Anda di halaman 1dari 3

PEMBERIAN MAKAN MELALUI PIPA LAMBUNG /

NGT

No. Dokumen No. Revisi Halaman

A 1/3

Ditetapkan Oleh :
PROSEDUR TETAP
Tanggal Terbit Direktur RS. Mitra Mulia Husada

dr. FERRY

Pemberian makanan yang menggunakan selang melalui


PENGERTIAN
hidung menuju ke lambung.
1. Mempertahankan status nutrisi.
TUJUAN
2. Pemberian obat.
Setiap perawat diharapkan mampu memberikan tindakan
KEBIJAKAN
asuhan keperawatan pemberian makan melalui pipa
lambung / NGT sesuai dengan standar
a. Perencanaan
PROSEDUR
Persiapan alat :
1. Sejumlah makanan cair yang akan diberikan yang
sudah dihangatkan. Jumlah makanan dan air putih
berkisar 300 500 cc. Makanan buatan RS atau
buatan pabrik.
2. Corong / spuit berukuran besar ( 50 cc ).
3. Stetoskop.
4. Alat makan / serbet makan / tissue.
5. Kertas lakmus ( sesuai kebijakan RS ).
6. Tiang infus.
7. k/p sarung tangan.
8. Obat.

Persiapan klien dan lingkungan :


1. Jelaskan prosedur pemberian makanan melaui NGT
kepada klien.
2. Atur posisi tempat tidur dan alat supaya perawat
nyaman dalam bekerja.
PEMBERIAN MAKAN MELALUI PIPA LAMBUNG /
NGT

No. Dokumen No. Revisi Halaman

2/3

b. Pelaksanaan
1. Mencuci tangan. Kalau perlu gunakan sarung tangan.
2. Beri klien posisi semi fowler, fowler atau high fowler.
3. Auskultasi bising usus dan ketidaknyamanan pada
abdomen ( distensi abdomen ).
4. Letakkan alas di bawah selang NGT.
5. Kaji kepatenan posisi NGT.
a. Masukkan 5 -15 cc udara ke dalam NGT
dan auskultasi suara di region epigastrik.
b. Aspirasi isi residu lambung, bila lebih
100 cc, tunda pemberian makanan selama - 1
jam. Kaji juga warna, konsistensi, bau dari cairan
lambung.
c. Ukur PH cairan lambung.
6. Masukkan kembali isi residu lambung.
7. Bilas dengan air putih.

Berikan cairan nutrisi.


Secara Intermitten
a. Pasang corong dan jaga agar udara tidak masuk ke dalam
selang dengan menjepit selang.
b. Masukkan sejumlah susu / air buah / makanan cair lain
yang disiapkan.
c. Atur ketinggian corong ( 30 cm di atas lambung ).
Pemberian tidak boleh terlalu cepat ( 20 menit ), ataupun
terlalu lambat dan sesuaikan dengan karakteristik cairan
makanan. Pemberian makanan tidak boleh dipaksa dengan
dorongan.

Secara Continous
a. Gantungkan formula pada tiang infus.
b. Keluarkan udara dari dalam selang.
Sambungkan selang formula dengan NGT dan atur tetesan

PEMBERIAN MAKAN MELALUI PIPA LAMBUNG /


NGT

No. Dokumen No. Revisi Halaman

3/3

c. sesuai waktu yang diperlukan.


d. Kunci pengatur tetesan bila semua makanan sudah masuk
ke dalam lambung. Hindari masuknya udara ke dalam
lambung.
e. Bilas dengan air putih, masukkan obat yang ada kemudian
f. bilas kembali dengan air putih.
g. Lepaskan corong / kantung / formula makanan dan tutup
selang NGT.
h. Klien tetap dalam posisi semi fowler selama tiga puluh
menit.
i. Lepas sarung tangan, bereskan alat.
j. Cuci tangan.

UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap