Anda di halaman 1dari 17

SISTEM PAKAR KERUSAKAN MESIN MOBIL MENGGUNAKAN

METODE CASE BASED REASONING (CBR) DENGAN


ALGORITMA NEAREST NEIGHBOR (NN)

Proposal Tugas Akhir

Diajukan Untuk Memenuhi


Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1
Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang

Oleh :
Muchammad Herdatianto.P
201210370311151

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016
1. Latar Belakang
Perkembangan mobil sekarang sangat mempengaruhi kebutuhan sehari-
hari dikarenakan mobil memiliki keunggulan yang tidak dimiliki alat
transportasi lain yang saat ini juga banyak digunakan seperti kendaraan roda 2
yang hanya bias dinaiki oleh 2 orang saja sedangkan bus yang bias dinaiki
oleh banyak orang tetapi tidak seefisien mobil karena panjang dan besarnya
ukuran bis tersebut.
Kerusakan mobil menjadi salah satu hal yang sangat krusial disemua tipa
mobil, apabila terjadi kendala maka akan menyulitkan penggunanya, terutama
masalah biaya dan waktu. Biaya yang dikeluarkan Biaya yang dikeluarkan
bermacam-macam tergantung dari kerusakan yang dialami, namun apabila

1
rusak ditengah jalan dan jauh dari bengkel mobil maka pengendara harus
menguhubungi teknisi panggilan yang tentunya menguras banyak waktu.
Oleh karena itu, perlu adanya sistem yang dapat membantu pengguna
mobil untuk mendeteksi gejala gangguan atau kerusakan mobil dan mengatasi
gejala dan kerusakan mobil sedini mungkin pada mobil dengan membuat
sistem untuk membantu dalam pengambilan keputusan atau pemecahan
persoalan.
Sistem pakar adalah salah satu bagian dari Kecerdasan Buatan yang
mengandung pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh banyak
pakar ke dalam suatu area pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat
menggunakannya untuk memecahkan berbagai masalah yang bersifat spesifik
dalam hal ini adalah permasalahan pada kinerja mesin mobil.
Dalam sistem pakar terdapat sebuah metode yang bernama Case Based
Reasoning (CBR) suatu model penalaran yang menggabungkan pemecahan
masalah, pemahaman, dan pembelajaran serta memadukan keseluruhannya
dengan pemrosesan memori. Dan dalam CBD terdapat sebuah algoritma yaitu
Nearest Neighbor (NN) yang merupakan algoritma untuk menilai persamaan
diantara kasus-kasus yang tersimpan dengan kasus yang dimaksudkan dengan
melihat kemiripan.
Dengan menggunakan metode CBR dan dengan algoritma NN untuk
digunakan di sistem pakar kerusakan mesin mobil, maka akan sangat
membantu untuk mengidentifikasi kerusakan dan gangguan pada mesin mobil
dengan dini.
Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Aris, dengan judul Tugas Akhir Case Based Reasoning Dengan Metode
Sorenson Untuk Diagnose Kerusakan Mobil. Dalam penelitian tersebut
membahas kerusakan mobil yang dapat dilihat dari gejalan kendaraan yang
terjadi seperti jenis bahan bakar, sistem injection dan non-injection, kapasitas
mesin 1000cc, 1300cc, dan 1500cc pada mobil keluaran tahun 1980-2015,
sehingga dihasilkan perangkat lunak (software) yang dapat mendiagnosa
kerusakan mobil menggunakan metode Sorenson (Aris Tri Wahyudi, 2013).
Berdasarkan masalah diatas maka penulis berinisiatif untuk merancang
tugas akhir yang diberi judul Sistem Pakar Kerusakan Mesin Mobil
Menggunakan Case Base Reasoning (CBR) Dengan Algoritma Nearest

2
Neighbor (NN). Sistem pakar kerusakan mesin mobil merupakan sistem
pakar untuk mengatasi dan memberikan keputusan suatu masalah pada mesin
mobil sejak dini, untuk mengurangi biaya dan waktu akibat ketidaktahuan
pengguna mobil tentang masalah kendaraan mobilnya sendiri.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka dapat dirumuskan
beberapa permasalahan sebagai berikut:
Bagaimana merancang sistem pakar mendeteksi kerusakan mobil untuk
menentukan penyebab dari gangguan atau kerusakan yang ditimbukan.
Bagaimana implementasi metode Case Based Reasoning (CBR) dengan
algoritma Nearest Neighbor (NN) dalam sistem pakar untuk mendeteksi
kerusakan mobil.

