Anda di halaman 1dari 5

Jawaban UAS MMI

Nama : Tuffahati Meydina


NPM : 1606879842
KELAS B
Dosen pengampu : Dr. Rosa Diniari, M.S.

Bagaimana perlindungan HAM di Indonesia saat ini terutama dalam konteks


pelanggaran HAM berat di Indonesia, seperti kasus Semanggi, Aceh, Papua dan
Timor Timur ?
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat
dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tugas Yang Maha Esa dan merupakan
anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara,
hukum, Pemerintahan, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan
martabat manusia.1
HAM di indonesia sendiri diatur dalam UU No.39 Tahun 1999 Tentang HAM.
Lalu di indonesia juga terdapat lembaga KOMNAS HAM yang bertugas menyelidiki
pelanggaran HAM. selain itu terdapat UU No.26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan
HAM. Pengadilan HAM di indonesia berfungsi sebagai pengadilan yang mengadili
kasus pelanggaran HAM berat. Pelanggaran HAM berat yaitu meliputi kejahatan
genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Walaupun HAM di indonesia telah dilindungi oleh Undang-undang namun
pelanggaran ham masih saja terjadi, hal ini dikarenakan walaupun terdapat pengadilan
HAM namun pengadilan HAM ini belum dapat menuntaskan kasus secara adil.
Contohnya pada kasus Semanggi, yang merupakan represi TNI atas mahasiswa yang
menolak sidang istimewa MPR dan menolak UU negara dalam keadaan bahaya.
Walaupun sudah jelas bahwa kasus semanggi merupakan kasus pelanggaran ham berat
yaitu kejahatan terhadap kemanusiaan, namun pemerintah lebih memilih untuk
menyelesaikan masalah secara rekonsiliasi bukan melalui pengadilan.2
Di Aceh banyak terjadi pelanggaran HAM akibat adanya gerakan aceh merdeka,
dan KOMNAS HAM sejak tahun 2013 memulai penyelidikan projustisia untuk lima

1
Undang-Undang Republik Indonesia No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM
2Kristian Erdianto, Pemerintah Putuskan Penyelesaian Kasus Trisakti dan Semanggi Melalui Jalur Rekonsiliasi,
http://nasional.kompas.com/read/2017/01/30/22270351/pemerintah.putuskan.penyelesaian.kasus.trisakti.dan.semanggi.melal
ui.jalur.rekonsiliasi, diakses pada 13 Mei 2017 pukul 08.47 WIB
kasus di Aceh. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai penyelesaian
kasus pelanggaran HAM tadi.3
Di Timor-Timur, operasi militer yang dilakukan oleh TNI AD pasca terjadinya
jajak pendapat. Telah berakibat tidak berfungsinya institusi kepolisian untuk melakukan
tindakan hukum dalam kasus-kasus kekerasan, seperti dalam kasus penyerangan gereja
Liquisa. Walaupun bukti-bukti terjadinya pelanggaran ham ada, namun sampai saat ini
belom ada penyelesaian yang jelas.
Sedangkan di Papua Operasi militer intensif yang dilakukan oleh TNI untuk
menghadapi OPM, penguasaan sumber daya alam telah mengakibatkan ribuan korban
warga sipil. Sampai saat ini pemerintah memprioritaskan penyelesaian 5 kasus
pelanggaran Ham.4
Masuknya industrialisasi ke Indonesia mengubah struktur pekerjaan yang
sebelumnya padat karya menjadi padat modal. Diskusikan bagaimana kaitannya
dengan konstitusi!
Padat Karya merupakan kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak
menggunakan tenaga manusia dibandingkan dengan tenaga mesin. Padat modal adalah
industri yang dibangun dengan modal besar dan di dukung oleh teknologi tinggi.
Setelah masuknya industrialisasi ke indonesia, struktur pekerjaan pun beralih
ke padat modal. Semenjak diberlakukannya era perdagangan bebas, dan semenjak
adanya Globalisasi, industri padat modal lebih berkembang dibandingkan dengan
industri padat karya.5 Apalagi dengan adanya kerjasama antara ASEAN dengan China
yang dapat dapat menjadi ancaman namun juga dapat menjadi kesempatan bagi
Indonesia. Dengan adanya peluang dan ancaman eksternal inilah maka Indonesia harus
secara lebih proaktif untuk meningkatkan strategi perdagangannya. Hal ini
dimaksudkan agar ekses negatif dari kerjasama perdagangan tersebut dapat
diminimalisir. Sejalan dengan hal tersebut, maka aktualisasi nilai-nilai konstitusi UUD
1945 dan Pancasila yang telah dikembangakan sejak dulu harus dapat
diimplementasikan secara tepat agar kebijakan perdagangan dan hubungan

