Anda di halaman 1dari 3

Etika dalam kehamila remaja dx hiperemesis gravidarum

Kebidanan modern melibatkan berbagai praktik dan konflik yang berbeda. Hari-hari saat praktik
klinis bersifat jelas, benar atau salah sudah lama berlalu. Ketidakpastian semakin meningkt
sehingga menyebabkan bidan membuat keputusan tanpa ada bukti yang kuat. Terdapat
kebutuhan untuk mengekplorasi praktik saat ini yang menyebabkan dilemma. Perubahan
masyarakat selama dua decade terakhir menyebabkan perubahan dalam pemberian perawatan
kesehatan. Publikasi hak pasien (DoH 1991) dan Your Guide to the NHS yang terbaru (DoH
2001) telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pilihan yang tersedia dan
meningkatkan pengharapan masyarakat mengenai keterlibatan mereka dalam pengambilan
keputusan perawatan.

Saat pertama kali mengeksplorasi etika sebuah situasi sangat membantu jika memiliki kerangka
kerja yang digunakan. Terdapat banyak sekali kerangka kerja etika yang dipilih untuk digunakan
dalam situasi klinis. Edwards (1996) mengemukakan system empat itngkat berdasarkan hasil
kerja Melia (1989, hlm. 6-7). Edward meyakini bahwa terdapat empat tingkat pemikiran moral
yang dapat membantuk untuk merumuskan argument dan diskusi dan akhirnya membantu dalam
memecahkan dilema moral. Kerangka kerja tersebut meliputi:

Tingkat satu : penilaian

Penilaian seringkali dibuat dengat cepat, berdasarkan informasi yang diperoleh. Penilaian dapat
tidak memiliki dasar yang nyata, kecuali keyakinan individu yang membuatnya. Pada kasus ini,
bidan membuat penilaian tentang ibu hamil tersebut sebelum satu pun informasi nyata diperoleh.
Penilaian tersebut dapat dibuat bedasarkan umur klien yang termasuk dalam golongan resiko
tinggi dalam kehamilan dengan umur < 20 tahun. Dengan usia dibawah umur 20 tahun akan
menyebabkan banyak resiko, termasuk hiperemsis gravidarum, karena belum cukupnya
kematangan fisik, mental dan fungsi sosial dari calon ibu yang menimbulkan keraguan jasmani
cinta kasih serta perawatan dan asuhan bagi anak yang akan di lahirkannya.

Tingkat dua : peraturan

Peraturan mengatur kehidupan kira sehari-hari. Ketika melihat pada etika, peraturan adalah apa
yang membimbing praktik kita dan mengendalikan tindakan kita. Peraturan dapat dibuat dalam
berbagai bentuk dan berasal dari berbagai sumber. Beauchamp & Childress (2001)
mengemukakan tentang jenis peraturan yang berbeda. Jenis peraturan tersebut meliputi peraturn
substantif yng mencakup berbagai hal, misalnya privasi, berkata jujur atau kerahasiaan, peraturan
otoritas yang ditentukan oleh mereka yang berkuasa dan memberdayajab befara atau bagian
masyarakat, serta peraturan procedural yang mendefinisikan serangkaian tindakan atau jalur
yang harus diikuti. Dalam kasus ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum tersebut, bidan tidak
boleh mengabaikan peraturan yang telah dijelaskan diatas. Bidan harus menjelaskan kepada klien
tentang keadaannya dan mengikuti dan menjelaskan prosedur tentang penatalaksanaan
hiperemesis gravidarum kepada klien.

Tingkat tiga : prinsip

Prinsip dibuat berdasarkan empat aspek utama yang melandasi moralitas umum. Beauchamp &
Childress (2001) telah menjelaskan hal ini dengan sangat rinci. Aspek pertama adalah
menghormati otonomi. Focus perawatan kesehatan berada di seputar tugas professional untuk
menghormati otonomi individu dan jika mungkin, meningkatkan atau memungkinkan individu
untuk melatih otonomi mereka. Hal ini perlu dilakukan bidan agar klien memperoleh kehamilan
yang diinginkan. Prinsip kedua adalah tidak membahayakan, yang dapat diartikan sebagai
menghindari bahaya. Bidan dalam kasus tersebut harus memastikan bahwa tidak akan terjadi hal
yang membahayakan kepada klien apabila telah mengikuti prosedur penatalaksanaan kepada
klien dengan tidak lupa untuk memberikan informasi terlebih dahulu kepada klien. Prinsip ketiga
adalah kebaikan, melakukan hal baik atau menyeimbangkan antara keuntungan dan kerugian
dalam situasi yang ada (Beauchamp & Childress 2001). Hal ini merupakan tindakan positif pada
satu pihak yang bermanfaat untuk pihak lain. Peran bidan adalah memastikan diperolehnya
informasi yang sesuai, tepat waktu, dan terkini serta memberikan saran. Prinsip yang keempat,
keadilan, berarti dilakukan secara adil. Dalam berbagai hal, hal ini yang diinginkan oleh semua
orang. Penting bahwa professional perawatan kesehatan terlihat bertindak secara adil dan
memperlakukan semua kliennya dengan cara yang adil.

Tingkat empat : teori etika

Teori yang akan dibahas adalah dua teori etika yang utama, yaitu utilitarianisme dan deontology.
Teori utilitarianisme, teori ini dapat dianggap sebagai sepasang timbangan yang sangat besar,
dengan manfaat tindakan berada di satu sisi timbangan dan bahaya atau konsekuensi melakuka
tindakan berada disisi timbangan yang lain. Pengambilan keputusan semacam ini dapat dilakuka
dengan lebih mudah dengan mengaplikasikan teori etika. Dalam teori deontology, dalam
praktiknya seseorang harus melakukan tugasnya tanpa memedulikan konsekuensinya. Aspek
lainnya yaitu rasa hormat terhadap orang lain. Menghormati orang lain merupakan hal yang
penting dalam perawatan maternitas. Agar dapat membentuk hungan saling percaya, bidan harus
menunjukkan rasa hormat terhadap klien walaupun kita ketahui bahwa klien tersebut dibawah
umur dan termasuk dalam resiko tinggi dalam kehamilan.