Anda di halaman 1dari 3

Pariwisata halal adalah bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan

Muslim. Pelayanan wisatawan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam.

Salah satu contoh dari bentuk pelayanan ini misalnya Hotel yang tidak menyediakan
makanan ataupun minuman yang mengandung alkohol dan memiliki kolam renang serta
fasilitas spa yang terpisah untuk pria dan wanita.

Selain hotel, transportasi dalam industri pariwisata halal juga memakai konsep Islami.
Penyedia jasa transportasi wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam
pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Kemudahan ini bisa berupa penyediaan tempat sholat
di dalam pesawat, pemberitahuan berupa pengumuman maupun adzan jika telah memasuki
waktu sholat selain tentunya tidak adanya makanan atau minuman yang mengandung alkohol
dan adanya hiburan Islami selama perjalanan.

Pulau Santen Banyuwangi Jadi Wisata Pantai Halal


Pertama di Indonesia
gomuslim.co.id- Wisata halal kian familiar dengan wisatawan Muslim, karena itu berbagai
daerah di nusantara semakin menggecarkan pembaruan konsep pariwisatanya. Tak mau kalah
dengan Aceh dan Lombok, sebuah gebrakan baru datang dari Pemerintah Daerah
Banyuwangi dengan menyulap pulau Santen, di Kelurahan Karangrejo, menjadi pantai wisata
halal berbasis Syariah.

Langkah ini memiliki potensi besar menyedot wisatawan lokal dan asing. Karena Indonesia
memiliki peluang besar untuk menggaet turis mancanegara terutama wisatawan Muslim.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan tren halal tourism terus tumbuh dan
harus direspons untuk pengembangan pariwisata daerah. Di sisi lain, wisata jenis ini diyakini
akan memberi warna baru bagi Kabupaten yang dikenal dengan The Sun Rise of Java karena
menjadi pembeda antara pariwisata Banyuwangi dengan daerah lain.

Dia menyebutkan populasi umat Islam di dunia, sekitar 1,6 miliar jiwa. Sedangkan di
Indonesia sendiri lebih dari 200 juta jiwa dan terus bertambah. Diprediksi oleh World Halal
Tourisn Summit pada 2019 mendatan perputaran uang di industri halal tourism mencapai
USD 238 miliar.

"Banyak negara berlomba menggarap halal tourism. Bahkan negara dengan penduduk
Muslim minoritas, seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, punya jumlah hotel dan restoran
bersertifikasi halal yang lebih banyak dibanding Indonesia, papar Anas saat pra peluncuran
pulau Santen sebagai destinasi halal tourism Banyuwangi, Kamis (02/03/2017).

Lebih lanjut, Anas mengatakan upaya ini menjadi cara untuk membidik pasar kelas
menengah Muslim yang terus tumbuh, baik di dalam maupun luar negeri.

Pihaknya menjelaskan konsep halal tourism tak hanya diperuntukan untuk kaum Muslim.
Karena, halal tourism merupakan konsep besar pengembangan destinasi. Di antaranya
ditandai dengan jaminan makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu
jelang beribadah (adzan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta
fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Pada intinya konsep wisata
tersebut sama sekali tidak mengandung unsur SARA. Tapi bicara soal segmentasi pasar serta
strategi pemasaran.

Destinasi ini bukan hanya untuk Muslim, tapi juga semua umat. Hanya konsep dan
koridornya yang berhaluan halal tourism, sesuai syari. Contoh kecilnya, aktivitas berhenti
ketika adzan. Tapi pengunjungnya siapapun boleh menikmati. Semuanya kita lakukan
bertahap seiring dengan penataan yang akan terus berjalan, tandas Anas.

Sementara itu, Pulau Santen adalah pulau kecil di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi. Tak
jauh dari pusat kota Banyuwangi. Saat ini, pulau tersebut terus ditata secara bertahap oleh
berbagai elemen, mulai dari masyarakat, TNI AD, tokoh agama dan masyarakat, hingga
jajaran Pemkab Banyuwangi. Diharapkan dengan peluang pasar yang menjanjikan konsep
pantai wisata halal berbasis syariah di pulau Santen, akan mempu menggerakan
perekonomian lokal.