Anda di halaman 1dari 21

JURNAL

Proses Berpikir Aljabar Siswa Dalam Penyelesaian Masalah


Matematika Pada Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Heads Together Pokok Bahasan Fungsi Ditinjau Dari
Kemampuan Matematika

Students Algebraic Thinking Processed In Mathematic Problem


Solving On Cooperative Learning Model Application Type Of
Numbered Heads Together Especially On Function Discussion
Basic Material Based On Mathematic Ability

Oleh :
Dewi Purnama Sari
12.1.01.05.0133

Dibimbing oleh :
1. Feny Rita Fiantika, M.Pd.
2. Nurita Primasatya, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
TAHUN 2017
Afffkel Skrfpsi
Universitos l&sontorc PRI Kediri

SI]RAT PERNYATAAII
ARTIKEL SKRIPSI TAHT]N 2OI7

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama Lengkap Dewi Pumama Sari
NPM 12.r.01.05.0133
Telepun/HP 089521390212
Alamat Swel, (Email) dew i gitapurnama@gmoil. c om

Judul Artikel Proses Berpikir Aljabar Siswa Dalam Penyelesaian

Masalah Matematika Pada Penerapan Model Pembelajaran


Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Pokok
Bahasan Fungsi Ditinjau Dari Kemarnpuan Matematika

Fakultas - Program Studi : FKIP - Pendidikan Matematika


Nama Perguruan Tinggr : UN PGRI Kediri
Alamat Perguruan Tingg : Jln. Kh. Achmad DahlanNomor 76

Dengan ini menyatakan bahwa:


a. Artikel yang saya tulis merupakan karya saya pribadi (bersama tim penulis) dan
bebas plagiarisme.

b. Artikel telah diteliti dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dosen Pembimbing I dan
I

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabita di kemudian hari
ditemukan ketidaksesuaian data dengan pernyataan ini atau ada tuntutan dari pihak lain saya
bersedia bertanggung jawab dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Mengetahui Kediri, 18 Januari 2017

Pembimbing I

Fenv Rita X'iantika. M.Pd. Nurita Primasatva" M,Pd. Dewi Purnama S


MDN.0710057801 MDN.07220BWAL 12.1.01.05.0133

Dewi Purnama Sari I 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP - Pendidikan Matematika ll 1il
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

ABSTRAK

Dewi Purnama Sari. Proses Berpikir Aljabar Siswa Dalam Penyelesaian Masalah Matematika Pada
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Pokok Bahasan Fungsi
Ditinjau Dari Kemampuan Matematika. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP UN PGRI Kediri
2017.

Penelitian ini dilatarbelakangi pada hasil pengamatan dan pengalaman peneliti yang menunjukkan
bahwa proses berpikir aljabar siswa dalam penyelesaian masalah matematika pokok bahasan fungsi
pada kelas VIII masih belum terasah/dikuasai. Hal ini dikarenakan penggunaan model pembelajaran
yang digunakan masih berpusat pada guru sehingga siswa belum melibatkan diri secara aktif selama
proses pembelajaran berlangsung. Disamping itu, kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa
berbeda-beda yang menyebabkan siswa mengalami permasalahan dalam memahami konsep aljabar
pada pokok bahasan fungsi. Berpikir secara aljabar merupakan kemampuan dalam menyajikan
informasi mengenai sesuatu yang belum diketahui dan merepresentasikan ke dalam bentuk simbol dan
diagram dalam bahasa sehari-hari, berpikir tentang fungsi dan struktur, menganalisis serta
mengaplikasikan berbagai penemuan matematika dan memecahkan berbagai macam permasalahan.
Berpikir aljabar juga membutuhkan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan representasi, dan
kemampuan Quantitative Reasoning untuk memperoleh hasil yang maksimal. Hasil dari penelitian ini
adalah proses berpikir aljabar siswa kemampuan tinggi memperoleh kriteria baik, proses berpikir
aljabar siswa kemampuan sedang memperoleh kriteria baik, dan proses berpikir aljabar siswa
kemampuan rendah memperoleh kriteria kurang. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran
kooperatif tipe Numbered Heads Together mampu mendorong proses kemampuan berpikir aljabar
dalam penyelesaian masalah matematika. Hasil ini didukung oleh penelitian Claire (2009: 275) yang
menunjukkan bahwa belajar secara berkelompok mampu mengembangkan kemampuan berpikir
aljabar siswa.

Kata kunci : Berpikir aljabar, Pembelajaran Kooperatif. Numbered Heads Together, Fungsi,
Kemampuan Matematika.

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 2||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

