Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

KELOMPOK 1
Anggota Kelompok:
Amelia Aura Nuryasmin (02)
Farhan Atha Nugraha (12)
Martha Tri Kristiani (17)
M. Atami Ridwan (19)
Riskiyanti Cahyarani (31)
I. TUJUAN
Mempelajari dan Mengamati reaksi yang terjadi pada elekrolisis Larutan Kalium
Iodida (KI)

II. DASAR TEORI


Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana terjadi bentuk perubahan energy
listrik menjadi energy kimia.
Dalam sel ini, pada saat arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit, akan
terjadi pemisahan ion ion dalam larutan, di mana ion ion positif (kation) akan
mendekati elektroda negative (katoda) dan ion ion negative (anion) akan
mendekati elektroda positif (anoda).
Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi ion atau air dan pada anoda akan terjadi
oksidasi anion atau air, atau logam elektroda, bergantung pada jenis elektrolit
serta anoda yang digunakan.
Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik
digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis
terdiri dari sebuah electrode, elektrolit, dan sumber arus searah. Electron
memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam
larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi
lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi.
Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu
oksidasi. Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada
potensial elektroda dari spesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut.
Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial
reduksinya terbesar.
Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial
oksidasinya terbesar.

Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:


1. Elektrolisis larutan elektrolit.

2. Elektrolisis larutan non elektrolit.

Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:


1. Elektroda inert/tidak aktif (elektroda karbon, platina, dan emas)
2. Elektroda selain inert/aktif.
III. ALAT DAN BAHAN :

Alat :

1. Tabung U.

2. Tabung reaksi.

3. Baterai 9 V 1 buah.

4. kabel sebanyak 2 buah


5. 2 elektrode karbon

6. 4 penjepit buaya

7. Pipet tetes.
8. Statif.

9. Klem

10. Rangkaian Listrik


11. Gelas Kimia

Bahan :

1. Larutan KI
2. Larutan amilum.
3. Indikator fenolftalein.

IV. CARA KERJA :

1. Siapkan alat dan bahan.


2. Gunakan jas laboratorium dengan benar.
3. Cuci peralatan yang akan digunakan, seperti tabung reaksi, pipa U, pipet tetes,
dan elektrode.
4. Lap dengan bersih dan biarkan hingga kering.
5. Rangkailah alat elektrolisis seperti yang sudah ditentukan.

6. Masukan larutan KI ke dalam pipa U


7. Celupkan karbon ke dalam larutan selama 1 menit
8. Setelah satu menit, rangkaian alat karbon diangkat dari tabung U
9. Lalu ambil larutan di tabung U pada bagian Anoda, masukan ke tabung reaksi 1
dengan menggunakan pipet, kemudian cuci pipet dan ambil larutan pada bagian Katoda
dan masukan ke tabung reaksi 2
10. Setelah itu, tetesi amilum pada larutan Anoda 2-4 tetes, lalu tetesi PP pada larutan
Katoda 2-4 tetes
11. Catatlah hasil perubahan warna pada tabung reaksi 1 pada Anoda dan tabung
reaksi 2 pada Katoda
12. Setelah semuanya selesai, cuci kembali peralatan yang telah digunakan dan
rapikan jas laboratorium.

V. DATA PENGAMATAN
Berikut adalah data dari pengamatan elektrolisis yang dilakukan dengan menggunakan
elektrode karbon:
LARUTAN WARNA SEBELUM DITETESI PP WARNA SETELAH DITETESI PP
ANODA

KATODA

VI. PERTANYAAN
1. Tulislah reaksi elektrolisis pada:
a. Anoda
b. Katoda
2. Apa yang menyebabkan perubahan warna di Katoda dan Anoda?

VII. KESIMPULAN