Anda di halaman 1dari 26

Kebijakan dan Prosedure Aktiva Tetap (Fixed Assets) - SOP Part 7

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR OPERASI AKTIVA TETAP

Definisi :

Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai

atau dibangun terlebih dahulu yang dipergunakan dalam operasi perusahaan,

tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan

dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun

Penyusutan adalah alokasi sistimatik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva sepanjang masa manfaat.

Jumlah yang dapat disusutkan (Depreciable amount) adalah biaya perolehan suatu aktiva atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya perolehan dalam laporan keuangan dikurangi nilai sisanya.

Masa manfaat adalah periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan: atau Jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan diperoleh dari aktiva oleh perusahaan.

Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara Kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipergunakan.

Nilai Sisa adalah jumlah netto yang diharapkan dapat diperoleh pada akhir masa manfaat suatu aktiva setelah dikurangi taksiran biaya pelepasan.

Nilai wajar adalah suatu jumlah untuk itu suatu aktiva mungkin ditukar atau suatu kewajiban disesuaikan antara fihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arms length transaction)

Jumlah tercatat (Carrying amount) adalah nilai buku, yaitu biaya perolehan suatu aktiva setelah dikurangi akumulasi pemyusutan

Jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) adalah jumlah yang diharapkan dapat diperoleh kembali dari penggunaan suatu aktiva dimasa yang akan datang, termasuk nilai sisanya atas pelepasan aktiva.

Ketentuan umum Aktiva Tetap (Fixed Asset) :  Bagian General Affair wajib melakukan fungsi akuntansi

Ketentuan umum Aktiva Tetap (Fixed Asset) :

Bagian General Affair wajib melakukan fungsi akuntansi sebagai internal check terhadap laporan bagian akuntansi mengenai perkiraan aktiva tetap ( Fixed Asset)

Rencana pengadaan atau pembelian fixed asset harus dimasukkan kedalam rencana anggaran tahunan yang dibuat oleh masing-masing divisi / Departement dan disampaikan ke Bagian Pembelian

Bagian Pembelian dengan team dari General Affair wajib melakukan tender ulang seluruh Supplier/Vendor dalam waktu selama setahun sekali

Khusus pembelian aktiva tetap dengan harga perolehan diatas Rp. 5 Juta/unit harus diperoleh penawaran harga tertulis minimal dari 3 Supplier/Vendor yang berbeda dan harus memiliki reputasi yang baik.

Seluruh Pembelian, Penjualan dan penghapus bukuan aktiva tetap, harus dimintakan persetujuannya kepada BOD

Kebijakan Aktiva Tetap

Aktiva berwujud, kecuali perabotan, dengan nilai kurang dari Rp 500.000 dan

umur ekonomis lebih dari satu (1) tahun harus dikategorikan sebagai aktiva

bernilai rendah yang tidak diperhitungkan, tapi tetap harus dicatat secara

terpisah dari daftar aktiva tetap. Dalam hal ini, Accounting Team untuk aktiva

tetap (FA) bertanggungjawab dalam pengawasan dan pencatatan daftar aktiva

bernilai rendah tersebut.

Perusahaan harus melakukan pengujian resiko atas aktiva tetapnya dan CIP

serta mengasuransikan aktiva tetap dan CIP dengan perlindungan asuransi

yang memadai (mengacu kepada kebijakan Manajemen Asuransi Perusahaan).

Jika kemampuan dan/atau umur ekonomis dari aktiva tetap telah ditingkatkan

dan perusahaan telah menggunakan sebagian dari pengeluarannyauntuk

meningkatkan produktifitas dan/atau umur ekonomis dari aktiva tersebut,

maka seluruh biaya yang disebabkan oleh peningkatan dan rekondisi tersebut

harus diperhitungkan dan didepresiasi sepanjang sisa umur ekonomisnya.

Biaya perbaikan dan pemeliharaan harus dibiayakan sesuai dengan terjadinya.

Departemen user bertanggungjawab untuk memelihara garansi aktiva,

termasuk sertifikat garansi dan persyaratan garansi yang ditetapkan oleh

manufacturer di dalam sertifikat.

Aktiva berwujud harus dianggap sebagai aktiva dan dikategorikan sebagai

aktiva tetap jika memenuhi kriteria berikut:

1. Aktiva berwujud tersebut diperoleh dan/atau dibentuk oleh perusahaan untuk digunakan dalam operasi perusahaan selama lebih dari satu (1) tahun, tidak untuk dijual dalam kegiatan-kegiatan normal perusahaan dan ada kemungkinan besar perusahaan nantinya akan memperoleh keuntungan ekonomis dari asset tersebut.

2. Biaya perolehan aktiva tetap dapat dihitung secara pasti.

3. Aktiva bernilai lebih dari Rp 500.000/satuan.

4. Kitchen Equipment dicatat sebagai persediaan dan dibebankan selama umur proyek.

Penyimpangan dari kriteria-kriteria yang telah disebut diatas, keputusan mengenai apakah aktiva tetap akan diperhitungkan merupakan kewenangan dari masing- masing Admin site lokasi.

Kebijakan Pembelanjaan Modal / CAPEX

Capital Expenditure (CAPEX) harus sesuai dengan anggaran yang telah disetujui.

