Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SURADADI
Alamat : Jln. Purwa No. Suradadi Telp. (0283) 852352

KERANGKA ACUAN KEGIATAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT


(PERKESMAS)
PUSKESMAS SURADADI

A. PENDAHULUAN
Permasalahan kesehatan yang dihadapi sampai saat ini cukup kompleks,
karena upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 diketahui penyebab
kematian di Indonesia untuk semua umur, telah terjadi pergeseran dari penyakit
menular ke penyakit tidak menular,yaitu penyebab kematian di atas usia 10 tahun. Hasil
Riskesdas 2013 juga menggambarkan hubungan penyakit degeneratif seperti sindroma
metabolik (DM), hipertensi, stroke, obesitas dan penyakit jantung dengan status sosial
ekonomi masyarakat (pendidikan, kemiskinan, dan lain-lain), selain itu adanya
perubahan life style dalam perilaku sehari-hari semakin memperbesar resiko individu
untuk mengalami sakit.

Sehubungan dengan hal tersebut, perlu terus ditingkatkan upaya-upaya untuk


memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
dengan mutu pelayanan yang baik, berkelanjutan dan dapat menjangkau seluruh
lapisan masyarakat terutama keluarga miskin rawan kesehatan/risiko tinggi. Upaya
pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan wajib dan
upaya kesehatan pengembangan. Salah satu upaya kesehatan pengembangan yang
dilakukan oleh Puskesmas Suradadi adalah program Perawatan Kesehatan Masyarakat
(Perkesmas)

B. LATAR BELAKANG
Sesuai dengan Permenkes 75 Tahun 2014 tentang kebijakan dasar
Puskesmas, upaya perawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya program
pengembangan yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib maupun
upaya kesehatan pengembangan. Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas)
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh
Puskesmas.
Perkesmas dilakukan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan
dasar. Pelaksanaan Perkesmas bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat
dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, sehingga tercapai derajat
kesehatan yang optimal. Untuk mengupayakan terbinanya kesehatan masyarakat, maka
diharapkan 40 % keluarga rawan kesehatan memperoleh kunjungan rumah dan
pembinaan kesehatan oleh tenaga kesehatan melalui kegiatan perkesmas.

Sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok


dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan akibat faktor ketidaktahuan,
ketidakmauan maupun ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya.
Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah kesehatan terkait dengan masalah
kesehatan prioritas daerah yaitu belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan
atau sudah memanfaatkan tetapi memerlukan tindak lanjut. Fokus utama pada keluarga
rawan kesehatan yaitu keluarga miskin yang rentan dan keluarga yang termasuk resiko
tinggi. Keluarga yang tidak mendapat pelayanan perkesmas merupakan beban sosial
dan ekonomi serta dapat berdampak buruk terhadap masyarakat lainnya. Pemerintah
memiliki tanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dan memberikan akses ke
pelayanan kesehatan terutama bagi keluarga yang memiliki hambatan untuk mencapai
pusat-pusat pelayanan kesehatan. Penduduk rawan ini telah menjadi salah satu bagian
sasaran program Perkesmas di Puskesmas Suradadi.

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


a. Tujuan Umum
Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah keperawatan
kesehatan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
b. Tujuan Khusus
Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat : promotif & preventif.

1. Meningkatnya kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan


masyarakat untuk melaksanakan keperawatan dasar dalam rangka mengatasi
masalah kesehatan :preventif & kuratif.
2. Tertanganinya keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan pelayanan
perawatan : tim kesehatan lintas program terkait & sektoral terkait (kader
kesehatan, RT, RW) melaksanakan promotif, preventif, kuratif / rehabilitatif.
3. Terlayaninya kelompok khusus / panti yang memerlukan pembinaan dan
pelayanan perawatan :promotif, preventif, dan rehabilitatif.
4. Terlayaninya kasus - kasus yang memerlukan tindak lanjut dan pelayanan
keperawatan.
5. Terlayaninya kasus kasus resiko tinggi yang memerlukan pelayanan
perawatan dipuskesmas dan dirumah
D. TATA NILAI PUSKESMAS
S U R A D A D I

S : Senyum, Salam, Sopan, Santun

U : Unggul

R : Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin

A : Amanah

D : Disiplin

A : Adil

D : Dedikasi

I : Inovatif

E. TATA HUBUNGAN KERJA

KLP e p a l a
ioPe o u s k e s m
nral d s i &
tnPa a e n a n g g
atuk o n g
srJ a w a b
Ua K M
SpnU a
eyap a
kPa
t2y
oa
r

