Anda di halaman 1dari 4

UTILITAS EKSISTING

( JARINGAN TELEPON, JARINGAN LISTRIK, LAMPU JALAN ) (SUMBER AIR BERSIH , DRAINASE)

Air permukaan tanah


menuju kontur yang lebih
rendah sesuai pada gambar

Tiang Lampu Jalan


Tiang jaringan listrik
Tiang jaringan telepon

Terdapat saluran air (selokan kota) pada lingkungan tapak, yaitu di sisi jalan S. Parman.
Sedangkan sumber air bersoh pada lingkungan tapak yaitu bersumber dari PDAM
VEGETASI EKSISTING
- Pohon Trembesi
Terdapat di lingkungan tapak yaitu di
sisi kiri dan kanan jalan A. Yani.
Pohon memiliki tajuk yang lebat dan
dan lebar sehingga menjadi tanaman
peneduh selain itu mengurangi
kebisingan serta polusi pada jalan raya.
Pohon ini memiliki waktu hidup yang
lama.
v - Pohon pisang
v Di dalam tapak terdapat cluster
v
v
kumpulan pohon pisang, juga pohon
v singkong yang merupakan kebun
v warga. Tanaman ini memiliki waktu
v
v hidup pendek
v

v
- Perdu
Didalam tapak dipenuhi tanaman
rumput ketinggian hingga 20cm serta
v tanaman perdu yang memiliki
ketinggian 50-100 cm

- Pohon Mahoni
v Di sepanjang bahu jalan A Yani
terdapat jajaran pepohonan Mahoni.
Sebagai peneduh serta pengurang
karbon dioksida
KEMACETAN PARKIR ON STREET
Menurut RTRW Kota Malang, jalan Ahmad Yani dan S Parman merupakan
jalan arteri primer yang merupakan akses dari pusat Kota Malang menuju
Kota Surabaya. Selain itu jalan ini juga merupakan kawasan perdagangan dan
jasa sehingga sering terjadi kepadatan kendaraan dan menyebabkan
kemacetan. Penumpukan kendaraan terjadi pada pagi serta sore hari (jam
kerja) selain itu juga pada weekend days. Ditambah lagi adanya lampu lalu
lintas pada persimpangan masjid Sabilillah.

Waktu
Foto Kondisi Jumlah Durasi
(pukul)
Pagi Hari 43 10 menit
(07.00)
Siang hari 24 10 menit
(11.00)

Pada jalan A Yani terdapat bahu jalan yang cukup lebar 2m sehingga dimanfaatkan oleh
Sore Hari 47 10 menit pengendara untuk memarkirkan kendaraan. Baik itu dalam waktu lama maupun singkat.
(16.00) Termasuk pada area depan Carefour dimana merupakan bahu jalan yang digunakan
sebagai lahan parkir. Meskipun lahan parkir ini tidak mengganggu kelancaran lalu lintas
akan tetapi tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

A. Pengertian Convention
Convention menurut Dirjen Pariwisata adalah kegiatan berupa pertemuan antar penerjemah bahasa. i) Pelayanan recording, filming, dan publisitas. j) Pelayanan parkir
kelompok (negarawan, usahawan, cendikiawan, dan sebagainya) untuk membahas untuk delegasi (VIP) dan parkir umum
masalah masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama atau bertukar
informasi tentang hal hal baru untuk dibahas (Keputusan Dirjen Pariwisata
Nomor : Kep-06/U/IV/1992; pasal 1 : pelaksanaan usaha jasa konvensi, perjalanan
insentif dan pameran).

Fungsi Convention Centre


Sebagai media komunikasi untuk sebuah kelompok untuk membahas
permasalahan, memprensentasikan karya/ produk, untuk bertukar pikiran dan
saling tukar menukar informasi.
Memberi kemudahan dalam segala pihak dalam melakukan kegiatan konvensi
dengan memberikan wadah untuk kegiatan konvensi.

Tujuan Convention Centre


Memecahkan masalah dalam organisasi dalam bentuk pertemuan agar saling
berbagi pendapat.
Memberi wadah kegiatan komunikasi untuk setiap kelompok atau pelaku yang
membutuhkannya.
Tempat untuk berbagi ilmu dalam kegiatan seminar ataupun workshop.
Meningkatkan kualitas pariwisata di suatu daerah dengan menarik atau
mengundang banyak pengunjung dari luar kota sehingga juga sebagai ajang
promosi kota setempat.

Lokasi dan Pencapaian Menurut Fred Lawson (1981; hal.158) percencanaan lokasi
dan pencapaian ke bangunan harus memenuhi beberapa syarat yaitu :
a) Lokasi berdekatan dengan jalan utama dan lalu lintas yang lancar
b) Berdekatan dengan hotel berbintang dan perkantoran
c) Memiliki sistem lalu lintas dengan lebar jalan yang cukup lebar
d) Pintu masuk harus terlihat jelas dan mudah dikenali
e) Pintu masuk harus mempunyai fasilitas bag drop yang dapat dilalui mobil
dan taksi.
Jenis ruang dan fasilitas yang tersedia dalam ruangan Convention and Exhibition Centre
menurut Fred Lawson (1981; hal. 91) adalah sebagai berikut : a) Ruang Convensi Utama
atau auditorium, berjumlah satu atau dua dengan kapasitas antara 1000 3000 tempat
duduk. b) Ruang konvensi sedang atau ballroom berjumlah dua atau tiga buah dengan
kapasitas 200 500 tempat duduk. c) Ruang pertemuan berjumlah empat sampai sepuluh
buah dengan kapasitas antara 20 50 tempat duduk. d) Exhibition hall. e) Servis food
untuk peserta konvensi. f) Monitor televisi dan broadcasting. g) Pelayanan pers,
cenference organizer untuk delegasi. h) Pelayanan penggandaan, printing, dan