CAPEX diajukan melalui formulir CAPEX yang dibuat oleh pemohon. Persetujuan dari formulir CAPEX untuk CAPEX yang telah dianggarkan harus diperoleh dari Kepala Departemen, masing-masing FC lokasi dan General Manager (GM).

CAPEX yang tidak dianggarkan, persetujuan formulir CAPEX harus mengacu kepada Manual of Authority.

Setiap komponen biaya untuk perolehan aktiva tetap dicatat sebagai harga perolehan. Biaya tersebut meliputi seluruh biaya yang diperlukan agar aktiva tersebut dapat beroperasi sesuai kegunaannya.

Hal ini mencakup bukan hanya harga pembelian asli tapi juga biaya-biaya persiapan lokasi, pengiriman dan penanganan, instalasi, biaya pembayaran jasa profesional untuk arsitek dan insinyur, dan prakiraan biaya pembongkaran dan pemindahan asset serta biaya restorasi lokasi.

Construction in Progress (CIP)

Biaya material dan biaya-biaya lain termasuk biaya penyewaan yang berhubungan dengan proyek / pembangunan dan instalasi akan dicatat sebagai proyek / pembangunan dalam pelaksanaan.

Akun CIP tersebut harus direklas dan dikapitalisasi kedalam akun aktiva tetap pada saat proses pembangunan atau instalasi selesai dan harus didukung dengan surat serah terima yang disepakati oleh Kontraktor dan Perusahaan. Aktiva tersebut akan mulai didepresiasi ketika aktiva siap digunakan atau dioperasikan.

Persentase penyelesaian proyek/pembangunan dalam pelaksanaan harus didasarkan atas laporan/surat serah terima yang disepakati oleh Kontraktor dan Perusahaan.

Nilai kapitalisasi proyek/pembangunan dalam pelaksanaan yang dikontrakkan ke pihak ketiga harus didasarkan atas nilai kontrak. Jika ada kelebihan biaya maka kontrak akan diperbaharui.

Asisten Akun Aktiva Tetap bertanggung jawab untuk memonitor biaya aktual proyek/pembangunan dalam pelaksanaan terhadap anggaran perusahaan secara berkala. Laporan monitoring proyek/pembangunan dalam pelaksanaan harus direview oleh masing-masing Financial Controller lokasi.

Pengelolaan Daftar Aktiva Tetap

Pencatatan aktiva tetap (misalnya: metode depresiasi, umur ekonomis, klasifikasi aktiva tetap,dll) harus berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang diterapkan oleh Perusahaan.

Aktiva tetap harus memiliki nomor identifikasi yang unik. Nomor identifikasi untuk setiap aktiva tetap harus terdiri dari informasi berikut antara lain: Kode Perusahaan, Lokasi aktiva, Kategori aktiva, Nomor aktiva

Semua penambahan aktiv atetap, transfer, transaksi penghapusan / pemusnahan harus dicatat dalam Daftar Aktiva Tetap tepat waktu.

Aktiva tetap harus dicatat dalam Daftar Aktiva Tetap oleh Asisten Akun Aktiva Tetap. Informasi mengenai aktiva tetap yang dicatat dalam sistem antara lain :

2.

Unit bisnis yang bertanggung jawab

3. Klasifikasi aktiva tetap

4. Tanggal perolehan

5. Harga perolehan

6. Deskripsi dari aktiva tetap

7. Lokasi aktiva tetap

8. Umur ekonomis

9. Nilai sisa

10. Metode depresiasi

11. Nomor aktiva tetap

12. Nilai asuransi

13. Unit/User yang bertanggung jawab

Transfer Aktiva Tetap

Transfer permanen dari aktiva tetap harus dilakukan berdasarkan nilai buku bersih dan harus dikoordinasikan dengan Bagian Pajak dan Finance & Accounting untuk mengantisipasi dampak potensial dari transaksi tersebut.

Asisten Akun Aktiva Tetap dari pemilik aktiva bertanggung jawab untuk menginformasikan kepada Asisten Pajak mengenai transfer permanen tersebut dan mengirimkan copy tagihan untuk membuat faktur pajak.

Setiap transfer permanen harus disetujui sebelumnya oleh Dewan Direksi. Untuk transfer sementara persetujuan harus diperoleh dari General Manager.

Semua transfer aktiva tetap harus menggunakan formulir transfer dan penghapusan aktiva.

Semua transfer aktiva tetap harus dikelola dengan baik dalam Daftar Aktiva Tetap oleh Asisten Akun Aktiva Tetap untuk memantau pergerakan semua aktiva.

Jika aktiva tetap tersebut dibawa keluar dari wilayah perusahaan misalnya sedang diperbaiki diluar tempat perbaikan mesin perusahaan atau dipinjam oleh perusahaan lain, daftar ijin keluar wilayah perusahaan harus dibuat oleh Asisten Akun Aktiva Tetap dan disetujui oleh General Manager.

Ada 2 (dua) tipe transfer aktiva tetap sebagai berikut:

Transfer permanen, transfer aktiva tetap disertai transfer kepemilikan. Jika transfer permanen tersebut dilakukan antara dua perusahaan (antar perusahaan) maka, transfer permanen tersebut dianggap sebagai penjualan aktiva.

