Anda di halaman 1dari 14

Nama : Putu Gede Bey Nanda Ryandana

NIM : 1504205032

SOAL-SOAL SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN BINTARO ICON

1. Berapa jenis sistem pencahayaan buatan yang digunakan pada bangunan ini?
2. Jenis lampu apa saja yang digunakan pada interior bangunan ini ?
3. Jenis lampu apa saja yang digunakan pada eksterior bangunan ini ?
4. Bagaimana pengaplikasian pencahayaan buatan pada bangunan ini ?
5. Bagaimana penempatan sistem pencahayaan buatan pada bangunan ini?
6. Berapa tingkat intensitas cahaya yang diperlukan pada masing-masing ruangan di
bangunan ini?
7. Bagaimana standar sistem pencahayaan buatan pada bangunan ini?
8. Bagaimana sistem pendistribusian cahaya lampu pada bangunan ini?
9. Bagaimana langkah-langkah dalam pemeliharaan sistem pencahayaan buatan pada
gedung ini?
10. Apakah warna dari cahaya lampu dapat mempengaruhi suasana ruangan?
JAWAB:

1) Sistem pencahayaan yang digunakan pada gedung Bintaro Icon menggunakan 5 jenis
sistem pencahayaan buatan Yaitu:

1. Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)

Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu
diterangi. Sistm ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada
kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu,
baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang
optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu
diberi warna cerah agar tampak menyegarkan.
2. Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi,
sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini
kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit
dan dinding yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan
apabila dicat putih effisien pemantulan antara 5-90%
3. Sistem Pencahayaan Difus (general diffus lighting)
Pada sistem ini setengah cahaya 40-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari,
sedangka sisanya dipantulka ke langit-langit dan dindng. Dalam pencahayaan sistem ini
termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan
sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.
4. Sistem Pencahayaan Semi Tidak Langsung (semi indirect lighting)
Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas,
sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan
langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini
masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.
5. Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting)
Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas
kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit
dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik.
Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan
kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.

2) Dikarenakan pada saat kunjungan proyek gedung masih belum selesai 100% dan masih
dalam pengerjaan finishing dan keterbatasan kunjungan maka Lampu yang digunakan
pada beberapa bagian interior gedung Bintaro Icon yang terobservasi:
Lampu LED Downlight

Lampu LED Downlight Berwarna Kuning yang berada di Bagian Basement Bintaro
icon bertempat di bagian area lift.
Lampu LED Downlight Berwarna kuning yang berada di bagian lorong menuju
kamar apartemen.

Lampu LED Downlight Berwarna putih yang berada di bagian kamar apartemen.

Lampu TL
Penggunaan lampu TL berwarna putih yang bertempat di bagian ruang
maintenace sepert ruang MEP.

3) Dikarenakan pada saat kunjungan proyek gedung masih belum selesai 100% dan belum
melakukakn pengerjaan pada bagian eksterior sehingga untuk lampu eksterior gedung
Bintaro Icon tidak ada fotonya tetapi berdasarkan hasil diskusi dengan pihak bintaro icon
nantinya lampu eksterior yang digunakan akan menggunakan lampu halogen berwarna
kuning di bagian tamannya dan lampu led kuning untuk lampu dindingnya.
Contohnya:
lampu dinding bagian luar

Lampu halogen taman


4) Pengaplikasian Lampu Pada Gedung Bintaro Icon ini adalah:
_

Titik lampu downlight pada bagian ruangan apartemen

Berikut adalah gambar lampu yang belum berisi fitting dan lampunya berada pada bagian
kamar tidur apartemen yang belum selesai.
5) Bagaimana penempatan pencahayaan buatan pada gedung Bintaro Icon berdasarkan
hasil diskusi dengan pihak bintaro icon nantinya akan menerapkan:
Lampu dinding

Lampu spotlight

Lampu lantai (Floor Lamps)


Lampu meja (Desk Lamp)

Lampu langit langit (Ceiling Lamp)

Lampu gantung
6) Tingkat intensitas cahaya yang diperlukan adalah pada ruangan di gedung Bintaro Icon
ini menurut hasil tanya jawab disesuaikan dengan standarnya yaitu :

