Anda di halaman 1dari 31

Kurangi Jajan Untuk Kesehatan Anak

Membekali anak dengan makanan dari rumah jauh lebih aman dan ekonomis daripada
membiarkan anak jajan sembarangan. Kasus keracunan jajanan yang sampai merenggut nyawa
siswa sekolah dasar di Medan beberapa waktu lalu merupakan fakta banyak zat-zat berbahaya
beredar di sekitar kita dan mengintai kesehatan buah hati kita.
Bukan untuk pertama kalinya kalau sering diberitakan jajanan anak sekolah tidak menyehatkan.
Bahaya makanan jajanan sekolah dan makanan umum lainnya bisa muncul untuk jangka pendek,
bisa juga pada jangka panjang. Jangka pendek, terjadi keracunan makanan sebab tercemar
mikroorganisme, parasit, atau bahan racun kimiawi (pestisida). Muntah dan diare sehabis
mengonsumsi jajanan paling sering ditemukan pada anak-anak.

Bahaya jangka panjang jajanan yang tidak menyehatkan apabila bahan tambahan dalam
makanan-minuman bersifat pemantik kanker, selain kemungkinan gangguan kesehatan lainnya.
Zat-zat kimia yang terkandung dalam makanan tersebut merupakan zat pencetus kanker.

Kurnia Damayanti Amg, Kepala Seksi Gizi Rumah Sakit Umum Permata Bunda,
mengungkapkan, efek langsung atau tidak langsung dari bahaya makanan memang tidak dapat
disamakan pada tiap anak. Hal ini tergantung dari daya tahan tubuh si anak. Pola asupan gizi
yang diterapkan orang tua juga merupakan faktor penunjang imun anak baik atau tidak. Snack
(makanan ringan), permen, es, bakso, dan lain sebagainya merupakan jenis jajanan yang sering
kali ada dalam genggaman anak-anak kita. Beredar secara luas di pelataran sekolah, dengan
tampilan menggiurkan mata anak-anak sekolah.

Begitu seringnya kasus yang terjadi di lingkungan sekitar juga tak mampu membuat orangtua
sadar untuk mengawasi asupan jajanan yang dikonsumsi anak-anaknya. Pencegahan untuk
mengedarkan makanan dengan zat berbahaya juga tidak mendapati gerakan yang pasti. Kita
menyaksikan hampir semua kalangan di Indonesia, baik anak sekolah, orang kantoran di kota
besar, apalagi yang di pedesaan, rata-rata sudah tercemar oleh beragam bahan kimiawi berbahaya
dalam makanan, kudapan, atau penganan jajanan mereka, katanya seraya memberi nasihat agar
orangtualah sebaiknya memulai bersikap menghindari anak-anak serta keluarganya dari asupan
makanan mengandung zat berbahaya ini. Betapa longgarnya kendali terhadap pemakaian bahan-
bahan berbahaya karena memang tidak mudah rentang kendali untuk ribuan industri makanan
dan minuman rumahan.

Dijelaskannya, kandungan-kandungan jajanan yang beredar yang sering kita jumpai seperti,
mengandung zat warna tekstil.Sebagai contoh adalah saus tomat. Tidak sedikit saus tomat yang
beredar di pasaran terbuat dari ubi, cuka, dan zat warna tekstil (rhodomin-B). Zat warna tekstil
inilah yang diperkirakan berpotensi menimbulkan keluhan tersebut. Dapat kita jumpai ada di
meja makan warung nasi, penjual bakmi bakso, dan kantin sekolah, kemungkinan besar jenis
saus tomat semacam itu.

Kalau tidak, kenapa harganya bisa rendah sekali? Kecurigaan harus muncul bila ada saus tomat
semurah itu. Sirup dan limun murah di jajanan sekolah ini yang membuat kita prihatin. Generasi
anak sekolah (pinggiran, dari ekonomi kurang mampu) kita tengah memanggul risiko terkena
kanker saat dewasa, selain bahaya infeksi perut yang datanhg tiba-tiba.
Gula bibit
Selain pewarna, jajanan kaki lima yang memang buat kantong ekonomi lemah, dengan harga
yang lebih terjangkau, kemungkinan sepenuhnya menggunakan gula asli (gula pasir maupun gula
merah), melainkan memilih gula bibit. Kita tahu gula bibit tidak semuanya aman bagi kesehatan.
Sebut saja gula sakarin dan aspartam, yang jauh lebih murah dibanding gula asli. Bisa dipastikan
jenis gula bibit murah begini, yang sudah dilarang digunakan, masih saja dipakai oleh rata- rata
pembuat makanan dan minuman rumahan.

Limun, sirup, saus dan kecap murah, hampir pasti mencampurkan gula bibit, kalau bukan
seluruhnya bahan kimiawi berbahaya ini. Pemanis buatan lain tentu ada yang lebih aman, dari
daun stevia, misalnya. Namun, karena harganya tidak terjangkau untuk membuat kudapan
murah, pedagang memilih gula buatan yang lebih murah.Belakangan pemanis buatan aspartam
juga gencar dilarang, lantaran efek buruknya, antara lain diduga terhadap otak. Namun, masih
banyak jajanan dan penganan, selain industri makanan yang menggunakan aspartam.

