Anda di halaman 1dari 5

JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Pengangguran dikelompokkan dalam beberapa macam yang antara lain sebagai berikut...
1. Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Jumlah Jam Kerja
Menurut jam kerja, pengangguran dibedakan menjadi beberapa macam antara lain sebagai
berikut...
a. Pengangguran terselubung, adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optikal karena
sesuatu alasan tertentu.
b. Pengangguran terbuka, adalah pencari kerja yang sedang mencari pekerjaan
c. Setengah pengangguran, adalah para pekerja yang bekerja dibawah jam kerja normal

pengangguran terpaksa (involuntary), adalah seseorang yang bersedia bekerja untuk suatu
pekerjaan tertentu dengan upah tertentu, tetapi sebenarnya pekerjaannya tidak ada.
pengangguran sukarela (voluntary), adalah pengangguran yang disebabkan para pekerja
tidak mau menerima suatu pekerjaan dengan upah yang berlaku di pasar atau pekerja rela
melepas pekerjaannya dengan alasan mungkin memperoleh penghasilan dari harta
kekayaan mereka seperti menyewakan rumah, kendaraan, dan menikmati warisan.
pengangguran bruto, ialah gabungan pengangguran terbuka dengan setengahnya
pengangguran.

2. Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Faktor-Faktor Penyebabnya


Menurut sadono sukirno, berdasarkan dari penyebab pengangguran dapat dibedakan sebagai
berikut..

Pengangguran friksional, adalah pengangguran yang terjadi karena terdapat sebanyak


dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja maka perekonomian itu dipandang sudah
mencapai kesempatan kerja penuh. Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen tersebut
dinamakan dengan pengangguran friksional.
Pengangguran siklikal, adalah pengangguran yang terjadi karena adanya kesulitan
temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yang disebabkan dari
kondisi geografis, informasi, dan dari proses perekrutan yang panjang.
Pengangguran struktural, adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan
struktur perekonomian yang umumnya negara berusaha dalam mengembangkan
perekonomian dalam pola agraris ke industri.
Pengangguran teknologi, adalah pengangguran yang terjadi karena penggunaan mesin
dan kemajuan teknologi. Hal ini ditimbulkan dari adanya pergantian negara manusia oleh
mesin0mesin dan bahan kimia.

3. Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Ciri-Cirinya


Berdasarkan ciri-ciri pengangguran, pengangguran dibedakan dalam beberapa macam antara lain
sebagai berikut...

Pengangguran terbuka, adalah pengangguran yang terjadi karena lowongan pekerjaan


yang lebih rendah dan pertambahan tenaga kerja. Akibatnya, perekonomian semakin
banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.
Pengangguran tersembunyi, adalah pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga
kerja yang digunakan. Contohnya iala pelayan restoran yang lebih banyak dari yang
diperlukan dan keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas
tanah yang sangat kecil.
Pengangguran musiman, ialah pengangguran yang terjadi karena faktor kondisi iklim
yang biasanya disektor pertanian dan perikanan karena pada musim hujan penyadap karet
dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan dan terpaksa menganggur. Pada musim
kemarau para petani tidak dapat mengerjakan tanahnya
Pengangguran menganggur, adalah pengangguran yang hanya bekerja satu sampai dua
hari seminggu atau satu sampai empat jam sehari.

Penyebab Pengangguran

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hal penyebab pengangguran dapat
terjadi. Macam-macam penyebab pengangguran adalah sebagai berikut...

Penduduk yang relatif banyak sedangkan lapangan kerja sedikit. Yang mengakibatkan,
permintaan tenaga kerja berkurang.
Pendidikan dan keterampilan yang rendah sehingga tidak mampu bersaing dan tersisih.
Angkatan kerja yang tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh dunia
kerja
Teknologi yang semakin modern belum terimbangi oleh kemampuan
Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakakukan penghematan-
penghematan, misalnya penerapan rasionalisasi.
Adanya lapangan kerja yang dipengaruhi oleh musim
Terdapat ketidakstabilan perekonomian, politik, dan kemanan suatu negara.

