Anda di halaman 1dari 5

BAB I

Pendahuluan

Latar belakang

Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu


sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa
identitas bersama (Koentjaraningrat, 1990).

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan


oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan
kesadaran, kemampuan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Derajat kesehatan masyarakat
dipengaruhi oleh 4 faktor yakni: Perilaku, Lingkungan, Pelayanan kesehatan dan
Keturunan. Faktor Perilaku dan Faktor Lingkungan memegang peran lebih dari 75%
dari kondisi derajat kesehatan masyarakat (GERMAS, 2016)

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan pendayafungsian layanan


kesehatan oleh masyarakat. Menurut Levey dan Loomba (1973) yang dimaksud
dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang dilaksanakan
secara sendiri atau bersama-sama, dalam suatu organisasi untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan
kesehatan seseorang, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan


perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health) dengan
dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan
promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan kuratif
dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok serta masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses
keperawatan (nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara
optimal, sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan (Mubarak, 2006).
Teori model komunitas sebagai mitra/partner menurut Anderson & McFarlane
adalah model community as partner . Model community as partner terdapat dua
komponen utama yaitu roda pengkajian komunitas dan proses keperawatan. Roda
pengkajian komunitas terdiri(1) inti komunitas (the community core),(2) subsistem
komunitas (the community subsystems),dan (3) persepsi (perception).

Tujuan Umum

1. Untuk mengetahui tentang teori model community as partner

Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui tentang analisi data dari ..


2. Untuk mengetahui tentang Web of Causation dari .
3. Untuk Mengetahui tentang rencana intervensi dari
4. Untuk mengetahui tentang Plan of Action dari
BAB II

Tinjauan Teori

Community as partner

Model community as partner dikembangkan oleh Anderson dan McFarlan dari


teori Betty Neuman (Anderson & McFarlan, 2004). Model berfokus pada perawatan
kesehatan masyarakat dimana praktek, keilmuan dan metodenya melibatkan
masyarakat untuk ikut berpartisipasi penuh dalam meningkatkan kesehatannya. Model
ini memiliki dua komponen utama pengkajiab yati core dan subsistem. Core merupakan
inti dari komunitas yang terdiri danri riwayat terbentuknya aggregate, demografi, suku,
nilai, dan kepercayaan. Sedangkan subsistem terdiri dari lingkungan fisik, pelayanan
kesehatan dan social, ekonomi, transportasi dan keamanan, politik dan pemerintahan,
komunikasi, pendidikan dan rekreasi.

Asuhan Keperawatan Komunitas mulai pengkajian, analisis data, diagnose


keperawatan, rencana keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.

Komponen lingkungan fisik yang dikaji meliputi lingkungan sekolah dan tempat
tinggal yang mampu mepengaruhi kesehatan, batasan wilayah, luas daerah, denah
atau peta wilayah, iklim, jumlah dan kepadatan penduduk, kesehatan lingkungan, dan
kegiatan penduduk sehari-hari. Lingkungan fisik juga dapat dikaji melalui wienshield.

Data yang dikaji dari subsistem layanan kesehatan dan sosial meliputi fasilitas di
dalam komunitas dan di luar komunitas. Layanan kesehatan meliputi ketersediaan
layanan kesehatan, bentuk layanan, jenis layanan, sumber daya, karaktersirtik
konsumen, statistik, pembayaran, waktu pelayanan, kemanfaatan, keterjangkuan,
keberlangsungan, dan keberterimaan layanan komunitas. Layanan sosial dapat meliputi
layanan konseling, panti wreda bagi lansia, pusat perbelanjaan, dan lain-lain yang
merupakan sistem pendukung bagi komunitas dalam menyelesaikan masalah
kesehatan. Pengkajiaan pelayanan kesehatan dan sosial juga meliputi kebijakan dari
pemerintah setempat terhadap kedua layanan tersebut.
Pada subsistem ekonomi dikaji pendapatan penduduk, rata-rata penghasilan,
status pekerjaan, jenis pekerjaan, sumber penghasilan, jumlah penduduk miskin,
keberadaan indrustri, toko/pusat pembelanjaan, dan tempat komunitas bekerja, dan
bantuan dana untuk pemeliharaan kesehatan. Komponen ini mempermudah komunitas
memproleh bahan makanan dan sebagainya.

Sementara itu pada komponen politik dan pemerintah dikaji situasi politik dan
pemerintahan di komunitas, peraturan dan kebijakan pemerintah daerah terkait
kesehatan komunitas, dan adaya program kesehatan yang ditunjukan pada penigkatan
kesehatan komunitas.

Pengkajian subsistem komunikasi meliputi media informasi yang dimanfaatkan,


bagaimana komunikasi sering dimanfaatkan masyarakat, orang-orang yang
berpengaruh, keikutsertaan dalam pendidikan kesehatan, bagaimana biasanya
komunitas memproleh informasi tentang kesehatan, adakah perkumpulan atau wadah
bagi komunitas sebagai sarana untuk mendapatkan informasi, dari siapa komunitas
memproleh banyak informasi tentang kesehatan, dan adakah sarana komunikasi formal
dan informal dalam komunitas.

Komponen pendidikan meliputi status pendidikan masyarakat, ketersediaan dan


keterjangkauan sarana pendidikan, fasilitas pendidikan yang ada di komunitas, jenis
pendidikan, tingkat pendidikan, komunitas yang buta huruf.

Pengkajian subsistem rekreasi diarahkan pada kebiasaan komunitas berekreasi,


aktivitas di luar rumah termasuk dalam mengisi waktu luang dan jenis rekreasi yang
dapat dimanfaatkan oleh komunitas, dan sarana penyaluran bakat komunitas.

Daftar pustaka

Koentjaraningrat (1990), Pengantar Ilmu Anthropologi, Akasara Baru, Jakarta.

Dinkes. 2016. Buku Panduan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS)


http://dinkes.acehprov.go.id/uploads/buku-panduan-germas-final.pdf [serial online]
diakses pada 7 september 2017
Levey, Samuel, N. Paul Loomba. 1973. Health Care Administration : A Managerial
perspective. Dalam: Azwar, Asrul. 1996. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat .
Jakarta : FKUI.

Mubarak, Wahit Iqbal. (2006). Ilmu keperawatan komunitas. Jakarta: Salemba Medika

Anderson.E.T & MCFarlane.J. 2011. Community as Partner theory and practice in


nursing. 6th ed. Wolter Kluwer. Lippincott Williams & Wilkins. Philadelpia.