Anda di halaman 1dari 3

PERAWATAN BAYI PREMATUR/BBLR (METODE

KANGURU)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


A 1/1
RS.MITRA MULIA HUSADA

Tanggal Terbit Ditetapkan :


2015 Direktur RS. Mitra Mulia Husada

PROSEDUR TETAP

Dr. Iluh Sriwahyuni


Perawatan metode kanguru (Kangaroo Mother Care) atau
disebut juga asuhan kontak kulit dengan (skin to skin
PENGERTIAN
contact) merupakan metode khusus asuhan bagi bayi
berat lahir rendah atau bayi prematur.
Menstabilkan denyut jantung, pola pernafasan dan
saturasi oksigen
Memberikan kehangatan pada bayi
Meningkatkan durasi tidur
TUJUAN Mengurangi tangisan bayi dan kebutuhan kalori
Mempercepat peningkatan berat badan dan
perkembangan otak
Meningkatkan hubungan emosional ibu dan bayi

KEBIJAKAN
1. Prosedur
Kriteria bayi PMK

Berat badan lahir kurang dari 1800 gram


PROSEDUR
Keadaan umum stabil selama 3 hari berturut-turut,
meliputi:
nadi (120-160x/menit)
respirasi (30-60x/menit)

suhu (36,5-37,5 C)

Kriteria pulang untuk bayi PMK

Bayi sudah dapat menyusu


Tanda vital bayi stabil
Pertambahan berat badan setiap hari minimal 20
gram selama 3 hari berturut-turut
Ibu memahami asuhan kontak kulit-kulit
Ibu percaya diri merawat bayi di rumah
Ada dukungan keluarga
Tata laksana PMK

a. Tahap Persiapan

Persiapan alat
Alat pengukur tanda vital bayi (thermometer,
stetoskop, jam)

Gendongan dan topi bayi

Persiapan bayi
Ukur tanda-tanda vital meliputi suhu, nadi, respirasi

Buka pakaian bayi kecuali popok

Persiapan orang tua


Cuci tangan (ibu atau ayah yang akan melakukan
PMK)

Buka pakaian atas ibu atau ayah

b. Tahap Implementasi

Posisikan bayi di dada ibu atau ayah


Pertahankan posisi dengan menggunakan gendongan
bayi
Tepi kain penggendong bagian atas harus dibawah
telinga bayi
Pakaikan topi bayi
Pakai kembali baju atas ibu atau ayah
c. Tahap Evaluasi

Pantau kondisi bayi mencakup tanda-tanda vital dan


status oksigenisasi
Identifikasi tanda-tanda bahaya yang menetap dan
lakukan tindakan sesuai masalah yang ditemukan
Tanda-tanda Bahaya dan Pelaksanaannya

a. Apnea : rangsang bayi dengan mengusap


punggungnya agar bayi bisa bernafas kembali.

b. Sulit bernafas : cek posisi bayi, periksa


kemungkinan bayi kedinginan.

c. Sulit minum, tidak mau bangun untuk minum:


bangunkan bayi saat kondisi tidur tidak nyenyak (rapid
eyes movement/REM).
d. Diare: periksa konsistensi faeces, tetap berikan ASI

e. Kulit kuning: tetap berikan ASI

1. Dokter spesialis Anak


2. Dokter Spesialis Kebidanan
UNIT TERKAIT 3. Ruang Perinatologi
4. Ruang Nifas