Anda di halaman 1dari 8

Makalah Sistem Informasi Manajemen

(SIM)
Mahfudz Ha-eR Semarang - PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perubahan lingkungan bisnis yang


semakin tidak menentu dan situasi bisnis yang semakin kompetitif
menimbulkan persaingan yang semakin tajam, ini ditandai dengan
semakin banyaknya perusahaan milik pemerintah maupun swasta yang
didirikan, baik itu perusahaan berskala besar, perusahaan menengah
maupun bersalah kecil. Banyak perusahaan yang didirikan merupakan
faktor pemicu tingkat persaingan yg semakin tajam di lingkungan dunia
usaha itu sendiri.
Keadaan seperti itu baik secara langsung maupun tidak langsung akan
dapat menpengeruhi kelangsungan hidup usaha yang dirintis oleh para
pelaku yg terlibat didalamnya, dilain pihak perusahaan didalam usahanya
memasarkan suatu produk memasarkan suatu produk yang dihasilkan
terkadang mengalami kesulitan di dalam menyalurkan produknya kepada
konsumen, hal ini memaksa perusahaan untuk lebih pro-aktif dalam
mengantisipasi situasi tersebut.
Dewasa ini
perekonomian Indonesia semakin berkembang, misalnya dapat dilihat dari
perkembangan industri penghasil barang, salah satu industri yang
perkembangannya pesat adalah industri yang bergerak pada minuman
ringan.
Perkembangan yang pesat ini juga diikuti dengan semakin ketatnya
persaingan diantara produsen minuman ringan tersebut. Produsen saling
berebut untuk mendapatkan pangsa pasar yang luas guna meningkatkan
laba.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen.
2. Klasifikasi Sistem Informasi Manajemen.
3. Pembangunan Sistem Informasi bagi Organisasi.
4. Sumber Informasi bagi Pihak Manajemen.
5. Penggunaan Sistem Informasi Manajemen.
6. Pengaruh Sistem Informasi Manajemen bagi Strategi Organisasi.
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian dari sistem informasi, organisasi, manajemen
dan strateginya.
2. Mengetahui hal-hal yang perlu diketahui oleh seorang manajer tentang
organisasi untung membangun dan menggunakan sistem informasi.
3. Mengetahui cara sistem informasi mempengaruhi organisasi.
4. Mengetahui cara sistem informasi dalam mendukung kegiatan manajer
dalam organisasi.
5. Mengetahui perusahaan menggunakan sisterm informasi untuk
keunggulan kompetitif.
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi rekan-rekan mahasiswa
Makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai sistem informasi,
organisasi, manajemen dan strategi yang merupakan salah satu mata
kulaih dari jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Perusahaan
2. Bagi Pembaca
Makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca mengenai sistem
informasi dalam mempengaruhi suatu organisasi dalam mengembangkan
kegiatan dimana sistem informasi mempermudahkan operasional
organisasi.
E. Sistematika Penulisan
Sistematika uraian makalah ini terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan
yang meliputi latar belakang, masalah, tujuan, dan sistematika uraian.
Kedua isi atau kajian teori dan pembahasan. Ketiga penutup yang berisi
kesimpulan dan saran dilengkapi dengan daftar pustaka.

PEMBAHASAN

A. Definisi Sistem Informasi Manajemen


Sistem Informasi Manajemen (SIM) atau dikenal dengan manajement information system
merupakan penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi untuk mendukung segala
informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
SIM dapat didefenisikan sebagai kumpulan interaksi sistem-sistem informasi yang
bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan informasi yang
berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.
Secara teori, komputer tidak harus digunakan dalam SIM, tetapi kenyataannya SIM yang
komplek tidak mungkin berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer.
B. Klasifikasi Sistem Informasi Manajemen
Lebih lanjut, bahwa SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang didasarkan
pada komputer (computer-based information processing). SIM merupakan kumpulan dari
sistem-sistem informasi. SIM tergantung dari besar kecilnya organisasi dapat terdiri dari
sistem-sistem informasi sebagai berikut :
1. Sistem informasi akuntansi (accounting information system), menyediakan informasi dari
transaksi keuangan.
2. Sistem informasi pemasaran (marketing information system), menyediakan informasi
penjualan, promosi, kegiatan-kegiatan pemasaran, dan kegiatan-kegiatan penelitian pasar
lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information system).
Menyediakan informasi tentang persiapan, persediaan, cadangan, dll.
4. Sistem informasi personalia (personnel information systems). Menyediakan informasi
mengenai anggota, pengumuman anggota dalam organisasi, dll.
5. Sistem informasi distribusi (distribution information systems). Menyediakan informasi
penyaluran, pembagian, pengiriman barang ke berbagai tempat, dll.
6. Sistem informasi pembelian (purchasing information systems). Menyediakan informasi
mengenai permintaan barang yang telah dikeluarkan, dll.
7. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems). Mengenai barang atau inventaris
yang dimiliki dan dipelihara oleh organisasi.
8. Sistem informasi analisis kredit (credit analiysis information systems). Menyediakan
informasi tentang analisis permohonan kredit dari berbagai aspek dalam organisasi.
9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information
systems). Menyediakan informasi mengenai pemeriksaan, pengumpulan analisis, dan
penyajian data untuk memecahkan persoalan demi perkembangan dalam organisasi.
10. Sistem informasi teknik (engineering information systems). Menyediakan informasi tentang
metode mengerjakan sistem.
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada
semua tingkatan manajemen, diantaranya:
a. Top level management (strategic level) terdiri dari direktur utama (president), direktur (vise-
president) dan eksekutif lainnya di beberapa bidang.
b. Middle level management (tactical level) dapat terdiri dari manajer-manajer devisi dan
manajer-manajer cabang.
c. Lower level management (tehcnical level) disebut degan operating management dapat
meliputi mandor dan pengawas.
Gambar. Informasi dan SIM untuk semua tingkat manajemen
C. Sumber Informasi bagi Pihak Manajemen
Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk
manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan
operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi
dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang
tergorganisasi.
Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam
informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan
toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi
penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia,
dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat keputusan,
stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku
mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli
konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah
stocknya lebih banyak dari buku lainnya.
D. Hubungan Sistem Informasi dengan Organisasi
Sebuah organisasi adalah struktur sosial yang stabil dan formal yang
mengambil sumber daya dari lingkungan dan prosesnya untuk
menghasilkan output sesuai maksud dan tujuan adanya organisasi.
Definisi teknis ini berfokus pada tiga elemen organisasi. Modal dan tenaga
kerja merupakan faktor produksi primer yang diberikan oleh lingkungan.
Organisasi (perusahaan) mengubah input ini menjadi produk dan jasa
dalam fungsi produksi. Pandangan teknis organisasi mendorong kita untuk
fokus pada bagaimana input digabungkan untuk menciptakan output
ketika perubahan teknologi diperkenalkan ke perusahaan.
Sedangkan ciri-ciri dari suatu organisasi adalah:
Rutinitas dan proses bisnis, Semua organisasi menjadi sangat efisien
dari waktu ke waktu karena masing-masing individu di perusahaan
mengembangkan rutinitas untuk memproduksi barang dan jasa. Rutinitas
ini disebut operasi standar prosedur, aturan yang tepat prosedur, dan
praktek yang telah dikembangkan untuk mengatasi situasi dan hampir
semua bisa diharapkan.
Politik organisasi, Orang-orang dalam organisasi menempati posisi
yang berbeda, dengan spesialisasi, kekhawatiran, dan perspektif yang
berbeda. Sebagai hasilnya, mereka secara alami memiliki sudut pandang
berbeda tentang bagaimana sumber daya, penghargaan, dan hukuman
harus didistribusikan. Perbedaan-perbedaan ini penting bagi keduanya,
manajer maupun karyawan, dan mereka menghasilkan perjuangan politik
untuk sumber daya, kompetisi, dan konflik dalam organisasi.
