Anda di halaman 1dari 15

JURNAL PRAKTIKUM

FISIKA DASAR
KOEFISIEN GESEK

Oleh
Dwi Riska Yuliani 141810301002
Widya Puspita Dewi 141810301005
Kamelia Risqi Fauziah 141810301006
Khumairah 141810301007

LABORATORIUM FISIKA DASAR


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fisika sangat erat kaitanya dengan kehidupan sehari hari. Salah satunya
adalah gaya gesek . gaya gesek adalah gaya yang tidak asing lagi di dengar. Gaya
gesek adalah gaya non konservatif yang bekerja pada dua permukaan yang saling
bergerak satu sama lain. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersebtuhan
dimana sebuah benda bergerak atau diam pada permukaan yang memberikan gaya
gaya kepadanya.
Memahami akan pentingnya gaya gesek merupakan hal yang penting dalam
kehidupan manusia. Sehingga kita perlu mengetahui peran penting gaya gesek
dalam kehidupan sehari hari hari melalui praktikum acara dua kali ini. Yaitu
penentuan koefesien gesek bahan.
Praktikum pada acara kali ini dilakukan dengan cara meluncurkan benda
yang sudah diketahui masa,jarak dan juga sudut kemiringanya. Untuk menentukan
koefesien gesek statis dengan cara meluncurkan benda dengan memperbesar sudut
perlahan lahan. Dan di catat waktunya. Peralatannya meliputi 1 set bidang
miring,stopwath serta mistar.
Pentingya gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah
penerapan dalam bidang transportasi misalnya ban mobil maupum sepeda motor
yang diberi bentuk gerigi agar tidak licin terhadap jalan , manusia berjalan tanpa
terpleset, mobil bisa berhenti karena adanya pengereman.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang digunakan dalam praktikum penentuan
koefisien gesek bahan kali ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara menentukan nilai koefesien gesek statis?
2. Bagaimana cara menentukan nilai koefesien gesek kinetis?
3. Apa pengaruh sudut kemiringan terhadap koefefesien gesek statis atau
koeffesien gesek kinetis?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum koefisien gesek bahan kali ini adalah
sebagai berikut:
1. Mampu menentukan nilai koefesien gesek statis
2. Mampu menentukan nilai koefesien gesek kinetis
3. Mampun mengetahui pengaruh sudut kemiringan terhadap koefesien gesek
statis atau koefesien gesek kinetis

1.4 Manfaat
Adapun manfaat setelah dilakukannya praktikum koefisien gesek bahan kali
ini yaitu praktikan dapat mengetahui cara menetukan besar nilai koefesien gesek
statis maupun kinetis. Dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari misalnya jika
kita terapkan dalam aplikasi aat gergaji agar mudah untuk memotong benda.

