Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya


akal, hati, fisik. Manusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal
balik dengan manusia yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan
mempertahankan kehidupannya.. Dengan demikian, manusia akan memiliki reflek
bawah sadarnya untuk selalu berusaha mencari manusia lainya dalam upaya
menyempurnakan kodratnya sebagai mahluk hidup yang memiliki akal pikiran.
Manusia tidak akan mampu memiliki kehidupan yang lengkap, jika manusia tidak
mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan atau melakukan interaksi sosial
Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk
saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan.teraksi sosial merupakan
suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan
nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya
nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung
dengan baik jika aturan-aturan dan nilainilai yang ada dapat dilakukan dengan
baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masingmasing,maka proses sosial
itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam
kehidupan sehari hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara
satu dengan yang lainnya,ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun
kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran.
Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam suatu
jangka waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-pola pengulangan
hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.Interaksi sosial merupakan kunci
dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada
kehidupan bersama.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis memilih makalah ini dengan judul
PROSES SOSIAL DAN DAN INTERAKSI untuk dibahasa lebih lanjut.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian proses sosial dan interaksi sosial ?
2. Apakah ciriciri dari interaksi sosial ?
3. Apa saja faktor faktor yang mendasari interaksi sosial?
4. Apa saja bentuk bentuk interaksi sosial?
5. Bagaimana hubungan manusia dan masyarakat?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian proses sosial dan interaksi sosial.
2. Untuk mengetahui ciri ciri interaksi sosial.
3. Untuk mengetahui faktor faktor yang mendasari interaksi sosial.
4. Untuk mengetahui bentuk bentuk interaksi sosial.
5. Untuk mengetahui hubungan manusia dan masyarakat.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang kami harapkan dan rasakan setelah mengerjakan
makalah ini adalah dapat menambah pengetahuan kami mengenai
Antropologi. Dengan demikian, kami lebih mengetahui lagi akan pengertian
proses sosial dan interaksi sosial, ciriciri interaksi sosial, faktor faktor yang
mendasari interaksi sosial, bentuk bentuk interaksi sosial, hubungan manusia
dan masyarakat.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Proses Sosial Dan Interaksi Sosial


A. Pengertian Proses sosial
Proses sosial adalah Proses sosial merupakan aspek dinamis dari
kehidupan masyarakat di mana di dalamnya terdapat suatu proses
hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. Dengan perkataan
lain, proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara berbagai
segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-memengaruhi antara sosial
dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dan
seterusnya.
Proses hubungan tersebut berupa aksi sosial yang terjadi dalam
kehidupan sehari-hari secara terus menerus. Antar aksi (interaksi) sosial,
dimaksudkan sebagai pengaruh timbal balik antara dua belah pihak, yaitu
antara individu satu dengan individu atau kelompok lainnya dalam rangka
mencapai tujuan tertentu. Proses sosial pada dasarnya merupakan siklus
perkembangan dari struktur sosial yang merupakan aspek dinamis dalam
kehidupan masyarakat yang diwujudkan dalam proses hubungan sosial.
Beberapa pendapat ahli sosiologi, yaitu sebagai berikut:
1. Gillin dan Gillin; proses sosial adalah cara berhubungan yang dapat
dilihat apabila orang perorangan dan kelompok-kelompok manusia
saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan
tersebut.
2. Adam Nasution; proses sosial adalah proseskelompok-kelompok dan
individu-individu saling berhubungan, yang merupakan bentuk antara
aksi sosial, ialah bentuk-bentuk yang Nampak kalau kelompok-
kelompok manusia atau orang perorangan mengadakan hubungan satu
sama lain.

3
3. Abu Ahmadi; dengan proses sosial kita maksudkan cara-cara
interkasi(aksi dan reaksi)yang dapat kita amati apabila perubahan-
perubahan mengganggu cara hidup yang telah ada.

B. Pengertian Interaksi sosial


Interaksi sosial berasal dari istilah dalam bahasa Inggris social
interaction yang berarti saling bertindak. Interaksi sosial merupakan
hubungan sosial yang dinamis, bersifat timbal balik antarindividu,
antarkelompok, dan antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial
merupakan proses setiap orang menjalin kontak dan berkomunikasi dan
saling memengaruhi dalam pikiran maupun dengan tindakan.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan
individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok dalam
masyarakat. Tanpa adanya interaksi sosial maka tidak akan mungkin ada
kehidupan bersama.
Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli :
1. Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai
suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang
terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan
suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Interaksi
adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi
merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi
pasangannya.
2. Menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) merupakan suatu hubungan antara dua
orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi,
mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
3. Menurut John Lewis Gillin [1] "Interaksi sosial merupakan hubungan-
hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, antara
individu dan kelompok, atau antar kelompok."