I. Latar Belakang 2. Kemampuan menggunakan


Pendidikan merupakan usaha manusia matematika sebagai alat komunikasi.
untuk mengembangkan kepribadian sesuai 3. Kemampuan menggunakan
dengan budaya dan nilai-nilai di dalam matematika sebagai cara bernalar yang
masyarakan dan mampu bertanggung dapat dialihgunakan pada setiap
jawab atas segala sesuatu yang dilakukan. keadaan, seperti berpikir kritis,
Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan berpikir logis dan berpikir kreatif.
nasional yang tercantum dalam UURI
Tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang Tujuan Dari tujuan pendidikan tersebut dapat
Sistem Pendidikan Nasional yang diketahui bahwa kemampuan penting yang
menyatakan bahwa : harus dimiliki siswa adalah kemampuan
Pendidikan nasional berfungsi dalam penyelesaian masalah. Kemampuan
mengembangkan kemampuan dan
ini berguna agar siswa mampu
membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam mengembangkan dan menyelesaikan
rangka mencerdaskan kehidupan
permasalahan matematika yang timbul
bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi siswa agar dalam kehidupan sehari-hari dan masalah
menjadi manusia yang beriman dan
matematis dalam bidang ilmu lain.
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, Langkah-langkah penyelesaian masalah
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
yang mampu diterapkan salah satunya
warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. adalah langkah-langkah penyelesaian
masalah Polya (2004: 5) meliputi 1)
Matematika sering digunakan dalam
memahami masalah, 2) membuat rencana
penyelesaian masalah sehari-hari seperti
penyelesaian masalah, 3) melakukan
menghitung isi dan berat, mengumpulkan,
perhitungan dan memeriksa kembali hasil
mengolah, menyajikan, dan menafsirkan
yang diperoleh. Penggunaan langkah-
data. Tujuan dari pendidikan matematika
langkah penyelesaian masalah diharapkan
ditekankan pada siswa untuk memiliki
agar siswa mampu menyelesaikan
(Sumardyono, 2004: 28) :
permasalahan yang merupakan
1. Kemampuan yang berkaitan dengan
pengembangan dari contoh sebelumnya
matematika yang dapat digunakan
sesuai dengan kemampuan penyelesaian
untuk menyelesaikan masalah
masalah yang dimiliki tiap siswa.
matematis, pelajaran lain atau masalah
Pengembangan kemampuan dalam
yang berkaitan dengan kehidupan
penyelesaian masalah matematika
nyata.
dilakukan seiring dengan cara

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 3||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

menganalisis, mengevaluasi dan mengukur berpikir aljabar siswa melakukan kegiatan


suatu permasalahan. Melalui proses belajar yang dilakukan dalam upaya menganalisis,
dalam penyelesaian masalah matematis merepresentasikan, serta melakukan
yang kontinu maka kemampuan siswa generalisasi terhadap simbol, pola dan
dalam berpikir juga terus terlatih. bilangan yang disajikan baik dalam bentuk
kata-kata, tabel, gambar, diagram maupun
Dalam kebanyakan aktivitas kita dapat ekspresi matematika. Menurut Berg (2009:
menemukan beberapa situasi yang 275) dalam penelitiannya yang berjudul
membutuhkan kemampuan berpikir secara Developing Algebraic Thinking In A
aljabar dan penggunaan simbol dalam Community Of Inquiry menunjukkan
penyelesaian permasalahan (Ameron, terdapat pengembangan dalam proses
2002: 4). Berpikir aljabar menurut Herbert berpikir aljabar yang dilaksanakan dengan
dan Brown (1997: 123) yaitu cara belajar kelompok. Berpikir aljabar
menggunakan simbol matematika dan alat sendiri memuat beberapa komponen
untuk menganalisis penyelesaian yang diantaranya aljabar sebagai alat berpikir
berbeda dengan cara 1) menggali informasi matematika mencakup kemampuan
dari permasalahan, 2) menggambarkan pemecahan masalah, kemampuan
atau menunjukkan informasi secara representasi, dan kemampuan quantitative
matematis dalam bentuk kata, diagram, reasoning, dan aljabar sebagai ide dasar
tabel, grafik dan persamaan, 3) matematika mencakup aljabar sebagai
mengartikan dan menerapkan temuan bentuk generalisasi aritmatik, aljabar
matematika, seperti pemecahan yang sebagai bahasa matematika, dan aljabar
belum diketahui, menguji dugaan, dan sebagai alat untuk fungsi dan memodelkan
mencari hubungan fungsional dari matematika.
permasalahan yang sama dan baru yang
masih berkaitan. Sedangkan menurut Kesulitan berpikir aljabar siswa pada
Kieran (2004: 142) berpikir secara aljabar materi fungsi sendiri meliputi 1) kesulitan
dapat diartikan sebagai pendekatan situasi dalam penyelesaian operasi perhitungan, 2)
kuantitatif yang menekankan aspek relasi kesulitan dalam menafsirkan dan
umum dengan alat yang tidak harus berupa memahami simbol, 3) kesulitan dalam
simbol, tetapi sesuatu yang digunakan menyajikan permasalahan dalam bentuk
sebagai alat bantu kognitif untuk grafik fungsi dan 4) kemampuan berpikir
mengenalkan dan membenarkan wacana secara aljabar dalam penyelesaian masalah
tradisional kelompok aljabar. Dengan matematika pada materi fungsi belum

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 4||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

terasah. Untuk mengatasi kesulitan tersebut selanjutnya secara acak guru memanggil
diperlukan pembelajaran yang mampu nomor tersebut untuk merepresentasikan
membantu siswa dalam proses berpikir tugas yang telah diberikan oleh guru
aljabar dalam penyelesaian masalah sebelumnya di depan kelas (Lie, 2009: 54).
matematika, pembelajaran yang mampu Sehingga setiap siswa menjadi siap dan
melibatkan siswa secara aktif selama secara tidak langsung kemampuan proses
kegiatan berlangsung dan pelaksanaan berpikir aljabar siswa dalam penyelesaian
ppembelajaran secara berkelompok yang masalah matematika pokok bahasan fungsi
mampu mendorong keberhasilan belajar turut terasah.
siswa. Salah satu pembelajaran yang
mampu melibatkan siswa secara aktif Dari paparan di atas peneliti tertarik
selama kegiatan berlangsung adalah model untuk mengadakan penelitian yang
pembelajaran kooperatif. Menurut Slavin berjudul PROSES BERPIKIR ALJABAR
(1995: 4) dalam pembelajaran kooperatif SISWA DALAM PENYELESAIAN
siswa belajar dalam kelompok dengan MASALAH MATEMATIKA PADA
empat anggota untuk menyelesaikan tugas PENERAPAN MODEL
dari guru dengan kemampuan yanng PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
heterogen. Model pembelajaran kooperatif NUMBERED HEADS TOGETHER
yang digunakan dalam penelitian ini adalah POKOK BAHASAN FUNGSI DITINJAU
Numbered Heads Together dikarenakan DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA
pada penelitian sebelumnya tentang (Tri
Sardjoko: 2011) Efektivitas Model Berdasarkan latar belakang di atas,
Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered permasalahan yang akan dikaji dalam
Heads Together Dan Group Investigation penelitian ini adalah :
Pada Prestasi Belajar Matematika 1. Bagaimana proses berpikir aljabar
menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan
matematika pada model pembelajaran masalah matematika pada siswa
kooperatif tipe Numbered Heads Together kemampuan tinggi pokok bahasan
lebih baik daripada model pembelajaran fungsi ?
kooperatif tipe Group Investigation. 2. Bagaimana proses berpikir aljabar
Numbered Heads Together yaitu siswa dalam menyelesaikan
mengelompokkan siswa ke dalam masalah matematika pada siswa
kelompok yang heterogen, setiap anggota kemampuan sedang pokok bahasan
kelompok diberi nomor yang berbeda, fungsi ?