3. Tujuan Penelitian
Merancang sistem pakar mendeteksi kerusakan mobil untuk menentukan
penyebab dari gangguan atau kerusakan yang ditimbulkan.
Mengimplementasikan metode Case Base Reasoning (CBR) dengan
algoritma Nearest Neighbor (NN) dalam sistem pakar untuk mendeteksi
kerusakan mobil.

4. Batasan Masalah
Agar pembahasan menjadi lebih terarah maka diperlukan batasan-batasan
sebagai berikut:
Data kerusakan diambil dari buku Servis Dan Reparasi Auto Mobil
karangan M.Suratman.
Sistem ini memberikan solusi penanggulangan awal berdasarkan
gangguan atau keluhan yang dipilih pengguna.
Melakukan penambahan kasus jika ada kasus baru yang belum ada di
database
Menggunakan metode Case Based Reasoning dan algoritma Nearest
Neighbor.
Aplikasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan
database MySQL.

3
5. Metodologi Penelitian
Studi Pustaka
Dalam melakukan perancangan aplikasi sistem pakar kerusakan
mesin mobil dengan metode Case Based Reasoning dan dengan algoritma
Nearest Neighbor dibutuhkan beberapa literature.Adapun literature yang di
perlu dipelajari seperti buku, artikel, dan situs yang berkaitan.Mempelajari
lieteratur mengenai design tampilan aplikasi yang sifatnya user friendly
sehingga mudah dikenali oleh user.(Terlampir 1)

Analisa dan Desain Sistem


Dalam penelitian ini akan membahas sistem pendukung keputusan
yang diharapkan dapat membatu dalam kasus kerusakan mesin
mobil.Metode yang dipakai dalam pengambilan keputusan ini adlah Caes
Based Reasoning (CBR).Metode CBR mrmiliki tingkat fleksibilitas dan
kemudahan untuk dipahami dalam memisahkan bagian subjektif dari suatu
proses evaluasi kedalam kriteria bobot keputusan dengan beberapa atribut
pengambilan keputusan.
Kebutuhan Data Sekunder
Melakukan pencarian data untuk kebutuhan sistem. Pengujian
perbandingan antara kriteria beserta bobot kriteria apakah dapat
digunakan sebagai acuan untuk diagnosa kerusakan mesin berdasarkan
kriteria yang telah ditentukan.
a) Proses Rertive
Proses restive merupakan proses pencarian kemiripan kasus
baru dengan kasus yang lama.Pencarian kemiripan antara kasus
baru dengan kasus lama dilakukan dengan cara mencocokan
gejala yang diinputkan oleh pengguna dengan gejala yang ada
pada basis pengetahuan.
b) Proses Reuse
Proses menggunakan kembali masalah atau kasus untuk
mencoba memecahkan masalah atau kasus tersebut dan Sistem
akan melakukan penyesuaian terhadap kondisi kasus lama
dengan kondisi saat ini.
c) Proses Revise

4
Proses dimana sistem akan memberikan kesimpulan
berdasarkan data kerusakan yang paling mirip dan dapat
dibandingkan.
d) Proses Retain
Proses dimana jika kerusakan mobil dan gejala mobil sesuai
dengan kasusnya maka sistem akan menyimpannya dan
digunakan untuk data kasus ke depannya.
Perancangan
Dalam penelitian ini, sistem akan memproses perhitungan sesuai
dengan metode pengolahan data dengan melakukan perhitungan
berdasarkan metode CBR untuk mengetahuai nilai kebenarannya harus
dapat ditentukan.
Adapun algoritma Nearest Neighbor merupakan teknik sederhana
untuk mencari ukuran kemiripan (similarity) setiap source case yang ada
di dalam database dengan target case.

s 1w 1+s 2w 2++snwn
Similarity (problem.case)
w 1+w 2++ wn

Keterangan :
s : similarity (nilai kemiripan)
w : weight (bobot yang diberikan)

Nilai kemiripan kasus ditentukan dengan nilai 0 sampai dengan 1,


karena perhitungan Nearest Neighbor menggunakan perhitungan yang real
yaitu antara nilai (0,1). Nilai 0 artinya kedua kasus mutlak tidak mirip dan
nilai 1 kasus mutlak mirip.