Pencahayaan
Keperluan Contoh Area Kegiatan
(LUX)
Pencahayaan Umum Layanan penerangan yang minimum dalam
untuk ruangan dan 20 area sirkulasi luar ruangan, pertokoan didaerah
area terbuka, halaman tempat penyimpanan
yang jarang 50 Tempat pejalan kaki & panggung
digunakan 70 Ruang boiler
dan/atau tugas- 100 Halaman Trafo, ruangan tungku, dll.
tugas atau Area sirkulasi di industri, pertokoan dan
visual sederhana 150
ruang penyimpan.
Layanan penerangan yang minimum dalam
200
tugas
Meja & mesin kerja ukuran sedang, proses
300 umum dalam industri kimia dan makanan,
kegiatan membaca dan membuat arsip.
Gantungan baju, pemeriksaan, kantor untuk
menggambar, perakitan mesin dan bagian yang
Pencahayaan umum 450
halus, pekerjaan warna, tugas menggambar
untuk interior
kritis.
Pekerjaan mesin dan diatas meja yang sangat
halus, perakitan mesin presisi kecil dan
instrumen; komponen elektronik, pengukuran
1500
& pemeriksaan bagian kecil yang rumit
(sebagian mungkin diberikan oleh tugas
pencahayaan setempat)
Pencahayaan
Pekerjaan berpresisi dan rinci sekali, misal
tambahan setempat
3000 instrumen yang sangat kecil, pembuatan jam
untuk tugas visual
tangan, pengukiran
yang tepat
7) Standar Pencahayaan Buatan Pada Gedung Bintaro Icon ini adalah:

Keperluan Pencaha
yaan
(LUX)
Lobby, koridor 100
Ballroom/ruang
sidang. 200
Ruang makan 250
Cafetaria 250
Kamar tidur 150
Dapur 300

8) Untuk sistem pendistribusian cahaya lampu pada gedung Bintaro Icon ini adalah:
Sistem downlight
Jadi arah cahaya berasal dari atas dan menyinari objek yang berada di bawahnya.
Sistem backlight
artinya cahaya yang berasal dari belakang objek. Hal ini dilakukan untuk memberi
aksentuasi pada objek, misalnya untuk memunculkan siluet. Sedangkan pada
objek tertentu, pencahayaan backlight ini memberikan cahaya pinggir yang
mempesona, membentuk objek jadi lebih jelas terlihat.
Sistem side light
dalah dimaksudkan untuk memberikan penekanan pada elemen-elemen interior
tertentu yang menjadi aksen. Dan kebanyakan arah cahaya ini dipakai pada
artwork, atau benda-benda seni lainnya.
9) Langkah Langkah Pemeliharaan adalah:

1. Penggantian Lampu Secara Teratur/Periodik

Rencana yang teratur dalam program pelaksanaan penggantian lampu akan


menghentikan depresiasi lumen dari lampu dan menjaga lampu agar tidak
banyak mati. Dengan demikian tingkat penerangan akan diperbaiki dan sesuai
dengan yang diinginkan.
Lampu-lampu pada sebuah sistem penerangan dapat ditukar secara langsung
saat ia mati atau keseluruhan instalasi dapat diganti sebelum lampu-lampu
mencapai akhir hidup rata-ratanya. Penggantian lampu secara lang-sung
disebut spot replacement, sedangkan penggantian secara masal disebut
group relamping.

a. Penggantian Lampu Secara Langsung (Spot Replacement)


