Anda di halaman 1dari 9

Esofagus

1. Esofagitis refluks
rasa terbakar di dada (heart burn)
nyeri di daerah ulu hati
rasa mual
2. Varises esofagus
Sakit perut.
Muntah darah dengan volume yang signifikan.
Tinja berwarna hitam, seperti ter, dan disertai darah.
Sakit saat menelan.
Mengalami gejala-gejala gangguan hati, misalnya sakit kuning, mudah mengalami
pendarahan atau lebam, serta penumpukan cairan dalam perut.
Pucat.
Hipotensi.
Detak jantung yang cepat.
Penurunan volume urine.
Linglung dan bahkan kehilangan kesadaran.
3. Lesi korosif pada esofagus
disfagia / kesulitan menelan
odinofagia
dan adanya rasa sakit retrosternal.

Dinding, rongga bdomen, dan hernia

4. Hernia inguinalis
Timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan hilang saat
berbaring.
Nyeri disertai mual muntah pada keadaan inkarserasi atau strangulasi.
5. Hernia skrotalis
Tanda dan Gejala
Nyeri
Muntah, mual
Nyeri abdomen
Distensi abdomen
Kram
Ada penonjolan keluar
6. Hernia diafragmatika
Gangguan pernafasan yang berat
Sianosis (warna kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen)
Takipneu (laju pernafasan yang cepat)
Bentuk dinding dada kiri dan kanan tidak sama (asimetris)
Takikardia (denyut jantung yang cepat).
Lambung, usus dan bahkan hati dan limpa menonjol melalui hernia. Jika hernianya
besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna.
Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernafas sehingga usus segera terisi oleh udara.
Terbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah
sindroma gawat pernafasan.
7. Hernia umbilikalis
munculnya benjolan lunak di dekat pusar.
Pada bayi, benjolan ini akan menghilang ketika bayi dalam kondisi diam. Benjolan hernia
umbilikalis biasanya akan muncul saat bayi menangis, batuk, tertawa, atau mengejan.
Gejala yang sama juga muncul pada orang dewasa yang mengalami hernia umbilikalis.
Ditambah, orang dewasa juga akan mengalami rasa tidak nyaman atau pun rasa sakit di
bagian pusar.
8. Peritonitis
Demam dengan temperatur sangat tinggi.
Perut terasa kembung.
Detak jantung semakin cepat.
Diare.
Menggigil.
Terus menerus merasa haus.
Tidak mengeluarkan urine atau jumlah urine lebih sedikit.
Sulit buang air besar dan mengeluarkan gas.
Nafsu makan menurun.
Kelelahan.
Pembengkakan perut disertai nyeri saat perut disentuh.
Mual dan muntah.
9. Perforasi usus
Riwayat trauma tumpul atau tembus dada bagian bawah atau abdomen
Riwayat minum aspirin, NSAID, steroid, terutama pada orang tua
Nyeri abdomen hebat tiba-tiba setelah makan, terasa yeri pada bahu (tanda kerr),
riwayat gastritis
muntah kadang-kadang kemungkinan perforasi ulkus peptic
Pada orang tua, dapat disebabkan oleh perforasi diverticulitis atau rupture appendicitis
akut jika lokasi nyeri berda di abdomen bawah. Kurang lebih 30-40% pasien orang tua
dengan nyeri abdomen setelah 48 jam berkembang appendicitis akut.
Pada orang muda, nyeri di abdomen kuadran bawah kemungkinan perforasi
appendicitis. Appendisitis akut dengan perforasi berhubungan dengan periode
perjalanan penyakit beberapa jam.
Nyeri umumnya berlokasi di kuadran kanan bawah abdomen, kecuali kalau berkembang
menjadi peritonitis.
Muntah, pada pasien perforasi ulkus peptic tidak umum tetapi sering pada pasien
kholesistitis akut. Pada pasien appendicitis nyeri mendahului periode muntah 3-4 jam
sebelumnya.
Cegukan, gejala yang muncul terlambat pada pasien perforasi ulkus peptic.

