Anda di halaman 1dari 3

Bab 2 PERTANYAAN

6. Dapatkah suatu organisasi perusahaan berfungsi secara efektif tanpa definisi yang jelas
mengenai otoritas dan bagaimana otoritas tersebut diterapkan?
7. Dapatkah suatu kelompok berfungsi secara efektif tanpa suatu definisi atau hubungan
otoritas?
8. Apakah aspek-aspek fungsional dan disfungsional dari organisasi birokrasi?
9. Mengapa kelompok informal membangun standar perilaku? Apakah pengaruh standar
ini terhadap anggota kelompok?

JAWABAN

6. Otoritas bisa diartikan kekuasaan resmi dan legal untuk menyurh pihak lain bertindak
dan taat kepada pihak yang memilikinya. Ketaaatan lahir bisa melalui persuasi, sanksi-
sanksi, permohonanan, paksaan dan kekuatan. Otoritas juga berkaitan dengan
kekuasaan sebagai suatu pengaruh yang kuat yang bersifat mengendalikan atas
pengarahan perilaku seseorang. Jadi, organisasi tidak akan dapat berfungsi efektif jika
tidak memiliki definisi otoritas yang jelas. Jika definisi otoritas sudah jelas dalam suatu
organisasi, individu-individu dalam organisasi dapat memberikan perannya dalam
mencapai tujuan organisasi.
Agar otoritas bisa diterima oleh bawahan, pemimpin organisasi harus mampu
mendorong semangat kerja bawahan dengan alasan untuk mencapai tujuan organisasi.
Paculah keinginan bawahan untuk memberikan sumbangsih kepada suatu tujuan yang
dianggap berfaedah, guna menghindari diterapkannya tindakan disipliner, agar tindakan
sesuai dengan standar-standar moral yang berlaku selain untuk memperoleh balas jasa.

7. Walaupun kerja kelompok/tim ini sangat diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan
atau keberhasilan, namun bila tidak dikendalikan secara benar akan menimbulkan suatu
kondisi sebaliknya. Keadaan ini disebut dengan social loafing, yaitu suatu keadaan
dimana kualitas kerja tim lebih rendah bila dibandingkan dengan kerja individu, sehingga
hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kondisi yang dapat
menimbulkan keadaan ini antara lain karena kurang jelasnya identifikasi kontribusi dari
setiap orang, kurangnya keterikatan/kohesi diantara anggota kelompok, kurangnya
tanggung jawab terhadap hasil akhir dari tugas yang diberikan. Disinilah peran
pentingnya sebuah definisi atau hubungan otoritas dalam kelompok agar kelompok
dapat berjalan dengan efektif.

8. Aspek Fungsional

Teori birokrasi ini mempunyai kekuatannya yang tersendiri, walaupun teori ini
sering dikaitkan dengan pelbagai streotaip negatif, namun teori birokrasi ini juga
banyak memberikan sumbangan kepada teori dalam pengurusan sumber
manusia.

Hierarki dan definisi tanggungjawab adalah merupakan ciri penting birokrasi


dalam membantu pengurusan tempat kerja yang tersusun. Lakaran prinsipal
terhadap semua tugas haruslah jelas dan harus disusun dalam bentuk hierarki.

Ada Aturan, Norma, dan Prosedur untuk Mengatur Organisasi

Aspek Disfungsional
Kecenderungan birokrat untuk menyelewengkan tujuan-tujuan organisasi.

Usaha untuk memperbaiki penampilan birokrasi diajukan dalam bentuk teori


birokrasi sistem perwakilan. Asumsi yang dipergunakan adalah bahwa birokrat di
pengaruhi oleh pandangan nilai-nilai kelompok sosial dari mana ia berasal.

Keengganan untuk mengakui adanya konflik di antara otoritas yang disusun


secara hirarkis dan sulit menghubungkan proses birokratisasi dengan modernisasi
yang berlangsung di negara-negara sedang berkembang.

Salah satu kelemahan yang sering dikaitkan dengan birokrasi ialah red tape.
Istilah ini merujuk kepada satu peraturan birokrasi yang sangat berlebihan
sehingga menyebabkan kelewatan kepada sesuatu urusan ataupun proses.
9. Beberapa standar perilaku kelompok dirancang untuk melindungi para anggotanya untuk
menghadapi bahaya nyata atau yang masih dibayangkan dari luar kelompok, terutama
dari manajemen atasan mereka. Tetapi norma kelompok informal tidak selalu negatif.
Ada norma yang positif seperti tentang produktivitas yang tinggi, hubungan kerja yang
baik, dan kualitas. Dalam masalah ini tugas tugas manajemen menjadi lebih mudah.
Kelompok informal, yang di satu sisinya disebut pembuat kesukaran, di sisi lain
membantu manajemen dalam menanamkan disiplin.