Anda di halaman 1dari 4

Self Incompatibility

Inkompatibilitas adalah mekanisme alami yang mencegah terjadinya fertilisasi biji


sendiri & merangsang terjadinya persilangan. Ketidakcocokan ini disebabkan beberapa
halangan fisiologis untuk pembuahan. Serbuk sari dan bakal biji setidaknya memiliki
proporsi yang baik dan fungsional, kegagalan untuk mendapatkan benih memperlambat
pertumbuhan tabung polen. Telah terjadi akumulasi yang cepat dari informais mengenai self
incompatibility, dan di banyak spesies demarkasi lebih jelas antara ketidakcocokan dan
ketidakcocokan. Crane dan Lawrence telah memberikan bukti untuk kesimpulan bahwa
dalam beberapa kasus disebabkan oleh poliploidi dan duplikasi beberapa allel yang steril.

Gen yang bertanggungjawab pada rangkaian ini ditandai dengan huruf S, dan seperti
allel lainnya, dua faktor mungkin dilakukan oleh tanaman diploid tunggal.Tabung polen
membawa salah satu allel menunjukkan pertumbuhhan tabung pollen lambat dalam jaringan
stylus membawa faktor genetik yang berbeda untuk self incompatibility. Self fertility sangat
dominan pada persilangan steril. Sifat fominan ini akan memungkinakan untuk menambah
faktor kesuburan jika diinginkan.

Genotipe parental F1, F2 dan keturunan backcross dalam organisme diploid membuat
jelas jenis pemuliaan. Dua tanaman steril digunakan sebagai parental dalam ilustrasi
hipotetis, genotipe mereka menjadi S1S3 dan S2S4. ketika S1S3 meelakukan self pollinated,
produksi benih tidak umum terjadi, karena tabung polen membawa salah satu dari allels S1
atau S2 tumbuh terlalu lambat dalam jaringan stilus dari genotipe yang sama. Pengecualian
untuk aturan ini telah terjadi di banyak spesies tanaman steril yang mengarah ke individu
homozigot dari genotipe S1S1 dan S3S3, tetapi benih sangat jarang untuk membuat metode
produksi benih ini menjadi efisien sebagai sarana seleksi pada galur self polinated .

Dengan beberapa spesies seperti kubis, Brassica oleracea, mengatur penyerbukan


tunas dari tanaman steril memberikan produksi benih yang baik, dan seleksi diri galur steril
dapat diprediksi, yang mengarah ke isolasi garis homozigot. Sebuah persilangan S1S3 x S2S
menghasilkan 4 jenis dari F1 keturunan, S1S2, S1S4, S2S3, S3S4. Masing-masing jenis
steril, tapi subur dengan parental yang di backcrosskan kembali dengan satu sama lain.
Persilangan S1S2 x S1S4 misalnya, akan menghasilkan tanaman yang S1S4 dan S2S4.
Ketika sterilitas diri alel S1 muncul, penyerbukan sendiri terus terjadi mengarah ke isolasi
yang cepat dari genotipe fertil.
Self Incompatibility dibagi menjadi dua yaitu :

- Sistem heteromorfik
Bunga sempurna tapi memiliki 2 tipe struktur bunga, misalnya 1 stamen panjang
dnegan style yang pendek, atau 2 stamen pendek dengan style panjang.

- Sistem homomorfik
2 tipe berdasarkan genom yang mengontrol interaksi polen dan pistil : GSI dan SSI

Self Incompatibility Gametofitik (GSI)


Karena kegagalan salah satu proses, di gantikan dengan generasi normal, dinamakan
dengan pengembangan serbuk sari, embrio dan endosperm, dan hubungan satu sama
lain dari parental yang terlepas dari persilangan yang telah dibuat. Interaksi
bergantung pada alel yang ada pada satu atau beberapa lokus ketakserasian dalam
genom gametofit jantan. Banyak terjadi pada tanaman : Solanaceae, beet, lili, dan
rumput-rumputan

Self Incompatibility Sporofitik


Interaksi bergantung pada genom tetua polen melalui materi yang dibawa oleh polen,
tapi dihasilkan oleh sporofitik ketika polen berkembang. Penolakan polen dikontrol
oleh diploid genotype (S locus) . Banyak terjadi pada tanaman : Brassicaceae (turnip,
rape, kubis, brokoli, kembang kol)

Mekanisme Self Incompatibility


1. Interaksi pollen stigma
Mencegah perkecambahan pollen
2. Interaksi pollen tube style
Umum pada gametofik self incompabillity. Perpanjangan pollen tube di
berhentikan
3. Interaksi pollen tube ovule
Pollen mencapai ovul tetapi embrio hancur / rusak

Aplikasi Self Incompatibillity dalam Pemuliaan Tanaman

- Pada pohon buah yang inkompatibel, dianjurkan untuk menanam 2 varietas yang
cross compatible agar tanaman berbuah
- Sering digunakan dalam persilangan untuk menghasilkan hibrida unggul
- Terdapat fenomena sib, inbred

Cara mengatasi Self Incompatibillity

- Suhu Tinggi
Pistil yang di ekspos sampai suhu 60 derajat celsius merangsang kesuburan
- Irradiasi
X-ray atau gamma ray menginduksi kesuburan sementara
- Grafting
- Polinasi berganda
- Polinasi kuncup (pada 1-2 hari sebelum bunga mekar/ anthesis)
- Surgical technique
Potong dan hilangkan stigma dan pollen diletakkan pada potongan style
- Memberikan unsur Na dan H2O