilang kemudian
kalikan semua penyebut.
1 3 5 15
Contoh =
2 4 7 56

1 x 3 x 5 = 15

2 x 4 x 7 = 56

Perkalian Pecahan Campuran dengan Pecahan Campuran

Perkalian pecahan campuran dengan sesamanya memang terlihat cukup rumit. Langkah yang paling
mudah yang bisa lakukan untuk menyelesaikannya adalah dengan:

Ubah pecahan campuran ke dalam bentuk pecahan biasa kemudian lakukan perkalian.
Dalam aplikasi soal sobat mungkin akan menemukan beragam kasus dengan model kasus perkalian
pecahan yang berbeda-beda. Tips dari kami kerjakan dengan cara yang paling mudah dan tentunya
kalian pahami. Sekian sobat, jika ada yang belum dimengerti atau ada soal perkalian pecahan yang
belum ketemu solusinya jangan ragu-ragu menyampaikannya melalui kotak komentar di bawah.

PEMBILANG X PEMBILANG = PEMBILANG


PENYEBUT X PENYEBUT = PENYEBUT

Hasil itu masih harus disederhanakan dengan cara : pembilang dan


penyebutnya dibagi dengan FPB dari keduanya, FPB dari 90 dan 180 adalah
90 sbb:
3. Pembagian Pecahan Biasa

Operasi hitung pembagian pecahan biasa pada akhirnya akan sama dengan
operasi perkalian pecahan biasa, tidak perlu menyamakan
penyebut. PENYEBUT BEDA ATAU SAMA - TIDAK PERLU DI UBAH UBAH
- LANGSUNG HITUNG SAJA .
Hanya saja harus ada sedikit awalan yang mesti dilalui. Karena pada
hakekatnya pembagian merupakan kebalikan dari perkalian, maka kita balik
saja pembagian itu menjadi perkalian, dengan syarat pecahan pembagi juga
harus dibalik antara pembilang dan penyebutnya, perhatikan contoh berikut :

Untuk Operasi hitung Pembagian pecahan biasa pada tingkatan peserta didik
yang lebih tinggi biasanya cukup menggunakan istilah sebagai berikut :

Pembilang kali penyebut = pembilang


Penyebut kali pembilang = penyebut
Demikian Untuk Materi kali ini, semoga saja bisa bermanfaat dan apabila ada
rekan/pembaca yang mempunyai cara yang lebih mudah difahami oleh
peserta didik, kami sangat mengharap agar rekan/pembaca sudi untuk
berbagi disini.

Perkalian
Ini yang paling mudah???? bilangan bulatnya dijadikan pecahan dengan
penyebut angka 1 dan selanjutnya sama dengan perkalian pecahan biasa
pada contoh perkalian diatas, tidak perlu menyamakan penyebut,
tapi pembilang x pembilang = pembilang dan penyebut x penyebut =
penyebut

c. Pembagian......
Ubah bilangan bulat menjadi pecahan dengan penyebut angka 1, lalu balik
tanda bagi menjadi tanda kali dan balik pecahan dibelakangnya antara
pembilang dan penyebutnya... berikutnya....sama dengan sama saja
dengan perkalian seperti ini :

Perkalian pecahan decimal


Contoh I :

12,3 x 4,56 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan

pada bilangan 12,3 ada satu desimal (satu angka dibelakang koma)
pada bilangan 4,56 ada dua desimal (dua angka di belakang koma)
berarti jumlah desimal (jumlah angka dibelakang koma)
ada tiga desimal ( tiga angka dibelakang koma, maka :

56088 dibuat tiga desimal menjadi 56,088


jadi 12,3 x 4,56 = 56,088

Contoh II :

12,3 x 45,6 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan


pada bilangan 12,3 ada satu desimal (satu angka dibelakang koma)
pada bilangan 45,6 ada satu desimal (satu angka di belakang koma)
berarti jumlah desimal (jumlah angka dibelakang koma)
ada dua desimal ( dua angka dibelakang koma, maka :

56088 dibuat dua desimal menjadi 560,88


jadi 12,3 x 45,6 = 560,88

Contoh III :

1,23 x 4,56 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan

pada bilangan 1,23 ada dua desimal


pada bilangan 4,56 ada dua desimal
berarti jumlahnya ada empat desimal, maka :

56088 dibuat empat desimal menjadi 5,6088


jadi 1,23 x 4,56 = 5,6088

Contoh IV :

0,123 x 4,56 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan

pada bilangan 0,123 ada tiga desimal


pada bilangan 4,56 ada dua desimal
berarti jumlahnya ada lima desimal, maka :

56088 dibuat lima desimal menjadi 0,56088


jadi 0,123 x 4,56 = 0,56088

Contoh V :

0,123 x 45,6 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan

pada bilangan 0,123 ada tiga desimal


pada bilangan 45,6 ada satu desimal
berarti jumlahnya ada empat desimal, maka :

56088 dibuat empat desimal menjadi 5,6088


jadi 0,123 x 45,6 = 5,6088

Contoh VI :

0,123 x 456 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan

pada bilangan 0,123 ada tiga desimal


pada bilangan 456 ada nol desimal
berarti jumlahnya ada tiga desimal, maka :
56088 dibuat tiga desimal menjadi 56,088
jadi 0,123 x 456 = 56,088

Contoh VII :

0,123 x 0,456 = ............

singkirkan dulu tanda desimalnya, menjadi :


123 x 456 = .............

hasil perkalian 123 x 456 adalah 56088

kembalikan tanda desimal yang tadi disingkirkan

pada bilangan 0,123 ada tiga desimal


pada bilangan 0,456 ada tiga desimal
berarti jumlahnya ada enam desimal, maka :

56088 dibuat enam desimal menjadi 0,056088


jadi 0,123 x 0,456 = 0,056088

Pembagian
Pada langkah awalnya, proses pengerjaan operasi hitung pembagian
pecahan desimal, sama persis dengan proses pengerjaan perkalian pecahan
desimal. Yaitu menganggap pecahan desimal itu sebagai bilangan bulat,
dengan cara menyingkirkan tanda desimal ( tanda koma ) terlebih dahulu.