Pengujian Terhadap Sistem


Pada Tahap pengujian merupakan tahap untuk menguji apakah
hasil implementasi yang di buat sesuai dengan analisa dan rancangan, dan
di lakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan untuk di sempurnakan
kemudian hari. Pengujian dilakukan dengan metode Black box, yaitu
merupakan pengujian yang dilakukan oleh user untuk mengetahui apakah
semua fungsi perangkat lunak telah berjalan semestinya sesuai dengan
kebutuhan fungsional yang telah didefinisikan.

5
Perancangan Sistem Pakar
Pada Perancangan sistem informasi yang akan dibuat pada
penelitian ini digambarkan pada arsitektur dan use case dibawah ini.

. Gambar 1. Use Case Diagram Admin


Gambar 2. Use Case Diagram Pengguna

Keterangan Use case diagram :


a. Admin

Login
Admin melakukan login terlebih dahulu agar dapat mengelola sistem.

Manage data
Admin mengelola data yang di dalamnya terdapat manage
gejala,manage rule, manage kasus, manage admin dan manage report.
Report
Admin dapat melihat laporan kunjungan.

Manage Admin
Admin mengubah data yang di dalamnya terdapat manage
gejala,manage rule,manage kasus,manage admin dan manage report.

Manage Sparepart

6
Admin dapat melakukan create, update,delete tentang isi dari
sparepart.

Manage Gejala
Admin dapat melakukan update dan delete tentang isi dari gejala.

Manage Kasus
Admin dapat melakukan create,update,delete tentang isi dari kasus.

Manage Penanggulangan
Admin dapat melakukan create,update,delete tentang isi dari
penanggulangan.

b. User
Konsultasi Gejala
User memilih gejala dan dilakukan proses CBR saat inputan sudah
selesai.

Informasi Kerusakan
User memilih informasi kerusakan yang di tampilkan.

Pada Perancangan sistem informasi yang akan dibuat pada penelitian ini
digambarkan pada arsitektur dan flowchart dibawah ini.

7
Gambar 3. Flowchart Sistem Pakar Kerusakan Mesin Mobil

5. Daftar Pustaka

[1] Mulyana, Sri dan Sri, Hartati. 2009. Tinjauan Singkat Perkembangan
Case-Based Reasoning. Jurnal Seminar Nasional Informatika 2009
(semnasIF 2009). ISSN: 1979 2328, 23 Mei 2009.

8
[2] Nasir, Muh. 1983. Metode Penelitian. Darussalam: Ghalia Indonesia.
[3] Nugroho, Riyo Sempati. 2014. Aplikasi Online Pemilihan Laptop Dengan
Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (ahp). Universitas
STIKUBANK. Semarang.
[4] Pal, Shankar K. And Shiu, Simon C.K., 2004. Foundations of Soft Case
Based Reasoning. Willey & Sons, Inc. Canada.
[5] Pratama, Dedy Gita. 2010. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Spare
Part Pada Bengkel Pratama Motor Dengan Metode Weighted Product.
Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Semarang.
[6] Shaid,Mukhammad, dkk. 2007. Sistem Pakar Pertumbuhan Balita
BerbasisWeb Dengan Metode Case Based Reasoning. STMIK Sinar
Nusantara. Solo.
[7] Suriyanti. 2012. Aplikasi Sistem Pakar Pendeteksi Kerusakan Printer
Dengan Case Based Reasoning. STMIK Budi Darma Medan. Medan.

9
Kasus Bobot
No Gejala
A b c d e f g h i j k l m n o p q r s t
1 Mesin cepat panas - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
2 Air radiator berkurang - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
3 Oli berkurang - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
4 Overheat saat macet - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
5 Temperatur beayun - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
6 Bunyi mesin kasar - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
7 Mesin mati sendiri - - - - - - - - - - - - - - - - 5
8 Mesin sulit dinyalakan - - - - - - - - - - - - - - - - 5
9 Mesin menggelitik - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
10 Mesin brebet - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
11 Mesin tidak bisa mati - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
12 Perfoma menurun - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
13 Bensin jadi boros - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
14 Asap knalpot berwarna biru - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
15 Bergetar keras saat mati - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
16 Idle up bermasalah - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
17 Tekanan gas hilang - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
18 Mesin tersendat - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
19 Tarikan berat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
20 Oli keluar pada Knalpot - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
21 Gas tidak stabil - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
22 RPM tidak stabil - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
23 Aki cepat habis - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
24 Lampu utama mati - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
25 Bergetar keras saat dihidupkan - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
26 Kerusakan nosel - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
27 Saat injeksi bbm tidak tepat - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
Kerusakan komponen sistem
28 pembakaran - - - - - - - - - - - - - - - - 5