Budaya organisasi, Semua organisasi memiliki asumsi yang
mendefinisikan tujuan mereka dan produknya. Mencakup serangkaian
asumsi tentang apa produk organisasi, bagaimana seharusnya
menghasilkannya, di mana, dan untuk siapa.
Lingkungan organisasi, Organisasi berada dalam lingkungan dimana
mereka menarik sumber daya yang mereka punya serta memasok barang
dan jasa yang dibutuhkan. Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan
timbal balik. Di satu sisi, organisasi terbuka untuk dan tergantung pada
lingkungan sosial dan fisik yang mengelilingi mereka.
Struktur organisasi, Dalam perusahaan kewirausahaan kecil Anda akan
sering menemukan sistem buruk yang dirancang dan dikembangkan
terburu-buru sehingga sering kesulitan untuk mengatasinya. Dalam
perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi ratusan dalam lokasi
Anda, akan sering menemukan tidak ada sistem informasi tunggal yang
mengintegrasikan, melainkan setiap lokal atau divisi masing-masing
memiliki perangkat sistem informasi.
Fitur lain organisasi, Beberapa organisasi melakukan tugas-tugas rutin
yang terutama dapat direduksi menjadi aturan formal yang memerlukan
penilaian kecil (seperti manufaktur suku cadang mobil), sedangkan yang
lain (seperti perusahaan konsultan) bekerja terutama dengan tugas tidak
rutin.
E. Pengaruh dan Pembangunan Sistem Informasi Manajemen bagi Strategi Organisasi
Sistem IT telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi.
Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis Internet, memainkan peranan
penting dan makin luas dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis
meningkatakan efisiensi dan efektivitas proses bisnis mereka, pengambilan keputusan
manajerial, dan kerja sama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kompetitif
mereka dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi
digunakan untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan,
transaksi e-commerce, atau dalam aktivitas bisnis lainnya. IT berbasis Internet dalam waktu
singkat menjadi bahan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis di lingkungan global yang
dinamis saat ini.
Sistem Informasi sangat mempengaruhi suatu organisasi atau perusahaan
dalam beberapa aspek, diantaranya:
a. Dampak Ekonomi
Dari sudut pandang ekonomi, TI mengubah baik biaya relatif dari modal
dan biaya informasi. Sistem TI dapat dilihat sebagai faktor produksi yang
dapat menggantikan modal tradisional dan tenaga kerja. Seiring dengan
penurunan biaya teknologi informasi, maka TI mengantikan tenaga kerja,
yang secara historis telah meningkat biayanya. Oleh karena itu, teknologi
informasi menghasilkan penurunan jumlah manajer menengah dan
pekerja administrasi sebagai pengganti teknologi informasi pada kerja
mereka (Laudon, 1990).
b. Organisasi dan Dampak Perilaku
IT mendatarkan organisasi
Peneliti keperilakuan telah berteori bahwa teknologi informasi
memfasilitasi perataan hierarki dengan memperluas distribusi informasi
untuk memberdayakan karyawan tingkat rendah dan meningkatkan
efisiensi manajemen. TI mendorong pengambilan keputusan hak yang
lebih rendah dalam organisasi karena karyawan tingkat rendah menerima
informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan tanpa
pengawasan.
Organisasi pascaindustri
Teori pascaindusti lebih didasarkan pada sejarah dan sosiologi daripada
ekonomi juga mendukung gagasan bahwa TI harus meratakan hirarki.
Dalam masyarakat pascaindustri, otoritas semakin bergantung pada
pengetahuan dan kompetensi, dan tidak hanya pada posisi formal.
