Anda di halaman 1dari 2

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MALAHAYATI

Skripsi, 7 Januari 2013

Rahmad hidayat

Hubungan Status Gizi Terhadap Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun di Posyandu
Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar
Lampung Tahun 2012

xvii + 47 Halaman + 8 Tabel + 7 Gambar + 6 Lampiran

ABSTRAK

Kekurangan gizi pada usia dibawah 2 tahun akan menyebabkan sel otak berkurang
15%-20%, sehingga anak kelak di kemudian hari mempunyai kualitas otak sekitar
80%-85%. Prevalensi balita gizi kurang atau balita kurus masih tinggi. Berdasarkan
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 prevalensi gizi kurang (BB/U<-2SD
WHO 2006) 18,4% dan balita kurus (BB/TB<- 2SD) 13,6%. Hal tersebut
menunjukkan meskipun prevalensi gizi kurang sudah menurun lebih rendah dari
target pembangunan kesehatan Indonesia 2009 yaitu 20% dan pencapaian Millenium
Devolepment Goals (MDGs) 2015, 18,5% namun prevalensi balita masih tinggi.
Pencapaian target MDGs untuk provinsi lampung dengan persentase gizi buruk 3,5 %
dari target MDGs < 4% dan persentase gizi kurang 10% dari target MDGs < 5%
tahun 2010.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap perkembangan
anak usia 1-3 tahun.
Metode penelitian dilakukan secara cross sectional dengan subjek anak usia 1-3 tahun
yang sehat dan kooperatif pada saat pemeriksaan, serta orang tua menyetujui ikut
dalam penelitian. Tes perkembangan dilakukan oleh peneliti dan dengan
menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrening Perkembangan). Empat aspek
perkembangan yang dinilai yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa,
sosial dan kemandirian.penelitian dilakukan dari tanggal 27 September 2012 sampai
11 Oktober 2012.

Hasil di dapatkan dari jumlah subjek 113 anak usia 1-3 tahun dan yang memenuhi
kriteria inklusi 100. Anak yang mengalami perkembangan normal 93 (93,0%) dan
meragukan 7 anak (7,0%). Sedangkan status gizi dinilai berdasarkan BB/TB dan hasil
normal 92 anak (92,0%) dan gemuk 8 anak (8,0%). Dari 8 anak yang status gizi
gemuk, di antaran 7 anak diantaranya mengalami perkembangan sesuai

vii
perkembangan dan dari 6 anak dengan perkembangan yang meragukan mempunyai
mempunyai status gizi normal.

Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi
(p=0,525) terhadap perkembangan anak dan yang berhubungan dengan status
perkembangan anak adalah umur anak (p=0,032). perlu upaya untuk mengevaluasi
perkembangan yang meragukan dan status gizi yang terganggu maka perlu penelitian
lanjut dengan pembanding.

Kata Kunci : Status gizi, Perkembangan anak


Kepustakaan : 12 ( 2005-2012)

vii