Anda di halaman 1dari 8

DANA SEHAT

Pengertian:

Upaya pemeliharaan kesehatan, dari, oleh dan untuk masyarakat, yang


diselenggarakan berdasarkan asas usaha bersama dan kekeluargaan dengan
pembiayaan secara pra upaya dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan
masyarakat.

Komponen Dana Sehat:

1) Peserta :

Keluarga atau masyarakat wilayah administrasi.

Kelompok masyarakat organisasi kerja/ sektor non formal seperti: kelompok tani,

nelayan, pengrajin, kelompok keagamaan, masyarakat pendidikan (siswa sekolah,


mahasiswa,

pondok pesantren).

Hak : mendapat paket pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan.

Kewajiban: membaya: iuran/ premi kepada PPD secara teratur dan tepat waktu.

2) PPD (Pengumpul dan Pengelola Dana):

Suatu organisasi / badan : ketua, sekretaris, bendahara dan urusan.

Ditunjuk oleh masyarakat untuk menjatankan tiga fungsi:

- Kepesertaan kepentingan peserta.

- Keuangan kepentingan PPD,

- Pemeliharaan kesehatan kepentingan PPK.

Hak menghimpun iuran/premi peserta.

Kewajiban: mengelola dana secara tertib, melindungi hak peserta serta membayar
kapitasi

kepada PPK.

3) PPK (Penyelenggara Pelayanan Kesehatan):

Merupakan sarana pelayanan kesehatan yang terikat perjanjian dengan

PPD Pos Kesehatan, Pustu ,Puskesmas, dokter, bidan, Rumah Sakit (pemerintah dan
swasta)

Orientasi pelayanan paripurna hidup sehat.


Hak : mendapatkan pembayaran kapitasi dad PPK sesuai kesepakatan.

Kewajiban : memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta sesuai kesepakatan


dengan PPD.

4) Pembina

Berasal dari intitusi pemerintah dan sektor terkait Dinas Kesehatan,

Puskesmas, Koperasi, Pertanian, Dknas, Agama dsb.

Bertugas membina masyarakat/ peserta, PPD dan PPK agar Dana Sehat berjalan
sesuai

kaidahnya dan dapat berkembang.

Hak : mendapatkan informasi dana laporan penyelenggaraan Dana Sehat dad PPD,
PPK

dan Peserta.

Kewajiban: membina Dana Sehat sesuai ketentuan dan tujuan pendirian Dana sehat.

Tujuan Dana Sehat:

a. Status kesehatan keluarga dan masyarakat meningkat.

b. Terdapat mekanisme pemeliharaan kesehatan yang teroganisir dan terkelola.

c. Meningkatkan gctong royong dalam kesehatan.

d. Meningkatkan produktivltas kerja masyarakat.

Manfaat menjadi peserta Dana sehat:

a. Terjaminnya pembiayaan Dada waktu sakit dan tidak perlu menunda karena tidak
mempunyai

uang.

b. Manfaat sosial lain gotong royong dan kebersamaan.

Manfaat Dana Sehat secara makro:

a. Adanya kesinambungan penyediaan dana dalam pemeliharaan kesehatan.

b. Pembiayaan kesehatan oleh masyarakat secara sendiri-sendiri dan fee for

c. Tidak setiap orang mampu membiayai


kesehatannya terutamamasyarakat services cenderung mahal dan kurang menjamin
pemeliharaan.kesehatan.sosek menengah kebawah.

Ciri Dana Sehat berprinsip JPKM:


a. Masyarakat sasaran terdaftar sebagai peserta utamakan kelompok-kelompok.

b. Adanya jaringan pelayanan kesehatan yang terkoordinir dan memberikan pelayanan


paripurna.

c. Adanya organisasi yang mengumpulkan dan mengelola dana ( PPD).

d. Tujuan : derajat kesehatan meningkat lewat upaya paripurna..

e. Gotong royong dalam pengumpulan dana serta menonjolkan aspek musyawarah

f. Prinsip risk sharing membagi resiko dalam arti resiko biaya karena sakit dari

kelompok anggota kaya dan miskin, resiko sakit tinggo dan resiko rendah.

g. Dana Sehat sebagai wujud nyata peranserta masyarakat dalam pembiayaan


kesehatan.

h. Wujud nyata pembangunan kesehatan masyarakat desa(PKMD) dalam hal pendana


an

kesehatan.