Penyedap (MSG)
Perhatikan bagaimana tukang bakso pinggir jalan menambahkan bumbu penyedap (sodium
gluamic). Dahulu, untuk menuangkan bumbu penyedap (disebut mecin, vetsin) memakai sendok
khusus terbuar dari kayu dengan penampang seujung kelingking.

Maksudnya paling banyak disendok pun, takarannya hanya seujung kelingking itu. Tidak
demikian hal sekarang, rata-rata dituang langsung dari kantong plastik kemasan atau memakai
sendok makan. Semakin banyak penyedap dituangkan, semakin gurih rasa barang jualannya.Dari
kacamata ekonomi, akan lebih menguntungkan bila menuangkan lebih banyak penyedap karena
menambah lezat cita rasa jajanan.

Formalin
Kita juga mengenal bahan formalin. Selain digunakan buat pengawet mayat agar tidak lekas
membusuk, formalin juga masuk ke indsutri makanan (rumahan). Bukan baru sekarang kita
mendengar atau mungkin membaca kalau formalin juga masuk industri pembuatan tahu.

Agar awet tidak lekas rusak (basi), industri tahu (murah) juga memanfaatkan formalin, agar tidak
sampai merugi. Tahu yang berformalin dijajakan di mana-mana. Padahal, formalin juga tidak
menyehatkan. Selain formalin kita juga membaca atau mendengar pembuatan bakso
mencampurkan bahan kimiawi boraks juga, selain beberapa jenis bahan kimiawi yang sudah
terbukti membahayakan kesehatan, masih lolos tak terkontrol. B, termasuk jamu rumahan.

Minyak goreng bekas


Disinyalir, kebanyakan jajanan gorengan pinggir jalan juga menggunakan minyak goreng bekas,
kalau minyak goreng yang sudah dioplos dengan minyak lain yang lebih murah. Minyak goreng
oplosan ini yang diduga membahayakan kesehatan.

Kita sudah tahu kalau minyak goreng bekas (jelantah) bersifat karsinogenik juga. Restoran ayam
goreng yang tidak memakai lagi minyak goreng habis pakainya, menjualnya ke penjual gorengan
pinggir jalan. Kalau dikonsumsi rutin untuk jangka waktu lama, tentu sama tidak sehatnya
dengan bahan karsinogenik lainnya. Termasuk jika kita melakukannya juga di rumah sendiri.
(cw-wina vahluvi)

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)BAHAYA PENGGUNAAN PRODUK PLASTIK


MATERI INI DIBERIKAN KEPADA MASYARAKAT UMUM
Disusun oleh:INDAH WULANDARI220110100024
FAKULTAS KEPERAWATANUNIVERSITAS PADJADJARAN2011

SA
T
AN ACARA P
E B E L
AJARAN(SAP)
MR

B a a ya
Penggun
aa
n Produk P
la ti
k SASA
R
AN
:

Ma ya
r
a
k
at
UmumHA
R/
ANGGAL
:Rab
u,
M
e
i
2011WAKTU
:
15 men
it
TE
M
PAT
:
PE
M
ATE
R

:
Ind
a
Wu
la
nd
a
r
i

T
JUAN:
Se
t
e
la
meng
i
ku
ti
keg
iata
n pen
y
u
l
uh
a
n
i
n
i
,d
i
h
a
r
a
pk
a
npeser
ta
d
i
d
i
kd
a
p
at:
1.

M
enge
ta
hu
i

ba
h
aya
penggun
aa
np
la
s
ti
k 2.

M
enge
ta
hu
i
kr
it
er
ia
penggun
aa
np
la
s
ti
k
ya
ng
bai
kd
a
n
ya
ng
b
uruk 3.

M
enge
ta
hu
i
k
a
ndung
a
nk
i
m
ia

ya
ng
t
erk
ait
d
a
n
la
ngk
a
h-
la
ngk
a
h kese
la
m
ata
n4.

M
enge
ta
hu
i
jen
i
s-jen
i
sp
la
s
ti
k
ya
ng
a
m
a
nd
i
gun
a
k
a
n5.

M
engen
al
s
i
m
b
o
l
-s
i
m
b
o
l
p
a
d
a
penggun
aa
np
la
s
ti
k
POKOK
B
AHASAN
S
i
m
b
o
l
-s
i
m
b
o
l
p
a
d
a
produk
b
er
ba
h
a
np
la
s
ti
k
SU
B
POKOK
B
AHASAN
A. Def
i
n
i
s
i

Ba
h
a
nP
la
s
ti
k
B
. Jen
i
s-jen
i
s
ba
h
a
np
la
s
ti
k C. Penge
l
o
laa
n
ba
h
a
np
la
s
ti
k D. C
a
r
a
mengen
ali
s
i
m
b
o
l
d
ala
m penggun
aa
n
ba
h
a
np
la
s
ti
kE
.
Ba
h
aya
penggun
aa
n
ba
h
a
np
la
s
ti
k F. L
a
ngk
a
h-
la
ngk
a
h kese
la
m
ata
n
MA
TE
RI
(D
ila
mp
i
rk
a
n)

A
L
OKASI WAK
T
U
a
.

