Anda di halaman 1dari 3

KTI GAMBARAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI OLEH

BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGASEM KECAMATAN


GAMPENGREJO KABUPATEN KEDIRI

Kamis, 14 Juli 2011


Latar Belakang

Bidan merupakan mata rantai yang sangat penting karena kedudukannya sebagai ujung

tombak dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia melalui kemampuannya untuk

melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan pertolongan pada ibu hamil dan ibu bersalin, sehingga

diharapkan dapat terjadi penurunan angka kesakitan dan kematian maternal maupun perinatal.

(Manuaba, IBG, 1998). Untuk itu bidan senantiasa berupaya memberikan pemeliharaan

komprehensip dan memberikan pelayanan yang paripurna pada klien. (Heni, P.W. dan Asmar

Y.Z., 2005).

Salah satu asuhan yang diberikan bidan adalah asuhan pada bayi baru lahir. Protokol

evidence- based yang baru telah diperbaharui oleh WHO dan UNICEF tentang asuhan bayi baru

lahir untuk satu jam pertama yang menyatakan bahwa bayi harus mendapatkan kontak kulit

dengan ibunya segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam, yang kedua bayi harus

dibiarkan untuk melakukan inisiasi menyusu dini dan ibu dapat mengenal

bahwa bayinya siap untuk menyusu serta memberi bantuan jika diperlukan, dan yang ketiga

menunda semua prosedur lainnya yang harus dilakukan kepada bayi baru lahir hingga

inisiasi menyusu selesai dilakukan, prosedur tersebut seperti memandikan, menimbang,

pemberian vitamin K, salep mata, dan lain- lain.(JNPK- KR, 2007).

Inisiasi Menyusu Dini sering salah salah diartikan sebagai memaksa bayi di payudara ibu

segera setelah lahir. Bagaimanapun, jika dibiarkan kontak kulit ke kulit ibunya, bayi akan

melakukan gerakan- gerakan dan mencari puting ibu, memasukkan puting ke mulutnya secara
benar dan menghisapnya dalam satu jam pertama kehidupan.(Elizabethtanti, 2007).

Inisiasi Menyusu Dini amat menentukan keberhasilan menyusui eksklusif, dan keberhasilan
menyusui eksklusif akan menurunkan angka kematian bayi. Papar Utami Roesli mengutip
pendapat Edmond, dkk. dari Pediatrics (2006) bahwa sebanyak 22% kematian bayi baru lahir
setiap tahunnya dapat dicegah bila kegiatan menyusu dimulai dalam satu jam pertama
setelah lahir. Mencegah 22% kematian bayi pertahun, adalah sama dengan menyelamatkan
nyawa 21 ribu bayi pertahun.(Elizabethtanti, 2007). Di Indonesia diperkirakan bahwa 20 bayi
meninggal setiap jam sebelum mencapai usia 1 tahun. Hampir setengah dari kematian bayi ini
terjadi pada masa neonatal yaitu pada bulan pertama kelahiran, dimana bayi sangat rentan
terhadap kesakitan dan kematian.(Hans, 2007). Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan
Indonesia pada tahun 2002 hanya 3,7% bayi di Indonesia yang disusui dalam satu jam
pertama setelah kelahiran, dan angka kematian bayi masih relatif tinggi yaitu 35 per 1000
kelahiran hidup.(JNPK-KR, 2007)

Keterlibatan tenaga kesehatan dalam persalinan adalah kunci terjadinya Inisiasi Menyusu

Dini. Sebelum adanya sosialisasi tentang Inisiasi Menyusu Dini, persepsi tentang Inisiasi

Menyusu Dini adalah setelah bayi lahir, dibersihkan dan dibedong lalu diberikan ke ibunya untuk

disususi. Telah diadakan sosialisasi dan pelatihan Inisiasi Menyusu Dini kepada 500 anggota

Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Kediri pada bulan Pebruari dengan tujuan di akhir

penelitian, bidan dapat melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini dengan memahami urutan tahapan

Inisiasi Menyusu Dini , Kala III, dan Asuhan Bayi Baru Lahir. (JNPK- KR, 2007)

Berdasarkan data dari Puskesmas Ngasem jumlah bidan di wilayah Puskesmas Ngasem adalah

12 orang dengan perincian Bidan Desa Ngasem 2 orang, Bidan Desa Toyoresmi, Wonocatur,

Tugurejo, Sukorejo, Gogorante, Doko, Nambaan, Karangrejo, Sumberjo, Paron masing- masing

1 orang. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan teknik observasi pada tanggal 10-

29 Maret 2008 di Desa Nambaan, Tugurejo, Sumberjo didapatkan data bahwa terdapat 8

persalinan yang ditolong bidan dan belum dilakukan Inisiasi Menyusu Dini .Dari 8 persalinan

tersebut bayi langsung dibedong dan diletakkan disamping ibu tanpa dilakukan kontak dini

antara kulit bayi dengan kulit ibunya, dan tidak dibiarkan sampai bayi dapat menyusu sendiri.
Dengan melihat latar belakang tersebut di atas penulis ingin meneliti Gambaran

Pelaksanaan inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas

Ngasem Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 206


Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
Labels: KTI KEBIDANA