Lambung, dudodenum, jejunum, ileum

10. Gastritis
Nyeri yang menggerogoti dan panas di dalam lambung
Hilang nafsu makan
Cepat merasa kenyang saat makan
Perut kembung
Egukan
Mual
Muntah
Sakit perut
Gangguan saluran cerna
BAB dengan tinja berwarna hitam pekat
Muntah darah
11. Gastroenteritis
Sakit dan kram perut.
Diare berair tapi tidak bercampur darah. Jika diare sudah bercampur darah, infeksi yang
terjadi mungkin berbeda dan lebih parah.
Mual dan muntah.
Kehilangan nafsu makan.
penurunan berat badan.
Terkadang muncul demam, sakit kepala, dan sakit otot.

Berikut ini beberapa gejala pada orang dewasa yang cukup parah dan harus segera
mendapatkan penanganan dari dokter.
Muntah darah.
Cairan yang diminum tidak bisa ditahan sehingga muntah tiap kali setelah minum.
Muntah lebih dari 48 jam.
Demam di atas 40 derajat Celcius.
engalami gejala dehidrasi seperti kurang buang air kecil dan mulut yang kering.
Buang air besar disertai darah.

Gejala pada bayi dan anak-anak yang harus diwaspadai dan harus secepatnya mendapatkan
penanganan dokter adalah:
Terlihat lesu.
Diare disertai darah.
Demam tinggi.
Merasa sangat kesakitan atau tidak nyaman.
Mengalami dehidrasi. Frekuensi buang air kecil dan volume urine menurun drastis,
menangis tanpa air mata dan mulut yang kering.

12. Refluks gastroesofagus


Gejala klinis GERD digolongkan menjadi 3 macam, yaitu gejala tipikal, gejala atipikal, dan
gejala alarm.

Gejala tipikal (typical symptom)


dalah gejala yang umum diderita oleh pasien GERD, yaitu: heart burn, belching
(sendawa), dan regurgitasi (muntah)
Gejala atipikal (atypical symptom)
Adalah gejala yang terjadi di luar esophagus dan cenderung mirip dengan gejala
penyakit lain. Contohnya separuh dari kelompok pasien yang sakit dada dengan
elektrokardiogram normal ternyata mengidap GERD, dan separuh dari penderita asma
ternyata mengidap GERD. Kadang hanya gejala ini yang muncul sehingga sulit untuk
mendeteksi GERD dari gejala ini. Contoh gejala atipikal: asma nonalergi, batuk kronis,
faringitis, sakit dada, dan erosi gigi.
ejala alarm (alarm symptom)
Adalah gejala yang menunjukkan GERD yang berkepanjangan dan kemungkinan sudah
mengalami komplikasi. Pasien yang tidak ditangani dengan baik dapat mengalami
komplikasi. Hal ini disebabkan oleh refluks berulang yang berkepanjangan. Contoh
gejala alarm: sakit berkelanjutan, disfagia (kehilangan nafsu makan), penurunan berat
badan yang tidak dapat dijelaskan, tersedak.
13. Ulkus gaster
perut kembung
mual atau muntah setelah makan
timbulnya nyeri
Sakit perut timbul setelah makan
rasa sakit dirasakan sebelah kiri perut
rasa tidak nyaman
14. ulkus duodenum
gejala tukak duodenum yang paling sering adalah nyeri di daerah epigastrium.
Rasa nyeri ini sering kali diutarakan seperti terbakar atau perih, namun kemungkinan
batasnya tidak jelas, boring atau aching atau perasaan tertekan atau penuh di perut
atau sebagai sensasi lapar.
Sekitar 10% penderita mengeluh rasa nyeri di sebelah kanan dari pertengahan
epigastrium.
Rasa nyeri khas terjadi antara 90 menit sampai 3 jam setelah makan. Akibat rasa nyeri
ini, penderita sering terbangun pada malam hari.
Rasa nyeri biasanya menghilang dalam waktu beberapa menit setelah makan atau
minum antasida. Hal ini sesuai dengan pola: painfood-relief: nyeri timbul bila lambung
kosong dan menghilang setelah diberi makanan atau alkali.
15. Apendisitis akut
nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau
periumbilikus. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual, bahkan terkadang
muntah, dan pada umumnya nafsu makan menurun. Kemudian dalam beberapa jam,
nyeri akan beralih ke kuadran kanan bawah, ke titik Mc Burney. Di titik ini nyeri terasa
lebih tajam dan jelas letaknya, sehingga merupakan nyeri somatik setempat. Namun
terkadang, tidak dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium, tetapi terdapat
konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar. Tindakan ini
dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. Terkadang
apendisitis juga disertai dengan demam derajat rendah sekitar 37,5 -38,5 derajat
celcius.