Pem
b
uk
a

:
5 men
it

b
.

Ur
aia
n
Mat
er
i

:
10men
it
c.

G
a
mes
:
5men
it
d.

Penu
t
up
:
5 men
it

S
T
RA
TE
IP
E
M
BEL
AJARAN

M
enggun
a
k
a
nmed
ia
peng
a
j
a
r
a
n
a
g
a
rm
at
er
i

ya
ng d
i
s
a
mp
ai
k
a
nd
a
p
a

t
erg
a
m
ba
r je
la
sd
a
nmempermud
a
h peser
ta
un
t
uk mem
a
h
a
m
i

i
s
i
m
at
er
i

M
enje
la
sk
a
nm
at
er
i
-m
at
er
i
peng
a
j
a
r
a
n

M
e
la
kuk
a
ndemons
t
r
a
s
i/
s
i
mu
la
s
i
me
lal
u
i

game

M
em
b
er
i
k
a
nkesemp
ata
n
b
er
ta
n
ya
kep
a
d
a
peser
ta
d
i
d
i
k

M
eng
a
d
a
k
a
n
ta
n
ya
j
awab
un
t
ukmenge
ta
hu
i
sej
a
uhm
a
n
a
pem
a
h
a
m
a
npeser
ta
d
i
d
i
k

M
en
yia
pk
a
n
filpch
art

a
p
abila
s
aat
peng
a
j
a
r
a
n
t
erj
a
d
i
m
ati

li
s
t
r
i
k
M
ET
OD
E
P
E
NGAJARAN

Cer
a
m
a
h

T
a
n
ya/
j
awab

Demons
t
r
a
s
i/
s
i
mu
la
s
i

K
E
GIA
T
AN
BEL
AJAR M
E
NGAJAR
Tahap
Kegi
atanp
e
nd
i
d
ik
an
Kegi
atanp
eser
tad
i
d
ik Me
tod
e Me
d
i
a
P
E
RSIAPAN
08.55-09.00

S
ia
pk
a
ns
a
r
a
n
a
d
a
nper
l
engk
a
p
a
n
Se
t
ru
a
ng
a
n

S
ia
pk
a
nd
a
f
ta
rh
a
d
i
r Pos
t
er d
a
n po
w
er po
i
n
t

K
E
GIA
T
ANP
E
M
B
UKA
09.00-09.05
Perken
ala
n

M
enje
la
sk
a
n
t
uju
a
npem
b
e
la
j
a
r
a
n

M
en
yi
m
a
k

M
en
yi
m
a
k
M
enje
la
sk
a
nd
a
ncer
a
m
a
h
URAIANMA
TE
RI
09.00-09.15

M
engg
ali
mpem
a
h
a
m
a
n peser
ta
d
i
d
i
k
t
en
ta
ng s
i
m
b
o
l
-s
i
m
b
o
l
p
a
d
a
produk
b
er
ba
h
a
np
la
s
ti
k

M
enje
la
sk
a
n
t
en
ta
ng
ba
h
aya
penggun
aa
n produk p
la
s
ti
k A. Def
i
n
i
s
i
o
bat

wa
rung
B
. Jen
i
s-jen
i
so
bat
C. Penge
l
o
laa
no
bat
D. C
a
r
a
men
yi
mp
a
no
bat
E
.
Per
i
ng
ata
np
a
d
a
o
bat
F. Efek s
a
mp
i
ng o
bat
G. Penggun
aa
no
bat
H. C
a
r
a
mem
ili
ho
bat

M
engu
ta
r
a
k
a
n
i
ded
a
npend
a
p
at

M
en
yi
m
a
kT
a
n
ya
j
awab
Po
w
erpo
i
n
t
d
a
n pos
t
er
GAM
E

09.15-09.20

G
a
me mem
ili
ho
bat

wa
rung
ya
ng
t
e
la
hd
i
sed
ia
k
a
n
b
erd
a
s
a
rk
a
n ke
b
u
t
uh
a
nn
ya
Ter
libat
la
ngsung Perm
ai
n
a
n Se
t
mode
l
o
bat
-o
bata
n
wa
rung
K
E
GIA
T
ANP
E
NU
T
UP
09.15-09.20

M
en
yi
mpu
l
k
a
npeng
a
j
a
r
a
nsec
a
r
a
s
i
ngk
at

M
engund
a
ngper
ta
n
yaa
n
/
komen
ta
rpeser
ta
d
i
d
i
k

M
enj
awab
per
ta
n
yaa
n

M
enu
t
upper
t
emu
a
n
M
en
yi
m
a
k

B
er
ta
n
ya

M
en
yi
m
a
k