Transfer sementara, transfer aktiva tetap tanpa disertai transfer kepemilikan dan tidak ada kewajiban untuk meng-update Daftar Aktiva Tetap bagi pemilik aktiva. Sementara peminjam aktiva harus mendaftarkan aktiva dalam Daftar Aktiva Tetap dengan jumlah Rp. 1,- sehingga sistem dapat menghitung biaya yang berhubungan dengan aktiva tersebut (kecuali biaya depresiaisi yang ditanggung oleh pemilik aktiva).

Penghitungan Fisik Aktiva Tetap

Penghitungan fisik aktiva tetap harus dilakukan minimal setahun sekali oleh Tim penghitungan fisik aktiva tetap untuk memastikan keberadaan dan kondisi fisik aktiva tetap.

Tim penghitungan fisik aktiva tetap ditunjuk oleh masing-masing Financial Controller.

Semua perbedaan yang dicatat selama penghitungan fisik aktiva tetap harus segera ditindaklanjuti dan dilaporkan dalam laporan penghitungan fisik aktiva tetap.

Laporan penghitungan fisik aktiva tetap harus disetujui oleh Dewan Direksi.

Penghapusan Aktiva Tetap

Suatu aktiva tetap dihapus dari neraca jika tidak dapat digunakan lagi atau secara permanen berhenti beroperasi dan tidak memiliki nilai ekonomis di masa yang akan datang. Penghapusan aktiva tetap dapat disebabkan oleh aktiva yang hilang, rusak atau tidak digunakan lagi, dll.

Penghapusan dapat juga dilakukan jika aktiva tetap tidak sesuai untuk digunakan atau tidak dapat digunakan meskipun masih tersisa umur ekonomisnya.Untuk kasus seperti ini, penggantian aktiva tetap tersebut dapat dilakukan melalui proses persetujuan yang layak.

Rekomendasi berdasarkan penghitungan fisik aktiva tetap dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk mengajukan penghapusan aktiva tetap.

Penghapusan aktiva tetap dapat dilakukan melalui penjualan, lelang, atau aktiva tidak dapat digunakan lagi. Pada saat aktiva tersebut dihapus, nilai yang tercatat dan akumulasi penyusutan harus dihilangkan dari laporan keuangan, dan keuntungan atau kerugian dari transaksi tersebut harus diakui.

Transaksi penghapusan aktiva tetap harus disetujui oleh Pejabat yang berwenang sebagaimana yang tercantum dalam “Manual of authority’ dan harus sesuai dengan peraturan pemerintah. Penghapusan aktiva tetap harus dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Bagian Pajak untuk hal-hal yang berkaitan dengan pajak.

Laporan sebagai bukti bahwa aktivitas penghapusan telah dilakukan (misalnya ; laporan lelang, laporan bahwa aktiva tidak dapat digunakan lagi, dll) harus dibuat sebagai dasar untuk melakukan penghapusan aktiva dari neraca keuangan perusahaan.

Sehubungan dengan penghapusan aktiva tetap, Daftar Aktiva Tetap harus di-

update secara akurat dan tepat waktu (untuk aktiva tetap yang dihapus) pada

akhir bulan penghapusan setelah dilakukan penghitungan penyusutan.

Penilaian Kembali/Penurunan Aktiva Tetap

Perlakuan akuntansi terhadap penilaian kembali/penurunan aktiva tetap harus

mengacu kepada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang

diterapkan oleh Perusahaan dan peraturan-peraturan yang berlaku lainnya.

Penilaian kembali/penurunan aktiva tetap harus dikoordinasikan dengan

Bagian Pajak sebelum dilaksanakan untuk mengantisipasi dampaknya

terhadap aspek-aspek pajak.

Penilaian kembali/penurunan aktiva tetap harus disetujui oleh Pejabat yang

berwenang sebagaimana yang tercantum dalam “manual of authority”.

Penilaian kembali aktiva tetap harus dihitung berdasarkan nilai pasar atau nilai

yang wajar yang ditentukan oleh Appraiser/Penilai independen yang

berlisensi.

Perusahaan dinilai pada setiap tanggal pelaporan untuk mengetahui apakah

ada indikasi bahwa sebuah aktiva mengalami penurunan. Jika indikasi tersebut

ada, atau jika uji penurunan aktiva tahunan diperlukan, perusahaan

memperkirakan nilai jual kembali dari aktiva tersebut. Jika nilai buku dari suatu

aktiva melebihi nilai jual kembalinya, aktiva tersebut dianggap mengalami

penurunan dan nilainya diturunkan sesuai dengan nilai jual kembalinya.

Jika terjadi penilaian kembali aktiva tetap, perusahaan harus mengungkapkan

antara lain:

1. Tanggal penilaian kembali

3.

Metode dan asumsi-asumsi penting yang digunakan untuk memperkirakan nilai wajar

4. Sejauh mana nilai wajar ditentukan secara langsung atau diperkirakan

5. Nilai buku dari masing-masing golongan aktiva yang dinilai kembali dengan cost model (model harga perolehan dan revaluasi)

6. Nilai lebih dari penilaian kembali aktiva tetap termasuk pergerakan dan batasannya sebagai bagian dari ekuitas (pemegang saham).