Selain gejala klasik, ada beberapa gejala lain yang dapat timbul sebagai akibat dari
apendisitis. Timbulnya gejala ini bergantung pada letak apendiks ketika meradang.
Berikut gejala yang timbul tersebut.

Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal, yaitu di belakang sekum (terlindung oleh
sekum), tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda
rangsangan peritoneal. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat
melakukan gerakan seperti berjalan, bernapas dalam, batuk, dan mengedan. Nyeri ini
timbul karena adanya kontraksi m.psoas mayor yang menegang dari dorsal.
Bila apendiks terletak di rongga pelvis.
Bila apendiks terletak di dekat atau menempel pada rektum, akan timbul gejala dan
rangsangan sigmoid atau rektum, sehingga peristalsis meningkat, pengosongan rektum
akan menjadi lebih cepat dan berulang-ulang (diare).Bila apendiks terletak di dekat atau
menempel pada kandung kemih, dapat terjadi peningkatan frekuensi kemih, karena
rangsangannya dindingnya.Gejala apendisitis terkadang tidak jelas dan tidak khas,
sehingga sulit dilakukan diagnosis, dan akibatnya apendisitis tidak ditangani tepat pada
waktunya, sehingga biasanya baru diketahui setelah terjadi perforasi. Berikut beberapa
keadaan dimana gejala apendisitis tidak jelas dan tidak khas.
Pada anak-anak
Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. Seringkali anak tidak bisa
menjelaskan rasa nyerinya. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah- muntah
dan anak menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering apendisitis
diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi, 80-90 % apendisitis baru diketahui
setelah terjadi perforasi.
Pada orang tua berusia lanjut
Gejala sering samar-samar saja dan tidak khas, sehingga lebih dari separuh penderita
baru dapat didiagnosis setelah terjadi perforasi.
Pada wanita
Gejala apendisitis sering dikacaukan dengan adanya gangguan yang gejalanya serupa
dengan apendisitis, yaitu mulai dari alat genital (proses ovulasi, menstruasi), radang
panggul, atau penyakit kandungan lainnya. Pada wanita hamil dengan usia kehamilan
trimester, gejala apendisitis berupa nyeri perut, mual, dan muntah, dikacaukan dengan
gejala serupa yang biasa timbul pada kehamilan usia ini. Sedangkan pada kehamilan
lanjut, sekum dan apendiks terdorong ke kraniolateral, sehingga keluhan tidak
dirasakan di perut kanan bawah tetapi lebih ke regio lumbal kanan.
16. Demam tifoid
demam tinggi dari 39 sampai 40 C (103 sampai 104 F) yang meningkat secara
perlahan
tubuh menggigil
denyut jantung lemah (bradycardia)
badan lemah (weakness)
sakit kepala
nyeri otot myalgia
kehilangan nafsu makan
konstipasi
sakit perut
pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda (rose spots)
17. perdarahan gastrointestinal
mual muntah(hematemesis)
melena
hematoskezia(mengeluarkan darah dari rektum)
regurgitasi isi lambung kedalam rongga muylut
nyeri ulu hati
gejala anemia
denyut nadi cepat
dll
18. malabsorbsi
Kehilangan berat badan
Malabsorbsi lemak, karbohidrat, protein, dan terutama kekurangan kalori ditandai
dengan penurunan asupan kalori
Diare
Absorbsi air, sodium, asam lemak, empedu dan karbohidrat yang dirusak
Flatulence
Fermentasi bakteri karbohidrat yang tidak diabsorbsi
Steatorhea
Lemak tidak dicerna dan tidak diserap
Glositis, Cheilosis, Stomatitis Defisiensi besi, riboflavin, kobalamin, asam folat dan
vitamin lainnya

