Anda di halaman 1dari 12

ANALISA STATISTIK

STATISTIKA DAN PROBABILITAS

Disusun Oleh :
RAFIQ YULIAN HARIYANTO
NIM. 155060201111026

EMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN MESIN
MALANG
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, atas segala rahamat, karunia dan nikmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan laporan Analisa Statistika ini.

Saya banyak memperoleh bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang tentunya
sangat membantu saya dalam penyelesaian laporan ini. Oleh karena itu pada kesempatan kali
ini saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Rudianto Raharjo, S.T., M.T. selaku Dosen Mata Kuliah Statistika dan
Probabilitas.
2. Semua pihak yang telah membantu serta memberi dukungan baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam penyelesaian laporan ini yang tentunya tidak dapat saya
sebutkan satu persatu.
Saya mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan laporan ini. Dengan
segenap kerendahan hati, saya mengharapkan saran dan kritik konstruktif guna kesempurnaan
laporan saya. Saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan
dengan sebagaimana mestinya.

Malang, Juni 2017

Rafiq Yulian H
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Analisa statistik merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Statistika dan
Probabilitas dimana Analisa statistik tersebut merupakan metode analisa terhadap suatu data
dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram
yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu, maka dari itu Analisa
statistik sangat dibutuhkan penggunaannya oleh mahasiswa. Analisa statistik dapat
dipergunakan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah pada penelitian atau percobaan yang
ingin dilakukan, dimana pada laporan kali ini analisa statistik ini diambil dari laporan skripsi
yang berjudul Pengaruh Temperatur Proses Pelapisan Polietilen pada Baja Karbon Rendah
Terhadap Laju Korosi.

1.2 Tujuan
a. Mahasiswa dapat mengerti kegunaan Analisa statistik secara langsung.
b. Mahasiswa dapat mengerti pengaplikasian Analisa statistik dalam skripsi
c. Mahasiswa dapat mengerti dan paham salah satu materi dalam mata kuliah Statistika dan
Probabilitas

BAB 2
ISI LAPORAN

2.1 Analisa Statistik pada Data Ketebalan Hasil Pelapisan


2.1.1 Perhitungan Data Ketebalan Hasil Pelapisan
Ketebalan rata rata dari hasil pelapisan diperoleh dengan perhitungan sebagai
berikut :
W 1W 0 1000
T= x
A

Dimana :
T = Tebal rata-rata hasil pelapisan, mm
W1 = Berat akhir spesimen yang telah dilapisi, gr
W0 = Berat spesimen sebelum pelapisan, gr
A = Luas total seluruh permukaan yang dilapisi, mm2
= Berat jenis polietilen, 0,92 gr.cm-3

Berikut adalah contoh perhitungan ketebalan rata rata dari hasil pelapisan,
W2 = 33,56 (gr)
W0 = 32,34 (gr)
A = 4480 (mm2)
Sehingga diperoleh ketebalan :
33,5632,34 1000
T= x
4480 0,92
= 0,296 mm

Tabel 2.1 Data berat spesimen antara sebelum pelapisan dan setelah pelapisan
Temperatur Sebelum Pelapisan (gr) Setelah Pelapisan (gr)
o
( C) 1 2 3 1 2 3
200 32,34 32,34 32,34 33,56 33,70 33,66
250 32,34 32,34 32,34 33,32 33,21 33,27
300 32,34 32,34 32,34 33,16 33,33 33,24
350 32,34 32,34 32,34 33,06 33,05 32,99
400 32,34 32,34 32,34 33,02 32,99 33,01
450 32,34 32,34 32,34 32,98 33,02 32,96
500 32,34 32,34 32,34 32,90 33,00 32,87

Setelah didapatkan data sebelum dan setelah pelapisan maka didapatkan hasil yang tertera
pada Tabel 2.2

Tabel 2.2 Ketebalan hasil pelapisan dengan variasi temperatur pemanasan logam pada proses
pelapisan
Temperatur Ketebalan Pelapisan (mm) Rata -

( C)o
1 2 3 Rata
200 0,296 0,342 0,320 0,958 0,319
250 0,245 0,214 0,225 0,683 0,228
300 0,206 0,247 0,217 0,671 0,224
350 0,177 0,177 0,157 0,511 0,170
400 0,170 0,163 0,163 0,495 0,165
450 0,158 0,170 0,151 0,479 0,160
500 0,143 0,167 0,127 0,438 0,146

2.1.2 Variabel Penelitian


Pada data data tersebut terdapat variabel variabel yang membantu dalam analisa
statistik.
A. Variabel Bebas
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau sebab perubahan timbulnya
variabel terikat. Variabel bebas pada Tabel 2.2 adalah temperatur.