BAB 2. DASAR TEORI


Permukan sebuah benda meluncur diatas permukaan benda lain masing-
masing benda akan saling melakukan gaya gesekan,sejajar dengan permukaan.
Gaya gesekan terhadap tiap berlawanan arahnya dengan arah gerakanya terhadap
benda lawanya. Jadi jika sebuah balok meluncur dari kiri kekakandia atas
permukaan sebuah papan bidang miring. Gaya gesekan juga ada bekerja dalam
keadaan tidak terjadi gerak relatif (Giancoli,1997).
Gaya gesekan adalah aya yang timbul akibat persentuhan langsung antara
dua permukaan benda dengan arah berlawanan terhadap kecenderungan arah
gerak benda (Astuti,1997).
Jenis gerak terhadap 2 jenis gaya gerak gesek,antara 2 benda yang padat
saling bergerak lurus yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis yang di
bedakan antara titik-titik sentuhan anatara benda kedua permukaanya yang tetap
akan saling berganti (Giancoli,1997).
Gaya gesek terjadi jika permukaan benda yang bersebtuhan ketika benda
belum bergerak disebut gaya gesek statis (fs). Gaya gesek statis maksimum sama
dengan gaya terkecil yang dibutuhkan agar benda mulai bergerak. Ketika benda
bergerak , gaya gesek yang terjadi antara dua benda berkurang. Gaya gesek yang
bekerja pada saat benda bergerak adalah gaya gesek kinetis (fk). Ketika sebuah
benda bergerak pada permukaan benda lain,gaya gesek yang bekerja berlawanan
terhadap gerak benda (Halliday,2010).
Besarnya gaya gesek kinetis meningkat,ketika gaya normalnya meningkat,
dan gaya gesek kinetis fk sebanding dengan besarnya dari gaya normalnya.
fk= k . N
k merupakan konstanta koefesien gesek kinetis.Permukaan licin akan
mempunyai koefesien kinetis lebih kecil, dan besar gaya statis adalah
fs=s . N
Dalam kehidupan sehari hari gaya geskan dapat memberikan manfaat tetapi
juga dapat merugikan,conntoh penerapan gaya gesek yang bermanfaat misalnya
adalah alas kai sepatu atau sandal,ban mobil sepeda dan sejenisnya serta rem
sepeda.
Dan dalam hal tertentu gaya gesekan justru akan mengganggu dan membuat
kerugian diantaranya adalah gir roda dan rantai karena bergesekan dapat cepat
rusak,pada mesin mobil atau pabrik cepat rusak, mengikisnya permukaan benda
(soedojo,1999).
Beberapa ketentuan tentang gaya gesek adalah:
- Jika F < fs,maka balok dalam keadaan diam
- Jika F = fs,maka balok dalam keadaan tepat akan bergerak
- Jika F > fs,maka balok dalam keadaan bergerak dan fs akan berubah
menjadi fk. ( = 0,licin sempurna, = 1,bidang sangat kasar) (Zaelani,2006).
Konsep konsep gaya gesek ketika gaya gesek yang bekerja pada benda lain
atau pada benda yang berguling diatas permukaan benda lain disebut gaya gesek
rotasi. Sedangkan gaya gesekan yang terjadi pada permukaan benda yang
meluncur diatas permukaan benda lain disebut gaya gesek translasi (Tipler,1995).
Turunan dari persamaan 3 adalah sebagai berikut:
fs=s . N
Jika benda M membutuhkan aktu dengan mula-mula diam dari A ke C adalah 5
detik,maka percepatnya adalah jarak dibagi dengan waktu kuadrat yaitu:
5 dibagi 25=0,2 meter per sekon kuadrat.
Penerapan gaaya gesek yang bermanfaat adalah seperti gesekan anatara
kedua tangan (telapak) sehingga dapat mengatkan tangan,gesekan anatara pisau
yang diasah dengan batu membuat pisau tajam dan gessekan batag korek api
menimbulkan api (Tipler,1996).
Dan penerapan gaya gesek yang merugikan adalah gesekan antara ban
kendaraan dengan jalan akan membuat ban aus,gesekan benda kasar dengan kain
membuat cepat rusak serta gesekan terus menerus pada mesin membuat cepat
rusak (Tipler,1996).

BAB 3. METODOLOGI PERCOBAAN


3.1 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum koefisien gesek
bahan ini adalah sebagai berikut:
1. Benda dan bahan yang akan ditentukan koefisien geseknya
2. Satu set alat bidang miring sebagai medium peluncuran benda
3. Neraca untuk mengukur massa benda yang akan ditentukan koefisien geseknya
4. Stopwatch untuk menghitung waktu yang diperlukan benda untuk bergerak
5. Mistar untuk mengukur panjang lintasan yang dilalui benda saat meluncur.