Hematologi

Anemia
Absorbsi besi, kobalamin, dan asam lemak yang dirusak
Kecenderungan hemoragik
Defisiensi vitamin C,Defisiensi vitamin K menghambat produksi faktor II, VII, IX, dan X

Muskuloskeletal

Nyeri tulang
Osteoporosis dari absorbsi kalsium yang dirusak.
Osteomalasia sekunder dari hipokalsemia, hipopospatemia, dan tidak adekuatnya
vitamin D
Tetani
Hipokalsemia, hipomagnesemia
Kelemahan, kram otot Anemia, kehabisan elektrolit (terutama potasium) Pemborosan
otot malabsorbsi protein

Neurologi
Perubahan status mental
Dehidrasi
Porestesias
Defisiensi kobalamin
Neuropati perifer
Defiseinsi kobalamin
Buta pada malam hari Defisiensi tiamin, defisiensi vitamin A

Integumen

Memar
Defisiensi vitamin K
Dermatitis
Defisiensi asam lemak, zinc, niasin, dan vitamin lainnya
Kuku rapuh
Defisiensi besi
Rambut tipis dan rontok
Defisiensi protein

Kardiovaskuler

Tensi rendah
Dehidrasi
Takikardi
Hipovolemia, anemia
Edema perifer
Malabsorbsi protein, kehilangan protein saat diare
19. Keracunan makanan
Merasa mual dan muntah-muntah.
Mengalami diare.
Sakit atau kram perut.
20. Botulisme
Kelumpuhan
Penglihatan ganda
Kesulitan dalam menelan dan berbicara
Kesulitan bernapas
Mual dan muntah
Terlepas dari hal ini, tanda pertama yang terlihat dalam kasus botulisme pada bayi adalah
sembelit. Beberapa gejala lain dari botulisme pada bayi adalah:
Bayi kesulitan dalam mengendalikan gerakan kepala dan gerakan tubuh lain
Kesulitan mengisap dan makan
Kelumpuhan
Tangisan lemah
21. Hemoroid
Dubur mengalami pendarahan (darah jernih dan menetes)
Nyeri di sekitar anus dan rektum.
Iritasi dan gatal-gatal.
Tonjolan atau benjolan di anus.
22. Kanker lambung
Kembung dan sering bersendawa
Perut terasa mulas atau sakit
Nyeri pada tulang dada
Cepat kenyang saat makan
Mual
Muntah
Sulit menelan makanan
Gangguan pencernaan yang sering kumat

Beberapa gejala kanker lambung pada tahap yang lebih parah adalah:

Muntah darah
Anemia
Sakit kuning
Hilang nafsu makan
Tinja berwarna hitam atau terdapat darah pada tinja
Tubuh terasa lelah
Penurunan berat badan
Pembengkakan pada perut
23. Kolesistititis
Rasa sakit yang bertambah parah saat menarik napas panjang.
Perut bagian kanan terasa sakit saat disentuh.
Mual dan muntah.
Demam.
Tidak nafsu makan.
Berkeringat.
Sakit kuning.
24. Pankreatitis
Nyeri tumpul hebat (rasa sakit seperti ditekan atau diremas) yang terasa di
sekitar bagian perut atas dan bisa bertambah buruk dan menyebar sepanjang
punggung hingga bagian bawah tulang belikat kiri.
Demam.
Mual atau muntah.
Diare.
Perut terasa sakit saat disentuh atau mengalami pembengkakan.
Kulit dan bagian putih mata menjadi menguning.
25. Kolittis ulseratif
Diare yang disertai darah atau nanah.
Nyeri atau kram perut.
Sering ingin buang air besar, tapi tinja cenderung tidak bisa keluar.
Kelelahan.
Penurunan berat badan.
Demam.
26. Proktitis
Gejala yang paling umum yang dapat dialami oleh penderita radang rektum adalah hasrat atau
dorongan yang sering atau selalu ingin buang air besar. Gejala lain yang juga dapat terjadi antara lain
adalah sembelit, perasaan penuh pada rektum karena pembengkakan, adanya lendir dalam rektum,
pendarahan pada rektum serta nyeri rektum.