4
2.2 CiriCiri Interaksi Sosial
Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
A. Jumlah pelaku dua orang atau lebih
B. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau
lambang.
C. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini dan
masa yang akan datang.
D. Adanya tujuan yang akan dicapai sebagai hasil dari interaksi tersebut.

2.3 Faktor-Faktor Yang Mendasari Interaksi Sosial


Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada beberapa faktor
berikut ini,
A. Imitasi
Imitasi adalah uatu tindakan meniru orang lain. Imitasi atau
perbuatan meniru bisa dilakukan dalam bermacam-macam bentuk,
misalnya gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaan, pola pikir serta
apa saja yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang. Perlu adanya sikap
menerima , sikap mengagumi, dan sikap menjunjung tinggi apa yang akan
diimitasi itu.
Menurut Maryati (2006) , ada syarat yang harus dipenuhi dalam
mengiitasi yaitu adanya minat atau perhatian terhadap obyek atau subyek
yang akan ditiru serta adanya sikap menghargai, mengagumi dan
memahami sesuau yang akan ditiru.
Imitasi mempunyai peranan penting dalam interaksi sosial imitasi
dapat mendorong seseorang untuk mematuhi norma-norma dan nilai-nilai
yang berlaku dimasyarakaat. Contoh, seorang anak akan meniru orang
dewasa menyebrang lewat jembatan penyebrangan.
Imitasi juga dapat mengakibatkan suatu negatif jika tindakan yang
ditiru adalah tidakan yang menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma
yang berlaku dimasyarakat. Contohnya seorang pemuda meniru ayahnya

5
yang mabuk atau seorang pelajar meniru temannya yang membolos
sekolah.
B. Sugesti
Sugesti berlangsung apabila sesorang memberi pandangan atau sikap
yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain biasanya, sugesti muncul
ketika si penerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak
dapat berpikir rasional. Segala anjuran atau nasihat yang diberikan
langsung diterima dan diyakini kebenarannya.
C. Identifikasi
Identifikasi merupakan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama
dengan pihak lain (peniru secara keseluruhan). Identifikasi sifatnya lebih
mendalam dibandingkan mitasi karena dalam proses identifikasi,
kepribadian seseorang bisa terbentuk. Orang melakukan proses
identifikasi karena sering kali memerlukan tipe ideal tertentu dalam
hidupnya. Contioh identifikasi terdapat pada seorang anak yang
mengidolakan ayahnya. Ia berusaha mengidentifikasi dirinya seperti
ayahnya karena sikap, perilaku, dan nilai yang dimilki oeh ayahnya
merupakan tipe yang ideal dan dapat berguna sebagai penuntun
hidupnya.
Proses identifikasi dapat berlangsung secara sengaja dan tidak
sengaja. Meskipun tanpa sengaja, orang yang mengidentifikasi tersebut
benar-benar mengenal orang yang ia identifikasi sehingga sikap atau
pandangan yang diidentifikasi benar-benar meresap kedalam jiwanya.
Contoh, biasanya pemain bulu tangkis junior punya pemain idola. Setiap
idolanya bertarung ia akan mengamati secara cermat bagaimana gaya dan
strategi bermain idolanya tersebut> kemudian ia meniru dan yakin bisa
menjadi seperti idolanya.
D. Simpati
Simpati merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik
kepada pijhak lain. Melaui proses simpati orang merasa seolah-olah
berada dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dialami,

6
dipikirkan atau dirasakan orang lain tersebut. Contoh ketika ada tetangga
yang bsedang tertimpa musibah, kita ikut merasakan kesedihannya dan
berusaha untuk membantunya. Pada umumya simpati lebih banyak
terlihat pada hubungan teman sebaya, hubungan ketetanggaan atau
hubungan pekerjaan.
E. Empati
Empati merupakan simpati mendalam yang dapat mrnpengaruhi
kejiiwaan dan fiik seseorang. Contohnya, seorang ibu akan merasa
kesepian ketika anaknya yang bersekolah diluar kota ia selalu rindu dan
memikirkan anaknya tersebut sehingga jatuh sakit contoh lain, seorang
pria baru saja mengjenguk keluarganya yang mengalami kecelakaan.
Orang tersebut kemudian jatuh sakit karena selalu membanyangkan dan
memikirkan kejadian yang menimpa keluarganya.
F. Motivasi
Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang
diberikan seorang individu kepada individu yang lain sedemikian rupa
sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan
apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab.
Contoh motivasi adalah guru yang memberikan motivasi kepada siswanya
supaya siswanya semakin giat belajar.

