Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Sistem Perkemihan


Sub Pokok Bahasan : Benigna Prostat Hyperplasia (BPH)
Hari / Tanggal : 02/12/2015
Waktu : 30 Menit
Sasaran : Klien dan keluarga
Tempat : Ruang Rafei

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang BPH 1 x 30 menit
diharapkan klien mengetahui tentang BPH.

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang BPH selama 1 x 30 menit
diharapkan :
1. Klien mampu menyebutkan tentang :
a. Pengertian BPH
b. Penyebab BPH
c. Tanda dan gejala BPH
d. Terapi dan pencegahan BPH
2. Klien mempunyai kemauan untuk melakukan perawatan di rumah

III. Kegiatan Pengajaran


NO TAHAP KEGIATAN MEDIA
1. Pembukaan Perkenalan Lisan
( 5 menit ) Menjelaskan tujuan
Apersepsi dengan cara menggali
pengetahuan yang dimiliki klien tentang
BPH.

2. Pelaksanaan Menjelaskan materi tentang BPH. Peragaan


( 20 menit ) klien memperhatikan penjelasan tentang langsung
BPH pada klien
Leaflet

3. Penutup Menyimpulkan materi Lisan


(5menit) Mengevalusi klien tentang materi yang telah
diberikan
Mengakhiri pertemuan

IV. Media
1. Leaflet
IV. Tempat
Ruang tidur pasien
V. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI. Evaluasi
1. Evaluasi hasil
a. Klien mampu menjelaskan tentang pengertian BPH.
b. Klien mampu menjelaskan tentang penyebab BPH.
c. Klien mampu menjelaskan tanda dan gejala BPH.
d. Klien mampu menjelaskan terapi dan pencegahan BPH.
BENIGNA PROSTAT HYPERPLASI (BPH)

A. Pengertian
BPH (Benigna Prostat Hyperplasi) adalah pembesaran progresif dari
kelenjar prostat yang dapat menyebabkan obstruksi dan ristriksi pada jalan urine
(urethra). Benigna Prostat Hiperplasi ( BPH ) adalah pembesaran jinak
kelenjar prostat, disebabkan oleh karena hiperplasi beberapa atau semua
komponen prostat meliputi jaringan kelenjar / jaringan fibromuskuler yang
menyebabkan penyumbatan uretra pars prostatika ( Lab / UPF Ilmu Bedah
RSUD dr. Sutomo, 1994 : 193 ).
Pendapat lain mengatakan bahwa BPH adalah pembesaran progresif
dari kelenjar prostat ( secara umum pada pria lebih tua dari 50 tahun )
menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretral dan pembatasan aliran
urinarius ( Marilynn, E.D, 2000 : 671 ).
Dari kedua pengertian tersebut maka penulis menyimpulkan bahwa
BPH adalah pembesaran progresif dari kelenjar prostat, bersifat jinak
disebabkan oleh hiperplasi beberapa atau semua komponen prostat yang
mengakibatkan penyumbatan prostatika dan umumnya terjadi pada pria
dewasa lebih dari 50 tahun.

Reseksi Transuretra pada Prostat ( TURP ) adalah pengangkatan


sebagian atau seluruh kelenjar prostat melalui sistoskop atau
resektoskop yang dimasukkan melalui uretra (Susan, M.T, 1998: 607).
Sedangkan tokoh lain mengatakan bahwa TURP adalah prostat
obstruksi dari lobus medial sekitar uretra diangkat dengan sistoskop
atau resektoskop dimasukkan melalui uretra ( Marilynn, E.D, 2000 : 679
).
Maka pengertian TURP menurut kesimpulan penulis adalah
pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat yang telah menyebabkan
obstruksi uretra dengan sistoskop atau resektoskop yang dimasukkan
melalui uretra.
B. Etiologi
Penyebab yang pasti dari terjadinya BPH sampai sekarang belum
diketahui. Namun yang pasti kelenjar prostat sangat tergantung pada hormon
androgen. Faktor lain yang erat kaitannya dengan BPH adalah proses
penuaan Karena etiologi yang belum jelas maka melahirkan beberapa
hipotesa yang diduga timbulnya hiperplasi prostat antara lain :
1. Dihydrotestosteron
Peningkatan 5 alfa reduktase dan reseptor androgen menyebabkan epitel
dan stroma dari kelenjar prostat mengalami hiperplasi .
2. Perubahan keseimbangan hormon estrogen - testoteron
Pada proses penuaan pada pria terjadi peningkatan hormon estrogen
dan penurunan testosteron yang mengakibatkan hiperplasi stroma.
3. Interaksi stroma - epitel
Peningkatan epidermal gorwth factor atau fibroblast growth factor
dan penurunan transforming growth factor beta menyebabkan hiperplasi
stroma dan epitel.
4. Berkurangnya sel yang mati
Estrogen yang meningkat menyebabkan peningkatan lama hidup
stroma dan epitel dari kelenjar prostat.
5. Teori sel stem
Sel stem yang meningkat mengakibatkan proliferasi sel transit (
Roger Kirby, 1994 : 38 ).