3.2 Desain Percoban

Adapun desain percobaan dari praktikum koefisien gesek bahan ini adalah
sebgai berikut:
1. Desain koefisien gesek statis
N
fs

Gambar 3.1pengukuran koefisien gesek statis permukaan bidang miring


(Sumber: Petunjuk praktikum fisika dasar,2014)
Keterangan:

normal permukaan terhadap benda


W:Gaya berat benda
fs:Gaya gesek statis
:
2. Desain koefisien gesek kinetis dengan katrol
N T T
a
fk

W1 W2

Gambar 3.2 pengukuran koefisien gesek statis permukaan bidang miring


(Sumber: Petunjuk praktikum fisika dasar,2014)
3.3 Langkah Kerja
Adapun langkah kerja pada praktikum koefisien gesek bahan ini adalah
sebagai berikut:
A. Menentukan koefisien gesek statis
1. Bahan yang akan ditentukan koefisien geseknya ditimbang, lalu dicatat
massanya.
2. Bahan diletakkan diatas bidang miring berlandasan kayu dengan kemiringan
awal 00.
3. Secara perlahan sudut kemiringan bidang miring diperbesar hingga bahan tepat
mulai meluncur turun.
4. Sudut yang dibentuk bidang miring dengan horizontal dihitung.
5. Langkah 2 dan 4 dilakukan hingga 5 data.
6. Diatas bahan ditambahkan beban yang massanya diketahui lalu diulangi
langkah 2 sampai dengan 5 untuk 3 kali penambahan beban.
7. Langkah 1 diulangi sampai 6 bahan landasan berbeda.
B. Menentukan koeisien gesek kinetis
1. Beban 1 ditimbang dengan menggunakan neraca.
2. Peralatan disusun dengan kemiringan tertentu.
3. Benda 1 diletakkan pada posisi tertentu, dicatat 2 buah titik acuan pada
landasan.
4. Diberi beban benda 2.
5. Waktu yang diperlukan oleh benda 1 dicatat.
6. Beban benda 2 ditimbang dan dicatat massanya.
7. Langkah 1 sampai 6 diulangi untuk beban yang berbeda.
8. Langkah 1 sampai 7 diulangi untuk sudut kemiringan yang berbeda.
9. Untuk langkah 1 sampai 8 diulangi untuk beban landasan yang berbeda.

3.4 Analisis Data

Berikut merupakan analisis data gaya gesek dalam praktikum:

A. Menentukan koefisien gesek statis

sin
= tan =
cos

)2
(1
= ( )2 ()2 = (1)

= ( 2 )2 ()2

= 100%

= 100%

= 1

= ( )
B. Menentukan koefisien gesek statis

1 2
= ( (( + 1) (1 ) 1)) tan
cos 1

2 2 2 1 1 2 sin
=
1 2 cos

= |( )| |2 | + |( )| || + |( )| ||
2
2 22 + 21
=| 2
| |1 | + | | ||
1 1 2 cos
2 sin + 2 2 sin 1 sin 1 2
+| | ||
1 2 cos

= 100%

= 100%

= 1

= ( )

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Adapun hasil yang diperoleh dari praktikum koefisien gaya gesek benda ini
adalah sebagai berikut:
A. MenentukanKoefisienGesekStatis.
a. LandasanKayu.
No. M1 AP I(%) K(%) s s
(Kg () s s
)
1. 30 0.01781 0.5 0.02 2 4.1 96 (0.50.02)
34 0.01069 0.67 0.014 3 2.2 97,8 (0.670.014)
33 0.00356 0.64 0.004 3 0.7 99,2 (0.640.004)
30 0.01781 0.57 0.02 2 4.1 96 (0.570.02)
32 0.00356 0.62 0.004 3 0.7 99,2 (0.620.004)
2. 29 0.02 0.5 0.03 2 6,7 93 (0.50.03)
30 0.01 0.5 0.02 2 4,3 95 (0.50,002)
30 0.01 0.5 0.02 2 3,9 96 (0,50,02)
35 0.017 0.7 0.02 2 3,7 96 (0,70,02)
3 0,7 99 (0,640,00
33 0.003 0.64 0.005
8 5)
3. 28 0.03 0.5 0.04 2 8,7 91 (0.50,04)
3 2,1 97
34 0.01 0.67 0.01 (0.670,01)
1
3 0,7 99
33 0.003 0.64 0.005 (0.640,005)
9
3 2,3 95
34 0.01 0.67 0.01 (0.670,01)
6
30 0.01 0.57 0.02 2 4,3 97 (0.570,052)
4. 3 2,5 96
34 0.01 0.67 0.01 (0.670,01)
5
35 0.01 0.7 0.02 2 3,8 99 (0.70,02)
3 0,7 94
33 0.003 0.64 0.005 (0.640,005)
7
38 0.03 0.7 0.03 2 5,0 97 (0.70,03)
3 2,5
35 0.01 0.70 0.01 (0.700,01)
4

b. LandasanKaca.