B. Variabel Terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi akibat adanya variabel bebas.
Variabel terikat pada Tabel 2.2 adalah ketebalan pelapisan.
C. Variabel Kontrol
Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga
hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak terpengaruh oleh faktor luar yang
tidak teliti. Variabel kontrol pada Tabel 2.2 adalah spesimen yang digunakan.

2.1.3 Analisa Varian Data Ketebalan Rata rata Hasil Pelapisan


Untuk mengetahui perbedaan ketebalan hasil pelapisan dari perlakuan yang berbeda,
yakni temperatur pemansan logam pada proses pelapisan digunakan analisa varian satu arah.

2.1.4 Hipotesis Penelitian


a. H0 = U1 = U2 = U3 = U4 = U5 = U6 = U7
(tidak ada pengaruh nyata variasi temperatur pemanasan logam terhadap ketebalan rata-rata
hasil pelapisan)
b. H1 = U1 U2 U3 U4 U5 U6 U7
(ada pengaruh nyata variasi temperatur pemanasan logam terhadap ketebalan rata-rata hasil
pelapisan)

2.1.5 Perhitungan Statistik


a. Jumlah Seluruh Perlakuan
n k
. .Yij
ni j 1
0,296+0,342+0,320+ 0,245+0,214+ 0,225+ 0,206+0,247+ 0,217+0,177 + 0,177
+ 0,157 + 0,170 + 0,163 + 0,163 + 0,158 + 0,170 + 0,151 + 0,143 + 0,167 + 0,127
= 0,4492
b. Jumlah Kuadrat seluruh perlakuan
.Yij
n k
2
.
ni j1

=(0,296)2 +(0,342) 2+(0,320) 2+(0,245) 2+(0,214) 2+(0,225)2 +(0,206)2 +(0,247)2 +(0,217) 2
+(0,177) 2 + (0,177) 2 + (0,157) 2 + (0,170) 2 + (0,163) 2 + (0,163) 2 + (0,158) 2+
(0,170) 2 + (0,151) 2 + (0,143) 2 + (0,167) 2 + (0,127) 2
= 0,20178
c. Faktor Koreksi (FK)
n k
=( . .Yij)2 :nk
n-i j-1
= (0,20178) 2 : 21
= 0,446
d. Jumlah Kuadrat Total (JKT)
n k
= . .Yij2 FK
n-i j-1
= (0,20178) 0,4524
= 0,4524

e. Jumlah Kuadrat Perlakuan (JKP)


[( ]
n k

n-i j-1
)
= . .Yij2 - :n -FK

= [(0,201781) : 3] 0,4524
= 0,4492

f. Jumlah Kuadrat Galat


= JKT JKP
= 0,4524 0,4492
= 0,0031
g. Kuadrat Tengah Perlakuan
JKP
=
dBper
= 0,4492 / (7-1)
= 0,07486
h. Kuadrat Tengah Galat
JKgalat
=
dBgalat
= 0,0031 / 3(7-1)
= 0,00022
i. F hitung
KTper
=
KT galat
= 0,07486 / 0,00022
= 0,07486
j. F tabel
1. F tabel
Mencari F tabel disini perlu melihat Tabel F juga, berikut merupakan cara
menghitung F tabel :
Rumusnya:
df1 = k -1
df2 = k.(n-1)
Dimana k adalah jumlah variasi data dan n adalah jumlah data yang diambil
pada satu varian. Pada data kita memiliki k = 3 dan n = 7
Maka df1 = k - 1 = 3 1 = 2 ,
sedangkan df2 = k.(n-1) = 3.(7-1) = 18
Jika pengujian dilakukan pada = 5%, maka nilai F tabelnya adalah 3,55.
Melihat pada N1= 2 dan N2= 18 pada tabel berikut :

Tabel 2.3 Tabel F terhadap ketebalan rata rata hasil pelapisan


Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh data data yang tercantum dalam tabel
analisa varian seperti tertera pada Tabel 2.3.