C. Tanda dan Gejala


Walaupun hyperplasi prostat selalu terjadi pada orangtua, tetapi tidak
selalu disertai gejala-gejala klinik. Gejala klinik terjadi terjadi oleh karena 2 hal,
yaitu :
1. Penyempitan uretra yang menyebabkan kesulitan berkemih.
2. Retensi air kemih dalam kandung kemih yang menyebabkan dilatasi kandung
kemih, hipertrofi kandung kemih dan cystitis.
Gejala klinik dapat berupa :
Frekuensi berkemih bertambah
Berkemih pada malam hari.
Kesulitan dalam hal memulai dan menghentikan berkemih.
Air kemih masih tetap menetes setelah selesai berkemih.
Rasa nyeri pada waktu berkemih.
Kadang-kadang tanpa sebab yang diketahui, penderita sama sekali tidak
dapat berkemih sehingga harus dikeluarkan dengan kateter.
Selain gejala-gejala di atas oleh karena air kemih selalu terasa dalam
kandung kemih, maka mudah sekali terjadi cystitis dan selanjutnya kerusakan
ginjal yaitu hydroneprosis, pyelonefritis.
D. TERAPI
1. Konservatif
a. Medikamentosa
Terapi ini diindikasikan pada BPH dengan keluhan ringan, sedang,
dan berat tanpa disertai penyulit serta indikasi terapi pembedahan tetapi
masih terdapat kontraindikasi atau belum well motivated Obat yang
digunakan berasal dari: phitoterapi (misalnya: Hipoxis rosperi, Serenoa
repens, dll), gelombang alfa blocker dan golongan supresor androgen.
Self Care :
* Kencing dan minum teratur.
* Rendam hangat, seksual intercourse

2. Pembedahan
* Retropubic Prostatectomy
* Perineal Prostatectomy
* Suprapubic / Open Prostatectomy
* Trans Uretrhal Resectio (TUR), yaitu : Suatu tindakan untuk
menghilangkan obstruksi prostat dengan menggunakan cystoscope melalui
urethra. Tindakan ini dlakukan pada BPH grade I.
Bila operasi bisa terjadi :
-Impotensi (kerusakan nevron pudendes)
-Hemoragic paska bedah
-Fistula
-Striktur paska bedah
-Inkontinensia urin

E. Cara Mencegah Gangguan Prostat


Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya
gangguan prostat, adalah sebagai berikut:
Pola hidup sehat tentunya sangat berperan dalam hal ini cara sederhana yang
dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi buah-buahan yang banyak
mengandung antioksidan yang penting bagi prostat, seperti tomat, avokad, dan
kacang-kacangan.
Cukupi kebutuhan lemak esensial seperti Asam lemak omega 3, dan mineral
seng dapat mengurangi gejala gangguan prostat. Makanan yang kaya akan
katekin terutama epigalokatekin galat (epigallocatechinsgallate), selenium,
sulforafan, dan vitamin C akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan
dapat menetralisir racun yang dapat memicu kanker seperti yang terdapat pada
senyawa karsinogen. Selain itu lemak esensial juga dapat meningkatkan
pembentukan enzim penumpas sel tumor dan kanker, termasuk kanker prostat.
Perbanyak mengonsumsi kubis-kubisan. Beberapa hasil penelitian
menyebutkan, pria yang sering mengonsumsi kubis-kubisan kurang berisiko
mendapatkan gangguan prostat.
Sebagai upaya preventif, lakukan check-up secara rutin ke dokter untuk
mengetahui adanya gangguan pada prostat. agar jika ditemukan gangguan pada
prostat dapat segera diobati.