No. M1 (Kg) () s s AP I(%) K(%) s s


1. 2 3,3 96,6 (0.57 0.023 )
30 0.01781 0.57 0.023

3 5,65 94,3 ( 0.67 0.014 )


34 0.01069 0.67 0.014
3 0,64 99,35 (0.64 0.004 )
33 0.00356 0.64 0.004

2 2,38 97 ( 0.57 0.023 )


30 0.01781 0.57 0.023

3 2,38 97,6 ( 0.62 0.004 )


32 0.00356 0.62 0.004

2. 2 0,6474 99 ( 0.55 0.037 )


29 0.02494 0.55 0.037

2 0,64 99,3 ( 0.57 0.025 )


30 0.01781 0.57 0.025

2 1,2 98,7 (0.57 0.02 )


30 0.01781 0.57 0.02

2 1,2 98,7 ( 0.70 0.025)


35 0.01781 0.70 0.025

3 0,64 99,3 (0.64 0.005 )


33 0.00356 0.64 0.005

3. 2 1,2 98, ( 0.53 0.53 )


28 0.03206 0.53 0.046

3 1,25 98,7 ( 0.67 0.014 )


34 0.01069 0.67 0.014

3 1,25 98,7 (0.64 0.005 )


33 0.00356 0.64 0.005

3 1,25 98,7 (0.67 0.015 )


34 0.01069 0.67 0.015

2 2,38 97 (0.57 0.025 )


30 0.01781 0.57 0.025

4. 3 0,64 99 (0.67 0.017 )


34 0.01069 0.67 0.017

2 2,3 97, (0.700.02 )


35 0.01781 0.70 0.02

3 3,35 96,6 ( 0.64 0.005 )


33 0.00356 0.64 0.005

2 2,3 97,6 (0.78 0.78 )


38 0.03919 0.78 0.78
35 0.01781 0.70 0.017 3 ( 0.70 0.017 )

B. MenentukanKoefisienGesekKinetis.

a. Landasankayu

Landasan
Kayu
m1(gr) m2(gr m1=m2=(nst/2)(gr s(m) t(s) t(s)=(nst/2) () (.rad) ()=(nst/2)
) )
66,5 180 0,05 0,5 1,06 0,00005 0 0 0,5
66,5 190 0,05 0,5 0,31 0,00005 0 0 0,5
0,52359
66,5 180 0,05 0,5 1,06 0,00005 30 9 0,5
0,52359
66,5 190 0,05 0,5 0,69 0,00005 30 9 0,5

(.rad
) k k I(%) K(%) AP
0,009 2,542 0,000733983 0,029 99,97 4,53945845
0,009 0,85 0,00100805 0,119 99,88 3,92609239
0,009 2,358 0,015635219 0,663 99,34 3,178382106
0,009 2,254 0,015110348 0,67 99,33 3,173689378

Landasan Kaca
m2(gr m1=m2=(nst/2)(gr
m1(gr) ) ) s(m) t(s) t(s)=(nst/2) () (.rad) ()=(nst/2)
66,5 180 0,05 0,5 0,25 0,00005 0 0 0,5
66,5 190 0,05 0,5 0,53 0,00005 0 0 0,5
0,52359
66,5 180 0,05 0,5 0,6 0,00005 30 9 0,5
0,52359
66,5 190 0,05 0,5 1,06 0,00005 30 9 0,5

(.rad
) k k I(%) K(%) AP
-
0,009 -0,259 0,001336541 0,517 100,5 #NUM!
0,009 2,171 0,000747587 0,034 99,97 4,462912944
0,009 1,954 0,013598871 0,696 99,3 3,157350993
0,009 2,524 0,016471869 0,653 99,35 3,185277444