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 5||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

3. Bagaimana proses berpikir aljabar data yang terorganisir dan terkategori


siswa dalam menyelesaikan sehingga memungkinkan untuk
masalah matematika pada siswa menarik kesimpulan dari proses
kemampuan rendah pokok bahasan berpikir aljabar siswa dalam
fungsi ? penyelesaian masalah matematika
pokok bahasan fungsi.
II. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah deskriptif III. HASIL DAN KESIMPULAN
kualitatif. Subjek penelitian adalah Berdasarkan penelitian yang
kelas VIII-B SMP Plus Rahmat Kediri dilakukan diperoleh hasil mengenai
pada semester ganjil tahun ajaran proses berpikir aljabar siswa dalam
2016/2017 dengan rincian satu siswa penyelesaian masalah matematika
dengan kemampuan matematika ditinjau dari kemampuan matematika
tinggi, satu siswa dengan kemampuan sebagai berikut :
matematika sedang, dan satu siswa 1. Analisis penentuan subjek
dengan kemampuan matematika penelitian ditinjau dari
rendah. Proses pemilihan subjek kemampuan matematika.
penelitian dilakukan dengan Penentuan subjek penelitian
perhitungan mean dan standar deviasi berdasarkan kemampuan
atas 3 kelompok berdasarkan hasil matematika dilakukan
rapor matematika. Kemudian dipilih berdasarkan perhitungan standar
subjek secara purposive dengan deviasi dan nilai rata-rata kelas
mempertimbangkan nilai rapor atas tiga ranking (Arikunto, 2013:
tertinggi dan pertimbangan guru kelas 298). Dengan metode tersebut
yang lebih mengetahui karakteristik diperoleh batas dari masing-
siswa. Sumber data yang digunakan masing kelompok sebagai berikut:
adalah hasil lembar observasi siswa, Tabel 4.1 Batas kelompok
kemampuan matematika
hasil tes kemampuan berpikir aljabar Batas Nilai Keterangan
berdasarkan indikator yang telah Kelompok
tinggi
ditentukan, dan transkip wawancara. Kelompok
Analisis data dilakukan dengan sedang
Kelompok
langkah mengelompokkan data, rendah
mereduksi data, menyajikan data
dengan mendeskripsikan kumpulan

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 6||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Keterangan: dengan inisial FA pada kelompok


x = nilai raport mata pelajaran rendah dengan nilai rapor 77.
matematika siswa. 2. Analisi Tes Kemampuan Berpikir
Berdasarkan Tabel 4.1 diperoleh Aljabar Siswa Dalam
keterangan bahwa siswa yang Penyelesaian Masalah
memiliki nilai rapor lebih dari Matematika Pokok Bahasan
atau sama dengan 87 maka siswa Fungsi.
tersebut masuk dalam kelompok a) Analisis proses berpikir aljabar
siswa dengan kemampuan subjek IA pada pokok bahasan
matematika tinggi, siswa yang fungsi.
memiliki nilai pada rentangan 80 1) Proses berpikir aljabar
sampai 87 maka siswa tersebut pada soal nomor satu.
termasuk dalam kelompok siswa
dengan kemampuan matematika
sedang, dan siswa yang memiliki
nilai kurang dari atau sama
dengan 80 maka siswa tersebut
termasuk kelompok siswa dengan
kemampuan matematika rendah. Gambar 4.1 Hasil Tes KBA
Pada penelitian ini masing-masing Subjek IA

kelompok kemampuan Pada hasil tes kemampuan


matematika tinggi, kelompok berpikir aljabar nomor satu
kemampuan matematika sedang, subjek IA menuliskan
dan kelompok kemampuan informasi yang diketahui dari
matematika rendah diwakili oleh soal yaitu harga sebuah apel
satu siswa yang mempunyai nilai adalah Rp.5.000,-, harga 2
matematika tertinggi dan buah apel adalah Rp.10.000,-,
kemampuan komunikasi yang dan harga 3 buah apel
baik, yaitu siswa dengan inisial IA Rp.15.000,-. Subjek juga
pada kelompok tinggi dengan menuliskan permasalahan yang
nilai rapor 90, siswa dengan timbul di dalam soal yaitu
inisial HA pada kelompok sedang berapa n buah apel yang
dengan nilai rapor 85 dan siswa diperoleh untuk uang