3 Abraham Utama, Satu Dekade MoU Helsinki, Penyelesaian Kasus HAM Aceh Macet,
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150815220844-12-72421/satu-dekade-mou-helsinki-penyelesaian-kasus-ham-
aceh-macet/, diakses pada 13 Mei 2017 Pukul 08.57 WIB
4
Kristian Erdianto, Pemerintah Prioritaskan Penuntasan Lima Kasus Pelanggaran HAM di Papua,
http://nasional.kompas.com/read/2017/01/30/20540371/pemerintah.prioritaskan.penuntasan.lima.kasus.pelanggaran.ham.di.p
apua, diakses pada 13 Mei 2017 Pukul 10.19 WIB
5 detikFinance, Industri di Indonesia Mengarah ke Padat Modal dan Teknologi, https://finance.detik.com/ekonomi-

bisnis/1164553/industri-di-indonesia-mengarah-ke-padat-modal-dan-teknologi, diakses pada 13 Mei 2017 pukul 14.05 WIB


internasional yang dibangun secara optimal menyejahterakan masyarakat Indonesia.
Hal ini menjadi sangat penting untuk memberikan guideline dan arah pembangunan
yang lebih jelas.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, media dalam bentuk radio seperti RRI
menjadi sarana Integrasi Nasional. Apakah teknologi informasi berupa media
sosial yang sedang marak digunakan masih dapat menjadi sarana integrasi atau
bahkan menjadi pemicu distintegrasi nasional. Berikan penjelasan serta saran
saran yang solutif.
Pada masa perjuangan satu-satunya media yang dapat didengar oleh semua
orang di saat yang bersamaan di seluruh nusantara hanyalah radio, sehingga radio
menjadi sarana integrasi nasional. Saat ini akibat teknologi yang terus berkembang
banyak media yang menjadi sarana integrasi atau bahkan dapat menjadi pemicu
distingerasi nasional seperti; TV, Radio, dan bahkan media sosial.

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya dapat
dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring
sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Saat ini teknologi internet dan mobile phone
makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses
facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya
dengan menggunakan smartphone. Demikian cepatnya orang dapat mengakses media
sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya
di negara-negara maju tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga
mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan
berita-berita.

Karena semua orang dapat mengakses media sosial dengan mudah, maka
hampir semua informasi dapat kita temukan dengan mudah di media sosial. Namun
tidak semua informasi yang ada di media sosial benar, bisa saja informasi tersebut palsu
atau Hoax. Informasi hoax inilah yang jika nantinya menyebar secara luas di media
sosial dapat menjadi pemicu disintegrasi nasional. Konten yang berbau SARA atau
konten yang menyerang kelompok tertentu juga dapat menjadi pemicu terjadinya
disintegrasi nasional.

