Anda di halaman 1dari 4

1 Tablet salut enterik adalah tablet kempa konvensional disalut dengan bahan seperti

pengikat atau derivat selulosa yang tidak hancur di lambung tetapi larut di usus. Penyalut
dapat dibuat dari bahan yang pH-nya tergantung, tidak larut dalam medium asam lambung
tetapi larut pada lingkungan sedikit asam atau lingkungan basa usus. Penyalutan ini
digunakan jika obat mengiritasi lambung, kerja obat ditujukan pada usus seperti pada obat
cacing (anthelmentika), dan obat dinonaktifkan oleh getah lambung.
2. Tablet salut gula adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapisan tipis
berturut-turut dengan larutan sukrosa dengan atau tanpa pewarna. Penyalut ini berguna
karena dapat melindungi bahan obat dengan berperan sebagai barrier terhadap
kelembaban dan udara, menutupi bahan obat yang rasa dan baunya tidak enak dan
memperbaiki penampilan tablet. Salut dapat bervariasi dalam ketebalan dan warna dari
tambahan bahan-bahan celupan ke salut gula.
3. Tablet salut film adalah tablet kempa yang disalut dengan lapisan tipis berwarna tidak
larut air atau tidak berwarna dari larutan bahan polimer yang hancur dengan cepat dalam
saluran pencernaan. Penyalut film memiliki fungsi yang sama dengan salut gula dengan
tambahan keuntungan yang kurang lebih lebih tahan lama. Dimana tablet yang disalut
dengan lapisan yang dimuat dengan cara pengendapan zat penyalut dari pelarut yang
cocok. Lapisan selaput umumnya tidak lebih dari 10 % berat tablet. Salut film sekarang ini
adalah metode yang lebih disukai untuk membuat tablet salut. Lebih ekonomis dan
memakan waktu, tenaga, biaya yang minimum dan mendapatkan tablet tahan panas dan
pelarut. C.
Contoh-Contoh Tablet
Salut Tablet salut gula Tablet multivitamin misalnya caviplex, enervon c, liviron b-ple
Tablet salut selaput/film Cholespar, ponstan FCT
Tablet salut enterik Dulcolax tablet, voltaren tablet Tablet Salut Enterik
G. Metode Penyalutan

a) Proses penyalutan gula yang khas meliputi tujuh tahap utama, yaitu :

1. Penyegelan (sealing) Kebanyakan formulasi salut yang digunakan dalam proses salut
gula adalah akuosa, sedangkan inti tablet yang berpori dan merupakan absorben kuat
diformulasikan untuk berdisintegrasi dengan cepat jika berkontak dengan air. Salut segel
diterapkan langsung pada inti tablet untuk memisahkan ingredien tablet (terutama zat
aktif) dari air (yang merupakan konstituen utama dari formulasi penyalut) untuk
memastikan stabilitas produk yang baik. Fungsi penyegelan tablet yang kedua adalah
memperkuat inti tablet. Kuantitas bahan yang diterapkan sebagai suatu salut segel akan
bergantung terutama pada tablet dan ukuran bets. Jika permukaan inti tidak dilindungi
dengan baik, stabilitas produk jadi (fisika dan kimia) dapat rusak. Maksud penyegelan
adalah memberikan perlindungan awal dan mencegah ingredien tablet inti bermigrasi ke
dalam penyalut, dan akhirnya merusak penampilan produk jadi. Ada beberapa polimer
yang dapat digunakan sebagai penyalut segel, misalnya selak, zein, hidroksipropilmetil
selulosa (HPMC), polivinil asetat ftalat (PVAP), dan selulosa ftalat asetat (CAP). Polimer
tersebut dilarutkan pada konsentrasi 15-30 % b/b dalam suatu pelarut organic yang
sesuai. Apabila menggunakan polimer yang tidak larut air sebagai dasar untuk formulasi
penyalut segel, gunakan penyalut yang diperlukan dalam jumlah minimal guna memberi
perlindungan yang sesuai. Kalau tidak, karakteristik pelepasan zat aktif dapat berpengaruh.