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 7||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Rp.45.000,- , harga untuk 13 timbul dalam soal dan proses


buah apel dan penyelesaian dengan strategi
merepresentasikan dalam yang dipergunakan yaitu
bentuk diagram panah dan penerapan rumus fungsi,
himpunan pasangan berurutan. penggunaan operasi hitung
Pada soal nomor 1a subjek aritmatika sehingga diperoleh
melakukan penyelesaian jawaban yang tepat. Hal ini
dengan menerapkan rumus menunjukkan bahwa subjek
fungsi yang telah dia ketahui telah menampakkan komponen
sebelumnya untuk menentukan kemampuan pemecahan
n banyaknya buah apel yang masalah pada butir soal nomor
diperoleh dan subjek menjawab satu dengan perolehan kategori
dengan tepat bahwa n yang Baik, menampakkan
diperoleh adalah 9 buah apel kemampuan representasi pada
yang mana n indikator menampilkan
merepresentasikan banyak hubungan secara visual
buah apel. Pada soal nomor 1b (gambar) yang ditampilkan
subjek melakukan penyelesaian pada soal nomor 1c dengan
dengan menerapkan operasi menyusun diagram panah,
hitung aritmatika yaitu menampilkan hubungan secara
mengalikan banyak buah apel simbol dengan menerapkan
dengan harga awal untuk rumus fungsi pada soal nomor
sebuah apel sehingga diperoleh 1a, menampilkan hubungan
penyelesaian secara numerik dan verbal
Pada yang ditampilkan pada soal
soal nomor 1c subjek juga nomor 1b dengan melakukan
mampu merepresentasikan operasi hitung aritmatika untuk
dalam bentuk diagram panah memperoleh hasil yang tepat.
dan himpunan pasangan Menampakkan kemampuan
berurutan dengan tepat. Pada representasi pada indikator
transkip wawancara subjek mengartikan berbagai bentuk
mampu menyampaikan representasi yang ditunjukkan
informasi yang diperoleh pada soal nomor 1c dengan
dalam soal, permasalahan yang menyusun diagram panah dan

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 8||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

himpunan pasangan berurutan


dengan perolehan kategori
Baik. Menampakkan
komponen Quantitative
Reasoning yang ditunjukkan
dengan melakukan perhitungan
dalam menemukan hasil dari
perolehan harga tiap apel
hingga 13 apel kemudian
subjek merepresentasikan
dalam bentuk diagram panah
dan himpunan pasangan Gambar 4.3 Hasil Tes KBA
Subjek IA
berurutan sehingga subjek
Pada hasil tes kemampuan
mampu menggunakan
berpikir aljabar siswa nomor
penalaran deduktif dalam
dua subjek IA menuliskan
menarik kesimpulan akhir
informasi yang diketahui dari
dengan perolehan kategori
soal yaitu bentuk fungsi
Baik.
h(x)=30x 5x2 dan daerah asal
2) Proses berpikir aljabar
= {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}, subjek
pada soal nomor dua.
juga menuliskan permasalahan
yang timbul di dalam soal yaitu
merepresentasikan dalam tabel
nilai fungsi, merepresentasikan
dalam bentuk grafik fungsi dan
menarik kesimpulan mengenai
kapan lambungan tertinggi
bola. Pada soal nomor 2a
subjek melakukan penyelesaian
dengan mensubstitusikan tiap
daerah asal mulai dari daerah
Gambar 4.2 Hasil Tes KBA
Subjek IA asal 0 sampai daerah asal 6 ke
dalam bentuk fungsi h(x) = 30x
5x2, kemudian menggunakan

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 9||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

perhitungan operasi aritmatika fungsi dan grafik fungsi yaitu


untuk diperoleh hasil yaitu saat daerah asal berada di
untuk daerah asal 0 bola posisi 3 atau detik ke 3
melambung sejauh 0 meter, dengan tinggi lambungan bola
untuk daerah asal 1 bola adalah 45 meter. Pada transkip
melambung sejauh 25 meter, wawancara subjek juga
untuk daerah asal 2 bola menyampaikan informasi yang
melambung sejauh 40 meter, diperoleh dalam soal,
untuk daerah asal 3 bola permasalahan yang timbul
melambung sejauh 45 meter, dalam soal dan proses
untuk daerah asal 4 bola penyelesaian dengan strategi
melambung sejauh 40 meter, yang dipergunakan dengan
untuk daerah asal 5 bola mensubstitusikan nilai daerah
melambung sejauh 25 meter asal ke dalam rumus fungsi
dan untuk daerah asal 6 bola untuk mencari nilai fungsi pada
melambung sejauh 0 meter tiap daerah asal, penggunaan
yang kemudian operasi aritmatika dan
direpresentasikan ke dalam merepresentasikan ke dalam
tabel fungsi. Pada soal nomor bentuk tabel fungsi serta grafik
2b subjek melakukan fungsi. Hal ini menunjukkan
penyelesaian dengan bahwa subjek telah
merepresentasikan ke dalam menampakkan kemampuan
grafik fungsi berdasarkan pada pemecahan masalah pada butir
tabel fungsi yang telah dibuat soal nomor dua dengan
sebelumnya yang mana pada perolehan kriteria Baik,
grafik fungsi tersebut subjek menampakkan kemampuan
menyatakan daerah asal pada representasi pada indikator
sumbu x dan menyatakan merepresentasikan ide
tinggi lambungan bola pada matematika dengan persamaan,
sumbu y. Pada soal nomor 2c tabel, grafik dan kata-kata yang
subjek melakukan penyelesaian ditunjukkan pada soal nomor
dengan menyimpulkan 2a untuk merepresentasikan ke
lambungan tertinggi bola yang dalam bentuk tabel dan pada
dicapai berdasarkan tabel soal nomor 2b untuk