Penggantian Aktiva Tetap

Penggantian aktiva tetap dilakukan berdasarkan tabel berikut atau dapat dilakukan jika aktiva tersebut telah usang, rusak atau jika aktiva yang dibeli tersebut tidak sesuai dengan permintaan user.

User dari Departemen yang terkait bertanggung jawab melakukan pemeriksaan fisik sebelum penggantian aktiva tetap. Hasil dari pemeriksaan fisik akan menjadi dokumen pendukung dari permohonan penggantian aktiva tetap.

Fixed Asset Period End Closing

Semua aktiva tetap kecuali tanah disusutkan.

Penyusutan nilai aktiva tetap harus dialokasikan sepanjang umur ekonomisnya secara sistematis. Perusahaan menerapkan metode garis lurus untuk menyusutkan seluruh aktiva tetapnya. Perkiraan umur ekonomis dari setiap kategori aktiva tetap adalah sebagai berikut: Kategori Gedung umur ekonomis 20 tahun, Kendaraan bermotor 4 tahun.

Untuk perolehan aktiva tetap biaya-biaya penyusutan dimulai dari bulan berikut setelah perolehan (sebelum tanggal 15 dicatat pada bulan yang sama, setelah tanggal 15 dicatat pada bulan berikutnya). Sementara untuk penghapusan aktiva tetap biaya-biaya penyusutan dibiayakan penuh pada bulan penghapusan tersebut.

Nilai sisa umur ekonomis dan metode penyusutan harus ditinjau ulang secara berkala dan disesuaikan jika perlu minimum setiap akhir tahun keuangan.

Penyusutan untuk setiap periode harus diakui sebagai biaya untuk periode tersebut.

Aktiva tetap yang telah disusutkan penuh harus tetap tercatat dalam Daftar Aktiva Tetap sampai saat aktiva tersebut dihapuskan.

Asisten Akun Aktiva Tetap bertanggung jawab melakukan rekonsiliasi antara General Ledger dan Subsidiary Ledger setiap bulan untuk memastikan bahwa pembukuan-pembukuan tersebut tepat dan penyesuaian-penyesuaian telah diproses dengan benar.

Fungsi dan Tanggung Jawab

Semua permintaan pembelian aktiva tetap untuk kebutuhan perusahaan dipusatkan pada bagian General Affair. Tujuannya perusahaan adalah menyediakan barang-barang perlengkapan, peralatan dan lainnya pada kondisi yang paling menguntungkan perusahaan.

Seluruh aktiva tetap yang dibeli dicatat sebagai harga perolehan adalah seluruh pengeluaran yang terjadi dalam rangka mendapatkan dan menempatkan aktiva tersebut pada kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan

Wewenang bagian general affair adalah: Menberi masukan ke bagian pembelian tentang Supplier/Vendor yang paling menguntungkan perusahaan, Menentukan, Supplier/Vendor untuk direkomendasikan, Menentukan cara/syarat pembayaran.

Tanggung jawab Bagian General Affair adalah :

1. Memeriksa Formulir ”Permintaan/Pembelian/Perbaikan barang” dengan lengkap, benar, ditandatangani oleh pemohon, sesuai budget tahunan, disetujui oleh atasan dan BOD

2. Meminta ke Supplier untuk dibuatkan surat penawaran harga yang akan disampaikan ke bagian pembelian, minimal 3 (tiga) Penawaran jika Pembelian diatas Rp.5 juta/unit barang

3. Memonitor Order Pengadaan Barang kepada supplier/Vendor yang telah ditunjuk dan dimintakan persetujuannya kepada Direksi, dan jika telah disetujui maka lembar pertama (asli) agar dikirimkan kepada Supplier dan

lembar kedua (copy) di file.

4. Memeriksa dan pastikan dengan teliti bahwa aktiva tetap yang diterima dari supplier/vendor sesuai dengan order Pengadaan Barang.

5. Cap order pengadaan barang asli dengan “ Barang telah diterima sesuai pesanan dan dalam keadaan baik” Cantumkan tanggal dan tanda tangan petugas yang berwenang untuk menerima

6. Serahkan kembali asli Order Pengadaan barang kepada supplier sebagai tanda bukti penerimaan barang, yang fungsinya untuk melakukan penagihan

7. Simpan aktiva tetap yang telah diterima di gudang atau dapat langsung diserahkan kepada yang mengajukan permohonan pembelian Barang

8. General Affair mengetahui tagihan dari Supplier/Vendor/Pemasok : Faktur Penagihan/Kwitansi penagihan bermaterai cukup, Faktur Pajak untuk

pembelian barang kena pajak

bila supplier PKP, Order Pengadaan barang

/SPK dan dicap “Barang telah diterima” dan ditanda tangani oleh petugas yang berwenang untuk menerima barang.

9. Tagihan yang telah ditahui & diverifikasi oleh bagian GA, seluruh dokumen

penagihan yang telah lengkap diserahkan ke bagian keuangan untuk proses pembayaran

10. Mencatat pembelian fixed asset kedalam laporan Fixed Asset

11. Membuat daftar laporan penambahan fixed asset

12. Membuat laporan penjualan fixed asset

14.

Membuat laporan inventaris yang sudah rusak dan tidak terpakai lagi

15. Membuat usulan penghapusan asset yang tidak terpakai lagi dan atau sudah

rusak

16. Memonitoring seluruh dokumen kepemilikan , STNK, Polis Asuransi dan masa

berlakunya surat-surat tersebut.

17. Melakukan/memeriksa labetisasi asset pada inventaris aktiva tetap setahun

sekali.

18. Monitoring, melakukan pencatatan, dan menyampaikan ke bagian akuntansi

bila terjadi pemindahan aktiva tetap dari /ke lokasi lain.

19. Melakukan lelang baik kekaryawan ataupun kefihak ketiga jia ada aktiva

tetap yang akan dijual

20. Membuat laporan mutasi fixed asset terdiri dari :

Nomor Urut

Kode Fixed Asset

No. Indentifikasi Fixed Asset

Saat Perolehan : Tanggal, Bulan, Tahun,

Harga Perolehan

Akumulasi Penyusutan

Nilai Buku

Penjamin

Polis

No Surat Bukti Kepemilikan

Aktiva tetap, kecuali tanah dan bangunan, disusutkan dengan menggunakan

methode saldo menurun ganda (Double Declining Method), Bangunan disusutkan

dengan menggunakan methode garis lurus (Straingt Line Method). Tarif penyusutan

adalah sebagai berikut :

Tarif Penyusutan

Bangunan

5 %

Mesin & Peralatan

25 % - 50 %

Peralatan Pengangkutan Peralatan Kantor & Perabot

25 % - 50 % 25 % - 50 %

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aktiva Tetap yang tidak digunakan sebesar jumlah terndah antara jumlah yang dicatat dan nilai realisasi bersih.

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable) Maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan labarugi pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalissasi.

Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi dalam tahun yang bersangkutan.

Aktiva sewa guna usaha

Berdasarkan pertimbangan utama terhadap azas makna ekonomi, maka transaksi sewa guna usaha akan dikategorikan menjadi Capital Lease dan Operating Lease, bila memenuhi criteria sebagai berikut :

Capital Lease

Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva tersebut pada masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui pada saat dimulainya perjnjian sewa guna usaha tersebut.

Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewa guna usaha serta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full pay out lease).

Masa sewa guna usaha minimal 2 tahun.

Operating Lease

Apabila kriteria dari capital lease tersebut tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha tersebut akan dikelompokkan menjadi operating lease atau transaksi sewa menyewa biasa.

Aktiva Tetap Dalam Penyelesaian

Aktiva tetap dalam penyelesaian merupakan biya-biaya yang berhubungan secara langsung dengan pembangunan fasilitas dan persiapan aktiva tetap yang akan disajikan sebesar harga perolehan. Aktiva Tetap Dalam Penyelesaikan akan dipindahkan ke akun Aktiva Tetap selesai dan siap digunakan.

Pengeluaran Modal dan Pendapatan

Pengeluaran-pengeluaran yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi harus dikapitalisir sebagai aktiva sehingga dikategorikan sebagai Pengeluaran Modal (Capital Expenditur).

Sedangkan pengeluaran yang memberikan manfaat hanya untuk satu periode akuntansi atau kurang, maka akan dapat langsung dibebankan untuk dipertemukan

dengan pendapatan pada periode berjalan atau disebut Pengeluaran Pendapatan (Revenue expenditure)

Dengan mempertimbangkan azas materialitas, maka perlu ditetapkan batasan pengeluran yang akan diklasifikasikan sebagai pengeluaran modal atau pengeluaran pendapatan sebagai berikut :

Pengeluaran untuk perolehan aktiva tetap atau biaya dibayar dimuka dengan jumlah dibawah Rp. 5.000.000,- diperlakukan sebagai revenue expenditure

Pengeluaran untuk perolehan aktiva tetap atau biaya dibayar dimuka dengan jumlah diatas Rp. 5.000.000,- diperlakukan sebagai capital expenditure

Beban Pemeliharaan dan beban Rehabilitasi

Pengeluaran yang bersifat rutin dengan jumlah yang tidak materal untuk pemeliharaan atau perbaikan aktiva tetap dalam rangka mempertahankan manfaat ke ekonomian masa mendatang yang dapat diharapkan oleh perusahaan atau untuk mempertahankan kinerja semula dari suatu aktiva akan langsung diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

Pengeluaran untuk perbaikan, renovasi dan rehabilitasi dengan jumlah yang material yang digunakan dalam rangka memperpanjang masa manfaat atau kemungkinan besar memberi manfaat ke ekonomian dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas umur ekonomi atau peningkatan kinerja harus ditambahkan atau dikapitalisir dalam jumlah tercatat pada aktiva yang bersangkutan dengan batasan sebagai berikut:

Beban pekerjaan renovasi atau rehabilitasi bangunan lebih dari Rp.25.000.000, atau lebih dari 10 % dari biaya perolehan bangunan , dikapitalisir.