Untuk mencegah terjadinya disintegrasi nasional yang diakibatkan oleh media


sosial maka perlu dilakukan pengendalian penggunaan media sosial. Pihak yang
berwenang melakukan pengendalian ini adalah pemerintah, karena di dalam undang-
undang dikatakan bahwa pemerintah memiliki kekuasaan untuk mengatur media
telekomunikasi, sehingga pemerintah dapat juga menerapkan adopsi penyaringan
konten-konten sensitif di internet khususnya yang terdapat di media sosial seperti yang
dilakukan pemerintah Cina.6 Penyaringan bisa dibatasi untuk konten-konten sensitif
serta informasi yang dianggap dapat merugikan dan membahayakan negara.

Globalisasi dan munculnya cybercommunity bagai pedang bermata dua, disatu sisi
memiliki dampak positif, disisi lain berdampak negatif. Apa yang harus
dilakukan untuk mencegah dan mengatasi dampak negatif globalisasi?
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran
pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.7 Di
Indonesia, Globalisasi berhasil memajukan dunia IPTEK. Karena kemajuan dunia
IPTEK inilah akhirnya muncul istilah cyber community atau yang biasa disebut
masyarakat maya.
Globalisasi memiliki dampak positif dan juga dampak negatif. Salah satu
dampak positif dari globalisasi adalah proses ini akan membuat orang tidak lagi
berwawasan sempit dan lokal, khususnya dalam memecahkan persoalan, manusia akan
mencari referensi ke berbagai penjuru dunia guna menemukan solusi yang tepat untuk
permasalahannya. Sementara salah satu dampak negatifnya ialah perkembangan iptek
tersebut dapat menggerogoti jati diri bangsa, karena inovasi di bidang iptek kebanyakan
terjadi di negara lain yang memiliki nilai sosial, politik, dan budaya yang belum tentu
sama dengan nilai-nilai yang ada pada bangsa kita.
Begitu pula dengan munculnya cyber community memiliki dampak positif dan
dampak negatif juga. Dampak positif dari cyber media dalam kehidupan manusia antara
lain, mampu menghadirkan berita-berita yang up to date dan berkesinambungan
penyajian berita juga seolah menyempurnakan media-media konvensional dengan
mengabungkan video, teks, dan gambar dengan akses internet yang sagat cepat. Cyber
media juga mampu menjadikan masyarakat tidak hanya sebagai konsumen berita, tapi
cyber media juga mampu menjadikan masyarakat sebagai produsen sekaligus
distributor media. Dampak negativenya adalah, lahirnya cyber crime ( tindak kriminal
dalam dunia cyber ). Ada banyak sekali jenis cyber crime dalam dunia maya dan cyber

6
Ahmad Dani, Indonesia Harus Tengok Cina Untuk Regulasi Media Sosial,
http://techno.okezone.com/read/2014/11/11/207/1063920/indonesia-harus-tengok-china-untuk-regulasi-media-sosial, diakses
pada 13 Mei 2017 pukul 19.27 WIB
7
Al-Rodhan, R.F. Nayef and Grard Stoudmann. (2006). Definitions of Globalization: A Comprehensive Overview and a
Proposed Definition.
crime di Indonesia telah menuju ke level yang sangat mengkhawatirkan. Hal ini tidak
perlu terjadi apabila manusia cerdas dalam menganggapi beragam perkembangan
teknologi. Cyber crime membuktikan kepada kita bahwa, manusia sering kali
terperangkap dalam belenggu perkembangan teknologi.
Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi dampak negatif
globalisasi antaralain ialah peningkatan pemahaman wawasan kebangsaan dalam
rangka membangun jati diri bangsa, Melestarikan Adat istiadat dan budaya daerah,
memilah- milah budaya yang diserap, Meningkatkan Jiwa Semangat Persatuan,
Kesatuan, Serta Nasionalisme, dan Meningkatkan Kualitas Nilai Keimanan dan
Moralitaas Masyarakat.8

8
Kodam IX/Udayana, Bentengi Pengaruh Negatif Globalisasi Dengan Wawasan Kebangsaan,
https://tniad.mil.id/index.php/2016/09/bentengi-pengaruh-negatif-globalisasi-dengan-wawasan-kebangsaan/, diakses pada
pukul 07.10 WIB