Anda di halaman 1dari 2

Nama Anggota:

1. Muhammad Isa Al-Rasyid 2415100087


2. Rifki Zulkifli 2415100090
3. Muhammad Gikano Sabillah 2415100093
4. Windy Risqia Arsy Syafuroh Damayanti 2415100096

Review Jurnal Aplikasi ADC dan DAC pada System Pengukuran dan Control
High accuracy ADC and DAC systems for accelerator control applications

Eksperimen pada presisi pengukuran massa mezon pada instalasi


electron - positron colliding beams dilakukan dengan apparatus class 0,001%
dengan resolusi sekitar 0,0001%. Ketidakstabilan utama sumber catu daya dari
sistem penyimpanan magnetik cincin tidak boleh melebihi 0,002%. Generator RF
yang kuat, sumber yang terkendali catu daya dengan daya keluaran beberapa
seratus kilowatt, komponen pulsa elektronoptik saluran, berbagai perangkat digital
termasuk komputer adalah sumber dari berbagai jenis suara. Kondisi ini,
merupakan syarat kuat redaman kebisingan pada pengukuran dan peralatan
kontrol dan transfer data analog garis. Pada sistem catu daya fasilitas VEPP-4
dilakukan pengukuran sekitar dua ribu poin dan untuk membentuk sinyal kontrol
lebih dari 500 saluran. Waktu kenaikan energi hanya beberapa puluh detik. Dalam
mode operasi seseorang membutuhkan kecocokan akurasi yang tinggi (0,1% -
0,01%) dalam komponen magnetik akselerator. Parameter teknis kontrol dan
pengukuran struktur harus menyediakan power supply dalam mode statis maupun
dinamis operasi.

Biasanya, sumber catu daya penyimpanan fasilitas cincin memerlukan


konverter digital-ke-analog (DAC) dengan akurasi mulai dari 0,1% hingga
0,001%. Oleh karena itu, sebagian besar konverter yang digunakan dirancang di
dasar modulasi lebar pulsa PWM. Keuntungan dari tipe DAC yang diketahui
adalah minimum komponen yang tepat dan praktis resolusi, linieritas tinggi,
mudah dicapai galvanic pada bagian analog dan akibatnya rendah harga. Salah
satu perkembangan populer dari INP adalah 8-channel code-to-duty factor
converter (CDFC) adalah mentransfer sinyal kontrol ke DAC - PWM terintegrasi
langsung ke objek kontrol. Sinyal DAC berupa polaritas yang berbeda pulsa, jarak
antara membawa data pada tegangan referensi untuk sistem kontrol ditransfer
melalui kabel koaksial dengan transformator decoupling sampai jarak 500 m.
Sinyal berdetak dari DAC sampai di pelatuk dikendalikan oleh switch analog.
PWM itu sinyal termodulasi disaring dengan filter RC. Untuk mencocokkannya
dengan sistem control penguat sinyal kesalahan (ESA) dipertimbangkan
menyamakan sinyal keluaran DAC dengan yang dari sensor arus atau tegangan De
kopling galvanic pada power supply dilakukan dengan bantuan konverter
frekuensi dengan transformator desain khusus dengan kapasitansi error minimum.
DAC parameternya adalah: 16 bites, error -0,01%, settling time -0,4 s, faktor suhu
dari tegangan keluaran -0.0003% / K.
Pada jurnal terdapat 3 metode dalam mempergunakan ADC pada
penelitian pengarang yaitu:
1. Three-step integrating ADC
Integrasi tiga langkah sehubungan dengan dualslop memungkinkan
pengurangan kesalahan untuk noise dari integrator penguat dan komparator.
Keuntungan dari metode ini adalah resolusi tinggi di frekuensi yang relatif
rendah dari generator.
2. ADC with multicycle integration
Metode integrasi multistep memungkinkannya untuk mencapai resolusi
tinggi dan linearitas pada converter.
3. Dynamic integrator
Versi modulasi lebar pulsa PWM conversion dengan pulsa feedback.

Sumber Jurnal:
High accuracy ADC and DAC systems for accelerator control applications.
E JCuper, A.Ledenev
Institute for Nuclear Physics,
Novosibirsk, 630090, USSR