Anda di halaman 1dari 1

PRESENCE

Tuhan kau menunjukan ku terang. Suara-Mu menuntunku pada suatu tempat dengan padang
rumput hijau nan luas, dimana angin sejuk mendamaikan hati. Kau membaringkanku di tengah tempat itu,
di bawah sebatang pohon besar di tengah-tengah rerumputan itu.

Mataku Kau buka kan untuk melihat kebenaran-Mu. Hatiku mulai Kau isi dengan kasih-Mu,
sehingga aku tahu bahwa pencipta alam semesta begitu mengasihiku. Air mataku pun mulai bercucuran.
Aku teringat semua dosaku yang menentang-Mu, namun sekarang Kau membalasnya dengan kasih-Mu.

Seseorang datang menghampiriku, di bawah pohon itu. Aku tidak dapat melihat wajah-Nya.
Cahaya yang begitu kemilau menutupi wajah-Nya. Ia lalu duduk disampingku. Angin mulai berhembus
dan rasa sejuk itu benar-benar menenangkan . Ia mulai mengusap air mataku dengan tangan-Nya, dan Ia
berkata Jangan khawatir Aku selalu bersamamu. Kedamaian mulai memenuhi diriku. Kedamaian yang
belum pernah kurasakan sebelumnya.

Entah mengapa aku mulai tersenyum. Aku bangkit berdiri dan mulai berlarian dengan girang
seperti seorang anak-anak. Aku melihat-Nya memperhatikanku dan aku bisa melihat senyum-Nya, aku
bisa melihat senyuman itu. Ia mulai berdiri, dan aku segera berlari kearah-Nya. Ia membentangkan
tangan-Nya dan langsung merangkulku. Suara indah-Nya kembali bersenandung Anak-Ku Aku
mengasihimu.

Aku mengenal-Nya, entah bagaimana tapi aku mengenal-Nya. Aku tahu bahwa Ia adalah
juruselamat dunia. Aku pun menanyakan hal yang selama ini menggangguku. Menggangguku sebagai
seorang yang percaya kepada-Nya, yaitu penderitaan Tuhan mengapa Engkau membiarkan pederitaan
hadir di dunia ucapku. Lalu Ia duduk kembali di bawah pohon itu, dan aku pun duduk disampingnya.
Pemandangan indah rerumputan luas itu membuat hatiku terasa semakin tenang dan terpukau.

Ia mulai berbicara Anak-Ku, mungkin sulit bagimu untuk mengerti, setiap penderitaan didunia
bermakna sesuatu. Pasti sulit bagimu untuk melihatnya. Namun maukah kau menaruh pengharapanmu
kepada-Ku. Bahkan dalam keadaan paling menyakitkan maukah kau percaya pada-Ku. Aku hanya
mengangguk, tidak ada pertanyaan lagi, kehadiran-Nya membuat aku hanya ingin menikmatinya. Semua
keberatan semua pertanyaan sudah bukan masalah lagi. Dan aku sadar, ini yang aku butuhkan, ini yang
setiap orang butuhkan. Bukan hanya sekedar jawaban, namun sesuatu yang dapat mengisi kekosongan
dalam hati setiap manusia. Sebuah kehadiran yang melepaskan setiap beban. Sebuah kehadiran yang
memberikan damai dan ketenangan yang luar biasa. Aku juga mengetahui, entah bagaimana. Tapi aku
tahu Ia juga menikmati kehadiranku. Tidak ada pertentangan. Tidak ada keberatan. Inilah kasih itu, Ialah
sang wujud kasih yang sebenarnya.

JESUS CHRIST IS LOVE

By Oktavella Mapitha