Beban reparasi mesin lebih dari Rp10.000.000 atau lebih dari 20 % dari biaya perolehan mesin , dikapitalisir

Beban reparasi kendaraan lebih dari Rp.5.000.000,- atau lebih dari 5 % dari biaya perolehan kendaraan, dikapitalisir.

Beban reparasi peralatan operasi lebih dari Rp.2.500.000,- atau lebih dari 20 % dari biaya perolehan peralatan operasi, dikapitalisir.

Beban reparasi peralatan kantor lebih dari Rp. 2.500.000,- atau lebih dari 20 % dari biaya perolehan peralatan kantor, dikapitalisir.

Batasan material atau tidak material suatu pengeluaran ditetapkan oleh direksi setelah mempertimbangkan dampaknya terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan

Penggolongan Aktiva Tetap

Aktiva tetap Perusahaan digolongkan/dikelompokan menjadi:

Golongan

Methode

Tarif Penyusutan (%)

penyusutan

Tanah

 

0

Bangunan

Straight Line

5

Mesin & Perlengkapan Gol I

Double declining

50

Mesin & Perlengkapan Gol II

Double declining

25

Kendaraan

Double declining

50

Inventaris Kantor Golongan I

Double declining

50

Inventaris Kantor Golongan II

Double declining

25

Cara Perolehan aktiva tetap :

Cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut :

Perolehan aktiva tetap dengan pembelian

Perolehan aktiva tetap dengan pembangunan sendiri

Perolehan aktiva tetap dari Sumbangan

Perolehan aktiva tetap dengan kapitalisasi biaya setelah perolehan (Subsequent expenditures)

Perolehan aktiva tetap dengan sewa guna usaha/leasing

Perolehan aktiva tetap dari Pertukaran

Perolehan aktiva tetap dengan pembelian

Aktiva tetap siap pakai , biaya perolehannya terdiri dari harga beli, termasuk biaya import, PPn masukan tak boleh direstitusi (non Refundable) dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut dalam kondisi yang membuat aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan; setiap potongan dagang dan rabat dipotongkan dari harga pembelian. Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah :

Biaya penyiapan tempat

Biaya penyiapan awal (initial delivery) , biaya simpan & bongkar muat (Handling cost)

Biaya pemasangan ( Instalation cost)

Biaya frofesional seperti arsitek dan insinyur

Pembeliannya dapat local purchases atau Import ( Tunai, Kredit, TT, Straight L/C maupun usen L/C)

Perolehan dengan pembangunan sendiri

Perolehan aktiva tetap dengan pembangunan sendiri meliputi pemakaian modal berupa pengeluaran kas, pemakaian bahan baku, distribusi gaji & Upah, dan

pembebanan biaya overhead dan sumber daya lain yang dipakai dalam memproduksi aktiva tersebut.

Perolehan aktiva tetap dari sumbangan / donasi

Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akum “Modal Donasi”

Perolehan aktiva tetap dengan kapitalisasi pengeluaran setelah perolehan

Perolehan aktiva tetap yang didapat dari kapitalisasi pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat atau kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian dimasa yang akan datang dengan bentuk meningkatkan kapasitas, mutu produksi, atau meningkatkan standar kinerja.

Pengeluaran setelah perolehan awal pada property, pabrik, dan peralatan lainnya hanya diakui suatu aktiva jika pengeluaran meningkatkan kondisi aktiva melebihi standar aktiva semula.

Contoh peningkatan yang menghasilkan peningkatan manfaat keekonomian masa yang akan datang mencakup :

Modifikasi suatu pos sarana pabrik untuk memperpanjang usia manfaatnya , termasuk suatu peningkatan kapasitasnya.

Peningkatan kemampuan mesin (upgrade machenes part) untuk memcapai peningkatan besar dalam kualitas output,

Penerapan proses produksi baru yang meningkatkan suatu pengurangan besar biaya operasi

Perolehan aktiva tetap dengan leasing

Perolehan aktiva tetap dengan leasing adalah dengan Capital Lease

Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva tersebut pada masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui pada saat dimulainya perjnjian sewa guna usaha tersebut.

Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewa guna usaha serta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full pay out lease).

Masa sewa guna usaha minimal 2 tahun.

Perolehan aktiva tetap dengan pertukaran

Perolehan aktiva tetap dengan pertukaran antara lain;

Pertukaran aktiva tetap tidak serupa dimana biaya dari pos tersebut diukur dari nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau diperoleh, yang mana yang lebih andal, equivalent dengan nilai wajar aktiva yang dilepas setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer

Pertukaran aktiva tetap yang serupa yang memiliki masa manfaat yang serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki nilai wajar yang serupa. Suatu aktiva tetap dapat dijual dalam pertukaran dengan kepemilikan aktiva yang serupa.

