Anda di halaman 1dari 3

1.

Fermentasi sendiri adalah peruraian senyawa


organik menjadi senyawa sederhana dengan
bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan
energi (Fardiaz, 1987) .
Fermentasi adalah proses perombakan senyawa
organik dalam kondisi anaerob atau aerob yang
menghasilkan produk berupa asam organik,
alkohol dan gas.(eni r)

2. selama proses fermentasi terjadi


pemecahan zat gula menjadi komponen
yang lebih sederhana yaitu glukosa dan
fruktosa serta terbentuknya komponen
ikatan karbon pembentuk selulosa,
sehingga pada rentang lama waktu
fermentasi, terdapat akumulasi hasil
fermentasi gula secara terus-menerus . Penurunan kadar gula pada
setiap perlakuan menjelaskan bahwa
setiap mikroba membutuhkan gula
sebagai sumber karbon, sehingga terjadi
penurunan kadar gula seiring dengan
bertambahnya waktu fermentasi
(Gambar 4) karena gula pada media akan
digunakan oleh mikroba sebagai nutrisi
yang kemudian akan diubah menjadi
alkohol dan CO2. Gas CO2 tersebut
selanjutnya bereaksi dengan uap air dan
membentuk asam karbonat. Pada proses
fermentasi gula ini, yeast sangat berperan
aktif dalam penguraian gula menjadi
CO2 dan asam-asam organik serta
komponen lain. Peningkatan kadar alkohol disebabkan
karena, selama proses fermentasi,
khamir Saccharomyces cerevisiae
memproduksi alkohol secara anaerob,
kemudian alkohol menstimulasi
pertumbuhan Acetobacter xylinum untuk
memproduksi asam asetat secara aerob,
sedangkan asam asetat akan
menstimulasi pertumbuhan
Saccharomyces cerevisiae. Kemudian
alkohol digunakan oleh bakteri
Acetobacter untuk pembentukan asam
asetat, sehingga menyebabkan kadar
alkohol mengalami penurunan. (Pratiwi et al., 2012)

Dari beberapa peneliti didapat angka-angka yang menunjukan bahwa proses


fermentasi mengikuti hukum konservasi zat seperti pada reaksi-reaksi
kimia biasa.
Menurut Gay-Lussac tahun 1810, persamaan fermentasi pembuatan Alkohol adalah;

CeHpOo ------) 2COz + 2CzHsOH


Glukosa karbondioksida Etanol
Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan
produk yang dikehendaki. Mikrobia yang umumnya terlibat dalam
fermentasi adalah
bakteri, khamir, dan kapang. Contoh bakteri yang digunakan dalam fermentasi
adalah

Acetobocter Xylinum pada pembuatan nato decoco, Acetobacter Aceti pada


pembuatan asam asetat. Contoh khamir dalam fermentasi adalah
Saccharomyces

Cerevisiqe dalam pembuatan alkohol sedangkan contoh kapang adalah


Rhizopus sp
pada pembuatan tempe, Monascus Purpureus pada pembuatan anggur dan
sebagainya. Fermentasi dapat dilakukan menggunakan kultur murni ataupun
alami
serta dengan kultur tunggal ataupun kultur campuran. Fermentasi menggunakan kultur
alami umumnya dilakukan pada proses fermentasi tradisional yang
memanfaatkan

mikroorganisme yang ada di lingkungan.

Hal)ini)sesuai)dengan)
pendapat) ) Roukas) (1994),) bahwa) kisaran)
pertumbuhan)
Saccharomyces( cerevisiae) adalah) pada) pH)
3,5D6,5.) Pada)
kondisi)basa,)Saccharomyces(cerevisiae)tidak)
dapat)tumbuh.)
Ditambahkan)oleh)Elevri)dan)Putra)(2006),)b
ahwa)produksi)
etanol) oleh) ) Saccharomyces( cerevisiae)
paling) maksimal)
dapat)dicapai)pada)pH)4,5.))
) Oksigen)secara)tidak