9 , 63 : 32 , 1 disingkirkan terlebih dahulu tanda desimalnya menjadi 963 :


321

Setelah tanda desimal disingkirkan terlebih dahulu, langkah


kedua adalah mengerjakan sebagai pembagian. bilangan bulat.

963 : 321 = 3

Langkah ketiga, ini yang berbalik 180 derajat. Bila pada operasi hitung
perkalian pecahan desimal, "semua desimal dijumlahkan", maka pada operasi
hitung pembagian pecahan desimal "DESIMAL PADA BILANGAN DIBAGI
DIKURANGI DESIMAL PADA BILANGAN PEMBAGI"
9 , 63 ada 2 desimal
32 , 1 ada 1 desimal
2 - 1 = 1 >> berarti ada satu desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 3 dijadikan satu desimal menjadi 0 , 3

======================

bila hasil pengurangan itu adalah bilangan positif, jumlah desimal pada
jawaban sebanyak besaran hasil pengurangan tersebut

Contoh :
-------------------------------------
1 , 25 : 2 , 5
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

1 , 25 ada 2 desimal
2 , 5 ada 1 desimal
2 - 1 = 1 >> berarti ada 1 desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan 1 desimal menjadi 0 , 5


------------------------------------
1 , 25 : 25
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

1 , 25 ada 2 desimal
25 ada 0 desimal
2 - 0 = 2 >> berarti ada 2 desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan satu desimal menjadi 0 , 05


------------------------------------
0 , 125 : 2 , 5
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

0 , 125 ada 3 desimal


2 , 5 ada 1 desimal
3 - 1 = 2 >> berarti ada 2 desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan satu desimal menjadi 0 , 05


-----------------------------------
0 , 125 : 25
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

0 , 125 ada 3 desimal


25 ada 0 desimal
3 - 0 = 3 >> berarti ada 3 desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan satu desimal menjadi 0 , 005


======================

bila hasil pengurangan itu = nol, maka jawaban tidak mengandung


desimal (tidak ada koma)

Contoh :
-------------------------------------
12 , 5 : 2 , 5
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

12 , 5 ada 1 desimal
2 , 5 ada 1 desimal
1 - 1 = 1 >> berarti ada nol desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan nol desimal tetap 5


-------------------------------------
1 , 25 : 0 , 25
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5
1 , 25 ada 2 desimal
0 , 25 ada 2 desimal
2 - 2 = 0 >> berarti ada nol desimal pada jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan nol desimal tetap 5


======================

bila hasil pengurangan = bilangan negatif , tambahkan nol


dibelakang jawaban sejumlah besaran bilangan negatif tersebut.

Contoh :
------------------------------------
125 : 0 , 25
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

125 ada 0 desimal


0 , 25 ada 2 desimal
0 - 2 = -2 >> berarti menambah satu nol dibelakang jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan satu desimal menjadi 500


------------------------------------
125 : 2 , 5
kerjakan dulu sebagai 125 : 25 = 5

125 ada 0 desimal


2 , 5 ada 1 desimal
0 - 1 = -1 >> berarti menambah satu nol dibelakang jawaban

jawaban yang asalnya 5 dijadikan satu desimal menjadi 50


Pembagian pecahan biasa
1. Contoh Pengerjaan Operasi Hitung Pembagian yang terdiri atas dua buah
Pecahan

Bila hanya dibayangkan, itu sepertinya sulit


Tapi bila dipraktekkan ternyata hanyalah seperti ini :
1x4=4 hasil 4 sebagai pembilang pada pecahan jawaban
2x3=6 hasil 6 sebagai penyebut pada pecahan jawaban
atau seperti ini :

Bisa juga dengan membalik tanda : menjadi tanda x dan diikuti membalik
pecahan dibelakangnya, seperti ini

jadi pada dasarnya antara 1/2 : 3/4 dengan 1/2 x 4/3 nilainya sama saja

jadi jelas bahwa hasil dari 1/2 : 3/4 = 4/6


========================================
Sekarang tinggal dilanjut dengan :

2. Contoh Pengerjaan Operasi Hitung Pembagian yang terdiri atas tiga buah
Pecahan

oya rumusnya :

Dengan cara dikalikan bersilang antara pembilang dengan penyebutnya :

Pembilang pecahan pertama x penyebut pecahan


kedua x penyebut pecahan ketiga :
Hasilnya sebagaipembilang pada jawaban

Penyebut pecahan pertama x pembilang pecahan


kedua x pembilang pecahan ketiga :
Hasilnya sebagai Penyebut pada jawaban

misalnya :

1x4x6=24 hasil 24 sebagai pembilang pada jawaban


2x3x5=30 hasil 30 sebagai penyebut pada jawaban
seperti ini :

atau dengan cara membalik semua tanda : menjadi tanda x , dan diikuti
membalik pecahan yang letaknya tepat berada dibelakang tanda:menjadi
tandax:

Kesimpulannya 1/2 : 3/4 : 5/6 sama saja dengan 1/2 x 4/3 x 5/6

maka :