10
Tenaga mesin loyo tidak seperti
29 biasanya - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
Lampu indikator oli menyala terus
30 meski mobil jalan - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
Mesin tersendat saat pedal gas
31 diinjak untuk meningkatkan - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
akselerasi
32 Cenderung mati pada putaran rendah - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
33 Mesin sulit distater - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
34 Pemakaian oli boros - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
35 Tenaga mesin payah - - - - - - - - - - - - - 3
36 Pembakaran tidak normal - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
37 Tekanan Oli turun - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
38 Mesin Kepanasan - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
39 Bensin Banjir - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
40 Akselerasi payah - - - - - - - - - - - - - - - - 3
41 Pembuangan berisik - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
42 Mesin terus Hidup - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
43 Transmisi loncat - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
44 Kopling slip - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
45 Kopling bergetar - - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
46 Pedal kopling ringan - - - - - - - - - - - - - - - - - 1
47 Kopling berisik - - - - - - - - - - - - - - - - - 3
48 Sulit atau tidak dapat masuk gigi - - - - - - - - - - - - - - - - 5
49 Gigi transmisi Loncat - - - - - - - - - - - - - - - - - 5
50 Poros Propeler bersuara - - - - - - - - - - - - - - - - 5
Tabel 1. Daftar Gejala Kerusakan dan Nilai Bobot

11
12
Ket Tabel 1:
A : Radiator
B : Oli
C : Saluran Bahan Bakar
D : Busi
E : Cylinder head
F : Aki
G : Turun Mesin
H : Saringan Ac
I : Timing Belt
J : Sistem Pendingin
K : Tali Kipas
L : Saringan Udara
M : Saringan Oli
N : Distributor
O : Kepala Silinder
P : Katup
Q : Blok Silinder
R : Batang Piston
S : Kopling Kontrol Kabel
T : Bearing Batang Piston

Diketahui tingkat kepentingan suatu gejala adalah sebagai berikut :

Tingkat Gejala Bobot Parameter (w)


Gejala Penting 5
Gejala Sedang 3
Gejala Biasa 1
Tabel 2. Bobot Parameter

13
Contoh Kasus :

Kasus Baru Kasus Lama Nilai Kemiripan Bobot Nilai


Parameter
Mesin sulit dinyalakan Tekanan gas hilang 0 5
Bensin jadi boros Bensin jadi boros 1 3
Mesin cepat panas Asap knalpot berwarna biru 0 3 0,428
Bergetar keras saat mati Bergetar keras saat mati 1 3
Gejala Mesin tersendat
Kerusakan
Mesin sulit dinyalakan Tekanan gas hilang 0 5
Bensin jadi boros Mesin tersendat 1 3
Mesin cepat panas Tarikan berat 0 5 0,187
Bergetar keras saat mati Gas tidak stabil 0 3
Mesin tersendat

Mesin sulit dinyalakan Mesin cepat panas 1 5


Bensin jadi boros Overheat saat macet 0 5
Mesin cepat panas Mesin brebet 0 3
Bergetar keras saat mati Perfoma menurun 0 3
0,312
Mesin tersendat

Mesin sulit dinyalakan Mesin mati sendiri 0 5


Bensin jadi boros Mesin sulit dinyalakan 1 5
Mesin cepat panas Mesin brebet 0 3 0,384
Bergetar keras saat mati
Mesin tersendat

Mesin sulit dinyalakan Mesin cepat panas 1 5 0,312


Bensin jadi boros Air radiator berkurang 0 5
Mesin cepat panas Mesin brebet 0 3
14
Bergetar keras saat mati Bunyi mesin kasar 0 3
Mesin tersendat
Tabel 3. Contoh Kasus Gejala Kerusakan

Dapat di simpulkan sebagai berikut :

Kasus Baru X Kasus Lama Y Nilai


A B1 0,428 Tabel 4. Hasil Data Gejala Kerusakan
A B2 0,187
A B3 0,312 Berdasarkan tabel di atas terdapat nilai tertinggi pada B1, yang berarti gejala kerusakan turun mesin. Gejala
A B4 0,384 kerusakan turun mesin dapat di atasi, dengan overhead total (bongkar mesin), dan penyebab utama yaitu sudah
A B5 0,312 terjadi kerusakan pada mobil terlalu banyak.

15
16