Dalam hal keduanya dimana proses perolehan penghasilan tidak lengkap maka tidak diakui keuntungan atau kerugian dari transaksi tersebut, sebaliknya biaya perolehan aktiva baru adalah jumlah tercatat dari aktiva yang dilepaskan. Tetapi nilai wajar aktiva yang diterima dapat menyediakan bukti dari suatu pengurangan (impairment) aktiva yang dilepaskan, maka nilai aktiva yang dilepas diturun nilai buku kan (Written down) dan nilai turun nilai buku ditetapkan untuk aktiva

Artikel Lainnya: User manual Oracle Budget

Dokumen :

Dokumen yang digunakan dalam mencatat data transaksi yang mengubah harga

pokok aktiva tetap dan akumulasi depresiasi aktiva tetap adalah :

1. Surat permintaan otorisasi investasi ( Expenditure Autorization request)

2. Surat permintaan reparasi ( Reparasi request)

3. Surat permintaan transfer aktiva tetap

4. Surat permintaan penghentian aktiva tetap

5. Surat Perintah kerja (Work Order)

6. Surat Order Pembelian

7. Laporan Penerimaan Barang

8. Faktur dari pemasok

9. Bukti Kas Keluar

10. Bukti memorial

Formulir Permintaan otorisasi Investasi / perbaikan

Formulir permintaan otorisasi investasi Aktiva tetap digunakan oleh tiap-tiap bagian

yang meminta tindakan selanjutnya, formulir ini harus disis oleh pemohon, diketahui

oleh atasan langsung/Kepala Divisi terkait dan disetujui oleh Direktur Terkait

Isi Formulir surat permintaan otorisasi investasi/perbaikan aktiva tetap adalah

sebagai berikut :

1. Tanggal dibuatnya formulir tersebut

2. Dari departemen mana permintaan tersebut dikeluarkan

3. Uraian dan jumlah barang apa yang dibutuhkan

4. Maksud dan tujuan pembelian

5. Tanggal dibutuhkan

6. Kolom pemohon yang diketahui oleh atasan untuk ditandatangani

8.

Kolom Penjelasan, komentar general affair

atas pembelian tersebut

9. Kolom komentar Direksi atas pembelian barang tersebut dan kolom tanda tangan persetujuan

Formulir permintaan otorisasi investasi/perbaikan aktiva tetap harus disetujui :

   

Kepala

General

   

Direktur

Keterangan

Pemohon

divisi

Affair

Dir. Keu

Dir Ops

utama

Inv Kantor<100 jt

Ya

Ya

Ya

Ya

-

-

Perl Ops

<100 jt

Ya

Ya

Ya

-

Ya

-

FixedAsset>100jt

Ya

Ya

Ya

-

-

Ya

Pemindahan Fixed asset dari/ke lokasi lain

Pemindahan Fixed Asset dapat dilakukan karena beberapa hal antara lain :

Permintaan pembelian dari cabang/Representative/lokasi atau kantor pusat ,

tetapi setelah dianalisa ternyata dicabang/representative/kolasi lainnya

terdapat barang yang diminta dan tidak digunakan

Karena lokasi tersebut habis masa operasionalnya dan Fixed assetnya harus

dipindahkan

fisik dan pencatatannya

Aktiva tersebut tidak sesuai dilokasi/cabang yang satu tetapi dibutuhkan

dicabang/lokasi yang

lainnya. Dan lain sebagainya

Guna pemindahan Fixed Asset tersebut digunakan formulir pemindahan Fixed

Assed dengan terlebih dahulu disetujui oleh Direksi atas usulan General Affair atau

direksi itu sendiri

Formulir pemindahan fixed asset ini menjelaskan antara lain :

1.

Nomor berisi nomor formulir pemindahan

2. Tanggal berisi tanggal pembuatan form pemindahan

3. Tempat asal Aktiva tetap tersebut

4. Tujuan / ketempat tujuan Fixed Asset

5. No. nerisi nomor urut aktiva yang dipindahkan

6. Kode Aktiva : kode nomer label semula aktiva tersebut

7. Kolom tanggal Perolehan berisi tanggal perolehan awal

8. Nama Aktiva berisi Nama aktiva yang dipindahkan

9. Jumlah unit berisi jumlah unit aktiva yang dipindahkan

10. Jenis asset berisi golongan asset yang dipindahkan (Bangunan, Mesin, Kendaraan dan lainnya)

11. Alasan pemindahan berisi alasan kenapa asset dipindahkan

12. Pemohon berisi Tanda tangan & Nama jelas pemohon

13. Diketahui atasan berisi Tandatangan atasan dan Nama jelas

14. Kolom Nilai Perolehan adalah nilai perolehan awal asset

15. Kolom Akumulasi penyusutan berisi jumlah nilai yang telah disusutkan atas Fixed asset tersebut

16. Nilai Buku berisi Nilai tercatat (net) : Nilai perolehan dikurangi akumulasi penyusutan

17. Kolom penjelasan/komentar general affair atas pemindahan fixed asset dan tanda tangan

18. Kolom komentar Direksi atas pemindahan tersebut & tandatangan persetujuannya

Yang berhak menandatangani pemindahan fixed asset diatur sebagai berikut:

   

Kepala

General

   

Direktur

Keterangan

Pemohon

divisi

Affair

Dir. Keu

Dir Ops

utama

Inv Kantor<100 jt

Ya

Ya

Ya

Ya

-

-

Perl Ops

<100 jt

Ya

Ya

Ya

-

Ya

-

FixedAsset>100jt

Ya

Ya

Ya

-

-

Ya

Permintaan Penghentian pemakaian aktiva tetap

Dokumen ini berfungsi sebagai permintaan dan pemberian

otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap

Permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap adalah :