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 10||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

merepresentasikan ke dalam kemampuan Quantitative


grafik fungsi, menafsirkan Reasoning untuk kedua soal
informasi dalam representasi sehingga dapat disimpulkan
yang ditunjukkan dengan bahwa kemampuan dalam
memasukkan daerah asal yang proses berpikir aljabar siswa
diketahui dan perolehan hasil kemampuan tinggi pada pokok
nilai fungsi dalam tabel fungsi bahasan fungsi memperoleh
untuk butir soal 2a serta kategori Baik.
menyatakan daerah asal untuk
sumbu x dan tinggi lambungan b) Analisis proses berpikir aljabar
bola untuk sumbu y dalam subjek HA pada pokok bahasan
grafik fungsi untuk butir soal fungsi.
2b dengan perolehan kategori 1) Proses berpikir aljabar
Baik, menampakkan pada soal nomor satu.
kemampuan Quantitative
Reasoning yang ditunjukkan
pada penarikan kesimpulan
secara deduktif yaitu
menentukan lambungan
tertinggi bola sejauh 45 meter
saat daerah asal di posisi 3
berdasarkan tabel nilai fungsi Gambar 4.4 Hasil Tes KBA
Subjek HA
dengan perolehan kategori
Baik. Pada hasil tes kemampuan
Berdasarkan analisis butir soal berpikir aljabar nomor satu
tersebut diketahui bahwa subjek HA menuliskan
subjek memperoleh kategori informasi yang diketahui dari
Baik untuk kemampuan soal yaitu harga sebuah apel
pemecahan masalah pada adalah Rp.5.000,-, harga 2
kedua soal, memperoleh buah apel adalah Rp.10.000,-,
kategori Baik untuk dan harga 3 buah apel
kemampuan representasi pada Rp.15.000,-. Subjek juga
kedua soal dan memperoleh menuliskan permasalahan yang
kategori Baik untuk timbul di dalam soal yaitu

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 11||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

berapa n buah apel yang menerapkan operasi hitung


diperoleh untuk uang aritmatika yaitu mengalikan
Rp.45.000,- , harga untuk 13 banyak buah apel dengan harga
buah apel dan awal sebuah apel sehingga
merepresentasikan dalam diperoleh penyelesaian
bentuk diagram panah dan
himpunan pasangan berurutan. Pada soal nomor 1c subjek juga
Pada soal nomor 1a subjek mampu merepresentasikan
melakukan penyelesaian dalam bentuk diagram panah
menggunakan operasi dan himpunan pasangan
aritmatika secara langsung berurutan dengan tepat. Pada
untuk menentukan n transkip wawancara subjek
banyaknya buah apel yang menyampaikan informasi yang
diperoleh yaitu diperoleh dalam soal,
buah apel. permasalahan yang timbul
Subjek menggunakan strategi dalam soal dan proses
tersebut dikarenakan penyelesaian dengan strategi
penyelesaiannya lebih cepat yang dipergunakan yaitu
dan hasil perolehan penggunaan operasi hitung
menggunakan operasi aritmatika untuk memperoleh
aritmatika secara langsung jawaban yang tepat. Hal ini
sama dengan hasil perolehan menunjukkan bahwa subjek
menggunakan rumus fungsi. telah menampakkan komponen
Namun saat diwawancarai kemampuan pemecahan
mengenai kegunaan simbol n masalah pada butir soal nomor
tersebut subjek menyatakan satu dengan perolehan kategori
bahwa n merupakan simbol Baik, menampakkan
untuk jumlah apel yang kemampuan representasi pada
diperoleh jadi berdasarkan indikator menampilkan
perhitungan yang dilakukan hubungan secara visual
sebelumnya diketahui bahwa n (gambar) yang ditampilkan
adalah 9 buah. Pada soal pada soal nomor 1c dengan
nomor 1b subjek melakukan menyusun diagram panah,
penyelesaian dengan menampilkan hubungan secara

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 12||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

simbol yang ditampilkan pada 2) Proses berpikir aljabar


transkip wawancara dengan pada soal nomor dua
penggunaan operasi hitung
aritmatika soal nomor 1a,
menampilkan hubungan secara
numerik dan verbal yang
ditampilkan pada soal nomor
1b dengan melakukan operasi
hitung aritmatika untuk
memperoleh hasil yang tepat.
Menampakkan kemampuan Gambar 4.5 Hasil Tes KBA
representasi pada indikator Subjek HA

mengartikan berbagai bentuk Pada hasil tes kemampuan


representasi yang ditunjukkan berpikir aljabar siswa nomor
pada soal nomor 1c dengan dua subjek HA menuliskan
menyusun diagram panah dan informasi yang diketahui dari
himpunan pasangan berurutan soal yaitu bentuk fungsi
dengan perolehan kategori h(x)=30x 5x2 dan daerah asal
Baik. Menampakkan = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}, subjek
komponen Quantitative juga menuliskan permasalahan
Reasoning yang ditunjukkan yang timbul di dalam soal yaitu
dengan melakukan perhitungan merepresentasikan dalam tabel
dalam menemukan hasil dari nilai fungsi, merepresentasikan
perolehan harga tiap apel dalam bentuk grafik fungsi dan
hingga 13 apel kemudian menarik kesimpulan mengenai
subjek merepresentasikan lambungan tertinggi bola. Pada
dalam bentuk diagram panah soal nomor 2a subjek
dan himpunan pasangan melakukan penyelesaian
berurutan sehingga subjek dengan memasukkan atau
mampu menggunakan mensubstitusikan tiap daerah
penalaran deduktif dalam asal mulai dari daerah asal 0
menarik kesimpulan akhir sampai daerah asal 6 ke dalam
dengan perolehan kategori bentuk fungsi h(x) = 30x 5x2,
Baik. kemudian menggunakan