Tabel 2.4 Analisa varian ketebalan rata rata hasil pelapisan


Sumber Varian Db JK KT F hitung F tabel
Perlakuan 6 0,4492 0,07486 334,2 3,55
Galat 14 0,0031 0,00022
Total 20 0,4524 0,07508

2.2 Analisa Statistik pada Data Laju Korosi


2.2.1 Perhitungan Data Laju Korosi
Menghitung laju korosi dangan menggunakan persamaan :
534 W
mpy =
DAT

Dimana :
Mpy = mils per year
W = weight loss
D = density of speciment, g.cm3
A = Area of Speciment, in2
T = Waktu Pengujian (jam)

Jika dikonfrensikan dalam satuan mm per jam :


0,998937463W
L=
DAT
Dimana :
L = Laju korosi (mm/jam)
W = berat yang terkorosi (gr)
D = densitas bahan (gr/cm3)
A = Luas permukaan spesimen (mm2)
T = waktu pengujian (jam)

Berikut adalah contoh perhitungan data laju korosi :


W = 0,63 gr
D = 0,92 gr/cm3
A = 4430 mm2
T = 1,5 jam
Maka :
0,998937463. ( 0,63 )
L=
0,92. 4430 . 1,5
L = 0,4195535

Tabel 2.5 Berat Spesimen yang Terkorosi


Temperatur Baja Terkorosi (gr) Rata -

o
( C) 1 2 3 Rata
200 0,63 0,66 0,88 2,17 0,72
250 0,60 0,62 0,90 2,12 0,71
300 0,22 0,50 1,34 2,06 0,69
350 0,27 0,32 0,30 0,89 0,30
400 0,10 0,27 0,24 0,72 0,24
450 0,08 0,10 0,21 0,39 0,13
500 0,14 0,08 0,05 0,20 0,07

Dari data Tabel berat spesimen kita dapat mengetahui data laju korosi, dimana seperti yang
tertera pada Tabel 2.5.

Tabel 2.5 Data laju korosi dan spesimen


Temperatu
r Laju Korosi (mm/jam) Rata

Rata
(oC) 1 2 3
0,41955 0,43953 0,58604 1,44512 0,48171
200 4 2 3 9 0
0,39957 0,41289 0,59936 1,41183 0,47061
250 5 4 2 1 0
0,14651 0,33297 0,22642 0,70591 0,23530
300 1 9 6 6 5
0,17980 0,21310 0,19978 0,59270 0,19756
350 9 7 7 3 8
0,13985 0,17980 0,15983 0,47949 0,15983
400 1 9 0 0 0
0,05327 0,06659 0,13985 0,25972 0,08657
450 7 6 1 4 5
0,04661 0,05327 0,03329 0,13319 0,04439
500 7 7 8 2 7

2.2.2 Variabel Penelitian


Pada data data tersebut terdapat variabel variabel yang membantu dalam analisa
statistik.
D. Variabel Bebas
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau sebab perubahan timbulnya
variabel terikat. Variabel bebas pada Tabel 2.5 adalah temperatur.

E. Variabel Terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi akibat adanya variabel bebas.
Variabel terikat pada Tabel 2.5 adalah laju korosi.

F. Variabel Kontrol
Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga
hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak terpengaruh oleh faktor luar yang
tidak teliti. Variabel kontrol pada Tabel 2.5 adalah spesimen yang digunakan.

2.1.3 Analisa Varian Data Ketebalan Rata rata Hasil Pelapisan


Untuk mengetahui perbedaan rata rata laju korosi dari masing masing variasi
temperatur pemanasan logam pada proses pelapisan.

2.2.4 Hipotesis Penelitian


a. H0 = U1 = U2 = U3 = U4 = U5 = U6 = U7
(tidak ada pengaruh nyata variasi temperatur pemanasan logam terhadap laju korosi logam).
b. H1 = U1 U2 U3 U4 U5 U6 U7
(ada pengaruh nyata variasi temperatur pemanasan logam terhadap laju korosi logam).

