Anda di halaman 1dari 2

Tugas Mata Kuliah Teknik Sumberdaya Air

Kelompok 2 Praktikum Selasa


Anggota: 1. Arif Alfarisi (F44110006)
2. Desi Eva Fatra (F44110010)
3. Dyah Manggandari (F44110040)
4. Fauzan Hakim (F44110045)
5. Rheza Sezaria (F44110069)
6. Aulia Azizah (F44110086)

Interpretasi Peta Hidrogeologi Bogor dan Cekungan Airtanah

Hidrogeologi adalah suatu ilmu yang mempelajari karakteristik fisika dan kimia air
dibawah permukaan bumi yang merupakan aplikasi dari ilmu geologi. Hidrogeologi sebagai
komponen ilmu pengetahuan industri teknologi menghasilkan peta penyebaran akuifer
dalam batuan dan potensialitas fisik akuifer. Data hidrogeologi telah berperan dalam
berbagai cabang ilmu, misalnya pertambangan, pertanian, kehutanan, kelautan sipil dan lain
sebagainya.

Gambar 1. Peta rupa bumi Indonesia

Untuk keperluan perencanaan konservasi dan pendayagunaan air tanah yang ada di
suatu daerah, diperlukan informasi dasar tentang keterdapatan, penyebaran, kualitas, dan
kuantitas air tanah yang dikaitkan dengan kondisi geologinya. Salah satu cara untuk
memperoleh informasi tersebut adalah dengan melakukan pemetaan hidrogeologi. Peta
hidrogeologi pada dasarnya adalah suatu media informasi tentang hidrogeologi suatu
daerah yang disajikan dalam bentuk tampilan grafis. Setiap tampilan grafis tersebut
menggambarkan parameter hidrogeologi tertentu. Keterdapatan air tanah pada jenis litologi
akuifer dan produktivitas akuifer disajikan pada peta dengan luasan warna (areal color),
sementara unit-unit geologi ditampilkan dengan pola grafis (pattern) dan lambang. Pada
peta tersebut dicantumkan juga informasi parameter akuifer dan parameter hidrolika air
tanah, serta kondisi kualitas air tanah dalam bentuk lambang-lambang dan tampilan grafis
yang lain.
Gambar 2. Peta hidrogeologi Kota Bogor skala 1 : 100000

Sebagai peta hidrogeologi, informasi geologi masih disajikan pada peta, tetapi
menjadi bagian yang kurang menonjol (sub ordinate), oleh sebab itu peta ditampilkan dalam
bentuk pola grafis dengan teknik saring (screen) dalam pencetakannya dibandingkan dengan
informasi air tanah yang disajikan dalam warna penuh dalam pencetakan. Peta tersebut
pada dasarnya adalah proyeksi dari kondisi hidrogeologi tiga dimensi ke dalam sajian dua
dimensi di permukaan. Oleh sebab itu, peta hidrogeologi yang komprehensif selalu
menyertakan juga penampang hidrogeologi, serta gambaran dimensi kedalaman.