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 13||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

perhitungan operasi aritmatika fungsi dan grafik fungsi yaitu


untuk diperoleh hasil yaitu saat daerah asal berada di
untuk daerah asal 0 bola posisi 3 atau detik ke 3
melambung sejauh 0 meter, dengan tinggi lambungan bola
untuk daerah asal 1 bola adalah 45 meter. Pada transkip
melambung sejauh 25 meter, wawancara juga tampak subjek
untuk daerah asal 2 bola menyampaikan informasi yang
melambung sejauh 40 meter, diperoleh dalam soal,
untuk daerah asal 3 bola permasalahan yang timbul
melambung sejauh 45 meter, dalam soal dan proses
untuk daerah asal 4 bola penyelesaian dengan strategi
melambung sejauh 40 meter, yang dipergunakan dengan
untuk daerah asal 5 bola mensubstitusikan nilai daerah
melambung sejauh 25 meter asal ke dalam rumus fungsi
dan untuk daerah asal 6 bola untuk mencari nilai fungsi pada
melambung sejauh 0 meter tiap daerah asal, penggunaan
yang kemudian operasi aritmatika dan
direpresentasikan ke dalam merepresentasikan ke dalam
tabel fungsi. Pada soal nomor bentuk tabel fungsi serta grafik
2b subjek melakukan fungsi. Hal ini menunjukkan
penyelesaian dengan bahwa subjek telah
merepresentasikan ke dalam menampakkan kemampuan
grafik fungsi berdasarkan pada pemecahan masalah pada butir
tabel fungsi yang telah dibuat soal nomor dua dengan
sebelumnya yang mana pada perolehan kategori Baik,
grafik fungsi tersebut subjek menampakkan kemampuan
menyatakan daerah asal pada representasi pada indikator
sumbu x dan menyatakan merepresentasikan ide
tinggi lambungan bola pada matematika dengan persamaan,
sumbu y. Pada soal nomor 2c tabel, grafik dan kata-kata yang
subjek melakukan penyelesaian ditunjukkan pada soal nomor
dengan menyimpulkan 2a untuk merepresentasikan ke
lambungan tertinggi bola yang dalam bentuk tabel dan pada
dicapai berdasarkan tabel soal nomor 2b untuk

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 14||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

merepresentasikan ke dalam kemampuan Quantitative


grafik fungsi, menafsirkan Reasoning untuk kedua soal
informasi dalam representasi sehingga dapat disimpulkan
yang ditunjukkan dengan bahwa kemampuan dalam
memasukkan daerah asal yang proses berpikir aljabar siswa
diketahui dan perolehan hasil kemampuan tinggi pada pokok
nilai fungsi dalam tabel fungsi bahasan fungsi memperoleh
untuk butir soal 2a serta kategori Baik.
menyatakan daerah asal untuk
sumbu x dan tinggi lambungan c) Analisis proses berpikir aljabar
bola untuk sumbu y dalam subjek FA pada pokok bahasan
grafik fungsi untuk butir soal fungsi.
2b dengan perolehan kategori 1) Proses berpikir aljabar
Baik, menampakkan pada soal nomor satu.
kemampuan Quantitative
Reasoning yang ditunjukkan
pada penarikan kesimpulan
secara deduktif yaitu
menentukan lambungan
tertinggi bola sejauh 45 meter
saat daerah asal di posisi 3
berdasarkan tabel nilai fungsi
dengan perolehan kategori
Baik. Gambar 4.6 Hasil Tes KBA
Subjek FA
Berdasarkan analisis butir soal
Pada hasil tes kemampuan
tersebut diketahui bahwa
berpikir aljabar nomor satu
subjek memperoleh kategori
subjek FA menuliskan
Baik untuk kemampuan
informasi yang diketahui dari
pemecahan masalah pada
soal yaitu harga sebuah apel
kedua soal, memperoleh
adalah Rp.5.000,-, harga 2
kategori Baik untuk
buah apel adalah Rp.10.000,-,
kemampuan representasi pada
dan harga 3 buah apel
kedua soal dan memperoleh
Rp.15.000,-. Namun subjek
kategori Baik untuk

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 15||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

belum menuliskan tepat. Hal ini menunjukkan


permasalahan yang timbul di bahwa subjek belum
dalam soal yaitu berapa n buah menampakkan komponen
apel yang diperoleh untuk uang kemampuan pemecahan
Rp.45.000,- , harga untuk 13 masalah pada butir soal nomor
buah apel dan satu sehingga memperoleh
merepresentasikan dalam kategori Kurang, belum
bentuk diagram panah dan menampakkan kemampuan
himpunan pasangan berurutan. representasi pada indikator
Pada soal nomor 1a subjek menampilkan hubungan secara
belum mampu menyelesaikan visual (gambar), menampilkan
permasalahan dengan tepat hubungan secara numerik dan
sesuai dengan strategi yang verbal. Subjek juga belum
dipergunakan untuk menampakkan kemampuan
menentukan n banyaknya buah representasi pada indikator
apel yang diperoleh dan subjek mengartikan berbagai bentuk
belum memahami arti simbol n representasi yang ditunjukkan
pada soal tersebut saat pada soal nomor 1c dengan
diwawancarai. Pada soal menyusun diagram panah dan
nomor 1b subjek belum himpunan pasangan berurutan
mampu menyelesaikan dengan sehingga memperoleh kategori
tepat perolehan harga 13 buah Kurang. Subjek juga belum
apel Pada soal nomor 1c mampu menampakkan
subjek juga belum mampu komponen Quantitative
merepresentasikan dalam Reasoning yang ditunjukkan
bentuk diagram panah dan dengan melakukan perhitungan
himpunan pasangan berurutan dalam menemukan hasil dari
dengan tepat. Pada transkip perolehan harga dan
wawancara subjek belum merepresentasikan dalam
menyampaikan informasi yang bentuk diagram panah dan
diperoleh dalam soal, himpunan pasangan berurutan
permasalahan yang timbul dengan kurang tepat sehingga
dalam soal dan proses subjek belum mampu
penyelesaian dengan kurang menggunakan penalaran