2. Penyalut Dasar (Subcoating) Penyalutan dasar adalah tahap inti pertama dari proses
salut gula yang membulatkan pinggiran tablet dan menambah bobot inti. Salut dasar juga
membuat pondasi untuk proses salut gula yang masih akan dilakukan. Setiap kelemahan
dalam salut gula akhir sering disebabkan oleh kelemahan dalam salut dasar. Untuk
mempermudah pembangunan ini, formulasi salut dasar hampir selalu mengandung pengisi
dalam konsentrasi tinggi, seperti talk, kalsium karbonat, kalsium sulfat, kaolin, dan
titanium dioksida. Selain itu, pembentuk film pembantu seperti akasia, gelatin atau salah
satu turunan selulosa, juga dapat dimasukkan guna menyempurnakan keutuhan struktur
salut. Untuk mencapai hasil yang bermutu, selama penyalutan dasar bahan penyalut harus
menutup sudut tablet dan pinggir tablet secara efektif. Oleh karena itu, seleksi bentuk
tablet yang sesuai harus dilakukan. Bentuk tablet dengan sudut minimal, seperti tablet
yang dikempa pada pons yang sangat cembung atau pons radius dwi rangkap, jelas dapat
membantu penutupan yang efektif. Selain itu, ketebalan pinggiran tablet perlu
diminimalkan. Jika tidak, tablet akan lebih sering menempel dan kemungkinan besar dapat
terjadi penutupan pinggiran yang tidak sempurna oleh subsalut.
3. Pembesaran Dan Pelicinan (grossing dan smoothing) Untuk membuat suatu produk
salut gula yang bermutu, permukaan yang disalut harus licin dan bebas dari
ketidakberaturan sebelum penerapan salut warna. Karna persyaratan pelicinan dapat
dicapai selama penerapan salut dasar (subcoat), proses pelicinan lanjut (sebelum salut
warna) biasanya tidak dilakukan lagi. Salut pelican sederhana terdiri atas sirop sukrosa
70% dan sering mengandung titanium dioksida (1-5 %) sebagai suatu bahan pemburam
(opacifier) atau zat pemutih dan mungkin juga diwarnai dengan pewarnaan lain guna
memberikan suatu dasar yang baik untuk penerapan salut berikutnya. Jika diperlukan
pelicinan dalam jumlah besar, sebagaimana halnya pada tablet salut dasar yang
mempunyai permukaan berlubang-lubang, zat tambahan lain (seperti talk, kalsium
karbonat dan pati jagung) dapat digunakan dalam konsentrasi rendah untuk mempercepat
proses pelicinan.

4. Penyalutan warna (color coating) Pewarna yang sesuai dilarutkan dalam sirop penyalut
untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Ada dua pendekatan dasar untuk mewarnai
sirop salut gula, masing-masing dengan teknik penyalutan yang berbeda. Kedua
pendekatan ini meliputi penggunaan zat pewarna larut air atau pigmen tidak larut air.
Akan tetapi, penambahan pigmen kedalam larutan sirop tidak semudah seperti zat
pewarna larut air. Perlu dipastikan agar pigmen dibasahi sempurna dan terdispersi secara
seragam . jadi, penggunaan warna pigmen konsentrat (pekat) yang tersedia secara
komersial biasanya lebih menguntungkan.

5. Pemolesan (polishing) Permukaan tablet yang baru saja disalut warna biasanya masih
pudar. Oleh karna itu, tablet perlu dipoles dengan menggunakan beberapa cara untuk
mendapatkan permukaan tablet salut yang halus. Pemolesan dapat dilakukan
menggunakan berbagai tipe peralatan (misalnya kanvas atau panic yang dilapis malam),
termasuk peralatan yang digunakan untuk penerapan salut gula itu sendiri (yang lebih
khas dalam proses yang diotomatiskan).

6. Pencetakan cap (printing) Jika tablet yang disalut gula selanjutnya diberi identitas
dengan suatu nama produk, kekuatan dosis atau logo perusahaan, hal ini harus dilakukan
dengan suatu proses penstempelan. Secara khas, penstempelan demikian meliputi
penerapan tinta bercak farmasetik pada permukaan tablet yang disalut dengan suatu
proses penstempelan yang dikenal sebagai offset rotogravure. Tablet salut gula dapat
distempel sebelum atau sesudah pemolesan. Penstempelan sebelum pemolesan
memungkinkan tinta melekat lebih kuat pada permukaan tablet, tetapi tulisan dapat hilang
karna gesekan atau sentuhan pelarut organik selam proses pemolesan. Penstempelan
setelah pemolesan dapat menghindari masalah penggosokan cap srlam pemolesan, tetapi
tinta tidak selalu melekat dengan baik pada permukaan tablet yang dilapisi malam.

b) Proses penyalutan selaput Salut selaput merupakan proses yang sangat rumit dengan
teknologi yang mendekati teknologi untuk kimia polimer, industry perekat, cat dan
rekayasa kimia. Proses salut selaput secara sederhana dapat dijelaskan sebagai proses
yang melibatkan penerapan salut selaput berbasis polimer (dalam rentang 20-200 m),
pada suatu substrat yang sesuai (tablet, pellet, granul, kaplet, serbuk obat dan hablur zat
aktif obat), jika dibawah kondisi yang memungkinkan.