Memahami Resistensi organisasi terhadap perubahan
Ada beberapa cara untuk memvisualisasikan resistensi organisasi. Leavitt
(1965) menggunakan bentuk berlian untuk menggambarkan karakter
saling terkait dan saling menyesuaikan teknologi dan organisasi. Di sini,
perubahan teknologi yang diserap, dibelokkan, dan dikalahkan oleh
pengaturan tugas organisasi, struktur, dan orang-orang.
c. Internet dan Organisasi
Internet, khususnya World Wide Web, memiliki dampak penting pada
hubungan antara banyak perusahaan dan entitas eksternal, dan bahkan
pada organisasi proses bisnis di dalam perusahaan. Internet
meningkatkan aksesibilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan
pengetahuan untuk membangun kembali dengan cepat organizations.
Perusahaan membangun kembali beberapa proses utama bisnis mereka
pada teknologi internet dan membuat teknologi ini menjadi komponen
utama dari infrastruktur TI mereka.
d. Implikasi bagi Desain dan Pemahaman Sistem Informasi
Untuk memberikan manfaat yang sesungguhnya, sistem informasi harus
dibangun dengan pemahaman yang jelas tentang organisasi di mana
mereka akan digunakan. Beberapa yang harus dipertimbangkan:
Lingkungan di mana organisasi harus berfungsi, Struktur organisasi:
hirarki, spesialisasi, rutinitas, dan proses bisnis, budaya dan politik, dan
lain lain.
F. Penggunaan Sistem Informasi Manajemen bagi Organisasi
1. Menggunakan Sistem Informasi untuk Keunggulan Kompetitif
a. Model Kekuatan Kompetitif Porter
Pesaing tradisional, Semua perusahaan berbagi ruang pasar dengan
kompetitor lain dan terus berinovasi untuk lebih efisien agar
menghasilkan produk dan layanan baru, serta mencoba menarik
pelanggan dengan mengembangkan merek dan memaksakan biaya
beralih pada pelanggan.
Pendatang baru di pasar, Dalam perekonomian bebas dengan tenaga
kerja mobile dan sumber daya keuangan, banyak perusahaan baru yang
selalu memasuki pasar.
Produk dan layanan pengganti, Di hampir setiap industri, ada produk
pengganti yang pelanggan Anda mungkin akan menggunakan jika harga
Anda menjadi terlalu tinggi. Teknologi baru menciptakan pengganti baru
setiap saat. Contoh: Ethanol dapat menggantikan bensin di mobil, minyak
nabati untuk bahan bakar diesel dalam truk, dan angin, batubara, dan
hidro untuk pembangkit listrik industri.
Pelanggan, Kekuatan pelanggan tumbuh jika mereka dengan mudah
beralih ke produk pesaing, atau jika dapat memaksa bisnis dan
pesaingnya untuk bersaing pada harga saja dalam pasar transparan di
mana ada diferensiasi produk kecil, dan semua harga diketahui langsung
(seperti di Internet).
Pemasok, Kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak yang
signifikan terhadap keuntungan perusahaan, terutama ketika perusahaan
tidak dapat menaikkan harga secepat pemasok.
b. Strategi Sistem Informasi untuk Menghadapi Kekuatan Kompetitif
Kepemimpinan biaya rendah, Sebuah sistem respon pelanggan yang
efisien secara langsung menghubungkan perilaku konsumen untuk
distribusi dan produksi.
Pembedaan produk, Produsen dan pengecer menggunakan sistem
informasi untuk menciptakan produk dan layanan yang disesuaikan
dengan personal, agar sesuai dengan spesifikasi yang tepat dari
pelanggan individu.
Berfokus pada peluang pasar, Gunakan sistem informasi untuk
memungkinkan fokus pasar tertentu, dan melayani target pasar yang
sempit untuk lebih baik daripada pesaing. Sistem informasi mendukung
strategi ini dengan memproduksi dan menganalisis data untuk penjualan
tertata dan teknik pemasaran. Sistem informasi memungkinkan
perusahaan untuk menganalisis pola pembelian konsumen, selera, dan
preferensinya erat sehingga efisien untuk lapangan kampanye iklan dan
pemasaran untuk target pasar yang lebih kecil dan lebih kecil.
