Anda di halaman 1dari 4

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
1. 1 Pengertian Membaca intensif
Membaca intensif adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk membaca
secara cermat agar memahami teks secara tepat, cepat, dan akurat.
Kemampuan membaca intensif mencakup:
Pemahaman intensial artinya kegiatan membaca yang dilakukan dengan
tujuan untuk mengambil kesimpulan dalam sebuah bacaan
Pemahaman kritis artinya kegiatan membaca yang dilakukan secara
bijaksana, mendalam, evaluatif dengan tujuan untuk menemukan
keseluruhan bahan bacaan;
Pemahaman kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar
menangkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu scara
kreatif menerapkan hasil membaca untuk kehidupan sehari hari.

1.2 Pengertian editorial

Editorial atau tajuk wacana adalah komentar oleh sebuah institusi pers terhadap
suatu fakta atau peristiwa yang terjadi. Biasanya peristiwa yang dimaksud adalah
peristiwa yang tengah aktual. Biasanya editorial terdapat pada redaksi surat kabar
atau majalah yang mengungkapkan sikap terhadap peristiwa.

Tajuk rencana mempunyai sifat:


1. Krusial (genting/gawat) dan ditulis secara berkala, tergantung dari jenis terbitan
medianya bisa harian (daily), atau mingguan (weekly), atau dua mingguan
(biweekly) dan bulanan (monthly).
2. Isinya menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas, baik itu aspek
sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, hukum, pemerintahan, atau olah raga
bahkan entertainment, tergantung jenis liputan medianya.
3. Anonim (tanpa identitas/tanpa mencantumkan nama penulis) Karena merupakan
suara lembaga maka tajuk rencana tidak ditulis dengan mencantumkan nama
penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features.

Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari
segenap awak media. Jadi, proses sebelum penulisan tajuk rencana terlebih dahulu
diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana
serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama
terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau
dalam kebijakan pemerintahan.
Ada 2 jenis tajuk rencana berdasarkan golongan/sifat:
Tajuk rencana golongan pers menengah ke atas (middle-high media) atau pers
yang berkualitas memiliki ciri-cirinya:
a. Hati-hati (tidak menyebut nama orang yang sedang diberitakan)
b. Normatif (menurut aturan yang berlaku)
c. Cenderung konservatif
d. Pertimbangan aspek politis lebih besar dari aspek sosiologi.

Tajuk rencana dari golongan pers tengah ke bawah (middle-low media) berlaku
sebaliknya. Ciri-cirinya:
a. Lebih berani (langsung menyebut nama orang yang diberitakan)
b. Atraktif (mempunyai daya tarik untuk semua kalangan)
c. Progresif (bersifat memberi perubahan/ kemajuan)
d. Lebih memilih pendekatan sosiologis daripada pendekatan politis

1.3 Pengertian Fakta dan Opini

Fakta
Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar benar ada atau terjadi dan bisa
dibuktikan kebenarannya. Informasi juga dapat disebut dengan fakta apabila
informasi itu merupakan peristiwa yang berupa kenyataan yang benar benar ada
dan terjadi.
Opini
Opini merupakan suatu pemikiran, perkiraan, atau tanggapan tentang sesuatu
hal. Opini adalah pendapat seseorang tentang suatu yang belum tentu kebenarannya.
Informasi disebut opini karena informasi tersebut masih berupa pendapat, pikiran,
tanggapan, pandangan, dan pendirian seseorang. Opini merupakan persatuan (
sintesis ) pendapat pendapat yang sedikit banyak orang baik setuju maupun tidak
setuju.

B. Ciri-Ciri Fakta dan Opini


Ciri-ciri fakta
Benar-benar ada, terjadi, dan ada buktinya.
Merupakan jawaban dari pertanyaan : apa, siapa, kapan, dimana, atau berapa.
Menunjuk pada suatu benda, orang, waktu, tempat, peristiwa, atau jumlah
tertentu.
Ciri-ciri opini
Opini tidak atau belum pasti. Hal ini ditandai dengan penggunaan kata kata,
seperti barangkali, mungkin, bisajadi,bolehjadi, kira kira, atau diperkirakan
Bersifat pengandaian kata yang biasa digunakan misalnya, andaikan,
seandainya, kalau, jika, jikalau, bila, bilamana, asal, atau asalkan.
Pernyataan yang berupa saran nasihat, atau usul. Kata yang digunakan
biasanya kata keterangan, misalnya sebaiknya, alangkah baiknya, seharusnya,
sesungguhnya, atau sebenarnya.
Pernyataan yang mengandung subjektif pribadi/relatif kata yang digunakan
misalnya ingin, akan, mau, terasa, mampu,belum mampu.
Menyatakan hubungan sebab akibat.

C. Contoh Fakta dan Opini dalam Editorial

Fakta
a. Fakta umum, adalah kebenaran yang berlaku sepanjang zaman dari dulu
sampai sekarang. Atau informasi yang berisi fakta yang masih umum, belum
teruraikan secara khusus tentang nama tempat, objek peristiwa, pelaku, dan
sebagainya.

Contoh:

1) Matahari terbit di sebelah Timur.


2) Sukabumi merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa
Barat.
3) Ayah baru pulang dari Prancis, paman dan kakak sedang menjemputnya. 4)
Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena razia.

b. Fakta khusus (spesifik), adalah kebenaran yang berlaku dalam suatu


periode tertentu. Atau Informasi yang berisi kejadian/peristiwa lalu dijelaskan
secara terperinci dan detail.

Contoh:
1) Pak Yayan makan bakso.
2) Ayah baru pulang dari Prancis, paman dan kakak sedang menjemputnya di
Bandara Juanda Surabaya kemarin siang.
3) Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Diponegoro dan warung pinggiran
terkena razia kemarin pagi.

opini
1. Opini perorangan (subjektif) : pendapat berdasarkan pandangan
pribadi/orang-orang tertentu saja.

Contoh:
-Menurut para ahli, pada tahun 2020 penduduk Indonesia akan mencapai 400
juta jiwa.
-Menurut saya, pakaian yang dikenakan pria itu sepertinya bagus sekali.
Sepertinya jalanan ini akan banjir.
2. Opini umum (objektif) : pendapat berdasarkan pandangan (orang banyak/
khalayak umum).

Contoh:

-Menghisap rokok secara berlebihan akan merugikan diri sendiri.


-Terjadinya tsunami pada tahun 2004 di daerah Aceh menewaskan banyak
korban.
-Dengan giat belajar dan tekun, akan menjadikan kita semakin pandai.