Pembentukan Dana Sehat

1. Persiapan :

a. Petugas :

- Pertemuan tingkat kecamatan & lintas sektoral.

- Tujuan : pengenalan Dana .sehat

- Pemilihan lokast desa/ kelompok rnasy. potensial.

b. Masyarakat:

- Pertemuan tingkat desa dengan tujuan: pengenalan Dana Sehat kepada masyarakat.

- Survei Di Masyarakat 4 tujuan : masyarakat dapat mengenal, menemukan dan


mengkaji

masalah kesehatan terutama dalam hal potensi pendanaan dan agar


masyarakat menjadi

berminat dan sadar terhadap. perlunya Dana Sehat.

- Ada tida kegiatan yaitu:

Penjelasan (orientasi).

Pengurnpulan data dan informasi.


Penyajian data 'dan pembahasan bersama secara diskusi.

2. Perencanaan:

- Tujuan : mencari kesepakatan diantara calon peserta untuk bersama -


sama menyusun ren

cana kerja.

- Pembentukan kelompok Dana Sehat:

Pembentukan pengurus Dana Sehat.

- Rencana penyelenggaraan Dana Sehat:

Aturan dan dasar hukum

Tata laksana administrasi (AD dan ART)

Besar (jumlah) iuran/premi.

Cara dan waktu pengumpulan iuran.

Pengaturan pemanfaatan dana.

Penetapan jenis yankes dan sarana yankes yang akan dicakup.

Cara-cara pengendalian dan pertanggungjawaban Dana Sehat.

Usaha-usaha produktif Dana Sehat untuk income generating.

3. Pelaksanaan:

Didahului dengan persiapan tenaga pelaksana dengan pelatihan oleh pihak


Puskesmas dan ins -

tansi terkait.

Pelaksanaan kegiatan Dana Sehat juga mengacu pada hak dan tanggung jawab
masing-masing

komponen Dana Sehat.

4. Pembinaan Dana Sehat:

Pembinaan dilakukan oleh Tim Pembina dan dilakukan secara berkala.

Pembinaan tergantung temuan masalah segera dibahas dan ditindaklanjuti.

5. Evaluasi Dana Sehat:

Evaluasi dilakukan dalam rapat/pertemuan anggota/peserta, bisa dilakukan secara


tahunan atau
sesuai kebutuhan.
Di dalam pertemuan ini bisa juga dilakukanpemilihan pengurus. Yang

dievaluasi adalah pelaksanaan Dana Sehat sesuai rencana semula.

6. Pencatatan dan pelaporan Dana Sehat:

Yang harus ada yaitu

- Administrasi peserta.

- Administrasi PPK.

- Administrasi keuangan PPD.

- Lain-lain - sesuai dengan kebutuhan.

7. Ukuran keberhasilan Dana Sehat:

a. Kuantitas : - Jumlah kelompok Dana Sehat.

- Jumlah peserta Dana. Sehat.

- Jumlah dana/ iuran yang terkumpul.

- Jumlah pert bayaran kepada PPK dll.

b. Kualitas : - Angka-angka morbiditas dan mortalitas peserta.

- Cakupan program-program kesehatan

- Efisiensi penggunaan dana.

- Pengaduan dan penyelesaiannya.

- Tindak lanjut pembinaan dsb.

Pendapatan Dana Sehat :

- Sumber : - Iuran peserta sejurniah uang tertentu atau iuran barang

(kemudian diuangkan) kesepakatan bersama,

- Sumber pendapatan lain usaha Dana Sehat untuk meningkatkan pendapatan

organisasi.

- Iuran dilakukan secara berkala dan terus menerus.

- Memerlukan pengelolaan yang balk; adanya pembukuan dan pelaporan keuangan


yang

baik.
- Diperlukan keterbukaan dan kejujuran pengelola Dana Sehat.

- Penarikan iuran dan pembayaran kepada PPK harus diupayakan kelahcarannya.