2.2.5 Perhitungan Statistik


a. Jumlah Seluruh Perlakuan
n k
. .Yij
ni j 1
0,4195535 + 0,4395323 + 0,5860430 + 0,3995748 + 0,4128940 + 0,5993622 +
0,1465108 + 0,3329790 + 0,2264257 + 0,1798087 + 0,2131066 + 0,1997874 +
0,1398512 + 0,1798087 + 0,1598299 + 0,0532766 + 0,0665958 + 0,1398512 +
0,0466171 + 0,0532766 + 0,0332979
= 5,027983
b. Jumlah Kuadrat seluruh perlakuan
n k
=( . .Yij) 2

n-i j-1
= (0,4195535) 2 + (0,4395323) 2 + (0,5860430) 2 + (0,3995748) 2 + (0,4128940) 2 +
(0,5993622) 2 + (0,1465108) 2 + (0,3329790) 2 + (0,2264257) 2 + (0,1798087) 2 +
(0,2131066) 2 + (0,1997874) 2 + (0,1398512) 2 + (0,1798087) 2 + (0,1598299) 2 +
(0,0532766) 2 + (0,0665958) 2 + (0,1398512) 2 + (0,0466171) 2 + (0,0532766) 2 +
(0,0332979) 2
= 25,28061305

c. Faktor Koreksi (FK)


n k
=( . .Yij)2 :nk
n-i j-1
= (5,027983) : 21
= 1,203838717
d. Jumlah Kuadrat Total (JKT)
n k
= . .Yij2 FK
n-i j-1
= 25,28061305 1,203838717
= 0,002395
e. Jumlah Kuadrat Perlakuan (JKP)

[( ]
n k
= . .Yij2 - :n -FK
n-i j-1
)
= [(25,28061305) : 3] 0,002395
= 0,001882
f. Jumlah Kuadrat Galat
= JKT JKP
= 0,002395 0,001882
= 0,000513
g. Kuadrat Tengah Perlakuan
JKP
=
dBper
= 0,001882 : (7-1)
= 0,0002688
h. Kuadrat Tengah Galat
JKgalat
=
dBgalat
= 0,000513 : 3(7-1)
= 0,0000366
i. F hitung
KTper
=
KTgalat
= 0,0002688 : 0,0000366
= 8,554454
j. F tabel
Mencari F tabel disini perlu melihat Tabel F juga, berikut merupakan cara
menghitung F tabel :
Rumusnya:
df1 = k -1
df2 = k.(n-1)
Dimana k adalah jumlah variasi data dan n adalah jumlah data yang diambil
pada satu varian. Pada data kita memiliki k = 3 dan n = 7
Maka df1 = k - 1 = 3 1 = 2 ,
sedangkan df2 = k.(n-1) = 3.(7-1) = 18
Jika pengujian dilakukan pada = 5%, maka nilai F tabelnya adalah 3,55.
Melihat pada N1= 2 dan N2= 18 pada tabel berikut :

Tabel 2.6 F Tabel data Laju korosi

Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh data data yang tercantum dalam tabel
analisa varian seperti tertera pada Tabel 2.7.

Tabel 2.7 Tabel analisa varian data laju korosi


Sumber Varian Db JK KT F hitung F tabel
0,00188 0,000268 8,55445
Perlakuan 6 2 8 4 3,55
0,00051 0,000036
Galat 14 3 6
0,00239 0,000305
Total 20 5 4
BAB III
KESIMPULAN

1. Dari tabel analisa terlihat bahwa F hitung > F tabel sehingga hal ini menyatakan H0
ditolak dan H1 diterima artinya ada perbedaan yang nyata pada ketebalan hasil
pelapisan dari masing masing pemberian temperatur pemanasan logam yang
berbeda pada saat proses pelapisan.

2. Pengujian ada tidaknya pengaruh perlakuan terhadap laju korosi spesimen dilakukan
dengan cara membandingkan F hitung dan F tabel, dari tabel analisa varian di atas
didapatkan dengan mengambil faktor kesalahan = 5%, sehingga untuk F tabel
(0,05;6;14) = 2,91, terlihat F hitung > F tabel hal ini menyatakan bahwa H0 ditolak
dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan yang nyata pada laju korosi akibat pengaruh
variasi temperatur pemanasan logam pada saat proses pelapisan.