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 16||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

deduktif dalam menarik Namun, disini subjek menulis


kesimpulan akhir sehingga kembali permasalahan dari soal
memperoleh kategori yang diajukan sehingga belum
Kurang. menjawab betul apakah subjek
memahami maksud dari
2) Proses berpikir aljabar permasalahan tersebut. Pada
pada soal nomor dua. soal nomor 2a subjek
melakukan penyelesaian
dengan memasukkan atau
mensubstitusikan tiap daerah
asal mulai dari daerah asal 0
sampai daerah asal 5 ke dalam
bentuk fungsi h(x) = 30x 5x2,
kemudian menggunakan
perhitungan aritmatika untuk
diperoleh hasil yaitu untuk
daerah asal 0 bola melambung
sejauh 0 meter, untuk daerah
Gambar 4.7 Hasil Tes
KBA Subjek FA asal 1 bola melambung sejauh
25 meter, untuk daerah asal 2
Pada hasil tes kemampuan
bola melambung sejauh 40
berpikir aljabar siswa nomor
meter, untuk daerah asal 3 bola
dua subjek FA menuliskan
melambung sejauh 45 meter,
informasi yang diketahui dari
untuk daerah asal 4 bola
soal yaitu bentuk fungsi
melambung sejauh 40 meter,
h(x)=30x 5x2 dan daerah asal
untuk daerah asal 5 bola
= {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}, subjek
melambung sejauh 25 meter
juga menuliskan permasalahan
dan direpresentasikan ke dalam
yang timbul di dalam soal yaitu
tabel fungsi. Pada soal nomor
merepresentasikan dalam tabel
2b subjek belum
nilai fungsi, merepresentasikan
merepresentasikan ke dalam
dalam bentuk grafik fungsi dan
grafik fungsi berdasarkan tabel
menarik kesimpulan mengenai
fungsi yang telah dibuat
lambungan tertinggi bola.
sebelumnya. Pada soal nomor

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 17||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

2c subjek melakukan dalam bentuk tabel,


penyelesaian dengan menafsirkan informasi dalam
menyimpulkan lambungan representasi yang ditunjukkan
tertinggi bola yang dicapai dengan memasukkan daerah
berdasarkan tabel fungsi yaitu asal yang diketahui dan
saat daerah asal berada di perolehan hasil nilai fungsi
posisi 3 atau detik ke 3 dalam tabel fungsi untuk butir
dengan tinggi lambungan bola soal 2a sehingga memperoleh
adalah 45 meter. Pada transkip kategori Kurang, belum
wawancara subjek juga menampakkan kemampuan
menyampaikan informasi yang Quantitative Reasoning yang
diperoleh dalam soal, ditunjukkan pada penarikan
permasalahan yang timbul kesimpulan secara deduktif
dalam soal dan proses yaitu menentukan lambungan
penyelesaian dengan strategi tertinggi bola sejauh 45 meter
yang dipergunakan dengan saat daerah asal di posisi 3
mensubstitusikan nilai daerah berdasarkan perhitungan nilai
asal ke dalam rumus fungsi fungsi sehingga memperoleh
untuk mencari nilai fungsi pada kategori Kurang.
tiap daerah asal, penggunaan Berdasarkan analisis butir soal
operasi aritmatika. Hal ini tersebut diketahui bahwa
menunjukkan bahwa subjek subjek memperoleh kategori
telah menampakkan Kurang untuk kemampuan
kemampuan pemecahan pemecahan masalah pada
masalah pada butir soal nomor kedua soal, memperoleh
dua dengan perolehan kategori kategori Kurang untuk
Kurang, belum tepat dalam kemampuan representasi pada
menampakkan kemampuan kedua soal dan memperoleh
representasi pada indikator kategori Kurang untuk
merepresentasikan ide kemampuan Quantitative
matematika dengan persamaan, Reasoning untuk kedua soal
tabel, grafik dan kata-kata yang sehingga dapat disimpulkan
ditunjukkan pada soal nomor bahwa kemampuan dalam
2a untuk merepresentasikan ke proses berpikir aljabar siswa

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 18||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