Memperkuat hubungan keakraban pelanggan dan
pemasok, Gunakan sistem informasi untuk memperketat hubungan
dengan pemasok dan mengembangkan keintiman dengan pelanggan.
Hubungan yang kuat dengan pelanggan dan pemasok meningkatkan
biaya switching (biaya beralih dari satu produk ke produk pesaing), dan
loyalitas kepada perusahaan Anda.
c. Dampak Internet terhadap Keunggulan Kompetitif
Karena Internet, kekuatan kompetitif tradisional masih di tempat kerja,
tetapi persaingan kompetitif telah menjadi jauh lebih intens (Porter,
2001). Teknologi internet didasarkan pada standar universal yang setiap
perusahaan dapat menggunakannya, sehingga mudah bagi saingan untuk
bersaing pada harga saja dan bagi pesaing baru untuk memasuki pasar.
d. Model Rantai Nilai Bisnis
Menggunakan model bisnis value chain juga akan menyebabkan Anda
untuk mempertimbangkan proses Benchmarking bisnis Anda terhadap
pesaing Anda atau orang lain dalam industri terkait, dan mengidentifikasi
praktek-praktek terbaik industri.
Benchmarking melibatkan perbandingan efisiensi dan efektivitas proses
bisnis Anda terhadap standar yang ketat dan kemudian mengukur kinerja
terhadap standar-standar.
e. Kompetensi Utama dan Strategi Berbasis Jaringan Sinergi
Ide sinergi adalah bahwa ketika output dari beberapa unit dapat
digunakan sebagai masukan untuk unit lain, atau baik pangsa pasar
organisasi dan keahlian, hubungan biaya yang lebih rendah dan
menghasilkan keuntungan.
Meningkatkan kompetensi utama, Sebuah kompetensi inti adalah
kegiatan yang telah dipimpin perusahaan secara mengglobal/kelas dunia.
Secara umum, kompetensi inti bergantung pada pengetahuan yang
diperoleh selama bertahun-tahun pengalaman praktek lapangan dengan
teknologi.
2. Menggunakan Informasi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif
a. Mempertahankan Keunggulan Kompetitif
Sistem yang awalnya ditujukan untuk menjadi strategis yang sering
menjadi alat untuk bertahan hidup, yang diperlukan oleh setiap
perusahaan untuk bertahan dalam bisnis, atau mereka dapat
menghambat organisasi dari membuat perubahan strategis penting untuk
kesuksesan masa depan.
b. Menyelaraskan TI dengan Tujuan Bisnis
Untuk menyelaraskan TI dengan bisnis dan menggunakan sistem
informasi secara efektif untuk keunggulan kompetitif, manajer harus
melakukan analisis sistem strategis. Untuk mengidentifikasi jenis sistem
yang memberikan keuntungan strategis untuk perusahaan mereka,
manajer harus mengajukan pertanyaan berikut:
1) Bagaimana struktur industri di mana perusahaan berada?
2) Apa bisnis, perusahaan, dan rantai nilai industri perusahaan tertentu?
c. Mengelola Peralihan Strategis
Perubahan sociotechnical, mempengaruhi elemen baik sosial maupun
teknis organisasi, dapat dianggap transisi strategis gerakan antara tingkat
sistem sociotechnical.

PENUTUP

Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam suatu
organisasi untuk mendukung segala informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan
manajemen.
Level manajemen pada system organisasi:
a. Top level management (strategic level) terdiri dari direktur utama (president), direktur (vise-
president) dan eksekutif lainnya di beberapa bidang.
b. Middle level management (tactical level) dapat terdiri dari manajer-manajer devisi dan
manajer-manajer cabang.
c. Lower level management (tehcnical level) disebut degan operating management dapat
meliputi mandor dan pengawas.
Dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional
perusahaan seorang manajemen membutuhkan system informasi sebagai
penyedia informasi.
Sebuah organisasi adalah struktur sosial yang mengambil sumber daya
dari lingkungan dan prosesnya menghasilkan output sesuai tujuan
organisasi.
Sistem IT telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi.