Anda di halaman 1dari 15

BAB V

STUDI ADANYA POTENSI PANAS BUMI (GEOTERMAL) DI DAERAH

KALIULO KECEMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG

PROVINSI JAWA TENGAH

5.1 Latar Belakang

Daerah provinsi Jawa Tengah termasuk dalam salah satu daerah yang

sangat prospek terhadap panas bumi, hal ini di tunjukan oleh banyaknya

gunungapi Kuarter yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Tengah seperti

Komplek Gunung Slamet, Komplek Gunung Sindoro-Sumbing, Komplek Gunung

Ungaran, Komplek Gunung Telomoyo, Komplek Gunung Merapi-Merbabu,

Komplek Gunung Muria dan sebagian Komplek Gunung Lawu.

Dari beberapa komplek gunung tersebut terdapat keberadaan panas bumi

yang telah terbukti diekspolarasi dan eksploitasi berdasarkan pada penyebaran

manifestasi panas bumi dan konsep kegunungapian serta kondisi wilayah, maka

daerah panas bumi Kaliulo merupakan bagian dari panas bumi kompleks Gunung

Ungaran.

Gunung Ungaran merupakan gunungapi Kuarter yang letaknya berada di

Utara pegunugan Serayu Utara. Panas bumi Gunung Ungaran di tandai dengan

adanya mata air panas bumi yang muncul di berbagai tempat sakalah satunya yg

di bahas dalam tugas akhir ini yaitu yang berada pada daerah kaliulo kecematan

pringapus kabupaten semarang provinsi jawa tengah.

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 93
5.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kandungan

geokimia dan potensi dari panas bumi yang terdapat pada Daerah Kaliulo

Kecematan Pringapus Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. .Sedangkan

tujuan dari penelitian ini antara lain :

1. Mengetahui geokimia mata air panas bumi

2. Mengetahui asal dari fluida panas bumi

3. Mengetahui tipe fluida panas bumi

4. Mengetahui potensi panas bumi pada daerah penelitian berdasarkan

hasil dari data geokimia.

5.3 Batas Masalah

Penulis membatasi pembahasan dari penelitian ini dengan membahas

manifestasi mata air panas bumi dengan memperhatikan ciri fisik di sekitar

manifestasi dan unsur unsur geokimia dari manifestasi tersebut, asal fluida

panas bumi, tipe fluida panas bumi dan potensi panas bumi tersebut berdasarkan

data geokimia mata air panas di dearah penelitian.

5.4 Landasan Teori

Panas bumi merupakan sumber energi panas yang terkandung di dalam

air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara

genetik tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi dan untuk

pemanfaatannya diperlukan proses penambangan. Indonesia memilik potensi

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 94
energi panas bumi mencapai 28.617 MW yang tersebar di 299 lokasi. Potensi

panas bumi di Indonesia mencapai 40% dari total potensi panas bumi dunia,

sehingga Indonesia menjadi negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

Sumber panas bumi di Indonesia tersebar di Sumatera 12.760 MW, Jawa 9.717

MW, Sulawesi 3.044 MW, Nusa Tenggara 1.451 MW, Maluku 1.071 MW, Bali

354 MW serta 220 MW didaerah lain (Royana, 2013).

Ada beberpa jenis reservoir panas bumi yaitu reservoir hidrotermal

(hydrothermal reservoir), reservoir bertekanan tinggi (geopressured reservoir),

reservoir batuan panas (hot dry rockreservoir), dan reservoir magma (magma

reservoir). Sistem panas bumi di indonesia umunnya berupa sistem hidrotermal

yaitu sistem panas bumi dimana reservoirnya mangandung uap, air atau campuran

keduanya. Sistem hidrotermal dikelompokan menjadi tiga, yaitu sistem reservoir

temperatur tinggi diatas 225C, sistem reservoir tempereatur sedang antara 125C

sampai 225C, dan sistem panas bumi temperatur rendah lebih kecil dari 125C

(Saptadji 2009).

5.4.1 Pembentukan Sistem Panas Bumi

Indonesia memiliki bentangan lebih dari 7.000 km lingkaran sabuk

gunung api, sehingga memiliki potensi panas bumi yang besar (Gaffar et al.,

2007). Sistem panas bumi secara umum terbentuk karena interaksi lempeng

tektonik yang terus bergerak perlahan dan mengapung di atas astenosfer. Menurut

(Saptadji 2009), lempeng tektonik bergerak memisah di beberapa tempat,

sementara di tempat lain saling mendorong dan diantaranya menunjam ke bawah

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 95
lempeng lain. Ujung lempeng tektonik yang menunjam hancur dan meleleh akibat

panas lapisan astenosfer dan gesekan pada proses magmatisasi. Subduksi kerak

samudera (Indo-Australia) di bawah kerak benua (Eurasia) menghasilkan magma

yang naik dan membentuk busur vulkanik sepanjang Pulau Jawa (Utama et al.,

2012).

Magma dengan densitas rendah pada proses magmatisasi mendorong

batuan penutupnya. Tekanan dan suhu magma mengontrol proses pergerakan

tersebut. Magma yang sampai ke permukaan membentuk kerak batuan. Bagian

bawah kerak batuan tetap cair dan panas serta tidak bisa menerobos ke

permukaan. Magma yang terperangkap mengalami proses pendinginan yang

lambat. Proses pendinginan magma tersebut dapat mencapai ratusan bahkan

ribuan tahun, sehingga panas dari magma tersebut dapat dimanfaatkan sebagai

sumber panas bumi (Yunginger et al., 2012).

Daerah prospek panas bumi terutama daerah vulkanik gunung api era

miosen-kuarter, memiliki sumber panas berupa intrusi magma pada kedalaman

beberapa kilometer dari permukaan bumi. Temperatur tinggi (500C sampai

1.000C) pada intrusi magma menyediakan potensial sumber panas. Sistem panas

bumi yang potensial dikembangkan minimal memiliki temperatur 200C sampai

300C pada kedalaman 5 km di bawah permukaan bumi.

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 96
Gambar 2.1 Model Skematik Sistem Panas Bumi

Daerah potensial prospek panas bumi di Gunung Ungaran dikontrol oleh

sistem depresi sehingga memiliki banyak struktur geologi. Sistem panas bumi

dibangun dari kemampuan daerah resapan mengalirkan air permukaan dan air

meteorik ke bawah permukaan melalui rekahan. Air tanah bersentuhan dengan

tubuh magma atau batuan beku panas, sehingga mendidih dan membentuk air atau

uap panas. Panas merambat melalui batuan secara konduksi dan melalui fluida

secara konveksi. Interaksi panas dengan batuan membentuk lapisan penudung

yang menjadi jebakan panas dan merupakan batas pada batuan reservoir.

Reservoir mampu menyimpan fluida panas dan mengalirkannya karena

berat jenis, temperatur, dan tekanan. Struktur geologi mendukung aliran uap dan

air panas membentuk manifestasi panas bumi permukaan yang dapat diamati oleh

manusia (Saptadji, 2009)

5.4.2 Manifestasi Panas Bumi di Permukaan

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 97
Manifestasi panas bumi di permukaan menunjukkan keberadaan panas

bumi di bawah permukaan. Perubahan fasa pada sistem panas bumi dalam

perjalanan fluida ke permukaan bumi menyebabkan perbedaan jenis manifetasi

panas bumi permukaan (geothermal surface manifestation), diantaranya hot

springs atau mata air panas, geyser atau mata air panas yang menyembur ke

permukaan, mud pools atau kolam lumpur panas, kolam air panas, serta

manifestasi panas bumi lainnya (Saptadji, 2009).

Daerah Gunung Ungaran memiliki beberapa manifestasi panas bumi

yang tersebar di sekitar lereng timur hingga ke selatan dan di bagian barat laut

sekitar Gonoharjo. Manifestasi panas bumi Gunung Ungaran terdiri atas mata air

panas, fumarol, tanah panas, dan batuan ubahan. Mata air panas tersebar dalam

enam kelompok, yaitu di daerah Gedongsongo, Nglimut, Karangjoho, Diwak,

Kali Ulo, dan Jatikurung. Fumarol, tanah panas, dan batuan ubahan muncul di

sekitar Gedongsongo yang merupakan daerah upflow sistem panas bumi Ungaran

(Rezky et al., 2012). Lereng utara Gunung Ungaran khususnya lintasan Nglimut

dan Gonoharjo memperlihatkan adanya kenampakan panas bumi permukaan

seperti air panas (hot springs), fumarol, dan ubahan hidrotermal yang sering

diasumsikan dengan hasil dari outflow sumber panas bumi Ungaran (Setyawan,

2005).

5.4.3 Pemanfaatan Panas Bumi

Pemanfaatan energi panas bumi dapat dibagi dalam dua kelompok besar.

Kelompok pertama adalah untuk pembangkit listrik (geothermal power plant),

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 98
sedangkan kelompok kedua yang sering disebut sebagai penggunaan energi panas

bumi secara langsung (geothermal direct use), yaitu untuk geowisata, pemanasan

ruangan dan penanganan proses-proses agrikultur. Sumber panas bumi yang kaya

uap lebih disukai untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dari pada

sumber panas bumi yang kaya air karena energi yang dapat dikonversi dari

sumber lebih besar (Gaffar et al., 2007).

Karakteristik pemanfaatan sumber panas bumi baik untuk pembangkit

listrik maupun secara langsung adalah bersih, terbarukan, dan berkelanjutan.

Energi panasbumi bersifat site specific dimana sumber panas bumi tidak dapat

dipindah-pindahkan namun dapat ditransmisikan dalam jarak yang relatif tidak

jauh dan sumber enegi dapat berada pada daerah yang sangat terpencil dan sulit

dijangkau (Gaffar et al., 2007). Panas bumi merupakan energi alternatif yang

ramah lingkungan karena sebagian besar gas buang adalah karbon dioksida

(CO2), serta air kondesat yang telah diambil dapat diinjeksikan kembali ke

reservoir untuk menjaga kelangsungan reservoir (Wahyudi, 2005) selama

pemakaian energi tidak berlebih dan masih dalam batas tertentu.

5. HASIL DAN PEMBAHASAN DAERAH PENELITIAN

5.1 Hasil analisis geokimia

Penelitian geokimia sangat berguna terhadap eksplorasi panas bumi,

terutama sebelum adanya pemboran eksplorasi. Penelitian geokimia meliputi

analisis kimia air, yang diambil dari manifestasi panas bumi di permukaan. Dalam

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 99
penelitian ini analisis kimia air panas bumi yang ditakukan meliputi PH, SiO2, B,

Na, K, Ca, Mg, CO2, SO2, H2S, Cl, F, Li dan HC03.

Tabel Analisis komposisi kimia mata air panas Kaliulo

NO PARAMETER SATUAN HASIL UJI METODE UJI

1 PH* - 6,9 SIN 06-6989. 11-2014


2 SIO2 Mg/L 47,899 APHA 2012,Section 4500-SiO2-C
3 B Mg/L 0,0673 APHA 2012,Section 3120-B
4 Na* Mg/L 8,982 APHA 2012,Section 3500-Na
5 K* Mg/L 144 APHA 2012,Section 3500-K
6 Ca* Mg/L 75,24 SIN 06-6989. 11-2014
7 Mg* Mg/L 40,91 SIN 06-6989. 11-2014
8 CO2 Mg/L Tdk Terdeteksi APHA 2012,Section 2310 & 2320-B
9 SO2 Mg/L 0,91 SIN 6989. 20-2009
10 H2S Mg/L Tdk Terdeteksi SIN 6989. 70-2009
11 Cl* Mg/L 5,948,2 SIN 6989. 19-2009
12 F Mg/L 1,2284 SIN 06-6989. 29-2005
13 HCO3 Mg/L 4,140,7 APHA 2012,Section 2310 & 2320-B
14 Li Mg/L

5.2 Asal Fluida Panas bumi

Data kimia yang diperlukan dalam penentuan asal fluida panas bumi

adalah kandungan klorida (Cl), litium (Li), dan boron (B). Kemudian dari data

kandungan kimia tersebut pada daerah penelitian di plot kedalam diagram ternary

(Gambar 4.7). Diagram ternary Cl Li B merupakan diagram yang dibuat oleh

Giggenbach (1991) yang digunakan untuk membedakan sumber yang berbeda dari

fluida dengan mengungkapkan asosiasi fraksi fluida tersebut baik dari zona

boiling, mixing maupun dari berbagai sumber high temperature steam.

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 100
Gambar 1 Diagram ternary kandungan unsur
Cl-SO4-HCO3 dalam air panas
Di Kaliulo dan sekitarnya

Dari hasil plot data pada diagram terniary, kandungan relatif Cl, Li, dan

B dari mata air panas yang ada pada daerah penelitian menunjukkan bahwa

kandungan persentase menyebar pada kandungan Cl yang menindikasikan bahwa

Dari hasil analisis kimia fluida air panas yang terdapat pada daerah penelitian

diketahui bahwa fluida panasbumi yang ada pada daerah kaliulo dan sekitarnya

merupakan fluida air bikarbonat. Hal ini dikarenakan dari hasil analisis kimia

diketahui unsur HCO3 (bikarbonat) merupakan unsur yang paling dominan.

5.3 Tipe Fluida Panasbumi

Data Kimia yang diperlukan dalam penentuan tipe fluida panas bumi

pada daerah penelitian adalah kandungan relatif dari klorida (Cl), bikarbonat

(HCO3), dan sulfat (SO4). Kemudian dari data kandungan kimia tersebut untuk

setiap mata air panas yang ada di plot dalam diagram segitiga terniasy Cl-HCO3-

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 101
SO4. Dari hasil pengolahan data dalam terniary plot di dapat bahwa mata air

panas di daerah penelitian merupakan tipe air Klorida (Cl-), Bikarbonat HCO3,

dan Sulfat (SO4). Tipe air klorida tersebar didaerah Semelako dan Suban Agung

atau berada pada stasiun QF-4, QF-5, QF-16, QF-17, QF-18, QF-19, dan QF-

20.Tipe air bikarbonat tersebar pada daerah Karang Dapo, Suban Salok, dan

Suban Telbei atau berada pada stasiun QF-3, QF-9, QF-10, dan QF-11.Dan tipe

air sulfat tersebar pada stasiun QF-1, QF-2, QF-6, QF-8, QF-12, dan QF-15.

Diagram terniary Cl-HCO3-SO4 (S.F Simmons, 2007) untuk

menentukan tipe fluida panas bumi. Maka dapat di simpulkan bahwa dari tujuh

belas mata air panas tersebut yang layak digunakan sebagai geotermometer yaitu

tipe air klorida karena dengan kehadiran klorida pada mataair panas

mengindikasikan bahwa air panas tersebut merupakan hasil langsung dari fluida

reservoir tanpa sempat terkontaminasi dengan batuan samping ataupun dengan

fluida lainnya. Dengan kata lain, mata air panas di daerah penelitian sebagian

kemungkinan telah terkontaminasi dengan batuan samping ataupun dengan fluida

lainnya.

5.4 Temperatur Reservoar

Air panas yang dapat digunakan untuk perhitungan geotermometer atau

menghitung temperatur reservoir adalah tipe air klorida (Cl), karena tipe air ini

yang paling mencerminkan kondisi reservoir, dengan kehadiran klorida yang

mengindikasikan air tersebut langsung bersumber dari reservoir tanpa adanya

mixing dengan batuan samping atau fluida lainnya.

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 102
Berdasarkan diagram terniary untuk penentuan tipe air, maka stasiun

yang memenuhi syarat untuk menghitung temperatur reservoarnya adalah stasiun

yang merupakan tipe mata air klorida yaitu, stasiun QF-4, QF-5, QF-16, QF-17,

QF-18, QF-19, dan QF-20.

5.4 Potensi Panasbumi Daerah Penelitian

Dalam rangka optimalisasi sumber daya panas bumi, pemanfaatan

potensi panas bumi untuk penggunaan langsung dapat di kembangkan bersamaan

dengan pengembangan panasbumi untuk pembangkit tenaga listrik terutama pada

sumber panas bumi bersuhu tinggi. Berdasarkan ciri fisik dari mataair panas

daerah penelitian maka dapat diketahui bahwa temperature mata air ini berkisar

antara 39,8oC75oC dan suhu bawah pemukaanya (reservoir) berdasarkan

perhitungan geothermometer Na/K adalah 191,73oC226,85oC. Sehingga secara

keseluruhan reservoir daerah penelitian dapat dikelompokkan sebagai entalpi

Sedang, mempunyai batas suhu 125225oC sehingga berdasarkan batasan suhu

yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik yaitu >180oCmaka daerah

penelitian dianggap prospek untuk dikembangkan sebagai sumber energi listrik.

Daerah lain di sisi selatan G. Ungaran yang mempunyai manifestasi mata

air panas adalah Banaran dan Kali Ulo. Mata air panas di kedua daerah tersebut

mempunyai suhuyang tidak terlalu tinggi dengan tipe air bikabonat - klorida.

Pembentukan mata air panas di daerah tersebut diperkirakan merupakan suatu out

flow dari sistem panas bumi G. Ungaran

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 103
5.1. Distribusi Air Panas Bumi

Berdasarkan observasi lapangan,diketahui bahwa secara umum

manifestasipanas bumi yang muncul di permukaanberada pada sisi selatan dan

utara G. Ungaran.Di sisi utara manifestasi panas bumi munculdi daerah Nglimut,

berupa mata air panas.Komposisi kimia air dari mata air panas diNglimut

menunjukkan tipe air bikarbonat -klorida yang berasosiasi dengan

erdapartsendapan karbonatan (tavertine). Berdasarkandata kimia ditambah suhu

air yang jauh lebihrendah dibandingkan dengan suhu airmendidih, maka

ditafsirkan bahwa pembentukmata air panas di Nglimut adalah suatu out flow,

sedangkn daerah aliran utama air panasbumi tidak diketahui.Di sisi selatan G.

Ungaran ada beberapadaerah yang mempunyai manifestasipermukaan berupa

mata air panas. Daerahyang mempunyai aktifitas hydrothermalpaling besar adalah

daerah Gedongsongoyang berada tepat di bawah G. Ungaran. Didaerah ini dapat

dijumpai manifestasi panas bumi yang terbentuk karena aklifitas uap,yaitu

fumarola dan beberapa steam@grorad- Manifestasi ini terletak pada dua

jalurlembah yang saling berdekatan dan sejajar.Dengan adanya beberapa

manifestasisepanjang jalur lembah tersebut, maka lembahtersebut diduga sebagai

suatu jalur patahaqsehingga

fluida hydrothermal lebih mudahuntuk naik ke permukaan.Dengan adanya

fumarola dan mata airpanas yang aimya diinterpretasikan sebagaihasil dari

pemanasan uap (steam heatedwater), maka diperkirakan bahwa di bawahfumarola

tersebut terdapat suatu pemisahanfase dari cairdiperkirakanImplikasinya,

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 104
dapatbawah fumarolaGedongsongo terdapat suatu aliran air panasbumi dalam

kondisi saturasi. Akan tetapiadanya air panas bumi yang saturasi ini,masih belum

cukup untuk mengatakan bahwaaliran lersebut merupakn upJlow.Daerah lain di

sisi selatan G. Ungaranyang mempunyai manifestasi mata air panasadalahBanaran

dan Kali Ulo. Mata air panasdi kedua daerah tersebut mempunyai suhuyang tidak

terlalu tinggi dengan tipe airbika6onat - klorida. Pembentukan mata airpanas di

daerah tersebut diperkirakanmerupakan sU6.tn out flow dari sistem panasbumi G.

Ungaran.

5.2. Klasifikasi Tipe Air Panas

Bumi Dalam tahapan penelitian eksplorasi, klasifikasi jenis air panas bumi

dilakukan berdasarkan konsentrasi anion-anion klorida(Cf), sulfat (SO;') dan

bikarbonat (HCO3') yang diplotkan pada diagram segitiga. Plot inibertujuan untuk

mengetahui sample air panasbumi yang mempunyai komposisi kimiamewakili air

panas bumi di reservoir. Untukmengetahui apakah sample air itu air panasbumi

atau bukan, dilakukan dengan caramembandingkan suhu air tersebut

denganYalryudi, Kajian Potehri panassuhu udara di sekitar, clan juga

kandunganbeberapa elemen seperti Cl, NA K dan Cadengan air yang diambil dari

sumur pendudukatau dari mata air dingin. Dengan membandingkan dua kiteria

tersebut di atas,suhu dan komposisi kimi4 sample air dariGedongsongo, Diwalq

Kendalisodo,Prumasan dan Kaliulo dapat dinyatakansebagai air panas bumi.Hasil

plot dalam diagram segitigamenggambarkan bahwa semua sample air

dariGedongsongo adalah air sutfat dengan pHyang sangat rendah (0.2 - 4.0). Air

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 105
jenis inidapat diinterpretasikan sebagai air hasilpemanasan oleh luap (steam

heated water).Dengan posisinya yang berada di dekatfumarol4 maka

kemungkinan terjadinyasteam heated water sangatlah besar. Air jenisini dicirikan

dengan pH yang sangat asam,sehingga sangat reaktif dan bisa melarutkanbatuan

samping. Tingginya kandunganalumina (Al) dan besi (Fe) dalam empat sample air

dari Gedongsongo memprkuatdugaan bahwa ke-empat sample air tersebut adalah

steam heated water.

Oleh karena air jenis sulfat yang dihasilkan oleh proses pemanasan uap

ini sudah melarutkan batuan samping selama perjalanannya sampai keluar sebagai

mata air. maka air jenis ini tidak mewakili komposisi air reservoir.

Konsekuensinya air jenis ini tidak bisa dipakai dalam perhitungan geothermometri

untuk memprediki suhu reservoir.

Sampel air panas dari daerah manifestasiyang lain, seperti Prumasan,

Kendalisodo, Katiulo, Banaran dan Nglimut memperlihatkan bahwa air tersebut

termasuk air jenis bikarbonat - klorida- Tingginya konsenhasi ion bikarbonal di

daerah tersebut menunjukkan bahwa air panas bumi sudah bercampur dengan air

permukaan yang kayaakan komponen karbonat. Dugaan adanya percampuran

dengan air pennukaan diperkuatdengan rendahnya kandungan klorida (Cl) pada

sampe I air tersebut, kecuali sample air dari Kaliulo. Namun tingginya kandungan

klorida dari air Kaliulo juga diimbangi dengan tingginya kandungan soda (Na).

Fenomena ini dapat diinterpretasikan bahwa pencampur air panas bumi di Kaliulo

bukanlah air permukaan bias4 akan tetapi airyang mengandung garam yang tinggi.

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 106
Kemungkinan air pencampur tersebut adalah air fossil atau sisa air laut yang

masih tersimpan atau terjebak di batuan sedimen tersier yang menjadi batuan

dasar dari batuan vulkanik di daerah tersebut. Dengan adanya penambahan atau

percampuan dengan air permukaan ataupun air fosil, maka sample air yang

diambil dari ketiga lokasi tersebut diatas sudah tidak mewakili kondisi

airreservoir. Dengan demikian sample airtersebut tidak bisa dipakai untuk

perhitungangeothermometri untuk memprediksi suhu direservoir.

Tugas Akhir Tipe I


Columbano Cristovao G Soares / 410011006 107