kemampuan tinggi pada pokok kategori kurang karena siswa


bahasan fungsi memperoleh dengan kemampuan rendah
kriteria Kurang. mendapatkan kategori kurang
pada indikator kemampuan
Menurut hasil pembahasan di atas pemecahan masalah, mendapatkan
dapat ditarik kesimpulan berdasarkan kategori kurang pada kemampuan
pertanyaan penelitian yaitu : representasi, dan mendapatkan
1. Proses berpikir aljabar siswa kategori kurang pada kemampuan
kelompok tinggi pada pokok Quantitative Reasoning.
bahasan fungsi memperoleh
IV. DAFTAR PUSTAKA
kriteria baik karena siswa dengan
Ameron, Barbara Ann Van. 2002.
kemampuan tinggi mendapatkan Reinvention Of Early Algebra.
kategori baik pada indikator Tesis. Nederlands: Universiteit
Utrech.
kemampuan pemecahan masala, Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur
mendapatkan kategori baik pada Penelitian: Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
indikator kemampuan representasi Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasardasar
dan mendapatkan kategori baik Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
pada kemampuan Quantitative Berg, Claire Vaugelade. 2009. Developing
Reasoning. Algebtaic Thinking In Community
Of Inquiry. Disertasi. Tidak
2. Proses berpikir aljabar siswa dipublikasikan. University of Agder
kelompok sedang pada pokok press.
Herbert, Kristen and Rebecca H.Brown.
bahasan fungsi memperoleh 1997. Patterns as Tools for
kategori baik karena siswa dengan Algebraic Reasoning. NCTM
School-Based Journal. (Online),
kemampuan sedang mendapatkan tersedia:
kategori baik pada indikator http://sdcounts.tie.wikispaces.net/fil
e/view/Pattersn+as+tools.pdf/61214
kemampuan pemecahan masala, 236/Pattersn+as+tools.pdf, diunduh
mendapatkan kategori baik pada 7 Mei 2016.
Huda, Miftahul. 2011. Cooperative
indikator kemampuan representasi Learning. Yogyakarta:
dan mendapatkan kategori baik PustakaPelajar
Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran
pada kemampuan Quantitative Kooperatif. Surabaya: Universitas
Reasoning. Negeri Surabaya.
Kieran, Carolyn. 2004. What Is Algebraic
3. Proses berpikir aljabar siswa Thinking. Du Quebee A Montreal
kelompok rendah pada pokok University. Volume 8 Nomor 1.
(Online), tersedia:
bahasan fungsi memperoleh

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 19||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

http://math.nie.edu.sg/ame/mathedu Tidak dipublikasikan. Surabaya:


c/tme/tmeV8_1/Carolyn%20Kieran UINSurabaya.
.pdf, diunduh 7 Mei 2016. Radford, Luis. 2006. Algebraic Thinking
And The Generalization Of
Kriegler, Shelley. 2007. Just What Is Patterns: A Semiotic Perspective.
Algebraic Thinking. Departement Universite Laurentiene. Volume 1-
Of Mathematics: UCLA. (Online), 2. (Online), tersedia:
tersedia: kriegler@ucla.edu, http://www.luisradford.ca/pub/60_p
diunduh 7 Mei 2016. mena06.pdf, diunduh 29 Mei 2016.
Lew, Hee Chan. 2004. Developing Sardjoko, Tri. 2011. Efektifitas Model
Algebraic Thinking In Early Pembelajaran Kooperatif Tipe
Grades. Korea National University Numbered Heads Together dan
Of Education. Volume 8 Nomor 1. Group Investigation Pada Prestasi
(Online), tersedia: Belajar Matematika Ditinjau Dari
http://math.nie.edu.sg/ame/mathedu Motivasi Berprestasi Siswa SMA Di
c/tme/tmeV8_1/HeeChan%20Lew. Kabupaten Ngawi. Tesis. Surakarta:
pdf, diunduh 29 Mei 2016. perpustakaanuns.ac.id.
Lie, Anita. 2009. Kooperatif Learning. Slavin, RE. 1995. Coperative Learning:
Jakarta: Gramedia. Theory, Research and Practice
Persada, Alif Lingga dan Winda Second Edition. Boston: Allyn and
Sari. 2012. Pengaruh Kemampuan Bacon Publisher.
Berpikir Aljabar Terhadap Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil
Kemampuan Pemecahan Masalah Proses Belajar Mengajar.
Matematika. (Online), tersedia: Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/inde Sugiyono. 2014. Metode Penelitian
x.php/eduma/article/ view/45, Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
diunduh 26 Mei 2016. Bandung: Alfabeta.
Lins, R.C. 1992. A Framework For Sumardyono. 2004. Karakteristik
Understanding What Algebraic Matematika dan Implikasinya
Thinking Is. Tesis. Tidak Terhadap Pembelajaran
Dipublikasikan. University of Matematika. Yogyakarta:
Nottingham. Depdiknas.
Matos, Ana. 2009. Exploring Functional Suparni. 2001. Proses Berpikir Siswa
Relationship To Foster Algebraic SLTP Dalam Menyelesaikan Soal-
Thinking In Grade 8. Portugal: soal Operasi Hitung Pecahan
Escola Secundaria da Lourinha. Bentuk Aljabar. Tesis. Tidak
(Online), tersedia: dipublikasikan. Surabaya: UNESA.
http://tsg.icme11.org/document/get/ Solso, Robert. 1995. Cognitive
327, diunduh 22 Juni 2016. Psychology. Boston: Allyn&Bacon
Moleong, Lexy J. M.A. 2012. Metodologi publisher.
Penelitian Kualitatif. Bandung: Trianto, M.Pd. 2007. Model Pembelajaran
PT.Remaja Rosda Karya. Terpadu. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Polya, G. 2004. How To Solve It. A New Undang-undang Republik Indonesia.
Aspect Of Mathematical Method. Nomor 20 Tahun 2003. Tentang
Stanford University. Sistem Pendidikan Nasional Dan
Qurani, ZW. 2015. Analisis Kemampuan Keputusan Menteri Pendidikan
Berpikir Aljabar Siswa Pada Materi Nasional Tentang Dewan
Sistem Persamaan dan Pendidikan Dan Komite Sekolah.
Pertidaksamaan Linier. Skripsi. Biro Mental Spiritual Pemerintah
Provinsi Jawa Timur.

Dewi Purnama Sari | 12.1.01.05.0133 simki.unpkediri.ac.id


FKIP Pendidikan Matematika || 20||