2.4 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial


Interaksi sosial mempunyai dua bentuk, yakni interaksi sosial yang
mengarah pada bentuk penyatuan (proses asosiatif) dan mengarah pada bentuk
pemisahan (proses disosiatif).
A. Proses asosiatif
Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang menghasilkan
kerja sama. Ada beberapa bentuk interaksi sosial asosiatif, antara lain sebagai
berikut.
1. Kerja Sama (Cooperation)

7
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau
kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
Kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai
kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan
mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri
untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan
adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi
merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.
Ada beberapa bentuk interaksi sosial yang berupa kerja sama, yaitu:
a. Bargaining adalah pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran
barang-barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
b. Cooptation (kooptasi) adalah suatu proses penerimaan unsur-unsur
baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu
organisasi untuk menghindari kegoncangan dalam stabilitas
organisasi yang bersangkutan.
c. Coalition (koalisi) adalah kerja sama yang dilaksanakan oleh dua
organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi
dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara
waktu, karena dua organisasi atau lebih tersebut mungkin
mempunyai struktur yang berbeda satu sama lain.
d. Join venture adalah kerja sama dengan pengusaha proyek tertentu
untuk menghasilkan keuntungan yang akan dibagi menurut
proporsi tertentu. Join venture jika diterjemahkan akan menjadi
usaha patungan.

2. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi adalah suatu proses di mana orang perorangan atau kelompok-
kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling
mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan.
Bentuk-bentuk akomodasi adalah sebagai berikut:

8
a. Tolerant participation (toleransi) adalah suatu watak seseorang atau
kelompok untuk sedapat mungkin menghindari perselisihan. Individu
semacam itu disebut tolerant.
b. Compromise (kompromi) adalah suatu bentuk akomodasi di mana
masing-masing pihak mengerti pihak lain sehingga pihak-pihak yang
bersangkutan mengurangi tuntutannya agar tercapai penyelesaiannya
terhadap perselisihan. Kompromi dapat pula disebut perundingan.
c. Coercion (koersi) adalah bentuk akomodasi yang proses
pelaksanaannya menggunakan paksaan. Pemaksaan terjadi bila satu
pihak menduduki posisi kuat, sedangkan pihak lain dalam posisi
lemah.
d. Arbitration adalah proses akomodasi yang proses pelaksanaannya
menggunakan pihak ketiga dengan kedudukan yang lebih tinggi dari
kedua belah pihak yang bertentangan. Penentuan pihak ketiga harus
disepakati oleh dua pihak yang berkonflik. Keputusan pihak ketiga ini
bersifat mengikat.
e. Mediasi adalah menggunakan pihak ketiga yang netral untuk
menyelesaikan kedua belah pihak yang bertikai. Berbeda dengan
arbitration, keputusan pihak ketiga ini bersifat tidak mengikat.
f. Concilation adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan yang
berselisih agar tercapai persetujuan bersama. Biasanya dilakukan
melalui perundingan.
g. Ajudication adalah penyelesaian perkara melalui pengadilan. Pada
umumnya cara ini ditempuh sebagai alternatif terakhir dalam
penyelesaian konflik.
h. Stalemate adalah suatu akomodasi semacam balance of power (politik
keseimbangan) sehingga kedua belah pihak yang berselisih sampai
pada titik kekuatan yang seimbang. Posisi itu sama dengan zero option
(titik nol) yang sama-sama mengurangi kekuatan serendah mungkin.
Dua belah pihak yang bertentangan tidak dapat lagi maju atau
mundur.

9
i. Segregasi adalah upaya saling memisahkan diri atau saling
menghindar di antara pihak-pihak yang bertentangan dalam rangka
mengurangi ketegangan.
j. Gencatan senjata adalah penangguhan permusuhan atau peperangan
dalam jangka waktu tertentu. Masa penangguhan digunakan untuk
mencari upaya penyelesaian konflik di antara pihak-pihak yang
bertikai.

3. Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses yang timbul apabila suatu kelompok
manusia dan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari
kebudayaan asing dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur
kebudayaan asing itu lambat laun diterima tanpa menyebabkan hilangnya
kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Biasanya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima
adalah unsur kebudayaan kebendaan dam peralatan yang sangat mudah
dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat seperti komputer, handphone,
mobil, dan lain-lain. Sedangkan kebudayaan asing yang sulit diterima
adalah unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah unsur
kebudayaan yang menyangkut ideologi, keyakinan, atau nilai tertentu
yang menyangkut prinsip hidup seperti paham komunisme, kapitalisme,
liberalisme, dan lain-lain.