Peran Lintas Sektor

No. Unit Terkait Peran


1. Kader Posyandu /RT/RW Memantau dan memberi
informasi tentang keluarga
rawan

F. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. Kegiatan Perkesmas di dalam gedung
1. Melaksanakan Asuhan Keperawatan pada pasien rawat jalan
2. Melaksanakan Asuhan Keperawatan pada pasien rawat inap
B. Kegiatan Perkesmas di luar gedung
1. Kunjungan rumah.
G. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Pemberian asuhan keperawatan pada pasien rawat jalan:
- Pengkajian keperawatan pasien sebagai deteksi dini (sasaran prioritas)
- Penyuluhan kesehatan
- Tindakan Keperawatan (direct care)
- Konseling keperawatan
- Pengobatan (sesuai kewenangan)
- Rujukan pasien / masalah kesehatan
- Dokumentasi keperawatan
- Diberikan pada setiap klien yang mempunyai masalah kesehatan yang ditemukan
pada saat proses anamnesa di poli rawat jalan
2. Pemberian asuhan keperawatan pada pasien rawat inap:
- Pengkajian keperawatan pasien sebagai deteksi dini (sasaran prioritas)
- Penyuluhan kesehatan
- Tindakan Keperawatan (direct care)
- Konseling keperawatan
- Pengobatan (sesuai kewenangan)
- Rujukan pasien / masalah kesehatan
- Dokumentasi keperawatan
- Diberikan pada setiap klien yang mempunyai masalah kesehatan yang ditemukan
pada saat proses anamnesa di poli rawat jalan.
3. Kunjungan rumah ( Home Visit ) pada Individu, Keluarga, dan Kelompok rawan
- Persiapan terdiri dari memastikan identitas pasien, bawa denah/ petunjuk tempat
tinggal pasien, lengkap kartu identitas unit tempat kerja, memastikan perlengkapan
pasien untuk dirumah, menyiapkan file asuhan keperawatan, menyiapkan alat
bantu media untuk pendidikan pelaksanaan terdiri dari perkenalan diri dan jelaskan
tujuan, observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat, lengkapi
data hasil pengkajian dasar pasien, membuat rencana pelayanan, lakukan
perawatan langsung, diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll,
diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan,
dokumentasikan kegiatan.
- Monitoring dan evaluasi antara lain keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal,
kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan, efektifitas dan efisiensi
pelaksanaan tindakan oleh pelaksana.
- Proses penghentian pelayanan home visit,dengan kriteria : tercapai sesuai tujuan,
kondisi pasien stabil, program, rehabilitasi tercapai secara maksimal, keluarga
sudah mampu melakukan perawatan pasien, pasien dirujuk, pasien menolak
pelayanan lanjutan, pasien meninggal dunia.

H. SASARAN
Adapun yang menjadi sasaran program Perkesmas ini adalah seluruh masyarakat yang
dapat terbagi menjadi:
1. Individu khususnya individu risiko tinggi (risti): menderita penyakit, balita, lanjut
usia (lansia), masalah mental/jiwa.
2. Keluarga khususnya ibu hamil (bumil), lansia, menderita penyakit, masalah
mental/jiwa.
3. Kelompok/masyarakat berisiko tinggi, termasuk daerah kumuh, terisolasi, konflik,
tidak terjangkau pelayanan kesehatan. Fokus sasaran Perkesmas adalah keluarga
rawan kesehatan dengan prioritasnya adalah keluarga rentan terhadap masalah
kesehatan (Gakin), keluarga risiko tinggi (anggota keluarga bumil, balita, lansia,
menderita penyakit).
Penghitungan sasaran berdasarkan pedoman pelaksanaan perkesmas yang diterbitkan
oleh dinas kesehatan propinsi adalah sebagai berikut :

- Sasaran Keluarga Binaan (KK) = 2,66% X Jumlah KK Miskin diwilayah kerja


puskesmas
= 2,66% X 17.213
- Target dipuskesmas (KK) = 368 KK Miskin

I. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


a. Pemberian Asuhan keperawatan pada pasien rawat jalan dilaksanakan pada setiap
pasien yang memiliki masalah kesehatan
b. Pelaksanaan Home visit disesuaikan dengan jadwal yang telah disepakati antara
klien dan tim perkesmas

J. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Hasil dari pendataan pelaksanaan program perkesmas setiap bulan dilaporkan melalui
Kepala Puskesmas dengan menggunakan format laporan bulanan perkesmas.

K. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


No Kegiatan Pencatatan Pelaporan Evaluasi
1. Perawatan Pencatatan di Pelaporan ada di Evaluasi
Format Asuhan
Kesehatan dalam laporan kegiatan
Keperawatan
Masyarakat bulanan dilaksanakan 1
Dan Register Di
(Perkesmas) dilaporkan ke tahun sekali
kohort Keluarga
Dinas Kesehatan untuk menjadi
Kemudian
acuan
semuanya
pelaksanaan
direkap di
kegiatan pada
laporan bulanan
periode
perkesmas
berikutnya
Ditetapkan: Suradadi
Pada Tanggal : Januari 2017

Mengetahui Koordinator Perkesmas


Kepala UPTD Puskesmas Suradadi

dr. Suwaspodo PUJI YUNIARTI


NIP : 196205231988031 005 NIP : 19810630201406 005

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL


DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SURADADI
Alamat : Jln. Purwa No. Suradadi Telp. (0283) 852352

KERANGKA ACUAN POSBINDU PTM

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Saat ini , Penyakit Tidak Menular (PTM ) menjadi penyebab kematian utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang

terjadi di seluruh dunia, dimana sekitar 29 juta ( 80%) justru terjadi di Negara yang sedang berkembang( WHO ,2010) . Peningkatan kematian

akibat PTM di masa mendatang diproyeksikan akan terus terjadi sebesar 15% (44 juta kematian ) dengan rentang waktu antara tahun 2010 dan

2020. Kondisi ini timbul akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat terutama pada Negara negara

berkembang.

Pada awal perjalanan PTM seringkali tidak bergejala dan tidak menunjukkan tanda klinis secara khusus sehingga datang sudah

terlambatatau pada stadium lanjut akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya. Riset Kesehatan Dasar

pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 69,6% dari kasus diabetes mellitus dan 63,2% dari kasus hipertensi masih belum terdiagnosis. Keadaan

ini mengakibatkan penanganan menjadi sulit, terjadi komplikasi bahkan berakibat kematian dini. Dalam kurun waktu tahun 1995 2007 ,

kematian akibat PTM mengalami peningkatan dari 41,7 % menjadi 59,5% .Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi
penyakit Stroke 12,1 per 1000 , Penyakit Jantung Koroner 1,5 % ,Gagal Jantung 0,3%, Diabetes Mellitus 6,9%, Gagal Ginjal 0,2%, Kanker

1,4% per 1000, Penyakit Paru Kronik Obstruktif 3,7% dan Cidera 8,2%

PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resikonya, yaitu merokok , diet yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan

konsumsi minuman beralkohol. mencegah dan mengendalikan faktor risiko relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan PTM.

Pengendalian faktor resiko PTM merupakan upaya untuk mencegah PTM, bagi masyarakat sehat, yang mempunyai faktor resiko agar tidak

timbul faktor resiko PTM, kemudian bagi yang mempunyai faktor resiko diupayakan agar kondisi faktor resiko PTM menjadi normal kembalidan

atau mencegah terjadinya PTM dan bagi yang sudah menyandang PTM , untuk mencegah komplikasi ,kecacatan dan kematian dini serta

meningkatkan kualitas hidup. Salah satu strategi pengendalian PTM yang efisien dan efektif adalah pemberdayaan dan peningkatan peran serta

masyarakat. Masyarakat diberikan fasilitas dan bimbingan untuk ikut berpartisipasi dalam pengendalian faktor resiko PTM serta tindak lanjutnya.

Kegiatan ini disebut dengan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu ) PTM.

Posbindu PTM merupakan wujud peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini, pemantauan faktor risiko PTM

serta tindak lanjut dini yang dilaksanakan secara terpadu , rutin dan periodik. Kegiatan Posbindu PTM diharapkan dapat meningkatkan sikap

mawas diri masyarakat terhadap faktor risiko PTM sehingga peningkatan kasus PTM dapat dicegah. Sikap mawas diri ini ditunjukkan dengan

adanya perubahan perilaku masyarakat yang lebih sehat dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya pada yang sakit, melainkan

juga pada keadaan sehat