Anda di halaman 1dari 1

Tindakan Preventif TB pada Anak

Tuberkulosis (TB) aktif sangatlah menular. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 1/3
populasi dunia terinfeksi bakteri yang dapat menyebabkan TB.

Cara paling utama yang dapat dilakukan untuk mencegah TB pada anak adalah dengan memberikan
vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) secara tepat waktu pada anak. Vaksin BCG adalah satu-satunya
vaksin TBC yang saat ini tersedia, walaupun ada vaksin TBC lain yang sedang dalam pengembangan.
Walaupun jauh dari sempurna, vaksin BCG relatif murah dan aman. Di Indonesia, vaksin BCG wajib
disuntikkan pada bayi secara intracutan di bagian deltoid kanan bayi pada usia 0-2 bulan 1x dengan dosis
0,5 mL menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2016.

Selain itu, cara-cara lain yang dapat dilakukan adalah :

Bila bayi lahir dari ibu yang menderita TB atau lahir di keluarga yang anggotanya ada yang
menderita TB, bayi ini harus mendapatkan perawatan yang ekstra untuk mencegah penularan
dengan cara diisolasi dari anggota keluarga yang terinfeksi TB.

Ibu hamil pre-partum yang sakit TB harus mendapatkan perawatan penyakit TB yang baik di
rumah sakit

Ibu boleh menyusui bayi bila mendapatkan pengobatan TB yang tepat dan memakai Alat
Pelindung Diri (APD) seperti masker sewaktu menyusui untuk mencegah transmisi TB ke bayi.
Obat-obatan antituberkulosis diekskresikan melalui ASI hanya dalam jumlah yang sedikit,
sehingga tidak memberikan efek bahaya bagi bayi.

Anak sebisa mungkin dijauhkan dari orang-orang terdekat yang menderita TB atau orang lain
dengan kemungkinan gejala TB seperti batuk.

Jika ada anggota keluarga terdekat anak yang menderita TB, harus diedukasi dan melakukan
penjagaan higienitas yang baik (misal : cuci tangan) dan memakai APD untuk mencegah transmisi
kuman TB ke anak.