Hambatan perkembangan Dana Sehat:

1. Masa pembentukan:

Kesulitan mengumpulkan peserta karena:

1. Masyarakat belum mengetahui manfaat Dana Sehat,

2. Rendahnya kemampuan membayar iuran.

3. Belum dipahami hak dan kewajiban peserta.

Dasar hukum untuk mengatur Dana Sehat belum ada, misalkan Perda.

Biaya / anggaran pemerintah untuk mengembangkan Dana Sehat belum ada / sangat
tidak

mencukupi.

Kurang dukungan toma dan toga karena mereka belum memahami manfaat Dana
Sehat

serta keengganan mereka karena sudah banyak pungutan/iuran di masyarakat.

Belum semua Dati II membentuk Pokjatap Dana Sehat komitmen lintas sektoral
sangat

tergantung komitmen Kepala Daerah.

2. Masa operasional Dana Sehat:

Kesulitan pengumpulan iuran secara teratur.

Kesulitan mendapatkan yankes pada peserta yang jauh lokasinya,

Dana tekor/deficit karena:pemakaian fasilitas yankes yang berlebihan dana yang


terkumpul

dipergunakan untuk usaha lain seperti simpan pinjam yang tertendat - sendat

pengembaliannya serta adanya pengurus yang tidak terbuka dan jujur. .

Keluhan perbedaan pelayanan PPK kepada peserta.

Administrasi keuangan tidak tertib dan bervariasi diantara kelompok Dana Sehat
sehingga

menyulitkan pembinaan.
Dana Sehat yang sudah berjalan belum sepenuhnya terawasi dan terbina dengan
baik.

Tidak ada insentif bagi pengelola Dana Sehat semangat kerja turun.

Pengelola umumnya belum pernah ikut pelatihan Dana Sehat

Dana Sehat macet ?

a. Kumpulkan data dan informasi faktor-fakter apakah yang menyebabkan kemacetan


tersebut, apakah, karena:

- Pengetahuan, sikap dan Perilaku masyarakaU peserta.

- Manajemen PPD.

- Pengetahuan, sikap dan perilaku PPK.

- Pembinaan.

b. Faktor faktor penyebab kemacetan tersebut kemudian dipelajari dan dibahas


bersama untuk

bersama mencari langkah-langkah penyelesaian masalahnya sesuai situasi dan


kondisi yang

ada.

c. Dalam mengatasi masalah kemacetan ini penting peran Pembina, Pengurus Dana
Sehat serta

toma dan toga.

FASE TUMBUH KEMBANG DANA SEHAT (Tahun 1.993):

DANA SEHAT PURNAMA TAHAP III

Phase Institusionalisasi : Organisasi : - Badan Hukum.

- Struktur organisasi Dana Sehat - Permodalan.


tersendiri
- Tenaga tetap : 8 orang.
- Tidak ada perangkapan tugas.
Kepesertaan : > 1.000 kk.
- Hubungan kerja yuridis formal
Iuran : Rp. 800,-/kapita/bulan.
(kontrak).
Paket Kes : paket pemeliharaan
kesehatan.

Biaya operasional : > 30 juta/tahun.


DANA SEHAT MADYA TAHAP II

Phase Konsolisi : Organisasi : - Ada struktur organisasi.

- Ada struktur organisasi AD/ART. - Pembagian tugas jelas.

- Mempunyai deskripsi tugas. - Minimal 2 3 tenaga tetap..

- Hubungan kerja tertulis (piagam Peserta : s/d 1.000 kk.


kerjasama).
Iuran : Rp. 500,-/kapita/bulan.

Paket Kes : Rawat jalan dan rawat


inap ( 5

hari )

Biaya operasional : 10 30
juta/tahun.

DANA SEHAT PRATAMA TAHAP I

Phase pertumbuhan kelompok potensial Organisasi : - Memiliki AD/ART.


:
- 1 orang tenaga tetap.
- Kesepakatan kelompok.
Peserta : s/d 500 kk.
- Tidak ada aturan tertulis.
Iuran : Rp. 100,-/kapita/bulan.
- Tidak ada AD/ART.
Paket Kes : Rawat jalan dan KB di
- Pelaksanaan tugas dan fungsi
Puskesmas, Posyandu dan Polindes.
sukarela.
Biaya operasional : 1 10 juta/tahun.
- Tidak ada tenaga tetap.

- Tidak ada struktur organisasi.