10
4. Asimilasi (assimilation)

Asimilasi adalah usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara


beberapa orang atau kelompok serta usaha menyamakan sikap, mental, dan
tindakan demi tercapainya tujuan bersama. Contoh asimilasi antar dua
kelompok masyarakat adalah upaya untuk membaurkan etnis Tionghoa
dengan masyarakat pribumi.
Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi
antara lain adalah:
a. Toleransi
b. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
c. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
d. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
e. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
f. Perkawinan campuran (amalgamation)
g. Adanya musuh bersama dari luar

Selain beberapa faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi, ada


pula faktor-faktor yang menghambat asimilasi. Antara lain sebagai berikut:

11
a. Adanya isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok
b. Minimnya pengetahuan dari salah satu kebudayaan kelompok atas
kebudayaan kelompok lain
c. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain
d. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu
e. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah
f. Adanya perasaan in-group yang kuat
g. Adanya diskriminasi
h. Adanya perbedaan kepentingan antar kelompok

B. Proses Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang
menghasilkan sebuah perpecahan. Ada beberapa bentuk interaksi sosial
disosiatif, antara lain sebagai berikut:
1. Persaingan (competition)
Persaingan adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya
saling berlomba atau bersaing antar individu atau antar kelompok tanpa
menggunakan ancaman atau kekerasan untuk mengejar suatu nilai tertentu
supaya lebih maju, lebih baik, atau lebih kuat.
Contoh persaingan adalah saat siswa bersaing untuk mendapatkan
peringkat pertama atau pada saat berlangsungnya suatu pertandingan.
2. Kontravensi (contravention)
Kontravensi adalah suatu bentuk proses sosial yang berada di antara
persaingan dan konflik. Bentuk kontravensi ada 5 yaitu:

a. Kontravensi yang bersifat umum. Seperti penolakan, keenganan,


gangguan terhadap pihak lain, pengacauan rencana pihak lain, dan
perbuatan kekerasan.
b. Kontravensi yang bersifat sederhana. Seperti memaki-maki,
menyangkal pihak lain, mencerca, memfitnah, dan menyebarkan surat
selebaran.

12
c. Kontravensi yang bersifat intensif. Seperti penghasutan, penyebaran
desas-desus, dan mengecewakan pihak lain.
d. Kontravensi yang bersifat rahasia. Seperti menumumkan rahasia pihak
lain dan berkhianat.
e. Kontravensi yang bersifat taktis. Seperti intimidasi, provokasi,
mengejutkan pihak lawan, dan mengganggu atau membingungkan
pihak lawan.

3. Konflik
Konflik adalah suatu proses sosial di mana orang perorangan atau
kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan
menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Faktor-faktor penyebab terjadinya konflik adalah:
a. Adanya perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan
perasaan
b. Berprasangka buruk kepada pihak lain
c. Individu kurang bisa mengendalikan emosi
d. Adanya perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok
e. Persaingan yang sangat tajam sehingga kontrol sosial kurang
berfungsi

2.5 Hubungan Manusia Dan Masyarakat


A. Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata manu (Sansekerta),
mens (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang
berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia
dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau
realitas, sebuah kelompok atau seorang individu. Definisi manusia adalah
makhluk yang diciptakan oleh Allah dan dianugerahi-Nya akal, hati, fisik.
Yang membedakan antara manusia dengan hewan adalah akal.

13
B. Pengertian Masyarakat
Kumpulan dari manusia inilah yang kemudian dikenal sebagai
masyarakat. Pengertian masyarakat sendiri secara umum diartikan sebagai
sebuah kesatuan yang terjadi antara dua orang atau lebih manusia yang
berada dalam sebuah wilayah dalam jangka waktu tertentu atau
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Sebuah
komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok
orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Kondisi Umum yang menyebabkan munculnya masyarakat sendiri
salah satunya disebabkan adanya naluri alami manusia sebagai mahluk
sosial.
C. Hubungan
Manusia selain sebagai makhluk individu (perseorangan) mempunyai
kehidupan jiwa yg menyendiri namun manusia juga sebagai makhluk
sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Manusia lahir, hidup dan
berkembang dan meninggal dunia di dalam masyarakat. Menurut
Aristoteles (Yunani, 384-322 SM), bahwa manusia itu adalah ZOON
POLITICON artinya bahwa manusia itu sebagai makhluk pada dasarnya
selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya, jadi
makhluk yg suka bermasyarakat. Dan oleh karena sifatnya suka bergaul
satu sama lain, karena hubungan ini manusia disebut makhluk sosial.
Terjadilah hubungan satu sama lain yang dimaksudkan sebagai
masyarakat yang mana interaksinya didasari adanya kepentingan, dimana
kepentingan tersebut satu sama lain saling berhadapan atau berlawanan
dan ini tidak menutup kemungkinan timbul kericuhan. Kepentingan adalah
suatu tuntutan perorangan atau kelompok yang diharapkan untuk dipenuhi.
Disinilah peran hukum mengatur kepetingan -kepentingan tersebut agar
kepentingan masing-masing terlindungi, sehingga masing-masing

14
mengetahui hak dan kewajiban. Pada akhirnya dengan adanya hukum
masyarakat akan hidup aman, tentram, damai, adil dan makmur.
Dimana ada masyarakat disitu ada hukum Hukum ada sejak
masyarakat ada. Dapat dipahami disini bahwa hukum itu sesungguhnya
adalah produk otentik dari masyarakat itu sendiri yang merupakan
kristalisasi dari naluri, perasaan, kesadaran, sikap, perilaku, kebiasaan,
adat, nilai, atau budaya yang hidup di masyarakat. Bagaimana corak dan
warna hukum yang dikehendaki untuk mengatur seluk beluk kehidupan
masyarakat yang bersangkutanlah yang menentukan sendiri. Suatu
masyarakat yang menetapkan tata hukumnya bagi masyarakat itu sendiri
dalam berlakunya tata hukum itu artinya artinya tunduk pada tata hukum
hukum itu disebut masyrakat hukum.
Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada
persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka
Bertahan maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi
kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Hal yang
dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan
manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai
way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah
laku.

15
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
3.1.1 Proses sosial adalah setiap interaksi sosial yang berlangsung dalam
suatu jangka waktu yang sedemikian rupa hingga menunjukkan pola-
pola pengulangan hubungan perilaku dalam kehidupan masyarakat.
Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial,
karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan
bersama. Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial (yang
juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial
merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.
3.1.2 Interaksi sosial memiliki ciri-ciri yaitu jumlah pelaku dua orang atau
lebih, adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol
atau lambang., adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu,
masa kini dan masa yang akan datang, adanya tujuan yang akan
dicapai sebagai hasil dari interaksi tersebut.
3.1.3 Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai
faktor yaitu: Imitasi, Sugesti, Identifikasi, Simpati, Empati, Motivasi.
3.1.4 Interaksi sosial mempunyai dua bentuk, yakni interaksi sosial yang
mengarah pada bentuk penyatuan (proses asosiatif) dan mengarah
pada bentuk pemisahan (proses disosiatif).
3.1.5 Hubungan manusia dengan masyarakat sangat erat, dimana manusia
berkedudukan sebagai unit pembentuk masyarakat.
3.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis ungkapkan pada kesempatan ini
ialah kepada pembaca, agar dapat menggunakan makalah ini sebagai acuan
materi ataupun materi pendukung dalam pembelajaran pada mata pelajaran
Antrolpogi. Jangan lupa kaji lebih dalam mengenai materi ini untuk
pengetahuan lebih sempurna. Tak lupa kami sarankan untuk mengirimkan
kritik dan saran demi penyempurnaan makalah ini

16
DAFTAR PUSTAKA

Nabi, hubbun. 2016. PENGANTAR IILMU SOSIOLOGI (BAB PROSES SOSIAL) .


(Online).
file:///D:/interaksi%20sosial/PENGANTAR%20IILMU%20SOSIOLOGI
%20(BAB%20PROSES%20SOSIAL)%20-%20hubbun%20nabi.htm.
Diakses pada 13 Februari 2016

Regar, Ucok. 2014. Interaksi Sosial ( Pengertian, Syarat, Ciri, Faktor, Bentuk,
Jenis). (Online).
file:///D:/interaksi%20sosial/Interaksi%20Sosial%20(%20Pengertian,%2
0Syarat,%20Ciri,%20Faktor,%20Bentuk,%20Jenis%20)%20-
%20Davishare.htm. Diakses pada 13 Februari 2016
Sasrawan, Hedi . 2016. Interaksi Sosial (Materi Lengkap Sosiologi). (Online).
file:///D:/interaksi%20sosial/Interaksi%20Sosial%20(Materi%20Lengkap
%20Sosiologi)%20_%20Hedi%20Sasrawan.htm. Diakses pada 13
Februari 2016
Maryati dan suryati. 2006. SOSIOLOGI. Jakarta. ERLANGGA
Zakapedia. 2014. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial. (Online).
http://www.artikelsiana.com/2014/10/bentuk-bentuk-interaksi-sosial-
contoh.html. Diakses pada 13 Februari 2016

17