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini membahas tentang menetukan koefesien gesek
benda,yang di ukur adalah meliputi koefesien gesek statis ( s) dan koefesien
gesek kinetis (k) pada balok yang hasilnya terangkum dalam tabel di bab hasil..
Pada praktikum ini menentukan koefesien gesek statis dan koefesien gesek kinetis
pada balok dengan landasan yang berbeda yaitu landasan kayu dan kaca.
Berdasarkan perobaan tersebut dapat diketahui bahwa koefesien gesek yang
dilakukan anatara balok dengan kayu memiliki gaya statis maksimum dan gaya
kinetisnya lebih besar dari pada balok dengan landasan kaca. Karena semakin
kasar permukaan benda atau permukaan landasan meluncur,smakin besar pula
gaya gesek statis maksimum dan semain besar pula gaya gesek kinetisnya.
Menentukan nilai koefesien gesek statis pada balok dengan landasan kayu
dan kaca pada percobaan pertama dengan 4 kali pemberian beban dan
penambahan bebanya.Dan ini tidak memepengaruhi gaya gesek statis karena
dalam rumus dapat dilihat bahwa yang mempengaruhi yaitu kemiringan atau besar
kecinya sudut beserta sifat permukaan benda (halus atau kasar). Dimana prinsip
kerja gesek statis yaitu akan timbul ketika benda akan bergerak dengan sudut
tertentu.
Serta padapercobaan kedua yaiu menetukan nilai koefeisen gesek kinetis
pada balok dengan landasan kaca dan kayu juga dengan perlakuan sama dengan
penambahan sama-sama ditambah beban karenagaya gesek kinetis di pengaruhi
oleh beban maupun masa juga sifat permukaan benda (halus atau kasar). Besar
gaya kinetis bersifat konstan dan selalu lebih tinggi dari bear gaya statis
maksimum karena ketika ketika benda mendapat dorongan diatas permukaan yang
kasar yaitu pada landasan kayu. Pada saat benda belum bergerak kita harus
memberikan gaya tarik yang kuat yaitu pada balok 2 dengan ditambahai beban
yang cukup besar untuk untuk membuat bergerak.
Pengaruh sudut kemiringan terhadap besar gaya gesek statis dan
kinetik,semakin besar sudut kemiringan gerakan bendanya akan bergerak atau
tidak akan mempengaruhi besar koefesien geseknya. Karena berdasarkan rumus
sudut kemiringan berbanding lurus dengan koefesien geseknya.Setelah kita
bndingkan pada tabel pertama tiap pertambahan sudut dan masa yang dibentuk
relatif sama.

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Beradasrkan rumusan masalah yang telah di bahas dapat disimpulkan sebgai
berikut:
1. Nilai koefesien gesek statis dapat ditentukan dari sudut kemiringan dan
sifat permukaan anatar benda.
2. Nilai koefesien gesek kinetis dapat di tentukan dari faktor yang
mempengaruhi seperti masa beban karena sebagai gaya tarik atau
dorong,sudut kemiringan serta sifat permukaan.
3. Sudut kemiringanberpengaruh terhadap besarnya koefesien gese kinetis
maupun statis.
5.2 Saran

Setelah melakukan praktikum ini diharapkan praktikum mampu untuk


menguasai penggunaan atau menentukan koefesien gesek statis dan inetis.
Serta agar untuk praktikum selanjutnya lebih teliti saat melakukan percobaan.
Serta Perhitungan juga agar lebih teliti supaya mendapat data akurat.Serta
dapat iterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti,Asri.1997.Diktat Fisika Dasar I.Jember :Universitas Jember.

Glancoli.1997.Fisika Jilid I.Jakarta:Erlangga.

Haliday.2010.Fisika Dasar Edisi 7 Jilid I. Jakarta: Erlangga.


Soedojo,Peter.1999.Fisika Dasar.Yogyakarta:Andi.

Tipler,Paul,A.Fisika Untuk Sains dan Teknik.Jakarta: Erlangga.