Anda di halaman 1dari 3

NASKAH DRAMA KDRT

(Pembacaan PUISI)

PROLOG

Pada sebuah desa hiduplah keluarga kecil yang harmonis mereka memiliki 3 orang anak yaitu
Rio, Rika, Ana. Namun keharmonisan itu terganggu setelah kedua orang tua mereka bertengkar.

Ana, Rio : Assalamualaykum bunda kami pulang.

Bunda yang sedang duduk diruang tamu tidak memperdulikan kepulangan rio dan ana, rio da
nana pun bingung dengan sikap ibunya yang beberapa hari ini begitu acuh.

Ana : kenapa bunda gk jawab salam kita yah?

Rio: tidak tahu kak, mungkin bunda sedang sibuk.

Ana : kakak kok belum pulang yah?

Rika sampai dirumah, dan langsung masuk tanpa memberi salam. Melihat bundanya juga tak
perduli maka Rika pun berlalu melewati bundanya yang sedang asyik dengan Hpnya,

Bunda: Rika, belikan bunda pulsa di nomor bunda!

Rika: iya.. (sambil pergi keluar rumah)

Ana dan rio menunggu rika kembali karena kondisi perut mereka yang sedang lapar..

Rika: sudah bun (sambil berlalu pergi tanpa memberi bunda uang kembalian)

Bunda: mana kembaliannya?

Rika : rika ambil kan biasanya bunda gk pernah tanya!

Bunda : kamu mau jadi pencuri yah, belajar ngambil uang gk ijin. Mau jadi apa kamu? (bunda
mencubit lengan rika hingga biru)

Rika berusaha menghidar dan masuk ke tempat adiknya berada, menghapus air matanya agar
tidak terlihat oleh adiknya. Ana dan Rio memeluk Rika karena tak tahan menahan lapar mereka,
karena di meja makan tidak ada makanan. Akhirnya mereka hanya duduk bertiga di depan rumah
sambil menangis.

Ayah : assalamualaykum ayah pulang... (melihat anak-anaknya di depan rumah sambil


menangis) loh kalian kenapa disisni? Kenapa gk di dalam nonton TV?
Rio : bagaimana kami mau makan sementara tidak ada makanan apapun di meja

Ayah : bunda kalian mana?

Ana : Ayah, sudah beberapa hari setelah ayah berangkat ibu tidak pernah menyiapkan
makanan, kami hanya makan ketika ada penjual yang lewat. Bunda tidak lagi seperti
dulu ayah, bunda suka marah bahakan kak Rika baru dipukul karena mengambil uang
pulsa ibu.

(ayah memandang Rika yang sedang duduk terdiam).

Ayaha mulai merasa penasaran apa saja yang membuat istrinya tidak lagi memperdulikan
anaknya, ayah masuk kerumah dan melihat istrinya keasyikan main Hp.

Ayah : ehem, ternyata seperti ini perlakuanmu pada anak-anak jika aku tidak dirumah?

Bunda: (terkejut dan menyimpan HPnya) apa yang kamu katakan? Saya sudah mengurus
mereka. Biarkan mereka belajar mandiri jangan terlalu meanjakan mereka!

Ayah: mereka ini masih kecil, belum bisa melayani kebutuhan mereka sendri, aku sudah
mendengar semua perlakuanmu terhadap anak-anak selaama aku tidak dirumah!

Bunda: (menatap pada anak-anak) mereka masih kecil jangan didengarkan!

Ayah mengambil tangan Rika dan memperlihatkan luka bekas pukulan yang dibuat oleh
bunda saat Rika tidak mengembalikan uang sisa membeli pulsa.

Ayah: apa bukti ini kurang jelas?

Bunda: biarkan saja untuk pelajaran agar mereka tidak terbiasa mengambil uang
sembarangan! Kamu Rika jangan coba-coba untuk mengambil lagi sisa uang kembalian
jika ibu nyuruhmu belanja! Jika ka,u ulangi bukan hanya lenganmu yang biri bahkan
tanganmu bisa ibu patahkan!

Ayah: Cukup (menampar Bunda), kamu keterlaluan! Anak-anak ini tidak salah mereka hanya
perlu diberikan arahan, kamu sebagai seorang ibu harusnya mendidik mereka dengan
baik. Bukan dengan kekerassan!

Bunda pun berniat untuk meninggalkan rumah akhirnya bunda mengemas pakaiannya dalam
koper dan ingin pergi dari rumah. Namun Rio bergegas lari untuk meminta tolong pada penasihat
keluarga yang kebetulan sedang lewat didepan rumah. Belum sempat bunda keluar dari rumah
penasihat keluargapun datang.

Penasihat: apa yang terjadi di rumah ini? Hingga anak kalian keluar dengan menagis meminta
tolong?
Ayah: tidaka ada yang terjadi pak, hanya pertengkaran kecil yang dibear-besarkan.

Bunda: pertengkaran kecil kau katakan? Aku lelah harus setiap hari mengurus rumah dan
mengurus anak.

Penasihat: sudah-sudah hal ini seharusnya tidak dilakukan di dpan anak-anak. Lihat anak
kalian menjadi sedih dan akan menimbulkan trauma pada psikisnya. Anak-anak kalian
masih sangat kecil utuk melihat hal seperti ini, sebagai orang tua kalian harus mampu
menahan emosi dan ego masing-masing. Apakah kalian ingin melihat anak kalian
menjadi seorang yang pemurung, tidak suka bergaul karena rasa trauma yang mereka
alami akibat pertengkaran yang kalian lakukan!. Setiap masalah bisa dibicarakan secara
baik-baik. Tidak perlu dengan kekerasan! Dalam hukum Negara kita tindak KDRT telah
diatur dalam UU No.23 Tahun 2004, pelakunya akan dipenjara seelama 5 tahun dan
denda sebesar Rp. 15.000.000 Pasal 44 ayat 1 untuk KDRT yang terhitung ringan. Lalu
jika hal ini sampai ke kantor polisi bagaimana kondisi anak-anak kalian? Memiliki
seorang ayah mantan Napi? Begitu?

Ayah: (menyesali perbuatannya) tidak pak, saya menyesal dengan perbuatan saya Karena
trbawa emosi melihat anak-anak diperlakukan tidak seperti biasanya.

Penasihat: lalu bagaimana dengan ibu? Apakah masih ingin pergi dari rumah ini? Tidak
semata permasalahan ini salah dari bapak, tetapi mungkin ibu juga salah karena sudah
menjadi kewajiban ibu untuk mengurus rumah, suami dan anak-anak. Boleh saja kita
memiliki aktivitas yang padat diluar rumah tapi urusan rumah tetaplah menjadi prioritas
utama yah bu?

Ibu: iya pak, terimakasih atas nasihatnya. Maafkan saya ya yah (sambil meminta maaf
kepada ayah). Maafkan bunda juga yah nak karena telah memukul kalian hanya kerena
masalah kecil (sambil memeluk anak-anak)

Ayah: iya bu ayah juga minta maaf karena perlakuan ayah yang tidak bisa menahan emosi
ayah.

EPILOG

Akhirnya ayah dan ibu saling memafkan, dan anak-anak mulai tersenyum kembali karena
merasa bahagia. Rumah tangga merekapun kembali manjadi harmonis.

Pertengkaran dalam rumah tangga merupakan bumbu terindah ketika pertengkaran itu dapat
menumbuhkan rasa cinta yang semakin kuat tanpa harus terjadi kekerasan secara fisik maupun
psikis. Cintai keluarga anda dan berikan yang terbaik untuk keluarga

(MENYANYIKAN LAGU STOP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA)