Anda di halaman 1dari 3

Jovita Chiara 1504205069

1. Sistem pemadam kebakaran apa yang digunakan pada bangunan ini?


Pada bangunan ini menggunakan sistem hydrant dan sistem sprinkler.
Instalasi hydrant digunakan untuk mengatasi dan menaggulangi kebakaran secara manual
dengan menggunakan hydrant box , hydrant box ini tersedia pada setiap lantai dengan
beberapa zone pada bangunan. Sedangkan instalasi sprinkler digunakan untuk mengatasi
kebakaran secara otomatis disetiap ruangan melalui head sprinkler. Sprinkler dipasang
pada setiap lantai dengan jarak antara 3 sampai 5 meter .

2. Perawaratan apa saja yang dilakukan pada sistem pemadam kebakaran yang digunakan?
Untuk perawatan sistem pemadam kebakaran, dilakukan pengecekan pada sistem
secara berkala agar sistem beroperasi dengan baik dan maksimal. Perawatan sistem
pemadam ini wajib dilakukan secara berkala sebagai upaya dalam persiapan jika sewaktu-
waktu terjadi kebakaran jaringan instalasi akan siap digunakan dengan keadaan optimal.

3. Bagaimana jika kebakaran yang terjadi sudah terlanjur menjadi besar?


Jika kebakaran sudah telanjur membesar, maka akan menghubungi pemadam
kebakaran terdekat agar dapat memadamakan api secepatnya.
Dengan pemasangan dan perawatan sistem pemadam yang baik pada bangunan
diharapkan kebakaran dapat dipadamkan sebelum menyebar dan membesar.

4. Bagaimana cara evakuasi jika kebakaran belum dapat dipadamkan?


Jika terjadi kebakaran maka sistem akan memberikan pengumuman untuk
melakukan evakuasi secepatnya. pada bangunan ini disediakan tangga darurat yang
terdapat pada setiap lantai bangunan sehingga penghuni bangunan dapat
meninggalkan bangunan dengan cepat.

5. Sistem perlindungan terhadap kebakaran apa saja yang dilakukan melalui komponen
bangunan dari segi arsitektur atau dari struktur bangunan?
Pada bangunan ini hanya komponen dinding saja yang menggunakan material tahan
api.
Akan tetapi, api tetap dapat menembus dinding jika kebakaran terjadi dalam kurun
waktu yang lama sehingga penting untuk melakukan evakuasi sebelum api menyebar
di seluruh bagian bangunan.

6. apakah pemilihan sistem pemadam kebakaran yang digunakan menurut bapak/ ibu sudah
maksimal?
Karena pada bangunan ini di gunakan sprinkler dimana sistem tersebut bekerja
secara otomatis jika terjadi kebakaran dan juga digunakan hydrant yang bekerja
secara manual jika kabakaran yang terjadi sudah membesar, maka untuk sistem
kebakaran yang digunakan sudah baik dan maksimal.

7. berapa sering perawatan pada peralatan sistem pemadam kebakaran dilakukan?


Perawatan dilakukan secara berkala dalam kurun waktu sebulan sekali oleh orang-
orang yang berkompeten pada bidang tersebut sehingga tidak terjadi kesalahan atau
error pada sistem saat terjadi kebakaran.

8. apakah alasan menggunakan sistem pemadam kebakaran manual pada bangunan(jika


bangunan tsb menggunakan sistem manual) dan apakah alasan menggunakan sistem
pemadam otomatis pada bangunan ( jika bangunan menggunakan sistem otomatis).
Pada bangunan ini menggunakan sistem pemadam otomatis dan manual. Pada sistem
pemadam otomatis digunakan sprinkler yang dipasang disetiap lantai bangunan.
Alasan digunakan sistem sprinkler agar saat terdeteksi adanya kebakaran, sprinkler
dapat memadamkan api secara otomatis. Sedangkan pada sistem pemadam manual
digunakan hydrant yang dipasang setiap jarak 5 m sehingga jika sprinkler tidak bisa
memadamkan api maka akan didipadamkan secara manual menggunakan hydrant.

9. apakah ada bagian dari bangunan yang tidak terdapat sistem pemadam kebakaran?
Ada, misalnya pada ruang yang penuh dengan kabel tidak digunakan sprinkler
karena dapat memicu terjadi nya kebakaran. Untuk ruangan yang ada penghuninya
semua dilengkapi dengan sistem pemadam sprinkler dan hydrant.
10. jika terjadi kesalahan teknis pada sistem pemadam, hal apa yang harus dilakukan?
Jika terjadi kesalahan pada sistem misalnya sprinkler mengeluarkan air padahal
tidak terjadi kebakaran, maka akan dilakukan pengecekan dan perbaikan pada
sistem sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting
untuk melakukan perawatan dan pengecekan berkala sehingga tidak terjadi
kesalahan pada sistem.

11. Masalah apa saja yang sering terjadi pada sistem plumbing di bangunan ini?
Untuk permasalahan belum ditemukan sejauh ini, karena pada sistem plumbing
pada bangunan ini rutin dilakukan perawatan dan pengecekan berkala sehingga
dapat berfungsi dengan baik.

12. Berapa kebutuhan air bersih pada bangunan ini ?


Dikarenakan bangunan belum beroperasi maka untuk kebutuhan air bersih sendiri
belum dapat diperkirakan.

13. Apa upaya untuk menghindari bau yang tidak sedap dan serangga pada jaringan pipa air
pembuangan/kotor ?
Pada pembuangan air kotor biasa nya menimbulkan bau yang tidak sedap, upaya
untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan melakukan filtrasi saat air kotor
masuk ke pipa pembuangan sehingga tidak menimbulkan bau yang dapat
mengganggu aktivitas penghuni bangunan.

14. Bagaimana proses pengolahan limbah air kotor/pembuangan dalam bangunan ini?
Untuk pengolahan air kotor sendiri dilakukan dengan cara filtrasi atau menyaring
air kotor tersebut terlebih dahulu sehingga pada saat dibuang air sudah tidak
berbahaya lagi dan tidak mencemari lingkungan disekitarnya.