Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak

dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti

dengan makanan atau minuman lain. Air Susu Ibu yang selanjutnya

disingkat ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu. Manfaat

ASI eksklusif yaitu agar bayi kebal terhadap beragam penyakit pada usia

selanjutnya (Permenkes, 2013).

Sebagaimana telah diatur oleh Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia No. 33 tahun 2013 tentang pemberian ASI Eksklusif, yang diatur

dalam Bab 3 pasal 6 dan pasal 13 untuk mencapai pemanfaatan pemberian

ASI Eksklusif secara optimal, tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan

kesehatan wajib memberikan informasi dan edukasi ASI Eksklusif pada ibu

dan/ atau anggota keluarga dari bayi yang bersangkutan sejak pemeriksaan

kehamilan sampai dengan periode pemberian ASI Eksklusif selesai

(Kemenkes 2012)

Sekitar 60% masyarakat tahu informasi tentang ASI dan baru ada

sekitar 40 % tenaga kesehatan pemberian ASI eksklusif terlatih yang bisa

memberikan konseling menyusui. Data menunjukkan bahwa pada tahun

2010 baru laktasi khusus untuk ibu menyusui.33,6% bayi kita mendapatkan

ASI, tidak banyak perbedaan dengan capaian di negara lain di Asia

Tenggara (kemenkes,2012 ).
Menurut data mengenai Asi Eksklusif dari Laporan Rutin Direktorat

Jenderal Bina Gizi-KIA tahun 2013, menunjukkan pada pemberian ASI

Eksklusif , sebanyak 53,4% bayi berusia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

Eksklusif. Mengacu pada target program tahun 2014 sebesar 80%, maka

secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% belum

mencapai target. Menurut provinsi, hanya terdapat satu provinsi yang

berhasil mencapai target yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 84,7%.

Provinsi Jawa Barat, Papua Barat, dan Sumatera Utara merupakan tiga

provinsi dengan capaian terendah. (Profil Depkes, 2014)

Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor internal dan

eksternal. Salah satu dari faktor pasca natal yaitu faktor gizi. Unsur gizi

menjadi pengaruh yang dominan dalam pertumbuhan anak terutama pada

awal kehidupan . Nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi dapat dipenuhi dengan

memberikan ASI. ASI merupakan pilihan optimal sebagai pemberian

makan pada bayi karena mengandung nutrisi, hormon, faktor kekebalan,

faktor pertumbuhan, dan antiinflamasi. Tidak tercapainya pemberian ASI

Eksklusif akan mempengaruhi tumbuh kembang pada anak.(jurnal ASI

andalas )

Penyebab kegagalan praktek ASI eksklusif diantaranya pengetahuan

ibu, budaya makanan pralaktal, ASI tidak keluar, bayi atau ibu sakit, ibu

bekerja dan keinginan ibu mencoba susu formula. Faktor lain yang

menyebabkan orang tua memberikan MP-ASI sebelum umur bayi 6 bulan


adalah masih rendahnya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif (Fikawati

dan Syafiq, 2010).

Pengetahuan akan mempengaruhi sikap terhadap perilaku hidup

sehat dan dalam menanggulangi masalah yang kurang mengerti tentang

manfaat pemberian ASI Eksklusif tersebut. Begitu juga dalam kehidupan

sehari-hari banyak ibu-ibu yang mempunyai sikap dan kebiasaan yang

dilakukan tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukannya baik atau

tidak dalam pemberian ASI (Notoatmodjo, 2002).

Penelitian ini dilakukan di Desa Nanjung Marga Asih karena

berdasarkan hasil data dari KIA, Desa Nanjung memiliki pencapaian

sasaran terendah dalam pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan data yang

telah didapatkan, peneliti ingin mencari gambaran pengetahuan, perilaku

dan sikap pada ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan mengenai pemberian ASI

Eksklusif.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka dapat

dirumuskan permasalahannya adalah bagaimana gambaran tingkat

pengetahuan, sikap dan perilaku ibu menyusui tentang pemberian ASI

eksklusif di Desa Nanjung?

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum


Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku

ibu menyusui tentang pemberian ASI eksklusif di Desa Nanjung .

1.3.2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan,

jumlah anak dan sumber informasi.

b. Mengidentifikasi pengetahuan responden tentang ASI Eksklusif.

1.4. Manfaat Penelitian

a. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi tenaga kesehatan dalam

memberikan konseling tentang pemberian ASI Eksklusif

b. Sebagai sumber informasi untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu

terhadap pemberian ASI Eksklusif.

c. Untuk mempromosikan tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif dan

saran yang membangun untuk penelitian selanjutnya.