Anda di halaman 1dari 5

ARTIKEL

MENGGALI POTENSI DAN UNTUK MEMBANGUN NEGERI

Disusun oleh : Diah ayu heriana

JURUSAN EKONOMI ISLAM


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(UNISNU) JEPARA
2017
MENGGALI POTENSI DIRI DAN UNTUK MEMBANGUN NEGERI

Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10%
potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya
di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut
menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami
peningkatan yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian
yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah
hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya
keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk
mengoptimalkan daya otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan
anda.

Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya. Lihatlah hasil karya potensi diri manusia
di muka bumi ini. Meliputi berbagai bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar,
teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke bulan,
mengeksplorasi luasnya angkasa luar, meluncurkan satelit dengan kemampuan membaca setiap
detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan pesawat terbang super canggih, pesawat
ulang alik nan menghebohkan, menciptakan kapal selam super power, menemukan jejaring
internet yang membuat dunia ini serasa mengkerut seolah-olah bagaikan dalam genggaman
tangan. Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil yang teramat rumit dan njelimet, temuan-
temuan dalam bidang ilmu biologi, kimia mikro dan teknologi medis yang membuat manusia
mampu menciptakan organ-organ tubuh imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan
Tuhan yang telah rusak. Ilmu ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan
kuat, digabung dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan
kesejahteraan masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa. Semua itu merupakan buah
karya potensi diri manusia. Dahulu, sesuatu yang tampaknya sebagai kodrat yang tak bisa lagi
dirubah (diwiradat), kini manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan
dan hasil karya yang menakjubkan. Meciptakan lensa mata imitasi menggantikan lensa asli yang
rusak terkena katarak, menganti jantung manusia dengan binatang, bahkan dengan alat pemacu
jantung seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun.

Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca, memahami, lalu menghayati bahasa dan
ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu
tertantang berikhtiar menemukan jalan keluarnya. Maka tak heran bila dalam teknologi
elektronika-metafisika, manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan
eksistensi makhluk gaib yang kasat mata.

Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan berkembang pesat, apabila mental
spiritual, mental pikiran masih terbelenggu oleh sistem nilai di alam bawah sadar. Agama pun
sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan kebebasan
berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia. Sebaliknya, sungguh
ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance (pemandu jalan) agar potensi dan
prestasi manusia mampu mengembangkan potensi berfikirnya secara maksimal, dengan
orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai rabbul alamin, berkah bagi alam semesta dan
seluruh isinya. Peran semua agama bukan untuk membatasi perkembangan potensi diri,
kreatifitas dan inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi
manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi.
Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu ya rabbul alamin maka dinamit bukan untuk
membunuh manusia, melainkan untuk menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan
umat, serta menjaga dan melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.

Dapat dibayangkan apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar
lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi
manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di
dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu saja. Maka tugas kita adalah bisa membuka,
menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik
daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk
menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna yaa rabbul alamin,
dengan memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan
lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam keluarga, niscaya keluarga anda
akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir
ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran.

Demikian pula apabila hal serupa terjadi di dalam lingkup wilayah yang lebih luas : kelurahan,
kecamatan, kabupaten, propinsi, dan negara, maka ketidak-tentraman, kekisruhan, perselisihan,
percekcokan, konflik di antara warga bangsa, antara pemimpin dengan rakyatnya, antar
pemimpin dengan pemimpin lainnya, hampir pasti selalu berakibat tertutupnya pintu rejeki dan
pintu-pintu anugrah yang disiapkan Tuhan. Nasib bukan tergantung Tuhan, tetapi tergantung
pada diri kita sendiri. Tuhan telah meletakkan dan menyiapkan rejeki serta anugrah di suatu
tempat dan tugas kita adalah menjemputnya.

Untuk mengembangkan potensi dalam diri, terdapat 3 unsur utama di dalam kepribadian
manusia yang harus dipahami. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan potensi diri dan
menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang.
Nama : Diah ayu heriana

Kelompok : Gatotkaca

POTENSI DESA
Ini adalah potensi desa saya

Untuk proses pembuatan garam dengan penguapan sinar matahari biasanya para petani garam
membuat garam dengan metode petakan-petakan untuk penguapan,untuk mendapatkan hasil
garam yang baik dengan Kristal yang besa,petani garam biasanya secara langsung menguapkan
air laut yang dialirkan pada petakan-petakan untuk menghasilkan kadar boume (kekentalan) yang
tinggi sekitar 20-25 Be ( untuk mengukur menggunakan boumemeter ) tapi untuk petani
tradisional mereka menggunakan insting saja,sangat jarang sekali petani tradisional
menggunakan alat boumemeter.

Setelah mendapatkan kadar boume yang diinginkan dengan teknik penguapan sinar
matahari,setelah itu air tersebut dimasukkan kepetakan khusus meja garam lalu diuapkan dengan
sinar matahari selama 7 hari lalu dengan sendirinya air tersebut akan berkurang dan menjadi
Kristal garam.