Penggantian lampu pada program ini hanya dilakukan pada lampu yang
rusak atau lampu-lampu yang telah lewat umur. Program peng-gantian ini
merupakan proses yang menjemukan dan memakan waktu yang panjang.
Hal ini mengakibatkan biaya pekerja dan biaya produksi yang tinggi, maka
total biaya untuk penggantian secara langsung lebih besar.
Pada lokasi penerangan yang luas dipakai program penggantian individual
yang dimodifikasi, dimana pemeriksaan dilakukan secara periodik (misalnya
mingguan, bulanan) dan mengganti semua lampu-lampu yang rusak/mati.
Jadi tidak hanya ditunggu bila lampu ada yang rusak/mati, tetapi dilakukan
pemeriksaan perlampuan secara berkala.
b. Penggantian Lampu Secara Masal (Group Relamping)
Penggantian lampu secara berkelompok besar (masal) disebut group
relamping. Program penggantian ini dilakukan berganti-ganti dan
disesuaikan dengan jadwal yang disukai. Cara yang paling praktis untuk
menentukan kapas sistem penerangan harus menggunakan metode group
relamping adalah menggunakan data pemadaman lampu (burn out) sebagai
petunjuk. Ini boleh dilakukan karena jumlah kerusakan dalam satu group
benar-benar menunjukkan porsi dari hidup rata-rata yang dihasilkan group
tersebut.
Kurva mortality (angka kematian) lampu sangat lazim digunakan untuk
informasi ini. Kurva mortality lampu pijar dan lampu flouresen dapat dilihat
gambar 3 di atas.
Kurva mortality lampu flouresen memperlihatkan bila lampu telah
mencapai 70% hidup rata-rata, maka 12% dari lampu tersebut telah rusak.
Atau bila lampu-lampu itu telah mencapai 80% dari hidup rata-rata, maka
21% akan rusak. Setelah 80% kehidupan rata-rata, tingkat kerusakan akan
bertambah secara cepat.
Penentuan interval yang dipilih untuk group relamping merupakan hal yang
penting, sehingga biaya tahunan lebih rendah terhadap produksi
penerangan (lux). Dalam banyak hal, interval ini sama dengan 50% hidup
rata-rata lampu secara relatif. Interval yang panjang (diatas 80% hidup)
cenderung menghasilkan lampu yang rendah, biaya pekerja dan akibat
terakhir tentu tingkat pemeliharaan tinggi pada intensitas pene-rangan.
Dalam prakteknya memilih interval biasanya mempertimbang-kan antara
biaya produksi setiap lux yang rendah dan biaya pemeliha- raannya yang
rendah. Pada sistem group relamping biaya pekerja dapat hemat, lampu
lebih terang (banyak cahaya), sedikit rintangan pekerjaan, penampilan
sistem penerangan lebih baik dan sedikit alat bantu perawatan.
Lampu-lampu flouresen cocok untuk program group relamping, karena
jumlah biaya lampu dalam kaitannya dengan total biaya penerangan adalah
kecil, biasanya kurang 10%. Group relamping untuk lampu mercury dan
lampu incandesen kurang tepat dipakai, dimana kerusakan pada satu lampu
bisa mengurangi iluminasi pada sebuah bidang kerja tertentu secara besar.
Pada sistem group relamping dapat dilakukan prosedur/cara yaitu pada
saat lampu hidup rata-rata 80% misalnya, 20% dari sisa lampu yang masih
baik, dipisahkan dan digunakan sebagai penggantian individual selama
periode sementara (interim) sebelum group relamping berikutnya.

2. Membersihkan Secara Teratur/Periodik

Pembersihan armatur-armatur, lampu dan permukaan ruangan secara


teratur/periodik dapat menekan penyusutan cahaya akibat kotoran/debu yang
menempel pada bagian-bagian tersebut. Debu dan kotoran akan mengurangi
efisiensi armatur dan sekaligus mengurangi cahaya yang direfleksikan pada
bidang kerja. Permukaan ruangan seperti langit-langit, dinding dan bidang kerja
perlu dibersihkan dan dicat kembali secara berkala. Pembersihan armatur,
lampu dan permukaan ruangan secara teratur akan menghasilkan hal-hal
sebagai berikut :

a. Lebih Banyak Cahaya Yang Diberikan Per Rupiah


Pembersihan akan memperbaiki cahaya yang dihasilkan pada suatu sistem
penerangan. Pengotoran pada armatur dan permukaan ruangan akan
mempunyai reflektansi yang rendah dari pada permukaan itu sendiri.
Dengan adanya program pembersihan, jumlah cahaya yang dihasilkan per
rupiah akan efisien.
b. Manajemen Energi Yang Lebih Baik
Armatur yang bersih dapat menghemat penggunaan daya dari lampu-lampu,
karena mempunyai reflektansi yang tinggi. Dengan demikian sekaligus
jumlah armatur jauh lebih sedikit.

10) Apakah cahaya lampu dapat mempengaruhi suasana ruangan ?


Tentu saja dapat mempengaruhi suasana ruangan Contohnya seperti warna biru pada
lampu memberikan suasana dingin dan tenang, kemudian warna kuning akan
menimbulkan suasana hangat yang nantinya dapat dirasakan oleh penghuni, lalu Warna
merah merupakan warna yang cukup dominan. Penggunaan warna ini merah memiliki
pengaruh besar pada mood yang membuat lebih agresive, lalu warna hijau membuat
suasana yang haromis dll.