Bagian : Bagian yang mengajukan penghentian Aktiva pemakaian aktiva tetap

Departemen adalah Departemen yang mengajukan penghentian pemakaian aktiva tetap

No. PPPAT Nomor Dokumen

Tanggal PPPAT : Tanggal dokumen

Nomor urut : No urut aktiva PPPAT

Kode Aktiva : kode nomer label aktiva tetap PPPAT tersebut

Nama Aktiva tetap adalah nama aktiva PPPAT

Lokasi : Lokasi aktiva PPPAT

Kondisi : Kondisi aktiva PPPAT

Taksiran Nilai Jual : Taksiran Nilai jual aktiva PPPAT

Penjelasan & Alasan atas aktiva PPPAT

Pemohon berisi Tanda tangan & Nama jelas pemohon

Diketahui atasan berisi Tandatangan atasan dan Nama jelas

Kolom Nilai Perolehan adalah nilai perolehan awal asset

Kolom Akumulasi penyusutan berisi jumlah nilai yang telah disusutkan atas Fixed asset tersebut

Nilai Buku berisi Nilai tercatat (net) : Nilai perolehan dikurangi akumulasi penyusutan

Kolom penjelasan/komentar general affair atas pemindahan fixed asset dan tanda tangan

Kolom komentar Direksi atas pemindahan tersebut & tandatangan persetujuannya

Yang berhak menandatangani permintaan penghentian pemakaian aktiva tetap adalah sebagai berikut :

   

Kepala

General

   

Direktur

Keterangan

Pemohon

divisi

Affair

Dir. Keu

Dir Ops

utama

Inv Kantor<100 jt

Ya

Ya

Ya

Ya

-

-

Perl Ops

<100 jt

Ya

Ya

Ya

-

Ya

-

FixedAsset>100jt

Ya

Ya

Ya

-

-

Ya

Formulir Order Pembelian/Perbaikan Fixed Asset

Formulir Order Pembelian/Perbaikan Fixed Asset adalah surat perjanjian yang sah dari perusahaan atas transaksi pembelian/perbaikan Fixed Asset. Semua PO berdasarkan formulir Permintaan pembelian / perbaikan fixed asset yang telah disetujui Formulir order Pembelian/Perbaikan fixed asset ini menjelaskan antara lain:

Nama Rekanan yang dituju

Tanggal Penerbitan PO

Term Of Payment

Nama aktiva tetap yang dibeli/diperbaiki

Jumlah unit aktiva tetap yang dibeli/diperbaiki

Harga Satuan Barang/ harga perbaikan

Jumlah harga yang dibeli/harga perbaikan

Dasar pengenaan PPn

Total penggantian

Yang berhak menandatangani Order Pembelian/Perbaikan Fixed asset diatur sebagai berikut:

 

General

     

Direktur

Keterangan

affair

Purchasing

Dir. Keu

Dir Ops

utama

Inv Kantor < 100 jt

Ya

Ya

Ya

-

-

Perl Ops

< 100 jt

Ya

Ya

-

Ya

-

FixedAsset > 100jt

Ya

Ya

-

-

Ya

Surat Perintah Kerja (Work Order)

Dokumen ini mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai perintah dilaksanakannya

pekerjaan tertentu mengenai aktiva tetap dan sebagai catatan yang dipakai

untuk mengumpulkan biaya pembuatan aktiva tetap. Dokumen ini sebagai

perintah pemasangan aktiva yang dibeli, pembongakran aktiva tetap yang

dihentikan pemakaiannya

Formulir Surat Perintah kerja (Work Order) ini menjelaskan antara lain :

1. Departemen/Bagian yang membuat SPK

2. No SPOR yaitu nomor Surat Permintaan otorisasi reparasi

3. Tanggal SPOR yaitu tanggal Surat Permintaan otorisasi reparasi

4. No SPK : No surat perintah Kerja

5. Perincian Biaya yaitu perincian pengeluaran biaya terdiri dari :

6. Tanggal : Tanggal Pengeluaran Biaya

7. Keterangan : keterangan pengluaran biaya

8. No Bukti : No Bukti pengeluaran biaya

9. Bahan : biaya pemakaian bahan

10. Suku Cadang : biaya pemakaian suku cadang

11. Tenaga kerja : biaya tenaga Kerja

12. Overhead/Jasa : Biaya overhead atau jasa

13. Jumlah : total biaya yang dikeluarkan

14. Bagian Reparasi& Pemeliharaan : Yang mengeerjaka

15. Departemen tehnik : Dept induk pemeliharaan & Reparasi

Otorisasi Surat Perintah Kerja ( Work Order)

 

General

     

Direktur

Keterangan

affair

Purchasing

Dir. Keu

Dir Ops

utama

Inv Kantor < 100 jt

Ya

Ya

Ya

-

-

Perl Ops

< 100 jt

Ya

Ya

-

Ya

-

FixedAsset > 100jt

Ya

Ya

-

-

Ya