Cara Mengatasi Pengangguran

Secara umum cara mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan investasi,


meningkatkan kualitas SDM, transfer teknologi dan penemuan teknologi baru, pembenahan
perangkat hukum dalam bidang ketenagakerjaan, dan lainlain. Secara teknis kebijakan upaya-
upaya ke arah itu dapat ditempuh dengan berbagai kebijakan misalnya :

1. Menyelenggarakan bursa pasar kerja


Bursa tenaga kerja adalah penyampaian informasi oleh perusahaan-perusahaan atau pihak-
pihak yang membutuhkan tenaga kerja kepada masyarakat luas. Tujuan dari kegiatan ini
adalah agar terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja. Selama ini
banyak informasi pasar kerja yang tidak mampu tersosialisasikan sampai ke masyarakat,
sehingga mengakibatkan informasi lowongan kerja hanya bisa diakses oleh golongan
tertentu.
2. Menggalakkan kegiatan ekonomi informal
Kebijakan yang memihak kepada pengembangan sektor informal, dengan cara
mengembangkan industri rumah tangga sehingga mampu menyerap tenaga kerja. Dewasa ini
telah ada lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah kegiatan ekonomi informal
yakni Departemen Koperasi dan UKM. Selain itu dalam pengembangan sektor informal
diperlukan keterpihakan dari Pemda setempat.
3. Meningkatkan keterampilan tenaga kerja
Pengembangan sumber daya manusia dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan
bersertifikasi internasional. Berdasarkan survei tentang kualitas Tenaga Kerja menunjukkan
bahwa ranking Human Development Index Indonesia di Asia pada tahun 2000 berada di
peringkat 110. Sementara negara lain seperti Vietnam ada diperingkat 109, Filipina (77),
Thailand (69), Malaysia (59), Brunei Darussalam (32), Singapura (25), Jepang (9). Data ini
menunjukkan rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga peningkatan keterampilan
mereka menjadi sangat perlu dilakukan.
4. Meningkatkan mutu pendidikan
Mendorong majunya pendidikan, dengan pendidikan yang memadai memungkinkan
seseorang untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik. Dewasa ini sesuai dengan
perintah undang-undang, pemerintah diamanatkan untuk mengalokasikan dana APBN
sebesar 20% untuk bidang pendidikan nasional.
5. Mendirikan pusat-pusat latihan kerja
Pusat-pusat latihan kerja perlu didirikan untuk melaksanakan pelatihan tenaga kerja untuk
mengisi formasi yang ada.
6. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Pemerintah perlu terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga akan memberikan
peluang bagi penciptaan kesempatan kerja.
7. Mendorong investasi
Pemerintah perlu terus mendorong masuknya investasi baik dari dalam negeri maupun luar
negeri untuk menciptakan kesempatan kerja di Indonesia.
8. Meningkatkan transmigrasi
Transmigrasi merupakan langkah pemerintah meratakan jumlah penduduk dari pulau yang
berpenduduk padat ke pulau yang masih jarang penduduknya serta mengoptimalkan sumber
kekayaan alam yang ada.
9. Melakukan deregulasi dan debirokrasi
Deregulasi dan debirokrasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya
investasi baru. Deregulasi artinya adalah perubahan peraturan aturan main terhadap bidang-
bidang tertentu. Deregulasi biasanya ke arah penyederhanaan peraturan. Debirokrasi artinya
perubahan struktur aparat pemerintah yang menangani bidang-bidang tertentu. Debirokrasi
biasanya ke arah penyederhanaan jumlah pegawai/lembaga pemerintah yang menangani
suatu urusan tertentu.
10. Memperluas lapangan kerja
Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru terutama yang
bersifat padat karya. Dengan adanya era perdagangan bebas secara regional dan
internasional sebenarnya terbuka lapangan kerja yang semakin luas tidak saja di dalam
negeri juga ke luar negeri. Ini tergantung pada kesiapan tenaga kerja untuk bersaing secara
bebas di pasar tenaga kerja internasional.